• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

B. Prosedur Penelitian

1. Siklus I

a. Perencanaan

Tahap perencanaan ini berupa rencana kegiatan menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan peneliti untuk memecahkan masalah. Langkah ini merupakan upaya memperbaiki kelemahan dalam proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini. Rencana kegiatan yang akan dilakukan adalah (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang terkait dengan penelitian; (2) menyiapkan lembar keija catatan terbimbing; (3) menyusun lembar pengamatan; dan (4) merencanakan tugas yang akan dilakukan.

b. Pelaksanaan

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tahapan tindakan itu adalah (1) mengecek kelengkapan administrasi; (2) membuka pelajaran; (3) melakukan appersepsi dengan mengaitkan rukun Islam yang kelima (haji); (4) penjelasan proses belajar mengajar; (5) penjelasan tujuan pembelajaran; (6) menyampaikan materi pelajaran dan diselingi dengan tanya jawab; (7) menugaskan siswa untuk mengisi lembar keija catatan terbimbing yang sudah dibagikan sebelum pembelajaran dimulai; (8) menyimpulkan materi pelajaran; dan (9) menutup pelajaran.

40

c. Observasi

Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, seorang teman guru (kolaboration) mengamati kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa untuk mengumpulkan data tentang bagaimana guru mengajar dan tentang perhatian/antusiasme siswa.

d. Refleksi

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah membuat rangkuman penilaian selama proses pembelajaran dan menganalisis hasil belajar siswa dan tentang perhatian/antusiasme siswa.

2. Siklus II

a. Perencanaan

Berdasarkan hasil refelksi siklus I, peneliti melakukan serangkaian kegiatan (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang terkait dengan penelitian dengan melakukan revisi sesuai dengan kendala pada siklus I; (2) menyiapkan lembar keija catatan terbimbing; (3) menyusun lembar pengamatan; dan (4) menyusun tugas yang akan dilakukan.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2010 di kelas V MI Ma’arif Pesidi

41

Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang dengan jumlah responden 21 siswa.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan adalah (1) membuka pelajaran; (2) melakukan apersepsi dengan mengajak mengingat materi pelajaran sebelumnya; (3) penjelasan proses belajar mengajar; (4) penjelasan tujuan pembelajaran; (5) menyampaikan materi pelajaran dan diselingi tanya jawab; (6) menyimpulkan materi pelajaran; (7) siswa mengeijakan tugas; dan (8) menutup pelajaran.

c. Observasi

Observasi dilaksanakan saat jalannya proses pembelajaran, oleh peneliti dan dibantu teman guru (kolaboration). Observasi pada siklus II juga sama dengan siklus I. Kemajuan-kemajuan yang dicapai pada siklus I dan kelemahan-kelemahan yang masih muncul juga jadi pusat perhatian dalam observasi. Instrument observasi berpedoman pada lembar observasi (terlampir).

d. Refleksi

Refleksi pada siklus II digunakan untuk merefleksi hasil evaluasi belajar siswa siklus I. Untuk menentukan kemajuan- kemajuan yang telah dicapai selama proses pembelajaran, dan untuk mencari kelemahan-kelemahan yang masih muncul dalam pembelajaran.

42

3. Siklus III a. Perencanaan

Perencanaan pada siklus III ini didasarkan hasil siklus II. Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan adalah (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang terkait dengan penelitian dengan melakukan revisi sesuai dengan kelemahan pada siklus II; (2) menyusun lembar keija catatan terbimbing; (3) menyiapkan lembar pengamatan; dan (4) menyiapkan soal test.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan pada siklus III pada dasarnya merupakan pengulangan dari siklus II. Materi yang disampaikan kelanjutan dari materi siklus II dengan dilakukan pengayaan dan variasi dari materi yang terdahulu.

c. Observasi

Observasi dilaksanakan masih sama dengan siklus-siklus sebelumnya, berpedoman pada lembar observasi yang disiapkan (terlampir) dan tidak menutup kemungkinan yang muncul di luar lembar observasi.

43

d. Refleksi

Refleksi pada siklus III digunakan untuk merefleksi hasil evaluasi belajar siswa siklus II untuk menentukan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai selama proses pembelajaran, dan untuk mencari kelemahan-kelemahan yang masih muncul dalam pembelajaran.

BABIY

ANALISA DATA PENELITIAN

A. Deskripsi Awal

Kondisi awal dalam penelitian ini dijumpai adanya permasalahan rendahnya perhatian dan kompetensi siswa dalam pembelajaran materi Fiqih siswa Kelas V MI Ma’arif Pesidi Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Guru kurang mendapat perhatian dalam setiap menyampaikan materi. Kurangnya antusiasme terhadap penyampaian materi tersebut sehingga materi kurang dapat dikuasai sepenuhnya oleh siswa.

Hal lain yang ditemukan dalam kondisi awal yaitu guru kurang dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran. Selain itu metode yang digunakan guru kurang variatif sehingga membosankan bagi siswa. Sebagai guru hendaknya pandai dalam memilih metode, tehnik maupun model pembelajaran sehingga belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Tabel 5

Hasil Test 1 Pra Siklus I Tahun Pelajaran 2009 /2010

No No. Induk Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif

1 1498 D 0

2 1504 C 71

3 1505 D 43

4 1513 -

45 6 1534 B 86 7 1535 A 93 8 1536 D 57 9 1537 A 93 10 1539 B 79 11 1542 D 36 12 1544 D 50 13 1545 A 93 14 1546 C 63 15 1547 D 21 16 1548 A 93 17 1551 D 50 18 1557 B 86 19 1566 D 0 20 1567 D 15 21 1590 B 79 Keterangan: 2. A : Istimewa ( 91 - 100 ) 3. B : Baik ( 7 6 -9 0 ) 4. C : Cukup ( 60 - 75 ) 5. D : Kurang ( <60 )

46

Dari hasii evaluasi pra siklus I dapat dianalisa dalam tabel berikut in i:

Tabel 6

Presentase Hasil Test Evaluasi kelas V MI Ma’arif Pesidi Siklus I Tahun Pelajaran 2009 /2010 No Uraian Jumlah Responden Prosentase Siklus 1/1 Antusiasme Siswa 1 Istimewa 4 20% 2 Baik 4 20% 80% 3 Cukup 2 10% 4 Kurang 10 50% Keterangan : 1. Istimewa : 9 2 -1 0 0 2. Baik : 76 - 90 3. Cukup : 6 0 -7 5 4. Kurang : <60

Melihat kondisi seperti di atas guru mulai berpikir bagaimana agar kondisi tersebut dapat teratasi. Guru mulai mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam proses belajar belajar mengajar. Guru sekaligus peneliti mencari metode-metode alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut. Akhirnya dapat sebuah gagasan baru untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pembelajaran dengan metode membuat catatan

47

terbimbing(Gw/<5fe<7 Note Taking) adalah cara efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran mata pekajaran Fiqih.

Atas dasar gagasan yang timbul dari guru sebagai pengajar sekaligus peneliti PTK ini selanjutnya dipraktekkan pada siswa Kelas V MI Ma’arif Pesidi Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Adapun tahapan penelitian tindakan kelas ini ada dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan / tindakan, pengumpulan data, observasi, dan refleksi.

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi siklus I

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada pertemuan ini, peneliti menemukan ada beberapa anak belum paham metode pembelajaran yang sedang berjalan. Hal ini kemungkinan metode yang digunakan adalah hal baru. Sehingga siswa belum tahu arti pentingnya mengikuti petunjuk guru selama pebelajaran berlangsung. Siswa merasa terkejut ketika tugas yang diperintahkan ternyata diminta guru untuk dilihat / dicek sebagai bukti hasil pembelajaran. Beberapa siswa bahkan tidak dapat mengeijakan tugas dengan baik. Namun sebagian siswa yang paham akan maksud dan harapan guru, mereka dapat mengerjakan dengan sangat baik.

Dari pengamatan guru, secara keseluruhan tampak bahwa pembelajaran masih kurang lancar. Keaktifan siswa dikelas juga belum

48

maksimal materi pelajaran tidak terserap dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.

Hasil Test 2 Siklus I Tahun Pelajaran 2009 / 2010

No No. Induk Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif

1 1498 D 40 2 1504 C 65 3 1505 D 50 4 1513 B 80 5 1517 C 65 6 1534 C 75 7 1535 C 75 8 1536 C 60 9 1537 C 75 10 1539 C 75 11 1542 D 50 12 1544 C 75 13 1545 B 85 14 1546 B 85 15 1547 D 55 16 1548 C 65 17 1551 C 70 18 1557 B 85 19 1566 D 50 20 1567 D 40 21 1590 C 75

49 Keterangan: 1. A : Istimewa ( 91 - 100) 2. B : Baik ( 76 - 90 ) 3. C : Cukup ( 60 - 75 ) 4. D : Kurang ( <60 )

Dari hasil evaluasi siklus I dapat dianalisa dalam tabel berikut ini.

Tabel 7

Prosentase Hasil Test Evaluasi Kelas V MI Ma’arif Pesidi Siklus I Tahun Pelajaran 2009 /2010

No Uraian Jumlah Responden Prosentase Siklus I Antusiasme Siswa 1 Istimewa -2 Baik 4 19% 90% 3 Cukup 11 52,4% 4 Kurang 6 28,6% Keterangan: 1. Istimewa : 91 -100 2. Baik : 7 6 - 9 0 3. Cukup : 65 - 75 4. Kurang : < 60

Tingkat keberhasilan pada siklus I adalah 19% + 52,4% = 71,4%. Sedangkan tingkat perhatian / antusiasme siswa selama

50

pembelajaran meningkat menjadi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari siklus I masih belum sesuai harapan peneliti, yaitu untuk mencapai ketuntasan belajar minimal mencapai 85%.

2. Deskripsi Siklus II

Pertemuan awal dari siklus II ini, dilaksanakan dengan melanjutkan materi ibadah haji. Seperti biasa, setelah membuka pelajaran, guru memberikan appersepsi dengan mengajak mengingat- ingat kembali materi pelajaran sebelumnya. Siswa dirangsang menggunakan pertanyaan, ternyata mampu menyebutkan kembali materi pelajaran dengan baik. Setelah dirasa cukup pada sesi appersepsi, guru melanjutkan menyampaikan materi tentang larangan dan dam dalam haji.

Perbedaan antara pertemuan-pertemuan sebelumnya, guru kini menyampaikan dengan perlahan dan ada jeda waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengisi lembaran (hand out) catatan terbimbing yang sudah dibagikan pada awal pembelajaran. Jeda waktu ini siswa diberi kesempatan untuk bertanya, agar dapat mengisi catatan dengan sempurna. Hal semacam ini berulang-ulang sampai materi yang disampaikan selesai sesuai kompetensi yang diharapkan. Lima belas menit menjelang berakhirnya waktu, guru mengadakan test sebagai alat untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar dan antusiasme siswa.

51

Hasil Evaluasi / Test Siklus II Tahun Pelajaran 2009 /2010

No No. Induk Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif

1 1498 D 30 2 1504 - -3 1505 D 55 4 1513 B 85 5 1517 C 65 6 1534 B 85 7 1535 C 75 8 1536 - -9 1537

C

70 10 1539 C 70 11 1542

c

60 12 1544 - -13 1545 B 80 14 1546

C

75 15 1547 C 65 16 1548 B 85 17 1551 B 80 18 1557 B 80 19 1566

C

60 20 1567 D 35 21 1590 C 60 Keterangan: 1. A : Istimewa ( 91 - 100 ) 6. B : Baik ( 7 6 -9 0 ) 7. C : Cukup ( 6 0 -7 5 ) 8. D : Kurang ( <60 )

52

Dari hasil evaluasi / test siklus II dapat dianalisa dalam tabel berikut ini.

Tabel 8

Prosentase Hasil Evaluasi / Test Kelas V MI Ma’arif Pesidi Siklus II Tahun Pelajaran 2009/2010 No Uraian Jumlah Responden Prosentase Siklus 1/2 Antusiasme Siswa 1 Istimewa “ -2 Baik 6 33,3% 90% 3 Cukup 9 50% 4 Kurang 3 16,7%

Tingkat keberhasilan pada siklus II adalah 33,3% + 50% = 83,3%. Sementara perhatian / antusiasme siswa selama pembelajaran pada siklus II adalah 90%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari siklus II belum sesuai harapan peneliti, yaitu untuk mencapai ketuntasan belajar minimal mencapai 85%.

Dari pengamatan observator dan peneliti (guru), siklus II beijalan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari antusiasme ataupun keaktifan siswa selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Setelah diadakannya refleksi antara observator dengan guru, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berjalan dengan baik atau berhasil. Berdasarkan hasil evaluasi tingkat ketuntasan belajar sebesar 71,3%,

53

pembelajaran berlangsung juga masih cukup berhasil meski bertahan sebesar angka 90%. Hal ini dinilai sudah cukup berhasil.

3. Deskripsi Siklus III

Siklus III kali ini, dilaksanakan dengan melanjutkan materi pelajaran mengenai umrah. Setelah melaksanakan beberapa pertemuan. Guru mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat tentang bagaimana dalam menjalankan pembelajaran dengan menggunakan metode membuat catatan terbimbing. Hal ini guru menemukan cara yang lebih efektif untuk mengajarkan belajar bagi siswa. Pelaksanaan pada siklus III guru melakukan strategi yang hampir sama pada siklus II. Namun guru atau peneliti dalam menyampaikan materi dituliskan dalam kertas berukuran Al dan menggunakan alat tulis berupa spidol besar. Hal ini berbeda dari model sebelumnya. Cara ini ternyata tingkat perhatian siswa semakin bertambah dan antusiasme siswa mencapai angka prosentase hampir 100%. Setelah waktu hampir selesai sekitar 15 menit, guru membagikan lembaran soal test untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa.

Hasil Test Siklus III Tahun Pelajaran 2009 /2010

No No. Induk Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif

1 1498 D 50

2 1504 C 65

54 4 1513 B 85 5 1517 C 70 6 1534 A 100 7 1535 A 100 8 1536 C 60 9 1537 - -10 1539 - -11 1542 C 65 12 1544 - -13 1545 A 100 14 1546 B 90 15 1547 C 75 16 1548 B 80 17 1551 B 80 18 1557 A 100 19 1566 C 70 20 1567 D 50 21 1590 B 90 Keterangan: I. A : Istimewa 9. B : Baik 10. C : Cukup II. D : Kurang

(

9 1

-

100

)

(

7 6 - 9 0

)

(

6 0 - 7 5

)

(

<60

)

Dari hasil evaluasi / test siklus III dapat dianalisa dalam tabel berikut ini.

55

Tabel 9

Prosentase Hasil Evaluasi / Test Kelas V MI Ma’arif Pesidi Siklus III Tahun Pelajaran 2009/2010 No Uraian Jumlah Responden Prosentase Siklus 1/2 Antusiasme Siswa 1 Istimewa 4 22,3% 2 Baik 5 27,8% 95% 3 Cukup 7 38,9% 4 Kurang 2 11,1% Keterangan: 2. Istimewa : 91 -100 3. Baik :7 6 - 9 0 4. Cukup : 65 - 75 5. Kurang : < 60

Tingkat keberhasilan pada siklus III adalah 22,2% + 27,8% + 28,9% = 88,9%. Sedangkan tingkat perhatian / antusiasme siswa berdasarkan pengamatan peneliti mencapai 95%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari siklus III sudah sesuai harapan peneliti, yaitu untuk mencapai ketuntasan belajar minimal mencapai 85%.

Dari penilaian hasil test yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa tingkat ketuntasan belajar mencapai angka tertinggi yaitu

56

sebesar 88,9%. Dari pengamatan guru sebagian kecil yang tidak mencapai ketuntasan belajar dikarenakan kurang memahami soal atau kalimat. Siswa ini memang dari awalnya kondisi kemampuan berfikir atau memahami maksud kalimat termasuk lambat. Namun secara keseluruhan tingkat keberhasilan sudah mencapai yakni sudah diatas 85%. Pencapaian tingkat ketuntasan belajar sebesar 88,9%. Dengan demikian hipotesis tindakan kelas dapat dicapai.

C. Pembahasan

1. Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh data keaktifan siswa tiap siklusnya mengalami peningkatan. Siklus I mengalami peningkatan 10% dari pra siklus 80% menjadi 90%, keaktifan siswa pada siklus II bertahan pada kisaran angka 90%. Guru mengambil tindakan atas kestabilan prosentase siklus I dan siklus II. Refleksi siklus I dan siklus II guru menggunakan media kertas berukuran Al sebagai media untuk menarik perhatian siswa dengan menempelkan di papan tulis. Guru membuat coretan penjelasan materi pada lembar kertas tersebut. Perhatian siswa atau keaktifan siswa meningkat menjadi 95% pada siklus III. Adapun prosentase perhatian (antusiasme) siswa dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

57

Grafik 1

Grafik Prosentase Parhatian Belajar Pra Siklus, Siklus I, Siklus II, Siklus III.

100.00%

80.00%

60.00%

40.00%

20.00%

P ra Siklus Siklus I Siklus II Siklus II

2. Ketuntasan Hasil Belajar

Tabel 10

Tabel Tentang Ketuntasana Siswa Pada Pra Siklus, Siklus I, Siklus II, Siklus III

No No. Induk Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus III 1 1498 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

2 1504 Tuntas Tuntas - Tuntas

3 1505 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas

4 1513 - Tuntas Tuntas Tuntas

5 1517 Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

6 1534 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

7 1535 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

8 1536 Tidak Tuntas Tuntas - Tuntas

-58

10 1539 Tuntas Tuntas Tuntas

-11 1542 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas

12 1544 Tidak Tuntas Tuntas -

-13 1545 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

14 1546 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

15 1547 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas

16 1548 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

17 1551 Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

18 1557 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

19 1566 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas 20 1567 Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

21 1590 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

Jumlah Peserta 21 21 19 18

Jumlah yang

Tuntas 11 16 16 16

Jumlah Yang

Tidak Tuntas 10 5 3 2

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa pada siklus I yang tuntas belajar baru mencapai 16 siswa (71,4%) dari 21 siswa. Ke 16 siswa di atas memang mempunyai kemampuan berfikir (IQ) dan minat atau motivasi belajar di atas rata-rata. Dari 21 siswa beijumlah 5 siswa (28,6%) yang belum tuntas belajar. Guru melakukan tindakan untuk meningkatkan prosentase ketuntasan belajar siswa dengan memberikan motivasi belajar.

Pada siklus II ini penelitian hanya diikuti 19 siswa. Jumlah siswa yang mencapai skor kriteria ketuntasan minimal 60 berjumlah 16 siswa

59

(83,3%), siswa yang belum mencapai skor ketuntasan belajar pada siklus II berjumlah 3 siswa. Sedangkan pada siklus I jumlah siswa yang belum tuntas berjumlah 5 siswa. Kedua siswa no. 11 dan no. 15 sudah mampu membangun morivasi diri untuk belajar sehingga pada siklus II sudah mencapai skor ketuntasan belajar.

Pada siklus III dalam penelitian ini diikuti 18 siswa, 16 siswa (88,9%) dari 18 siswa yang mengikuti penelitian pada siklus III telah mencapai skor kriteria ketuntasan belajar minimal 60. Jumlah siswa yang tidak mencapai skor kriteria ketuntasan belajar berjumlah 2 siswa (11,1%). Peningkatan ketuntasan belajar pada siklus III sudah mencapai prosentase ketuntasan belajar, secara klasikal target minimal adalah 85%. Tercapainya ketuntasan pada siklus III setelah dapat menuntaskan satu siswa yang tidak tuntas pada siklus II yaitu siswa no. 3. Siswa no. 3 sudah mampu meningkatkan motivasi dirinya dan dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan metode membuat catatan terbimbing. Siswa no.l dan no. 20 belum mencapai kriteria ketuntasan belajar pada siklus III karena mempunyai kelemahan berftkir dan belum mampu memotivasi dirinya.

Ketuntasan masing-masing siklus dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

60

G r a fik I

Grafik Prosentase Ketuntasan Belajar Pra Siklus, Siklus I, Siklus II, Siklus III.

100.00%

80.00%

60.00%

4000%

20.00%

BABY

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas terhadap metode pembelajaran menggunakan catatan terbimbing (Guided Note Taking) maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Metode membuat catatan terbimbing (Guided Note Taking) terbukti dapat meningkatkan perhatian (antusiasme) peserta didik dalam belajar mengajar sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh siswa kelas V MI Ma’arif Pesidi dengan nilai prosentase perhatian pra siklus : 80%, siklus 1 : 90%, siklus I I : 90%, dan siklus D I: 95%.

2. Metode membuat catatan terbimbing (Guided Note Taking) terbukti dapat meningkatkan penguasaan materi Fiqih peserta didik kelas V MI Ma’arif Pesidi Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Meningkatnya penguasaan siswa terhadap materi yang disampaikan guru dapat dilihat dari nilai prosentase ketuntasan belajar siswa, pada pra siklus : 50%, siklus 1 : 71,4%, siklus I I : 83,3%, dan siklus I I I : 88,9%.

B. Saran

Adapun saran peneliti, setelah diadakannya penelitian tindakan kelas terhadap metode pembelajaran menggunakan catatan terbimbing (Guided Note Taking) ini adalah :

62

1. Bagi guru atau calon guru yang ingin mempraktekkan / menggunakan metode membuat catatan terbimbing (Guided Note Taking) ini sebagai upaya meningkatkan perhatian (antusiasme) dan penguasaan materi siswa hendaknya menerapkan dengan sempurna, dengan kertas hvs putih / warna, ruang kosong yang cukup untuk menulis tangan, menyampaikannya dengan menarik, variatif, perlahan dan bertahap, memberi jeda waktu mengisi yang cukup, melakukan improvisasi- improvisasi terutama ketika siswa yang terlihat kurang semangat atau bosan, serta menggunakan waktu dan ruang kelas yang ada se-efektif dan se-efisien mungkin.

2. Selayaknya para guru kreatif dalam mengajar siswa-siswanya. Hal itu bisa dilakukan dengan mengkaji literatur-literatur yang relevan dalam pembelajaran.

3. Metode pengajaran dengan menggunakan catatan terbimbing hendaknya sebagai bahan pertimbangan alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Demikian skripsi ini telah selesai dengan izin Allah SWT, mudah- mudahan apa yang penulis paparkan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya, serta dunia pendidikan Indonesia yang kita sayangi ini, Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Depag RI. 2004. Pedoman Khusus Fiqih. Buku D-13. Jakarta : Dirjen Kelembagaan Agama Islam.

Depdiknas. 2007. Undang-undang Sisdiknas. Yogyakarta: Pustaka Art.

Doyin, Mukh. 2009. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas. Semarang : Bandungan Institute.

Hamalik, Oemar. 2003. Kurikulum dan Pembelajara. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Hemowo. 2003. Quantum Writing. Bandung : Penerbit MLC.

Peaget. Yogyakarta : Laksbang Mediatama.Thoifur. 2003. Madrasah dalam Perdebatan Kredibilitas Ijasah Tanpa Nomor Seri. Semarang : Rindang. Rahman, Arif. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, teij. Jean Siberman, Mei. 2004. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Bandung

: Nusamedia dan Nuansa.

Soemanto, Wasty. 1990. Psikologi Pendidikan. Malang : PT. Rineka Cipta. Suharjono. 2002. Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Kegiatan Pengembangan

Profesi Guru. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosida Karya.

Thoifur.2003. Madrasah dalam Perdebatan Kredibilitas Ijasah tanpa Nomor Seri.

Semarang: Rindang

.... , 2007. Ijasah MA Mengapa diragukan?. Semarang : Rindang.

Uno, Hamzah B. 2008. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER KOMPETENSI DASAR

MATA PELAJARAN: FIQIH

Nama Madrasah : MI Ma’arif Pesidi Kelas / Semester : V / 2

Standar Kompetensi : 3. Mengenal tata cara ibadah haji dan umroh

Kemampuan Dasar

Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan KKM Esersial Komplek sitas Sarana Pendu kung Intake Peserta Didik

Menjelaskan tata cara haji 60 70 60 60 50

Mendemonstrasikan tata

cara haji 60 70 70 50 50

Menjelaskan tata cara

umroh 60 70 60 60 50

Mengetahui

Kepala Sekolah Guru

KEM ENTERIAN AGAMA

SEKOLAH TIN G G I AGAMA ISLAM N EG ERI (STAIN) SALATIGA

Jl. Tentara Pelajar 02 Telp.(0298) 323706 Fax 323433 Salatiga 50721 Website : www.stainsalatiga.ac.id E-m ail: [email protected]

Nomor : Sti.24/K-1 /TL.01 /2062/2010 16 Agustus 2010 Lamp : Proposal Penelitian

Hal : Perm ohonan Izin Penelitian

Kepada

Yth. Kepala MI M a’arif Pesidi Kec. Grabag Kab. Magelang Di - Tempat

A ssalam ualaikum wr.wb.

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami menerangkan bahwa : NAMA NIM Mahasiswa Jurusan Program Studi : Hasim Asari :11408139

: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga : Tarbiyah

: Pendidikan Agama Islam

Dalam rangka penyelesaian studi Program S. 1 di STAIN Salatiga, diwajibkan memenuhi salah satu persyaratan yang berupa pembuatan SKRIPSI.

Adapun judul yang diambil adalah :

Peningkatan Perhatian dan Penguasaan Materi Fiqih Melalui Metode Membuat Catatan Terbimbing (Guided Note Taking) Pengaruhnya terhadap Pencapaian Ketuntasan Belajar pada Siswa Kelas V M I Ma ’a rif Pesidi Kec. Grabag Kab. Magelang

Tahun Pelajaran 2009/2010

Dosen Pembimbing : Haryo Aji Nugroho, S.Sos., MA

Untuk keperluan tersebut, kami mohon Saudara berkenan memberi izin kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mengadakan penelitian guna memperoleh data atau keterangan dan bahan yang diperlukan di instansi Saudara.

Demikian atas kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

W assalam ualaikum wr.wb.

a.n. Ketua,

ibUntu Ketua Bidang Akademik

KEMENTERIAN AGAMA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA

Jl. Tentara Pelajar 02 Telp.(0298) 323706 Fax323433 Salatiga 50721

Website : www.stainsalatiga.ac.id E-mail : [email protected]

«om or: Sti.24/K-1 /PP.00.9/1-1.1.245/2010 Jamp. : Proposal Skripsi

lal : Nota Pem bim bing

Haryo Aji Nugroho, S.Sos., MA Di - Tempat

16 Agustus 2010

A ssalam ualaikum wr.wb.

Dalam rangka penulisan Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S.l). Saudara ditunjuk sebagai Dosen Pembimbing Skripsi mahasiswa:

N a m a : Hasim Asari

NIM :11408139

Jurusan : Pendidikan Agama Islam Judul Skripsi :

Peningkatan Perhatian dan Penguasaan Materi Fiqih Melalui Metode Membuat Catatan Terbimbing (Guided Note Taking) Pengaruhnya terhadap Pencapaian Ketuntasan Belajar pada Siswa Kelas V M I M a ’a r if Pesidi Kec. Grabag Kab. Magelang Tahun Pelajaran

2009/2010

Apabila dipandang perlu Saudara diminta mengoreksi tema Skripsi di atas. Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan.

W assalam ualaikum wr.wb.

a.n.Ketua,

Pembantai Ketua Bidang Akademik

m at H ariyadi, M .P d .^

19670112 199203 1 005

LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU

MADRASAH IBTIDAIYAH MA’ARIF PESIDI

Alamat: Pesidi 2, Pesidi, Grabag, Magelang, Jawa Tengah 56196

SUR A T K E TE RA N G A N

No. 18 / SK / MI.Mrf/ E.I / VI /2010

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Sekolah MI Ma’arif Pesidi Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang menerangkan :

Nama :HASIM ASARI NIM : 114 08 139 Mahasiswa : STAIN Salatiga Fak / Jurusan : Tarbiyah / PAI

Alamat : Sorobayan RT. 4 RW. 1, Banaran, Grabag, Magelang.

Mahasiswa di atas benar-benar telah mengadakan penelitian di MI Ma’arif Pesidi terhitung mulai 4 Mei 2010 sampai dengan 19 Juni 2010.

Demikian surat ini kami buat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

DATA PRIBADI

Nama NIM

Tempat Tanggal Lahir Alamat

Magelang, Jawa Tengah Pekeijaan

Pendidikan

: HASIM ASARI :11408139

: Magelang, 24 April 1979

: Sorobayan RT. 4 RW. 1, Banaran, Grabag,

: Guru

1. SDN 2 Banaran Lulus 1993 2. SLTP N 3 Grabag Lulus 1996 3. SMK 45 Magelang Lulus 1999 4. D-2 UNDARIS Lulus 2003

LEMBAR KONSULTASI SKRIPSI

NAMA MAHASISWA : HASIM ASARI

NIM :11408139

PEMBIMBING : HARYO AJI NUGROHO, S.SOS W

-ASISTEN PEMBIMBING : ___ ___________________________

JUDUL : PENINGKATAN PERHATIAN DAN PENGUASAAN MATERI FIQIH MELALUI METODE MEMBUAT CATATAN TERBIMBING (GUIDED NOTE TAKING) PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF PESIDI KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Nama : ... . Kelas : V (Lima) 1. Pengertian haji.

Haji menurut arti katanya berarti ... atau sengaja (berbuat) sesuatu.

Dokumen terkait