HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Survei Awal
1. Siklus Pertama
a. Perencanaan Tindakan
Tahap perencanaan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Januari 2011 di ruang guru SD Negeri Plumbon 01 Mojolaban Sukoharjo. Peneliti dan guru mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran menyimak dalam penelitian siklus pertama.
Adapun urutan tindakan yang direncanakan akan diterapkan dalam pembelajaran menyimak cerpen pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Peneliti dan guru menyusun skenario pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik make a match yaitu sebagai berikut:
a) Guru memberikan apersepsi dengan memberitahukan terlebih dahulu materi yang akan dipelajari, yaitu tentang menyimak cerpen anak. b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
c) Guru memberikan materi tentang unsur-unsur dalam cerpen yang terdiri atas tema, tokoh, latar/setting, dan amanat.
d) Guru menerangkan tentang kegiatan menyimak yang akan dilakukan dan menjelaskan tentang permainan/teknik pembelajaran yang akan diterapkan, yaitu dengan menggunakan teknik make a match.
e) Guru membacakan sebuah cerita pendek anak yang berjudul ”Tara dan Pengejeknya”, dan siswa diminta menyimak dengan seksama.
f) Setelah selesai, guru langsung mengajak siswa untuk mulai menerapkan teknik make a match.
g) Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok.
h) Guru membagikan kartu soal-jawaban kepada siswa. Kelompok pertama mendapatkan kartu berwarna merah yang berisi pertanyaan,
commit to user
dan kelompok kedua mendapatkan kartu berwarna biru yang berisi jawaban dari pertanyaan yang ada dalam kartu berwarna merah.
i) Guru memberikan waktu kepada siswa untuk mencari pasangan yang mereka anggap cocok dari kartu pertanyaan maupun kartu jawaban yang mereka bawa masing-masing.
j) Guru bersama-sama dengan siswa mencocokkan pasangan yang sudah terbentuk.
k) Guru mengulang kegiatan yang sama namun dengan pembagian kelompok yang berbeda (kelompok dibalik).
l) Guru memberikan soal kepada siswa sebagai evaluasi dari pembelajaran menyimak yang sudah dilaksanakan.
m) Setelah selesai, guru melakukan refleksi atas pembelajaran menyimak dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. n) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan
hal-hal yang kurang jelas. o) Guru menutup pelajaran.
2) Peneliti dan guru berdiskusi menyusun RPP siklus I serta menyusun indikator pencapaian tujuan.
3) Peneliti dan guru menentukan bahan simakan yang sekiranya bisa menarik
perhatian siswa, yaitu cerpen anak yang berjudul ”Tara dan Pengejeknya”.
4) Peneliti dan guru menyusun instrumen penelitian yang berupa lembar pengamatan dan penilaian peserta didik dalam proses pembelajaran yang terdiri dari beberapa aspek, yakni: a) perhatian dalam mendengarkan bahan simakan, b) bekerja sama dengan teman saat teknik make a match
diterapkan, c) antusias dalam menjawab pertanyaan, dan d) mengerjakan tugas. Selain itu, peneliti dan guru juga menyusun instrumen penelitin yang berupa lembar penilaian hasil pembelajaran menyimak siswa yang meliputi beberapa aspek, yaitu: a) ketepatan dalam menentukan tema, b) ketepatan dalam menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen, c) ketepatan dalam menyebutkan latar/setting dalam cerpen, d) ketepatan dalam menuliskan amanat yang terkandung dalam cerpen yang sudah
commit to user
dibacakan, dan e) kemampuan dalam menuliskan kembali cerpen yang sudah dibacakan, yaitu mencakup: pemahaman dan kelengkapan akan isi cerpen yang sudah dibacakan, ketepatan penggunaan diksi, ketepatan struktur kalimat, dan ketepatan dalam ejaan/tata tulis.
5) Guru dan peneliti menentukan jadwal pelaksanaan tindakan siklus I yaitu pada hari Kamis, 10 Februari 2011. Siklus I akan dilaksanakan dalam waktu 3 x 35 menit (satu kali pertemuan), yaitu pada jam pelajaran pertama sampai dengan istirahat.
Dengan demikian, secara ringkas dapat penulis paparkan hal–hal yang menjadi bahan diskusi antara peneliti dan guru, antara lain adalah sebagai berikut: 1) peneliti menyamakan persepsi dengan guru mengenai penelitian yang akan dilakukan; 2) peneliti mengusulkan diterapkan model pembelajaran kooperatif teknik Make a Match (Mencari Pasangan) dalam pembelajaran siklus I serta menjelaskan penerapannya; 3) peneliti dan guru menyusun indikator pencapaian tujuan; 4) guru menyusun RPP siklus pertama kemudian didiskusikan dengan peneliti; 5) peneliti dan guru diskusi tentang instrumen penelitian yang berupa lembar pengamatan proses pembelajaran menyimak dan lembar penilaian hasil pembelajaran menyimak cerpen siswa; dan 6) peneliti dan guru menentukan jadwal pelaksanaan siklus.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus I ini berlangsung selama 3 x 35 menit pada hari Kamis, 10 Februari 2011 di ruang kelas V SD Negeri Plumbon 01 Mojolaban Sukoharjo. Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan rancangan yang telah peneliti dan guru kelas susun dan sepakati pada hari Kamis, 20 Januari 2011. Peneliti dalam pelaksanaan tindakan siklus pertama ini menempatkan diri di kursi paling belakang sebagai partisipan pasif untuk melakukan observasi/pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran menyimak cerpen. Peneliti mencatat data-data yang penting, serta melakukan wawancara kepada pihak guru dan siswa pasca tindakan.
commit to user
Pada siklus I ini materi yang akan disampaikan oleh guru adalah tentang menyimak cerpen anak. Siswa diminta untuk menyimak cerpen yang
telah guru siapkan, yaitu berjudul “Tara dan Pengejeknya”. Pembelajaran
menyimak cerpen di sini menggunakan teknik make a match yang medianya berupa kartu-kartu pertanyaan-jawaban yang sudah guru dan peneliti siapkan. Kartu-kartu pertanyaan yang ada terkait dengan tema, tokoh, latar/setting, dan amanat dalam cerpen yang guru bacakan.
Langkah-langkah proses pembelajaran pada tahap pelaksanaan tindakan siklus I adalah sebagai berikut.
1) Guru membuka pelajaran dengan memberi salam, doa bersama, mengkondisikan kelas, dan mengecek presensi siswa.
2) Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari yaitu tentang menyimak cerpen anak.
3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, yaitu siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur yang ada dalam cerpen anak (tema, tokoh, latar, dan amanat) yang dibacakan secara lisan.
4) Guru memberikan materi tentang identifikasi unsur-unsur yang ada dalam cerpen (tema, tokoh, latar, dan amanat).
5) Guru menerangkan tentang kegiatan menyimak yang akan dilakukan dan menjelaskan tentang permainan/teknik pembelajaran yang akan diterapkan, yaitu dengan menggunakan teknik make a match.
6) Guru membacakan cerpen anak yang berjudul “Tara dan Pengejeknya”,
dan meminta siswa untuk menyimak dengan seksama.
7) Setelah selesai, guru langsung mengajak siswa untuk mulai menerapkan teknik make a match.
8) Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok besar, tiap kelompok beranggotakan 10 siswa.
9) Guru membagikan kartu soal-jawaban kepada siswa. Kelompok pertama (siswa yang berada di sebelah kiri guru) mendapatkan kartu berwarna biru yang berisi pertanyaan, dan kelompok kedua (siswa yang berada di
commit to user
sebelah kanan guru) mendapatkan kartu berwarna merah yang berisi jawaban dari pertanyaan yang ada dalam kartu berwarna merah.
10) Guru tidak memperbolehkan siswa membuka kartu yang mereka bawa sebelum ada aba-aba dari guru untuk membukanya.
11) Guru meminta siswa untuk bersama-sama membuka kartu yang dibawa dalam hitungan ketiga, dan siswa diminta membaca kalimat yang ada pada kartu masing-masing.
12) Setelah itu, guru memberikan waktu 10 menit kepada siswa untuk mencari pasangan yang mereka anggap cocok dari kartu pertanyaan maupun kartu jawaban yang mereka bawa masing-masing.
13) Setelah waktu habis, guru bersama-sama dengan siswa mencocokkan pasangan yang sudah terbentuk, apakah sudah benar atau belum.
14) Guru mengulang kegiatan yang sama namun dengan pembagian kelompok yang berbeda (kelompok dibalik).
15) Guru memberikan soal kepada siswa terkait unsur-unsur yang ada dalam cerpen yang telah dibacakan sebagai evaluasi dari pembelajaran menyimak yang sudah dilaksanakan.
16) Setelah selesai, guru melakukan refleksi atas pembelajaran menyimak dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
17) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas.
18) Guru menutup pelajaran.
c. Observasi dan Interpretasi
Observasi ini dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Februari 2011 pukul 07.30-09.15 WIB, yaitu pada jam pelajaran pertama sampai istirahat, berlangsung selama 3 x 35 menit (satu kali pertemuan) dan bertempat di ruang kelas V SD Negeri Plumbon 01 Mojolaban Sukoharjo. Guru menerapkan teknik make a match dalam pembelajaran menyimak cerpen anak. Dan pada
pertemuan ini guru menggunakan cerpen anak yang berjudul “Tara dan Pengejeknya” sebagai bahan simakan.
commit to user
Pengamatan difokuskan pada berlangsungnya proses pembelajaran menyimak cerpen serta aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai partisipan pasif yang berada di bangku paling belakang agar dapat mengamati jalannya proses pembelajaran menyimak cerpen dengan teknik make a match.
Berdasarkan pengamatan peneliti, secara garis besar diperoleh gambaran tentang proses kegiatan belajar mengajar pada siklus I sebagai berikut.
1) Sebelum mengajar, guru mempersiapkan rencana pembelajaran yang akan dijadikan pedoman dalam mengajar.
2) Pelaksanaan tindakan pada siklus I berlangsung selama 1 kali pertemuan, dengan alokasi waktu yaitu 3 x 35 menit, diikuti oleh siswa kelas V SD Negeri Plumbon 01 Mojolaban Sukoharjo yang berjumlah 20 siswa. 3) Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran menyimak cerpen dengan
cukup baik, yaitu guru mengajar dengan arah dan tujuan yang jelas. Pada awal pembelajaran, guru mengemukakan dengan jelas tentang materi yang harus dikuasai, yaitu mengidentifikasi unsur-unsur cerita (tema, tokoh, latar, dan amanat) dari cerpen yang akan dibacakan. Guru tidak hanya ceramah, tetapi juga menggunakan metode tanya jawab. Pembelajaran berlangsung dua arah antara guru dan siswa. Kemudian guru menjelaskan tentang model pembelajaran kooperatif teknik Make a Match.
4) Ketika guru menyampaikan materi, beberapa siswa tampak masih kurang berminat, malas, dan beraktivitas sendiri. Begitu juga pada saat guru membacakan bahan simakan (cerpen), beberapa siswa masih belum fokus. Akan tetapi, sebagian besar siswa sudah tampak antusias dalam mengikuti proses pembelajaran menyimak.
commit to user
Gambar 6. Siswa Menyimak Cerpen yang Dibacakan oleh Guru
5) Setelah memberi penjelasan, guru membagi kelompok berdasarkan tempat duduk siswa. Satu kelompok terdiri dari 10 siswa, sehingga di kelas tersebut hanya terdapat 2 kelompok. Guru meminta siswa mengingat lagi bahan simakan yang telah dibacakan dengan menggunakan teknik make a match. Guru membagikan kartu-kartu pertanyaan-jawaban kepada siswa. Tiap siswa mendapatkan 1 kartu. Guru melarang siswa membuka kartu yang mereka bawa sebelum ada aba-aba dari guru untuk membukanya.
Gambar 7. Siswa Menerima Kartu dari Guru
6) Setelah semua siswa mendapat kartu, guru meminta siswa untuk bersama-sama membuka kartu yang dibawa, dan siswa diminta membaca kalimat yang ada pada kartu masing-masing. Setelah itu, guru memberikan waktu 10 menit kepada siswa untuk mencari pasangan yang mereka anggap cocok dari kartu pertanyaan maupun kartu jawaban yang mereka bawa
commit to user
masing-masing. Siswa tampak aktif dalam mencari pasangannya. Namun ada beberapa siswa juga yang hanya diam tidak mau berkeliling mencari pasangannya, hanya menunggu teman yang lain menghampiri.
Gambar 8. Siswa Mulai Mencari Pasangannya
7) Setelah waktu habis, guru bersama-sama siswa mencocokkan hasil dari pasangan yang ada. Guru meminta tiap siswa berdiri dan membacakan kartu yang mereka bawa, kemudian teman yang lain bertugas menanggapi, apakah pasangan tersebut sudah benar atau belum. Pada sesi ini, beberapa siswa tampak ragu-ragu dalam membacakan kartunya. Mereka tampak belum yakin dengan pasangannya. Dalam mencocokkan/menanggapi pasangan yang sudah terbentuk, siswa menjawab secara serentak dan bersamaan. Ketika guru meminta siswa mengacungkan jari untuk memberikan pendapat, tidak ada siswa yang mau mengangkat tangan.
Gambar 9. Siswa dan Guru Mencocokkan Pasangan yang Telah Terbentuk
commit to user
8) Setelah semua pasangan sudah dicocokkan, guru memberikan soal kepada siswa terkait unsur-unsur yang ada dalam cerpen sebagai evaluasi dari pembelajaran menyimak yang sudah dilaksanakan. Siswa tampak tenang dalam mengerjakan soal. Sebagian siswa juga tampak masih kesulitan dalam mengerjakan soal, terlihat dari beberapa siswa masih ada yang bertanya kepada guru terkait soal yang diberikan. Siswa masih bingung dan bertanya tentang unsur-unsur cerpen.
Gambar 10. Siswa Mengerjakan Soal dari Guru
9) Ketika tahap refleksi, beberapa siswa yang duduk di bangku bagian belakang, khususnya siswa putra masih tampak tidak fokus dan tidak memperhatikan. Mereka asyik mengobrol dengan teman yang lain. Namun siswa yang duduk di bangku bagian depan dan sebagian besar siswa putri aktif memperhatikan guru dan menjawab pertanyaan dari guru.
10) Kelemahan atau kekurangan selama pelaksanaan tindakan Siklus I ini dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
a) Kelemahan yang ditemukan dari siswa, yaitu sebagai berikut.
(1) Siswa terlihat belum sepenuhnya aktif dalam mengikuti pembelajaran. Sebagian siswa masih melakukan aktivitas pribadi seperti mengganggu teman, berbicara dan bercanda dengan teman saat guru memberikan materi dan saat guru membacakan cerpen.
commit to user
(2) Ketika siswa diminta mencari pasangan, belum semua siswa aktif dalam mencari pasangannya. Sebagian dari mereka ada yang cuma duduk dan menunggu pasangannya datang.
(3) Siswa masih susah dalam mengacungkan jari secara sukarela untuk menanggapi pasangan-pasangan yang sudah terbentuk, apakah sudah benar atau belum. Mereka hanya berani menjawab secara bersamaan.
(4) Siswa masih kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
(5) Meski tenang, namun siswa tampak tidak bersemangat dalam mengerjakan soal dari guru.
b) Kelemahan yang ditemukan dari guru sebagai berikut.
(1) Posisi guru dalam memberikan materi dan membacakan bahan simakan masih berada di samping tempat duduknya, sehingga pengelolaan kelas kurang maksimal.
(2) Guru jarang menegur siswa yang tidak aktif dan tidak fokus pada pelajaran yang berlangsung.
(3) Guru tidak memperhatikan kondisi fisik ruang kelas. Pintu kelas dibiarkan terbuka, sehingga siswa sering mengalihkan pandangan ke luar kelas.
(4) Guru kurang memberikan pantauan kepada siswa saat mereka bergerak mencari pasangan dan saat mengerjakan soal. Guru hanya duduk di bangkunya, sehingga siswa gaduh dan saling mencontek.
c) Kelemahan pembelajaran menyimak dengan teknik Make a Match
yaitu siswa masih merasa teknik Make a Match itu asing dan baru, sehingga mereka belum begitu memahami pelaksanaan dari teknik ini. Mereka masih bergerombol dalam mencari pasangan, sehingga suasana kelas menjadi tidak terkondisikan.
commit to user
11) Peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran menyimak tampak dari indikator berikut.
a) Perhatian dan konsentrasi siswa saat mendengarkan bahan simakan. Berdasarkan pengamatan peneliti dengan menggunakan pedoman observasi, diketahui bahwa siswa yang perhatian dan berkonsentrasi saat mendengarkan bahan simakan sebanyak 12 siswa atau 60 % siswa, sedangkan 8 siswa atau 40 % siswa lainnya kurang memperhatikan dan kurang konsentrasi. Siswa tersebut pada umumnya adalah siswa putra yang duduk di deret bangku bagian belakang dan di dekat dinding.
b) Kerjasama siswa.
Ketika proses pembelajaran menyimak, dalam siklus I ini ada 15 siswa atau 75 % siswa yang bekerja sama dalam penerapan teknik
make a match, yaitu ketika semua siswa bergerak mencari pasangannya. Ada 5 siswa atau 25 % siswa yang cenderung diam dan tidak mau bekerja sama dengan teman yang lain. Mereka hanya duduk menunggu teman lain yang mencari pasangan datang menghampiri. c) Keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan.
Siswa dalam menjawab pertanyaan pada pembelajaran menyimak siklus I ini tergolong cukup aktif. Terdapat 8 siswa atau 40 % siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan. Mereka menjawab pertanyaan secara bersama-sama. Sedangkan 12 siswa atau 60 % siswa masih kurang aktif. Mereka cenderung diam dan tidak mau berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan dari guru.
d) Keaktifan dalam mengerjakan tugas.
Siswa yang betul-betul aktif dalam mengerjakan tugas pada siklus I ini ada 9 siswa atau 45 % siswa. Sedangkan siswa yang lain yaitu sebanyak 11 siswa atau 55 % siswa belum tampak sungguh-sungguh mengerjakan tugas. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap dan bercanda dengan teman yang lain.
commit to user
e) Ketuntasan hasil belajar siswa dalam menyimak cerpen.
Ketuntasan siswa dalam pembelajaran menyimak cerpen ini dinilai berdasarkan pada beberapa hal, di antaranya yaitu: (1) ketepatan dalam menentukan tema, (2) ketepatan dalam menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen, (3) ketepatan dalam menyebutkan latar/setting dalam cerpen, (4) ketepatan dalam menuliskan amanat yang terkandung dalam cerpen yang sudah dibacakan, dan (5) kemampuan dalam menuliskan kembali cerpen yang sudah dibacakan, yaitu mencakup pemahaman dan kelengkapan akan isi cerpen yang sudah dibacakan, ketepatan penggunaan diksi, ketepatan struktur kalimat, dan ketepatan dalam ejaan/tata tulis. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I ini mencapai 50 %. Hal ini dilihat dari jumlah siswa yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 65 berjumlah 10 siswa dari 20 siswa yang mengikuti pembelajaran menyimak.
Dengan demikian, kualitas hasil pembelajaran menyimak cerpen pada siswa kelas V SD Negeri Plumbon 01 berdasarkan nilai ulangan yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan dari hasil pratindakan. Terbukti ada 10 siswa yang mendapat nilai lebih dari 65. Ada 10 siswa yang masih memperoleh nilai kurang dari 65. Ada satu siswa yang mendapat nilai 36,7. Ada lima siswa yang mendapat nilai antara 40-50. Ada dua siswa yang mendapat nilai 53,3. Siswa yang memperoleh nilai antara 60-69 ada tiga siswa. Ada dua siswa mendapat nilai 73,3. Ada empat siswa memperoleh nilai 76,7. Siswa yang mendapat nilai 83,3 ada tiga siswa. Nilai tertinggi pada pembelajaran menyimak cerpen siklus I ini adalah 83,3. Peningkatan nilai pembelajaran menyimak tersebut tampak jelas pada grafik dan tabel perbandingan nilai pembelajaran menyimak di bawah ini.
commit to user
Gambar 11. Grafik Perbandingan Nilai Pembelajaran Menyimak Siswa
Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat nilai menyimak siswa. Pada kegiatan pratindakan tampak bahwa masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah 65, sedangkan pada siklus I banyak siswa yang sudah mendapat nilai di atas 65. Berdasarkan grafik tersebut tampak bahwa nilai siswa pada siklus I lebih baik daripada nilai siswa pada pratindakan. Siswa yang mendapat nilai kurang dari 65 (belum tuntas) pada pratindakan lebih banyak daripada siklus I.
d. Analisis dan Refleksi
Berdasarkan hasil observasi, peneliti menyimpulkan bahwa kualitas pembelajaran menyimak siklus I ini (proses dan hasil) telah menunjukkan peningkatan dari kondisi awal (pratindakan). Hal tersebut ditunjukkan oleh: 1) Perhatian dan konsentrasi siswa pada saat mendengarkan bahan simakan
yang berupa pembacaan cerpen anak dengan menggunakan teknik make a match mengalami peningkatan dari 9 siswa (43 %) pada pratindakan menjadi 12 siswa (60 %) pada siklus I. Meski belum sepenuhnya, namun siswa sudah tampak lebih tertarik dan memperhatikan apa yang guru
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 pratindakan siklus 1
commit to user
sampaikan, dibanding pada saat kegiatan pratindakan. Indikator pengukuran perhatian dan konsentrasi siswa ini diukur berdasarkan jumlah siswa yang menampakkan perhatian dan kesungguhannya dalam pembelajaran menyimak, khususnya dalam mendengarkan bahan simakan. 2) Kerjasama antarsiswa dalam pembelajaran menyimak cerpen ini juga
mengalami peningkatan. Dalam siklus I ini guru menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik make a match, yang melibatkan siswa untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam sebuah kelompok. Oleh sebab itu, dalam aspek ini mengalami peningkatan mencapai 75 % atau 15 siswa mampu bekerja sama dengan siswa yang lain, dibandingkan dengan kegiatan pratindakan yang sama sekali tidak ada kerjasama antarsiswa. 3) Keaktifan maupun antusias siswa dalam menjawab pertanyaan dari guru
mengalami peningkatan. Pada kegiatan pratindakan guru lebih banyak berceramah dan hanya sedikit memberikan tanya jawab terkait materi yang diajarkan, sehingga siswa yang aktif pun sedikit. Pada siklus I ini keaktifan siswa mencapai 40 % (8 siswa aktif) sedangkan pada pratindakan hanya 25% (5 siswa aktif). Siswa yang aktif dalam menjawab pertanyaan tersebut kebanyakan adalah siswa yang duduk di bangku paling depan. Keaktifan siswa dapat diamati selama proses pembelajaran berlangsung.
4) Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas pun mengalami peningkatan. Dalam kegiatan pratindakan, siswa terlihat kurang bersemangat dan tidak sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal. Mereka pun terlihat kesulitan dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Namun dalam siklus I ini keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas mengalami peningkatan mencapai 45 % atau sebanyak 9 siswa. Mereka sudah tampak lebih bersemangat dalam mengerjakan tugas dibandingkan saat pratindakan. 5) Kemampuan siswa dalam pembelajaran menyimak cerpen belum begitu
maksimal. Hal ini terbukti dari 20 siswa yang mengikuti pembelajaran menyimak, hanya 10 siswa yang tuntas atau sekitar 50% yang mendapat nilai 65 ke atas, yang lainnya masih di bawah KKM yang berlaku. Akan
commit to user
tetapi, sudah ada peningkatan dari pratindakan, karena dalam pratindakan siswa yang tuntas adalah 7 siswa atau sekitar 33,3 % siswa yang tuntas. 6) Guru juga lebih komunikatif dalam pembelajaran menyimak dengan
teknik make a match. Pada pratindakan (survei awal) guru tampak menjelaskan dengan metode ceramah saja, sedangkan pada siklus I ini guru sudah menggunakan metode tanya jawab. Guru dan siswa juga bersama-sama dalam mencocokkan pasangan yang sudah terbentuk. Hal tersebut membuktikan sudah adanya interaksi antara guru dan siswa.
Kelemahan atau kekurangan yang ditemukan dari pelaksanaan tindakan siklus I ini bersumber dari siswa, guru, dan teknik pengajarannya. Selanjutnya, untuk memperbaiki beberapa kekurangan atau kelemahan yang ada pada siklus I ini, guru dan peneliti akan mengadakan langkah-langkah perbaikan sebagai berikut:
1) Guru meningkatkan minat dan perhatian siswa dengan mengubah sedikit posisinya. Guru tidak hanya duduk dan menjelaskan materi di bangkunya, tetapi lebih mendekat kepada siswa. Dalam membacakan bahan simakan, guru sebaiknya lebih menggunakan nada dan intonasi yang tepat agar siswa juga lebih tertarik mendengarkan. Selain itu, guru juga sebaiknya lebih tegas untuk menegur siswa yang tidak fokus dalam pembelajaran. 2) Guru sebaiknya lebih memperhatikan kondisi fisik ruang kelas. Dalam
pembelajaran menyimak dibutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi, untuk