• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir. Penelitian ini merupakan proses pengkajian sistem berdaur sebagaimana kerangka berpikir yang dikembangkan oleh Suhardjono (dalam Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2010: 74). Prosedur penelitian ini mencakup tahap-tahap: (1) perencanaan tindakan (planning), (2) pelaksanaan tindakan

(action), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting).

Berikut gambar alur prosedur penelitiannya:

Siklus I Siklus II Apabila permasalahan belum terselesaikan Permasalahan baru hasil refleksi Permasalahan Dilanjutkan ke siklus berikutnya Refleksi II Pengamatan/ pengumpulan data Perencanaan tindakan II Pelaksanaan tindakan II Refleksi I Pengamatan/ pengumpulan data I Pelaksanaan tindakan I Perencanaan tindakan I

commit to user

Gambar 3. Alur Penelitian Tindakan Kelas

(Suhardjono dalam Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2010: 74)

1. Tahap Persiapan

Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah:

a. Mengidentifikasi masalah pembelajaran menyimak yang terdapat di SD Negeri Plumbon 01 Mojolaban Sukoharjo. Adapun langkah yang ditempuh yaitu melakukan wawancara dengan siswa dan guru. Peneliti juga mengadakan diskusi dengan guru untuk mengetahui sejauh mana permasalahan yang dihadapi. Kemudian hasilnya diuji kebenarannya dengan melakukan observasi pembelajaran menyimak yang dilaksanakan guru.

b. Menganalisis masalah secara mendalam dengan mengacu teori yang relevan; menetapkan solusi atas permasalahan tersebut yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Make a Match dan menyusun tindakan untuk siklus pertama, kedua, dan ketiga.

c. Menyusun jadwal penelitian dan rancangan kegiatan penelitian.

d. Menyiapkan berbagai sarana pendukung kelancaran proses belajar mengajar dan menyiapkan pedoman observasi guru dan siswa yang diisi selama penelitian.

2. Tahap Aplikasi Tindakan

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan dalam siklus-siklus. Setiap siklus dalam penelitian ini mencakup 4 kegiatan, yaitu: (1) perencanaan tindakan (planning); (2) pelaksanaan tindakan (acting); (3) pengamatan (observing); dan (4) refleksi (reflecting)

(dalam Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2010: 104). a. Rancangan siklus I

1. Perencanaan

Pada tahap ini, peneliti dan guru menyusun skenario pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik make a match.

commit to user

Peneliti juga menyiapkan perangkat yang diperlukan selama pembelajaran dan perangkat yang diperlukan untuk observasi seperti lembar observasi dan dokumentasi.

Skenario pembelajaran sebagai berikut.

a. Guru memberikan apersepsi dengan memberitahukan terlebih dahulu materi yang akan dipelajari.

b. Guru menerangkan tentang kegiatan menyimak yang akan dilakukan dan menjelaskan tentang permainan/model pembelajaran yang akan digunakan kepada siswa.

c. Guru membacakan sebuah cerita pendek, dan siswa diminta menyimak dengan seksama.

d. Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok.

e. Guru membagikan kartu soal-jawaban kepada siswa. Kelompok pertama mendapatkan kartu warna merah yang berisi soal, dan kelompok kedua mendapatkan kartu biru yang berisi jawaban.

f. Guru meminta siswa dari kelompok pertama untuk mencari pasangan jawaban di kelompok kedua berdasarkan soal yang mereka bawa masing-masing.

g. Guru bersama-sama dengan siswa mencocokkan pasangan yang sudah terbentuk.

h. Guru mengulang kegiatan yang sama namun dengan pembagian kelompok yang berbeda.

i. Guru memberikan soal kepada siswa sebagai evaluasi dari pembelajaran menyimak yang sudah dilaksanakan.

j. Setelah selesai, guru melakukan refleksi atas pembelajaran menyimak siklus pertama ini.

2. Pelaksanaan

Tahap ini dilakukan dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam satu siklus, ada satu kali pertemuan

commit to user

dengan alokasi waktu 3 x 35 menit. Tahap ini dilakukan bersamaan dengan observasi terhadap dampak tindakan.

3. Observasi dan Interpretasi

Observasi dilakukan peneliti saat pembelajaran menyimak berlangsung. Observasi berupa kegiatan pemantauan, pencatatan, serta pendokumentasian segala kegiatan selama pelaksanaan pembelajaran. Peneliti mengamati keaktifan siswa selama apersepsi dan pembelajaran menyimak. Peneliti juga mengamati aktivitas guru selama pembelajaran. Data yang diperoleh dari observasi kemudian diinterpretasi guna mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang dilakukan.

4. Analisis dan refleksi

Pada tahap ini, peneliti menganalisis data yang telah terkumpul dari hasil observasi kemudian menyajikannya pada guru pengampu. Dari hasil analisis berupa kelemahan-kelemahan dalam pembelajaran, peneliti dan guru berdiskusi untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya. Dari tahapan inilah diketahui berhasil tidaknya tindakan yang telah diberikan.

b. Rancangan Siklus II dan Siklus III

Dalam siklus II ini tahap yang dijalankan sama seperti yang dilakukan pada siklus I. Akan tetapi didahului dengan perencanaan ulang berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada siklus I, sehingga kelemahan yang sudah terjadi tidak terjadi pada siklus II. Demikian halnya pada siklus III, termasuk perwujudan tahap pelaksanaan, observasi dan interpretasi, serta analisis dan refleksi yang mengacu pada siklus sebelumnya.

3. Tahap Penyusunan Laporan

Pada tahap ini, peneliti menyusun laporan berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan.

commit to user I. Indikator Keberhasilan

Secara garis besar, indikator yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatnya kualitas proses dan hasil pembelajaran menyimak cerita pendek anak pada siswa kelas V SD Negeri Plumbon 01 Mojolaban, Sukoharjo tahun ajaran 2010/2011. Target yang ingin peneliti raih yaitu meningkatnya kualitas proses dan hasil hingga 75% dari kondisi awal 33,3% dengan KKM 65. Untuk mengukur ketercapaian tujuan penelitian di atas, dirumuskan indikator sebagai berikut ini.

1. Indikator ketercapaian proses

Tabel 7. Tabel Indikator Ketercapaian Proses Aspek yang diukur Persentase

target capaian Indikator Keberhasilan 1. Perhatian dan Konsentrasi dalam mendengarkan bahan simakan

75% Siswa tampak memperhatikan dan berkonsentrasi penuh saat guru mulai memperdengarkan bahan simakan.

2.Kerjasama dengan teman

75% Siswa tampak aktif dalam proses pembelajaran yaitu dengan bekerjasama antar kelompok saat teknik make a match dilaksanakan.

3.Antusias dalam menjawab pertanyaan

75% Siswa tampak antusias dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan baik dari guru maupun teman yang lain terkait bahan simakan yang sudah dibacakan.

commit to user

4. Mengerjakan tugas 75% Siswa tampak tenang, berkonsentrasi, dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

2. Indikator ketercapaian hasil

Tabel 8. Tabel Indikator Ketercapaian Hasil Menyimak Cerpen Aspek yang diukur Persentase

target capaian

Indikator Keberhasilan

Ketuntasan Hasil Belajar yang meliputi: 1.Ketepatan mengidentifikasi tema 2.Ketepatan mengidentifikasi tokoh 3.Ketepatan mengidentifikasi latar/setting 4.Ketepatan mengidentifikasi amanat 5.Penulisan:

a.Pemahaman isi cerpen b.Penggunaan diksi c.Struktur kalimat d.Ketepatan ejaan

75%

Hasil belajar siswa kelas V mencapai standar ketuntasan belajar minimal untuk mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu 65.

commit to user BAB IV

Dokumen terkait