Asuransi pengangkutan barang memiliki peranan yang penting untuk menjamin keselamatan barang kiriman, sehingga konsumen merasa nyaman serta tidak takut akan beberapa risiko yang bisa saja terjadi di dalam pengiriman barang yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa pengiriman barang. Di PT. Tiki JNE, ada cara perhitungan biaya barang yang akan diasuransikan atau yang biasanya disebut dengan premi asuransi, seperti:52
Yang dimaksud dengan harga barang adalah harga beli barang yang dideklarasikan oleh pengirim. Selain ketentuan perhitungan di atas, pihak PT. Tiki JNE juga menerapkan peraturan khusus bagi barang tertentu, yang mana nilai tanggungan yang diberikan kepada dokumen-dokumen berharga (HVS). Adapun daftar harga atau/nilai pertanggungan asuransi barang yangberupa dokumen, seperti:53
a. Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) Mobil, nilai maksimal asuransi Rp. 3.500.000,-/buku.
52“Syarat dan Ketentuan Pengiriman”, (https://www.jne.co.id/id/produk-dan-layanan/jne -express/syarat-dan-ketentuan-pengiriman, Diakses pada 9 September 2020, 17:26).
53 Hanifah Nurul, “Semua Info Tentang Asuransi JNE dan Biayanya Tahun 2020”, (https://lifepal.co.id/media/asuransi-jne/, Diakses pada 9 September 2020. 17:30).
(0,2% x harga/nilai barang) + biaya administrasi sebesar Rp. 5.000,-
41
b. Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) Motor, nilai maksimal asuransi Rp. 2.500.000,-/buku.
c. STNK Mobil, nilai maksimal asuransi Rp. 2.000.000,-/lembar.
d. STNK Motor, nilai maksimal asuransi Rp. 1.000.000,-/lembar.
e. Ijazah, nilai maksimal asuransi Rp. 200.000,-.
f. Paspor, nilai maksimal asuransi Rp. 500.000,-.
g. Sertifikat tanah asli, nilai maksimal asuransi Rp. 2.000.000,-.
h. Dokumen penting lainnya yang dapat diasuransikan, nilai maksimal asuransi Rp. 2.000.000,-/dokumen.
Para pihak yang dirugikan mempunyai hak untuk mengklaim pihak pengangkut melalui tuntutan ganti rugi seperti yang tercantum dalam Pasal 472 KUHD “ganti rugi yang harus dibayar oleh pengangkut karena tidak menyerahkan seluruhnya atau sebagian dari barang-barang, dihitung menurut nilai barang yang macam dan sifatnya sama di tempat tujuan, pada waktu barang itu seharusnya diserahkan, dikurangi dengan apa yang dihemat untuk bea biaya dan biaya angkutan karena tidak adanya penyerahan.”54
Dalam pengangkutan barang, objek dari asuransi dapat berupa barang angkutan itu sendiri, yang mana apabila timbul suatu kerugian akibat resiko yang terjadi, perusahaan asuransi harus memberikan ganti rugi yang layak kepada perusahaan pengangkutan sesuai dengan perjanjian yang dibuat di dalam polis.
Dalam Pasal 15 dan 16 Lampiran SK No. 15/SK.AAUI/2016 tentang Polis Standar Asuransi Pengangkutan Barang Indonesia, dijelaskan bahwa untuk
54 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.
Universitas Sumatera Utara
mendapatkan ganti kerugian, pihak perusahaan pengangkutan wajib untuk segera melaporkan adanya kerugian kepada perusahaan asuransi setelah kerugian terjadi dan pihak perusahaan pengangkutan juga harus dapat membuktikan bahwa perusahaan pengangkutan memang mempunyai kepentingan terhadap barang yang diasuransikan tersebut.55
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemilik barang dalam mengajukan tuntutan ganti rugi, adalah sebagai berikut:56
1. Pengirim atau penerima barang menyertakan dokumen pengiriman (bill of lading) serta tanda terima atau resi dalam pengajuan tuntutan ganti rugi.
2. Setiap pengirim atau penerima barang berhak untuk mendapatkan surat keterangan dari maskapai pelayaran atau pengangkut yang biasanya disebut dengan “Notice of Claim”.
3. Penerima barang berhak untuk mengajukan surat tuntutan ganti rugi (klaim) kepada pengangkut.
Agar penanggung bisa menyesuaikan klaim mereka, maka tertanggung harus menyerahkan dokumen tertentu, antara lain:57
1. Bill of Lading, yaitu dokumen penting yang digunakan sebagai bukti tanda bahwa barang yang dikirimkan sudah diterima oleh pengangkut. Dalam Pasal 506 KUHD memberikan pengertian tentang Bill of Lading (B/L), yaitu suatu surat yang bertanggal dengan mana si pengangkut menerangkan bahwa ia
55 Gusti Ayu Putu Damayanti dan I Gusti Ayu Agung Ari Krisnawati, Op.Cit., h.4.
56 Sendy Anantyo, dkk, “Tanggung Jawab Pengangkut Terhadap Barang Muatan Pada Pengangkutan Melalui Laut”. Diponegoro Law Jurnal, Vol. 1 No.4, Tahun 2012, h. 6-7.
57 Asuransi Kargo dan Barang-Barang Dalam Pengangkutan, Terj. Afrianto Budi Purnomo, (Slipi: Tidak Ada Penerbit, 2016), h. 181-184.
43
telah menerima barang tersebut untuk diangkut ke satu tempat tujuan tertentu dan menyerahkan syarat apakah barang-barang itu akan diserahkan.
2. Waybills, diterbitkan untuk:
a. Pengiriman dengan pesawat (air waybills), merupakan dokumen yang digunakan sebagai bukti tanda terima barang oleh pengangkut udara yang memuat syarat-syarat pengangkutan untuk mengcover pengiriman barang baik penerbangan domestik maupun internasional.
b. Sea waybills, merupakan dokumen yang diterbitkan oleh pengangkut sebagai tanda terima barang yang memuat atau membuktikan adanya kontrak pengangkutan barang di laut dan mengidentifikasi seseorang kepada siapa barang itu diserahkan oleh pengangkut sesuai kontrak.
3. CMR Consignment Note, merupakan dokumen yang digunakan dalam pengangkutan dengan jalur darat, dimana dokumen ini memberikan informasi ataupun tanda bukti yang berkaitan dengan penyebab terjadinya suatu kerugian apakah pihak pengangkut yang mungkin menyebabkan suatu kerugian tersebut sehingga pihak tertanggung mendapatkan ganti rugi ataupun sebaliknya.
4. Interchange Receipt, adalah suatu bukti tanda terima atas petikemas (container) yang memuat keterangan kerusakan ataupun kondisi pada bagian container.
5. Outturn Report, adalah dokumen untuk mengindikasikan jika suatu cargo berkurang saat tiba atau tidak diterima sama sekali dan rincian atas setiap kerusakan yang terjadi sebelum tibanya di pelabuhan.
Universitas Sumatera Utara
6. Final Delivery Receipt, merupakan tanda bukti yang kuat bahwa barang-barang pada saat diserahkan dalam kondisi yang baik, bilamana terdapat bukti kerusakan pada barang saat barang tersebut tiba, consignee harus mengecek barang tersebut jika adanya kondisi yang memungkinkan.
Dalam setiap kasus, dokumen ini harus menunjukkan bukti tanda terima bahwa barang tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau berkurang saat tiba, yang mana hal ini dikenal sebagai “clausing delivery note” yang berisi 2 (dua) hal penting, yaitu:
a. melindungi hak-hak tertanggung dan setiap penanggung yang memberikan ganti rugi agar dapat memperoleh kembali penggantian atas semua atau nilai barang yang hilang atau mengalami kerusakan pada saat pengangkutan; dan
b. menjadi bukti yang kuat bahwa kehilangan atau kerusakan yang terjadi selama perjalanan, yang memungkinkan suatu klaim untuk diproses lebih lanjut dalam polis marine cargo.
Berdasarkan hasil penelitian di PT. Tiki JNE Cabang Medan, adapun prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengajuan klaim asuransi yaitu:58 a. mengisi form pengajuan klaim;
b. kosumen wajib untuk menyerahkan resi asli pengiriman;
c. meyerahkan invoice barang kiriman; dan
d. menyerahkan KTP (identitas) dari pihak yang melakukan pengajuan klaim.
58 Hasil wawancara dengan Bapak Rifi Hamdani, selaku Kepala Unit Customer Care PT.
Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Medan, pada tanggal 7 September 2020.
45
Setiap klaim yang akan diajukan konsumen kepada pihak PT. Tiki JNE harus disampaikan dengan batas waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung sejak barang kiriman tersebut seharusnya diterima. Apabila pengajuan klaim tersebut melebihi 14 (empat belas) hari setelah barang tersebut seharusnya diterima, maka pengajuan klaim tersebut tidak akan diproses. 59