BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Prosedur Pengajuan Bantuan
Prosedur untuk mendapatkan bantuan program gerobak berkah UPZ Bank DKI Cabang Utama Juanda antara lain : 1. Referensi pegawai PT. Bank DKI.
Penerima bantuan harus berdasarkan rekomendasi pegawai PT.Bank DKI yang sudah terdaftar sebagai muzaki pada UPZ Bank DKI, Pada program gerobak berkah, calon penerima bantuan ini diberi penawaran untuk mengajukan bantuan oleh pegawai UPZ Bank DKI Cabang Utama Juanda.
2. Mengajukan surat permohonan bantuan ke kantor Unit Pelayanan Zakat Bank DKI kantor Cabang Utama Juanda.
3. Persyaratan Administrasi individu dan lembaga 4. Mengisi formulir permohonan bantuan.
5. Analisis data mustahik yang dilakukan oleh pegawai bertujuan menentukan kriteria mustahik yang berhak mendapatkan bantuan.
2 Wawancara bersama Bapak Saiful Anwar
6. Survey mustahik dengan datang langung ke lapangan.
Kegiatan ini juga yang menentukan layak atautidaknya untuk diberikan bantuan sesuai dengan persyaratan.
C. Data keuangan penyaluran tahun 2018
Data laporan penyaluran ZIS Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda tahun 2018 (Januari – Desember)3
Tabel 4.1 : Data jumlah penyaluran 2018
3 https://www.upzbankdki.org diakses pada tanggal 23 Januari 2020 pukul 22.45 WIB
Januari Rp. 218.291.400
Februari Rp. 215.332.000
Maret Rp. 279.440.000
April Rp. 201.320.000
Mei Rp. 2.316.433.051
Juni Rp. 1.029.800.000
Juli Rp. 196.180.000
Agustus Rp. 291.830.000
September Rp. 565.358.110
Oktober Rp. 513.654.109
November Rp. 462.315.000
Desember Rp. 888.626.878
Total Rp. 6.899.419.988
D. Data Penerima Bantuan
Sebagaimana program gerobak berkah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat kepada pedagang kaki lima khususnya disekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda. Maka pada 2018 Unit Pelayanan Zakat (UPZ) berhasil menyalurkan bantuan kepada 36 penerima bantuan program gerobak berkah.
Manfaat bisa dirasakan dengan adanya bantuan pada program gerobak berkah. Setidaknya meringankan pemodalan usaha bagi pedagang menengah kebawah. Juga menjadi penyemangat tersendiri. Dengan demikian para pedagang bisa mengembangkan usahanya demi menciptakan produktivitas usaha mandiri masyarakat.
Menurut Yuliani, seorang pedagang nasi uduk / rames yang berlokasi di Jalan Ir. Haji Juanda gang XII, atau berdekatan dengan kantor Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda, yaitu penerima bantuan program gerobak berkah tahun 2018, “ Bantuan program gerobak berkah meringankan modal bagi saya sebagai pedagang, karena saya tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat lapak dagang lebih menarik, jadi yang seharusnya untuk renovasi, bisa dialihkan untuk modal bahan dagangan. Jadi saya sangat merasa terbantu dan berterima kasih.”4
4 Wawancara bersama Yuliani, penerima bantuan gerobak berkah 2018, pada 13 November 2020
Penerima bantuan program berobak berkah tahun 20185 Gambar 4.3 : Data Penerima Bantuan 2018
5 Wawancara bersama Bapak Saiful Anwar
57
A. Prosedur Pendayagunaan Dana Zakat program Gerobak Berkah Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Bank DKI Cabang Utama Juanda.
Sebagaimana pengertian dari pendayagunaan zakat ialah bentuk pemanfaatan dana zakat secara maksimum tanpa mengurangi nilai dan kegunaannya, sehingga berdayaguna untuk mencapai kemaslahatan umat.1 Maka dalam menjalankan sebuah program tersebut perlu adanya sebuah prosedur tersendiri agar program yang digagas berjalan sesuai harapan. Adanya sebuah prosedur dalam suatu program juga membantu dalam usaha meningkatkan produktivitas yang efektif dan efisien sehingga mengurangi resiko kerugian maupun pemborosan. Juga sebagai sebuah arahan dalam sebuah program kerja yang harus dipatuhi dan dilengkapi supaya bisa mendapat hasil dari sebuah program tersebut yang ditujukan kepada pegawai maupun mustahik.
Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda mempunyai program dalam bidang ekonomi yaitu salah satunya terdapat pada program gerobak berkah. Dalam menjalankan program tersebut, Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda memiliki ketentuan dan kebijakan yang harus dipenuhi agar program tersebut berjalan sesuai dengan yang
1 Kementrian Agama RI, Pedoman Zakat Seri Sembilan, (Jakarta:
Bagian Proyek Peningkatan Zakat dan Wakaf, 2002). Hal. 95
diharapkan, efektif, dan efisien. Sehingga program yang dijalankan bisa menjadi motivasi bagi lembaga zakat lain, juga membangun semangat bagi para muzakki karena donasinya dijalankan dan disampaikan dengan amanah. Dalam menjalankan program gerobak berkah, Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda memiliki prosedur tersendiri yang mesti dijalankan agar memperoleh hasil yang akan dicapai.
Pada dasarnya program gerobak berkah dibuat beralasan karena melihat kondisi pedagang kaki 5 yang ada di sekitaran kantor UPZ Bank DKI Cabang Utama Juanda. Para pedagang ini banyak menjajakan dagangan dengan lapak dan gerobak yang bisa kita jumpai ketika kita masuk jalan menuju kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda. Banyaknya pedagang ini dikarenakan banyaknya karyawan PT.Bank DKI Cabang Utama Juanda yang keluar untuk mencari jajanan atau makanan ketika jam istirahat.
Untuk itu timbulah gagasan membuat program dengan target bantuan yaitu para pedagang kecil kaki 5 yang ada disekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda.
Pada awalnya, bantuan diberikan kepada pedagang kecil yang berada di sekitaran Jalan Juanda atau tepatnya di sekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda. Namun saat ini, bantuan diberikan tidak hanya terfokus untuk pedagang disekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda, namun untuk saat ini bisa diberikan kepada pedagang kaki 5 yang ada di sekitaran kantor cabang Bank DKI. Sebetulnya prosedur dalam menjalankan program ini hampir sama dengan prosedur program lainya,
namun ada beberapa yang berbeda terutama bentuk bantuan yang diberi dan beberapa proses lainya.
Adapun prosedur tersebut antara lain ; 2
1. Melakukan studi kelayakan terhadap mustahik.
Studi Kelayakan Mustahik (SKM) merupakan salah satu proses yang harus dilalui oleh calon penerima bantuan sebelum digulirkannya bantuan agar yang ditargetkan untuk program gerobak berkah bisa berhasil dan tepat sasaran.
Dalam proses ini, perlunya uji kelayakan mengingat target penerima bantuan mesti sesuai dengan kategori 8 ashnaf zakat yang berhak menerima bantuan. Para pegawai dibekali dengan pengetahuan terkait dengan ilmu zakat dan pengelolaannya, agar dalam menjalankan tugas sebagai pegawai perusahaan yang berprofesi sebagai pengelola zakat nantinya tidak terkecoh dalam menjawab persoalan terutama terkait dengan ruang lingkup zakat.
Untuk itu pegawai UPZ Bank DKI Cabang Utama Juanda ditekankan untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, demi menumbuhkan pribadi yang amanah dalam bekerja, serta menguasai keilmuan dalam pengelolahan zakat yang sesuai dengan syariat Islam.
Sebenarnya pada proses uji kelayakan ini hampir sama dengan proses survei, karena tujuannya untuk
2 Wawancara bersama Bapak Saiful Anwar selaku kordinator harian UPZ Bank DKI cabang utama Juanda, pada 21 Januari 2020 pukul 16.35 WIB
mengetahui keadaan seseorang apakah bisa dikatakan sebagai mustahik zakat, kemudian pada golongan apa seseorang ini dapat dikelompokan sesuai ashnaf zakat, dan menentukan berhak atau tidaknya seseorang untuk menerima bantuan, dan juga apakah sasaran yang dituju sudah tepat.
Bedanya pada proses ini lebih tertuju kepada pengenalan dan pembelajaran sebagai seorang amil zakat untuk bisa menentukan posisi dan penggolongan bagi para calon penerima bantuan.
2. Pendataan
Pendataan terhadap calon penerima bantuan gerobak berkah ini dilakukan dengan cara mendatangi langsung para pedagang kaki lima yang ada di sekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda. Pihak Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda memberikan penawaran bantuan kepada para pedagang dengan melihat kondisi pedagang tersebut dengan penuh pertimbangan.Karena tidak semua pedagang yang bisa diberikan bantuan begitu saja karena untuk mendapatkan bantuan, Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda memiliki kriteria tersendiri yang telah ditetapkan.
Para pedagang yang bisa mendapatkan bantuan pada program gerobak berkah ini dilihat dari kondisi fisik gerobak yang digunakan untuk berdagang, kemudian dilihat dari penghasilan berdagang.Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda melakukan seleksi terhadap calon
penerima bantuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berguna bagi pedagang yang memang sangat membutuhkan fasilitas dagang berupa sebuah gerobak baru.
Adanya proses seleksi ini demi menjaga amanah yang telah diserahkan kepada Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda dalam menjalankan profesi sebagai pengelola zakat, juga untuk meningkatkan kepercayaan kepada muzakki bahwa bantuan yang telah diberikan, telah disalurkan kepada seseorang yang seharusnya diberikan bantuan.
3. Sosialisasi dan Survei Mustahik
Sosialisasi dilakukan bertujuan untuk mengenalkan kepada calon penerima bantuan tentang adanya program gerobak berkah, yang ditunjukan kepada pedagang kecil, kaki lima yang sudah menjalankan usaha dagangnya khususnya yang berada di sekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda. Proses ini juga berbentuk penawaran kepada calon mustahik untuk pemberian bantuan yang disesuaikan dengan kriteria untuk mendapatkan bantuan gerobak berkah.
Sebagaimana pengertian survei yang dipahami oleh penulis, yaitu sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui keadaan nyata dari gambaran dan informasi yang didapatkan, maka dari itu kegiatan survei ini perlu dijalankan untuk mendapatkan informasi dan jawaban yang jelas.
Kegiatan ini dilakukan oleh tim survei UPZ Bank DKI Cabang Utama Juanda untuk melihat kondisi dan keadaan secara langsung (terjun ke lapangan) menuju tempat tinggal atau lokasi berjualan berdagang yang akan diberikan bantuan program gerobak berkah ini.
Prosesnya yaitu calon penerima bantuan akan diajukan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan oleh tim survei, biasanya terkait penghasilan (gaji) per hari, jumlah tanggungan, kemudian tim survei akan mengambil gambar berupa kondisi tempat tinggal, fasilitas usaha, dan lainya yang dibutuhkan oleh tim survei demi melengkapi dokumen yang dibutuhkan selama proses survei.
Tujuannya untuk menindak lanjuti seseorang yang akan diberikan bantuan apakah kondisinya memungkinkan untuk dikategorikan sebagai mustahik zakat yang berhak menerima bantuan, juga apakah sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda untuk diberi bantuan. Mengingat yang akan diberi bantuan ini adalah seorang pedagang, tim survei harus memastikan bahwa pedagang ini berpenghasilan kecil (dibawah rata-rata) dan bisa digolongkan kepada salah satu dari 8 ashnaf zakat.
Kegiatan survei ini dilakukan pada hari kerja dan biasanya tim survei dalam satu hari bisa mengunjungi ke beberapa tempat tinggal calon penerima bantuan demi mempercepat pekerjaan dan proses survei. Terkadang kegiatan survei ini dibantu oleh pegawai Unit Pelayanan
Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda lainya apabila timsurvei beralangan (udzur) dan tidak memungkinkan untuk dilakukan dan diselesaikan secara singkat.
Dari proses survei inilah bisa ditentukan berhak atau tidaknya seseorang bisa mendapatkan bantuan. Tetapi biasanya apabila tim survei Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda sudah melakukan survei dan mendatangi tempat tinggal terhadap calon penerima bantuan, maka peluang untuk mendapatkan bantuan sangatlah besar.
Karena pada awal mula program ini digagas, prosesnya dengan cara mendatangi langsung dan menawarkan bantuan program gerobak berkah ini kepada pedagang di sekitaran kantor Bank DKI Cabang Utama Juanda, kemudian melakukan survei ke tempat tinggal mereka.
Berikut ini adalah contoh lembar survei individu yang diajukan oleh surveyor kepada calon penerima bantuan dariUnit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda.
Dalam proses analisis mustahik ini, data mentahan sebelumnya digabungkan dengan hasil survei untuk mendapatkan sebuah jawaban dari pemecahan permasalahan.
Dilakukan oleh pegawai yang berlaku sebagai tim analisis, dan dikembangkan untuk pendataan berdasarkan beberapa data yang telah didapat, biasanya dilihat terkait penghasilan, keadaan fisik bangunan yang ditempati, usia, dan tanggungan.
Analisi data mesti memenuhi kriteria yang telah ditetapkan meliputi beberapa aspek, agar menjadi acuan dalam penyaluran sebuah bantuan. Berikut adalah lembar analisis penyaluran dana kepada mustahik.
memiliki kendala bahkan bisa mengurangi resiko kecurangan, kerugian dalam menjalankan sebuah program.
Adanya analisis sangatlah penting untuk mengurangi resiko kekeliruan dalam pendataan mengingat, dalam keuangan sifatnya sangatlah sensitif apabila data tidak sesuai dengan pengeluaran. Terutama dalam penyaluran bantuan, mestilah tepat sasaran diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan mustahik zakat
5. Pemesanan Vendor sesuai spesifikasi
Istilah Vendor bisa diartikan sebagai pihak ketiga atau distributor yang menyediakan bahan, jasa, produk untuk diolah atau dijual kembali atau dibutuhkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.3 Pada proses ini, Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu pembuat unit gerobak yang pemesanannya disesuaikan spesifikasi, juga sesuai pesanan. Pemesanan dilakukan setelah pendataan dilakukan terhadap penerima bantuan agar jumlah gerobak yang dipesan sesuai dengan data penerima. Hal ini dilakukan agar pemesanan barang tidak terjadi penghamburan biaya yang mengakibatkan pemborosan, maka dari itu pemesanan atau pengadaan gerobak harus sesuai dengan data pasti penerima bantuan yang akan diberi.
3https://id.answer.yahoo.com diakses pada tanggal 02 maret 2020 pukul 23.55
6. Penyerahan gerobak
Penyerahan bantuan berupa gerobak dilaksanakan di kantor Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda yang sudah ditetapkan waktu untuk pengambilan gerobak tersebut. Penerima bantuan diarahkan untuk datang langsung guna mengambil gerobak bantuan yang diberikanUnit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda dengan membawa memo tanda tangan mustahik sebagai bukti bahwa seseorang tersebut telah terdaftar sebagai penerima bantuan dan telah dilakukan survei.
Penulis beranggapan bahwa, alasan Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda memprioritaskan pedagang disekitaran lokasi kantor. Pada bantuan gerobak berkah ini, mengingat bantuan yang diberikan ( gerobak ) memiliki ukuran besar dan berat. Apabila jarak tempat tinggal si penerima bantuan tersebut yang jauh dari lokasi, maka proses pengambilan gerobak akan memiliki kendala dalam urusan akses pengangkutan dan bisa jadi membutuhkan biaya besar.
Kemudian alasan selanjutnya, tidak harus mengantarkan gerobak bantuan tersebut ke tempat tinggal mustahik, yang artinya bisa mengurangi biaya pengeluaran.
Apabila gerobak diangkut menggunakan kendaraan pun, akan terjadi kekhawatiran kerusakan pada unit gerobak yang diangkut mengingat kondisi jalan dan gerobak terbuat dari bahan yang mudah pecah.
7. Pemberian modal usaha tambahan setelah 6 bulan berjalan
Setelah bantuan awal diberikan berupa sebuah gerobak, bantuan selanjutnya yaitu penyerahan bantuan tambahan modal berupa uang. Bantuan tambahan ini diberikan setelah 6 bulan berjalan terhitung sejak diberikan sebuah gerobak.Tambahan modal ini diberikan secara hibah berupa uang tunai sebesar 1 juta rupiah.Para pedagang yang telah menerima bantuan awal sebelumnya berupa gerobak, terlebih dahulu mengajukan bantuan kembali kepadaUnit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda. Hal ini dilakukan bukan semata-mata bahwa pihak Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda tidak aktif dalam melaksanakan tugasnya, akan tetapi untuk melihat loyalitas dan keinginan untuk berkembang.
Jika kita lihat pada lembaga zakat lainnya, biasanya bantuan yang diberikan kepada pedagang ini berbarengan, anatara fasilitas, juga modal dagang.Namun ketentuan yang ditetapkan Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda ini, sudah disepakati oleh pihak internal para pegawainya dengan alasan tersendiri. Karena setiap lembaga zakat dalam menjalankan sebuah program tidaklah mesti sama, karena mereka memiliki cara tersendiri agar lebih menarik dan diminati, juga pastinya mengurangi resiko kerugian.
Alasaan bantuan modal diberikan setelah berjalan 6 bulan ini untuk memastikan bahwa pedagang yang telah
dibantu memiliki loyalitas terhadapUnit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda. Loyalitas ini bukan berarti timbal balik atau keuntungan yang akan didapat untuk pihak lembaga, akan tetapi lebih kepada kepercayaan yang diberikan dalam menjalankan usaha dengan modal dan bantuan yang diberikan, amanah, dan tidak menyalahgunakan bantuan. Bantuan ini diberikan dalam upaya peningkatan SDM kepada masyarakat, yang bisa meningkatkan pendapatannya untuk jangka panjang.Bukan untuk dijual kembali hanya demi keuntungan pribadi. Inilah alasan pemberian nama gerobak berkah, karena dalam teknisnya bantuan berupa gerobak, kemudian ditambah lagi bantuan uang agar harapanya yang membantu dan yang dibantu keduanya menjadi berkah.
8. Monitoring dan evaluasi program
Tujuan monitoring adalah untuk mengamati/mengetahui perkembangan dan kemajuan, identifikasi dan permasalahan serta antisipasinya / upaya pemecahannya. Sedangkan evaluasi bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan pengelolaan kegiatan, melalui kajian terhadap manajemen dan output pelaksanaanya serta permasalahan yang dihadapi.4
Proses monitoring dan evaluasi ini dilakukan setelah program selesai dijalankan, fungsinya agar selanjutnya program yang dijalankan lebih baik dari sebelumnya dan
4http://perencanaan.ipdn.ac.id /kajian-perencanaan/monitoring dan evaluasi , diakses pada tgl 03 maret 2020 pukul 14.23
dikoreksi letak kekurangan pada sebuah program. Juga untuk menjaga nama baik sebuah lembaga yang dianggap amanah, profesional, dan bisa dipercaya sehingga orang tidak ragu dalam menyisihkan sebagian hartanya untuk disalurkan melalui lembaga tersebut.
Pada proses monitoring atau pemantauan terhadap pedagang yang telah diberi bantuan dilakukan dengan cara pengamatan langsung kepada pedagang tersebut, juga memperhatikan perkembangan dagangan yang dijalankan.
Tujuannya untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan digunakan dengan baik dan bermanfaat juga bersifat jangka panjang.Dengan demikian, pihak Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda bisa lebih terdorong bersemangat dalam menjalankan program gerobak berkah ini.Karena keberhasilan sebuah lembaga bukan dilihat dari seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi seberapa bermanfaat bantuan yang diberikan.
Menurut penulis bisa dikatakan bahwa alasan Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda memprioritaskan bantuan kepada para pedagang disekitaran kantor cabang utama Bank DKI, yaitu untuk mempermudah proses monitoring / pemantauan terhadap para pedagang yang telah diberikan bantuan. Proses monitoring atau pemantauan ini sangatlah diperlukan mengingat, pernah terjadi pengalaman buruk oleh Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda bahwasanya pedagang yang diberikan bantuan menjual kembali gerobak bantuan kepada pihak lain.
Harapan dari diadakannya program gerobak berkah yaitu pedagang yang dibantu bisa merasakan bantuan dalam jangka panjang, dan bukan mencari keuntungan semata.
Juga menjadikan masyarakat bisa lebih mandiri dalam meningkatkan usaha berdagang, sehingga berkesempatan menjadikan mustahik menjadi seorang muzakki, sesuai Perjanjian Kerjasama antara pihak PT. Bank DKI dengan Badan Amil Zakat Infaq Shadaqah ( BAZIS ) Provinsi DKI Jakarta tentang Pengumpulan dan Pendayagunaan Zakat Infaq dan Shadaqah. Dengan adanya pendayagunaan dana zakat yang dikelola kedalam bentuk modal usaha dan bantuan fasilitas yang menunjang profesi sebagai seorang pedagang.
B. Faktor Pendukung dan Penghambat berjalannya Program Gerobak Berkah Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda.
Dalam setiap menjalankan sebuah program, tidak menutup kemungkinan bahwasanya terdapat faktor pendukung yang mempermudah dalam menjalankan sebuah program.
Dimana faktor pendukung akan memberikan dampak positif yang akan membantu kelancaran, dalam rangka tercapainya tujuan program. Juga tidak bisa dihindari bahwa dalam setiap program tentunya akan dihadapkan dengan faktor penghambat yang akan mengganggu berjalannya suatu program.
Berikut ini merupakan faktor pendukung dan penghambat yang terdapat pada program gerobak berkah Unit Pelayanan
Zakat Bank DKI cabang utama Juanda yang telah didapatkan penulis dari narasumber melalui proses wawancara.
1. Faktor Pendukung a. Faktor Internal 1. Fleksibilitas pegawai
Menurut hasil wawancara dengan koordinator harian Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda, beliau m enjelaskan sebagai berikut,
“Bekerja di tempat ini banyak mengajarkan rasa kasih sayang dan menghargai terhadap sesama tanpa membedakan golongan dan suku manapun. Selagi masih bisa kami bantu, kenapa tidak.5
Berbekal dari rasa kepedulian yang tinggi antara pribadi masing-masing pegawai, ini berpengaruh dalam menjadikan Unit Pelayanan Zakat Bank DKI Cabang Utama Juanda tidak membedakan golongan yang akan diberikan bantuan dan dijadikan sebagai pedoman dalam lembaga ini. Banyaknya golongan yang tersebar di masyarakat tidak menjadi kendala dalam perjalanan nilai dakwah islami pada lembaga, sebab sikap yang fleksibel (merangkul) terhadap setiap golongan yang memiliki ideologi yang berbeda di masyarakat. Sikap ini yang menjadikan masyarakat mampu menerima lembaga zakat ini, disamping itu juga kehadiran yang dinanti karena bantuan yang diharapkan oleh para mustahik.
5 Wawancara bersama Bapak Saiful Anwar.
2. Kekompakan pegawai
Setiap pekerjaan dalam sebuah perusahaan atau lembaga tidak terlepas peran dari para pegawai itu sendiri.
Berhasil dan gagalnya sebuah penjalanan program ditentukan dari kekompakan dan kesolideran antara satu pegawai dengan pegawai lainnya. Kompak dalam artian para pegawai Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda mengutamakan komunikasi sebagai kunci keharmonisan antara para pegawai, juga setiap pekerjaan terkadang dibagi tugas demi terselesaikan meskipun diantara pegawai memiliki divisi dan bagian tersendiri.
Para pegawai UPZ Bank DKI cabang utama Juanda memiliki karakter yang hampir sama dengan lainnya, mereka memiliki selera humor yang tinggi sehingga suasana dalam kantor tidak selalu menegangkan, melainkan terasa hangat dengan candaan yang membuat suasan pecah ketika direpotkan dengan banyaknya tugas yang mesti diselesaikan.
Rasa persaudaraan dan kepedulian yang tertanam pada masing-masing individu pegawai Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda inilah yang menciptakan kekompakan dalam setiap penjalanan sebuah program. Seperti dalam menjalankan program gerobak berkah para pegawai mengalami beberapa kendala seperti pendataan dan survey yang membutuhkan bantuan,
Rasa persaudaraan dan kepedulian yang tertanam pada masing-masing individu pegawai Unit Pelayanan Zakat Bank DKI cabang utama Juanda inilah yang menciptakan kekompakan dalam setiap penjalanan sebuah program. Seperti dalam menjalankan program gerobak berkah para pegawai mengalami beberapa kendala seperti pendataan dan survey yang membutuhkan bantuan,