• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian meliputi langkah berikut:

1. Membuat proposal penelitian dan mengkonsultasikannya dengan dosen mata kuliah Metode Riset Bimbingan Konseling.

2. Proposal penelitian yang telah disahkan oleh dosen mata kuliah diserahkan dengan persetujuan dari dewan skripsi, calon dosen pembimbing skripsi serta ketua jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

3. Mengajukan permohonan pengangkatan dosen pembimbing skripsi pada tingkat fakultas.

4. Mengajukan permohonan izin penelitian dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang ditujukan kepada kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cimahi. 5. Mengumpulkan data dengan menyebarkan instrumen konsep diri akademik

pada peserta didik underachiever kelas VIII di SMP Negeri 1 Cimahi Tahun Ajaran 2012/2013.

6. Menghitung validitas dan reliabilitas instrumen yang telah diujicobakan dan didiskusikan dengan dosen ahli statistika.

7. Mengolah dan menganalisis data dari hasil instrumen konsep diri akademik yang telah disebarkan.

8. Pembuatan program bimbingan hipotetik berdasarkan hasil analisis data deskripsi konsep diri akademik peserta didik underachiever baik dalam bentuk angka maupun analisis situasi dan kondisi sekolah.

67

9. Uji kelayakan (validasi) program bimbingan hipotetik dilaksanakan kepada dua dosen jurusan PPB dan dari pihak praktisi dilaksanakan kepada guru BK di SMP Negeri 1 Cimahi.

10. Penyempurnaan program berdasarkan hasil diskusi dan penilaian yang telah dilakukan, sehingga program tersebut layak untuk dilaksanakan.

113

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.Kesimpulan

1. Hasil penelitian menunjukan konsep diri akademik peserta didik underachiever kelas VIII SMP Negeri 1 Cimahi Tahun Ajaran 2012/2013 berada pada kategori positif, artinya peserta didik underachiever memiliki pandangan dan cara berpikir yang tidak tepat terhadap konsep diri akademik positif yang dimiliki meliputi aspek penampilan diri, kemampuan diri, kepercayaan diri, kemandirian, keberartian diri, serta rasa bangga dan malu, sehingga peserta didik tidak mampu memperoleh prestasi yang optimal.

2. Pada pencapaian aspek dan indikator konsep diri akademik, sebagian besar peserta didik underachiever memiliki pandangan dan cara berpikir yang tidak tepat berkaitan dengan kemampuan diri dalam menerima pelajaran, mengajukan pertanyaan, mengutarakan pendapat, rasa tanggungjawab, memiliki inisiatif dalam belajar, memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah dan ujian, dapat mengatasi kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, memperoleh kepercayaan dari teman- teman atau guru, memiliki rasa bangga dan malu terhadap prestasi akademik yang diraih, karena pada indikator tersebut peserta didik underachiever memiliki tingkat pencapaian tinggi yang seharusnya dapat membantu peserta didik memperoleh prestasi sesuai dengan potensi.

3. Rumusan Program bimbingan belajar meliputi: rasional, landasan operasional program, deskripsi kebutuhan, tujuan program, sasaran program, strategi layanan, personil, job desk personil, waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana, rencana operasional, dan evaluasi. Secara keseluruhan setiap aspek dan indikator konsep diri akademik dijadikan landasan pengembangan program yang diberikan melalui layanan responsif dan layanan perencanaan individual yang telah disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan peserta didik underachiever kelas VIII di SMP Negeri 1 Cimahi tahun ajaran 2012/2013.

114

B.Rekomendasi

1. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor)

Pada upaya meningkatkan prestasi akademik peserta didik underachiever melalui pengembangan dan mengubah cara berpikir yang salah mengenai konsep diri akademik peserta didik underachiever di sekolah, konselor dapat mempergunakan program hipotetik hasil penelitian sebagai pedoman untuk memberikan layanan bagi peserta didik yang mengalami underachievement untuk mengembangkan dan menempatkan secara tepat konsep diri akademik yang dimiliki.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Program yang dirumuskan oleh peneliti bersifat hipotesis, peneliti selanjutnya dapat melakukan uji coba program bimbingan belajar untuk mengembangkan konsep diri akademik peserta didik underachiever sehingga dapat diperoleh penyempurnaan program.

115

DAFTAR PUSTAKA

Andreas. (2007). Hubungan Konsep Diri Akademik dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa. Skripsi Jurusan Psikologi UI: Tidak Diterbitkan.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Awad, G. (2007). “The Role of Racial Identity, Academic Self-Concept, and Self-Esteem

in the Prediction of Academic Outcomes for African Students”. Journal of Black Psychology. 33, (2), 188-207.

Burns, R.B. (1993). Konsep Diri Teori, Pengukuran, Perkembangan, dan Perilaku. (Dit. Eddy). Jakarta: Arcan.

Chaplin, J.P. (2008). Kamus Lengkap Psikologi.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Choerunnisa, F. (2004). Efektivitas Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan

Konsep Diri Akademik Siswa. Skripsi pada FIP UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Cokley, K. et al. (2003). “Ethnic Differnces in the Measurement of Academic Self-

Concept in a Sample of African American and European American College

Students”. Educational and Psychological Measurement. 63, (4), 707-722.

Damrongpanit, S. (2010). “The Study of Growth between Academic Self-Concept, Non- Academic Self-Concept, and Academic Achievement of Ninth-Grade Students: A

Multiple Group Analysis”. Research in Education Journal.

Deborah, T. (2008). Underachiever: A Model For Improving Academic Direction In Schools.[Online]. Tersedia di : www aare.edu.au. [09 November 2011]

Depdiknas. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal . Bandung: Jurusan Psikologi Pendidikan FIP UPI Bandung Bekerjasama dengan PB.ABKIN

Djamarah, S.B. (2002). Strategi belajar mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Furqan. (2004). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Gallager, G. (2005). Underachievement-How Do We Define, Analyse, and Address It In School?: A View Through The Lens Of The Literature In Gifted Education. ACE paper. March 2005 Issue 15. [Online]. Tersedia di: www.education.auckland.ac.nz. [10 Oktober 2011]

Gozali, T.S. (2011). Efektivitas Assertive Training dalam Mereduksi Perilaku Konformitas Teman Sebaya yang Berlebihan.Skripsi Jurusan PPB FIP UPI. Tidak Diterbitkan.

Hattie, J. (1992). Self Concept. Hillsdale: Lawrence Erlbaum Associates.

116

Hurlock, E.B. (1974). Personality Development. New Delhi: Mc Graw Hill.

Hurlock, E.B. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pedekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Diterjemahkan oleh: Dra. Istiwidayanti & Drs. Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Janah, R. (2011). Program Bimbingan dan Konseling untuk Siswa Underachiever Berdasarkan Profil Self Esteem. Skripsi Jurusan PPB FIP UPI. Tidak Diterbitkan. Kurdi, M.M. (2007). Program bimbingan dan konseling untuk mengembangkan konsep

diri akademik siswa SMA. Skripsi Jurusan PPB FIP UPI. Tidak Diterbitkan.

Lestari, R. (2012). Bimbingan Konseling pada Remaja dan Prestasi Akademik. [Online]. Tersedia: http://himcyoo.files.wordpress.com/2012/04/bk-pada-remaja- dan-prestasi-akademik.pdf. [28 Juni 2013].

Machmud, R. (2009). Perbedaan Konsep Diri Akademik Ditinjau dari Gaya Kelekatan Siswa. Skripsi Jurusan Psikologi USU: Tidak diterbitkan.

Maesaroh, S. (2010). Program Bimbngan Belajar Untuk Mengembangkan Kebiasaan Belajar Siswa Underachiever. Skripsi PPB FIP UPI Bandung: Tidak Diterbitkan. Makmun, A.S. (2012). Psikologi Kependidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Marsh, H.W., Smith, I. D., Barnes, J. (1985). Multidimensional Self-Concepts: Relation

With Sex and Academic Achievement. Journal of Educational Psychology, 77, 55-64.

Marsh, H.W., Yeung, A. S. (1997). Causal Effects of Academic Self-Concept on Academic Achievement : Structural Equation Models of Longitudinal Data. Journal of Educational Psychology, 89, 41-54.

McGrew, K. (2008). Academic Self-Concept: Definition and Conceptual Background. [Online]. Tersedia: http://www.iapsych.co/Academicself-concept.html [7 Agustus 2012]

Nayak, A. (1997). Guidance and Counseling. New Delhi: Aph Publishing Corporation. Nurhayati, A. (2003). Beberapa Faktor Non Intelektual yang Menyebabkan Siswa

Berprestasi Kurang. Skripsi Jurusan PPB FIP UPI: Tidak Diterbitkan.

Nurihsan, A.J. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung : PT.Refika Aditama.

Prayitno dan Erman, A. (1994). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

117

Pudjijogyanti, C.R. (1988). Konsep Diri Dalam Pendidikan. Jakarta: Arcan.

Rachmayanti. (2010). Efektivitas Bimbingan Dan Konseling Kelompok Tugas Dan Diskusi Dalam Mengembangkan Konsep Diri Siswa. Tesis pada Jurusan BK UPI. Tidak Diterbitkan.

Rakhmat, J. (2005). Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Riani, M.F. (2013). Program Bimbingan Kelompok untuk Mengembangkan Konsep Diri Akademik Peserta Didik. Skripsi Jurusan PPB FIP UPI. Tidak Diterbitkan.

Rimm, S.B. (1986). Underachiever Syndrome Cause and Curse. Watertown: Apple Publishing.

Rimm, S.B. (2000). Why Bright Kids Get Poor Grades (alih bahasa oleh A.Mangunhardjana). Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.

Runikasari, S. (2009). Memotivasi Remaja Underachiever. [Online]. Tersedia: http://www.Iptui.com/artikel. [10 Oktober 2011]

Sahputra, N. (2009). Hubungan Konsep Diri dengan Prestasi Akademik Mahasiswa S1 Keperawatan Semester III Kelas Ekstensi FK USU Medan. Skripsi Jurusan Studi Ilmu Keperawatan FK USU: Tidak Diterbitkan.

Sobur, A. (2006). Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia.

Sukardi, D.K. (2000). Analisis Tes Psikologi: Dalam Penyelenggaraan Bimbingan Belajar di Sekolah. Jakarta: Rineka.

Sukardi, D.K dan Kusmawati, N.D. (2008). Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Sulistiana, D. (2009). Program bimbingan dan konseling Underachiever. Skripsi Jurusan PPB FIP UPI .Tidak Diterbitkan.

Surozaq, E.A. (2012). Penerapan Konseling Kelompok Realita Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Berprestasi Kurang (Underachiever). [Online]. Tersedia: ppb.jurnal.unesa.ac.id/bank/jurnal/5.artikel_rozaq.pdf. [27 Januari 2013]

Surya, M. (1979). Pengaruh Faktor-faktor Non-Intelektual Terhadap Gejala Kurang Berprestasi. Disertasi FPS IKIP Bandung: Tidak Diterbitkan.

Surya, M. (1988). Dasar-dasar Penyuluhan (Konseling). Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.

118

Suryana, A dan Suryadi. (2012). Modul Bimbingan dan Konseling: Jenis-Jenis MAsalah Belajar dan Identifikasi Peserta Didik yang Diperkirakan Mengalami Masalah Belajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam.

Sutja, A. (1989). Adekuasi Penyesuaian Kurikuler Siswa Ditelaah Dari Konsep Diri Akademiknya Dan Aspirasi Akademik Orang Tuanya. Tesis pada pasca sarjana IKIP Bandung: Tidak diterbitkan.

Tan, B. (2007). “A Rasch Analysis of the Academic Self-Concept Questionnaire”. International Education Journal. 8, (2), 470-484.

Tol'ah, A.F. (2009). Underachiever. Semarang : Universitas Semarang Press.

Whyna. (2008). Perkembangan Kognitif, Intelektual dan Underachiever pada Remaja. [Online]. Tersedia: http://www.scribd.com/doc/85146018/ Kognitif-Intelektual- Dan-Underachiever-Gabungan. [25 November 2012]

Winkel, W.S. (1991). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Gramedia Pustaka Utama. Winkel, W.S. (1997). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta:

Gramedia Widiasarana Indonesia.

Wirawan, K, A. (2011). Efektifitas Teori Logo Counseling untuk Meningkatkan Konsep Diri Akademik. Skripsi: Tidak diterbitkan.

Yusuf, S. (2006). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SLTP dan SLTA). Bandung: Pustaka Bani Qurasyi.

Dokumen terkait