BAB II PERSYARATAN DAN PROSEDUR
B. Prosedur Pengajuan Tesis
Topik kajian tesis setiap tahun dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat itu. Judul tesis disesuaikan dengan minat mahasiswa dan roadmap pengembangan penelitian Program Studi Magister Epidemiologi. Pada mata kuliah Pengembangan Proposal di semester II mahasiswa membuat rencana penelitian tesisnya. Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa harus sudah mempunyai judul dan draft rencana penelitian tesis (pra-proposal).
2. Pembimbingan Tesis
Pada awal semester III sesuai dengan judul proposal, mahasiwa berhak mengusulkan calon pembimbing kepada pengelola Program Studi Magister Epidemiologi. Selanjutnya dalam menentukan pembimbing Ketua Program Studi Magister Epidemiologi bersama dengan Komisi Pembimbing dan Penguji Tesis (Ketua, Sekretaris Program Studi dan tim pengajar mata kuliah tesis) menentukan tim pembimbing (pembimbing I dan II) serta
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 4 penguji. Pengelola Prodi selanjutnya akan mengirimkan “Surat Penunjukan Pembimbing” pada masing-masing Pembimbing (form 1) untuk membimbing tesis mahasiswa yang bersangkutan. Sebelum proses pembimbingan dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu mengambil “Kartu Konsultasi Tesis” di Bagian Akademik Program Studi (Form 2) yang nantinya digunakan sebagai bukti proses pembimbingan tesis. Setelah ditetapkan pembimbing tesis, mahasiswa yang bersangkutan selanjutnya berkonsultasi dengan pembimbing untuk memantapkan tesis dan mulai menyusun proposal tesis.
3. Ujian Proposal
Ujian proposal bertujuan untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan penulisan proposal, khususnya dalam segi metodologi penelitian sebelum pengambilan data. Ujian proposal sebaiknya sudah dilaksanakan pada semester III sesuai dengan kalender akademik. Jadwal pengajuan ujian proposal dibuat setelah proposal disahkan oleh pembimbing minimal 7 hari sebelumnya. Ujian proposal sifatnya terbuka yang dihadiri oleh pembimbing I, pembimbing II, tim penguji yang telah ditetapkan sebelumnya dan mahasiswa lainnya. Pada ujian proposal, wajib dihadiri oleh minimal 1 pembimbing dan 1 penguji. Apabila ada pembimbing maupun penguji yang berhalangan hadir, diharapkan memberikan surat kepada Ketua Program Studi yang dilampiri masukan atas perbaikan proposal mahasiswa secara tertulis untuk dapat dibacakan moderator.
Prosedur persiapan pelaksanaan Ujian Proposal adalah sebagai berikut a. Persiapan Ujian Proposal :
i. Mahasiswa menyerahkan form pemberitahuan siap ujian proposal, dimana didalamnya telah tertulis bahwa mahasiswa tersebut telah siap untuk melakukan ujian Proposal yang ditandatangani oleh pembimbing dan disetujui oleh Ketua Program Studi
ii. Bagian Akademik Program Studi membuat “Surat Undangan Ujian Proposal” yang selanjutnya dikirimkan oleh mahasiswa bersangkutan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum ujian kepada pembimbing dan penguji disertai dengan proposal yang akan diujikan.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 5 b. Pelaksanaan Ujian Proposal
i. Ujian proposal dilaksanakan secara terbuka antara pembimbing, penguji dan mahasiswa lainnya di dalam kampus.
ii. Waktu pelaksanaan dialokasikan 2 jam (120 menit) dengan ketentuan:
a) Pembukaan oleh moderator ( 5 menit) b) Penyajian oleh mahasiswa (15 menit)
c) Diskusi (80 menit)
d) Diskusi Tim Penguji untuk penentuan hasil (10 menit) e) Ikhtisar-komentar moderator untuk penentuan (10 menit) iii. Tidak dilakukan penilaian terhadap hasil ujian, namun penentuan hasil
tindak lanjut diputuskan dalam 4 kategori : a) Dapat dilaksanakan sepenuhnya tanpa revisi
b) Dapat dilaksanakan melalui perbaikan sesuai masukan penguji c) Perbaikan proposal, namun harus diajukan kembali
dalam ujian berikutnya
d) Tidak dapat diproses lanjut untuk penelitian Tesis, sehingga harus mengulang.
4. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan diawali uji coba instrumen yang telah disusun. Kegiatan tersebut dapat dilakukan setelah mahasiswa memperbaiki proposal dan mengumpulkannya di Bagian Akademik Program Studi dengan disertai bukti “Pengesahan Ujian Proposal” yang telah ditandatangani oleh pembimbing dan penguji serta disetujui oleh Ketua Program Studi. Untuk mendapatkan data lapangan, mahasiswa harus melengkapi perijinan sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Seminar Hasil
Seminar hasil penelitian dapat dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan lapangan dan menuliskan hasilnya sesuai dengan sistematika penulisan tesis, mendapat persetujuan siap seminar hasil dari Pembimbing I dan II serta disetujui oleh Ketua Program Studi. Ketentuan prosedur pelaksanaan bersifat terbuka dan dihadiri oleh kedua pembimbing (tanpa penguji) dengan peserta seminar. Bagian Akademik Program Studi membuat “Surat Undangan Seminar Hasil” dan mahasiswa yang bersangkutan harus menyerahkannya kepada pembimbing beserta Tesis yang akan diseminarkan minimal 1 minggu sebelum jadwal seminar hasil.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 6 Mahasiswa yang mengulang, jadwal pelaksanaan seminar ulangan maksimal 1 bulan dari tanggal dilaksanakannya seminar hasil yang telah dilakukan.
Akhir kegiatan ujian proposal sampai dengan pengumpulan data lapangan maksimal waktunya 1 tahun. Bilamana dalam waktu tersebut mahasiswa belum melakukan seminar hasil tanpa adanya bimbingan, maka mahasiswa tersebut harus mengulang ujian proposal.
6. Ujian Tesis
Ujian Tesis merupakan tahap penyelesaian tugas akhir dalam Program Studi Magister Epidemiologi yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa dengan bobot 5 SKS. Jadwal pengajuan ujian Tesis dibuat setelah mendapat persetujuan dari pembimbing dan disetujui oleh Ketua Program Studi. Syarat yang harus dipenuhi mahasiswa saat mengajukan ujian Tesis adalah :
a. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang bersangkutan b. Memasukkan mata kuliah “Tesis” dalam Kartu Rencana Studi (KRS) c. Telah menempuh dan lulus semua mata kuliah yang dibebankan d. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 tanpa nilai C
e. Menyerahkan Sertifikat hasil ujian TOEFL yang masih berlaku dengan skor minimal 475 dari instansi penyelenggara yang sudah ditunjuk / ditetapkan
f. Telah mempublikasikan sekurang-kurangnya 1 (satu) karya ilmiah yang relevan dengan bidang keilmuannya dan diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional atau proseding terindeks data base internasional bereputasi
g. Tesis telah disetujui dan ditandatangani oleh para pembimbing I dan II serta Ketua Program Studi
h. Telah melunasi seluruh biaya pendidikan
i. Tidak mempunyai tanggungan pinjaman perpustakaan dan tanggungan administratif lainnya
Prosedur persiapan pelaksanaan Ujian Tesis adalah sebagai berikut : a. Persiapan Ujian Tesis
i. Mahasiswa menyerahkan form pemberitahuan siap ujian tesis, dimana didalamnya telah tertulis bahwa mahasiswa tersebut
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 7 telah siap untuk melakukan ujian tesis yang ditandatangani oleh pembimbing.
ii. Bagian Akademik Program Studi membuat “Surat Undangan Ujian Tesis dan Kesediaan Penguji Ujian Tesis” yang selanjutnya dikirimkan oleh mahasiswa bersangkutan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum ujian kepada pembimbing dan penguji disertai dengan tesis yang akan diujikan
b. Pelaksanaan Ujian Tesis
i. Ujian Tesis dilaksanakan secara tertutup, hanya dihadiri oleh mahasiswa yang diuji, pembimbing dan tim penguji penguji. Bagi penguji lainnya yang berhalangan, wajib mengirimkan soal / pertanyaan dalam amplop tertutup untuk dibacakan oleh moderator.
iv. Waktu pelaksanaan Ujian Tesis dialokasikan 2 jam (120 menit) dengan ketentuan acara : v. Obyek penilaian ujian Tesis meliputi 3 aspek, yaitu :
a) Tulisan / Tesis, (bobot 40%) mencakup : Sistematika/
Konsistensi, Bahasa dan Tata Tulis serta Isi dan Materi b) Penyajian, (bobot 20%) mencakup : Penampilan,
Penggunaan AVA, Penggunaan Waktu dan Kejelasan Pengungkapan.
c) Tanya Jawab, (bobot 40%) mencakup : Kelancaran, Penguasaan Isi Tesis dan Pengetahuan Penunjang.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 8 d) Penilaian hasil ujian Tesis merupakan rangkuman penilaian
dari masing – masing dosen penguji yang hadir
e) Hasil ujian tesis mahasiswa dan konversinya adalah sebagai berikut:
1. Nilai A (3,51 s/d 4,00) 2. Nilai B (2,51 s/d 3,50) 3. Nilai C (2,00 s/d 2,50)
f) Nilai ujian Tesis yang diperoleh mahasiswa disampaikan secara langsung (dinyatakan) pada saat ujian
g) Bilamana terdapat perbaikan atau revisi dari tesis, maka materi perbaikan dituliskan sesuai masukan para penguji yang nantinya menjadi syarat pengesahan dan persetujuan diterimanya hasil Tesis mahasiswa yang bersangkutan.
c. Ujian Ulang Tesis
Mahasiswa yang mengulang, jadwal pelaksanaan ujian ulang Tesis maksimal 1 bulan dari tanggal dilaksanakannya ujian Tesis.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 9 BAB III
PEMBIMBINGAN TESIS
A. PEMBIMBING
1. Pembimbing Tesis terdiri dari pembimbing I dan pembimbing II 2. Pembimbing adalah dosen tetap maupun tidak tetap
3. Pembimbing tesis :
a. Pembimbing I berpendidikan Doktor (S3) dan atau dengan jabatan fungsional Lektor Kepala/bergelar Doktor (S3) dengan jabatan fungsional Lektor/Guru Besar (Profesor)
b. Pembimbing II berpendidikan Doktor (S3) dan atau dengan jabatan fungsional Lektor Kepala/bergelar Doktor (S3) dengan jabatan fungsional Lektor/Guru Besar (Profesor) atau bergelar Doktor (S3) dengan jabatan fungsional Asisten Ahli.
B. TUGAS DAN KEWAJIBAN PEMBIMBING TESIS
1. Secara umum tugas pembimbing dalam penulisan Tesis adalah :
a. Mengarahkan mahasiswa dalam mempersiapkan proposal, menentukan waktu untuk melakukan ujian proposal, seminar hasil dan ujian tesis.
i. Sebagai penanggung jawab bimbingan Tesis, membantu mahasiswa memilih topik dan membuat proposal sesuai dengan minat mahasiswa
ii. Membantu mahasiswa dalam melihat alternatif pendekatan masalah sehingga dapat menentukan kerangka konsep dan mengembangkan model teoritis sebelum ia memulai penulisan / penelitian
iii. Membantu mahasiswa dalam melihat alternatif metode penguasaan analitik untuk menguji kerangka konsep, pemecahan masalah dan atau model teoritis yang dikembangkan
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 10 iv. Memberi petunjuk kepada mahasiswa dalam mencari bahan
pustaka dan atau pengumpulan data
v. Bertanggung jawab atas pelaksanaan ujian proposal, seminar hasil dan ujian tesis, serta perbaikan Tesis
vi. Menjadi moderator pada saat ujian proposal maupun ujian Tesis.
b. Pembimbing II :
i. Membantu mahasiswa dalam menyusun metodologi yang selanjutnya dikonsultasikan kepada pembimbing I pembimbingan. Apabila ada masalah dalam proses pembimbingan maka tindak lanjut penyelesaian diserahkan kepada Komisi Pembimbing dan Penguji serta Ketua Program Studi.
C. PEMILIHAN DAN PENGGANTIAN PEMBIMBING
Pembimbing Tesis dipilih oleh Ketua Program Studi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan topik Tesis yang diajukan mahasiswa.
Pergantian pembimbing dimungkinkan apabila terjadi hal – hal sebagai berikut :
a. Pada saat pembimbing berhalangan secara tetap seperti menderita sakit atau meninggal dunia sehingga proses pembimbingan tidak dapat dilaksanakan
b. Pembimbing sedang menjalankan program postdoc ke Luar Negeri selama kurang lebih 6 bulan
c. Terdapat konflik internal antara pembimbing dan mahasiswa yang tidak dapat didamaikan kembali.
D. PENGUJI TESIS
a. Penguji I dan II berpendidikan S3 sesuai dengan bidang peminatan maupun tenaga profesional dari instansi kesehatan.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 11 b. Penggantian penguji diserahkan kepada Komisi Pembimbing dan
Penguji serta Ketua Program Studi
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 12
Disusun sesingkat-singkatnya dalam huruf besar (kapital), maksimum 12 kata. Apabila diperlukan lebih banyak informasi ditulis sebagai Sub-Judul dengan menggunakan huruf kecil. Di belakang judul diberi tanda titik dua (:) untuk memisahkannya dari Sub Judul.
2) Lambang Universitas Diponegoro, berbentuk oval berukuran 4,7 cm x 5,5 cm, berwarna.
Pada bagian bawah ditulis : Program Studi Magiater Epidemiologi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.
Di bawahnya ditulis tahun proposal tesis dipertahankan.
b. Halaman sampul dalam = sampul depan tetapi diatas kertas HVS putih dan diberi halaman
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 13 iv. Kata : “Oleh” (Dibawahnya ditulis Nama Lengkap tanpa gelar,
dibawahnya lagi ditulis NIM mahasiswa)
v. Telah diujikan pada tanggal...bulan...tahun...oleh tim penguji Program Studi Magister Epidemiologi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro dan dapat melaksanakan penelitian tesis.
vi. Tempat dan Tanggal pengesahan
vii. Kata : Pembimbing I dan Pembimbing II, serta ruang kosong untuk tanda tangan para Tim Pembimbing, dibawahnya ditulis nama lengkap dan NIP pembimbing
g. Halaman daftar lampiran. Memuat nomor urut lampiran, judul lampiran dan halaman. Contoh : terlampir.
h. Halaman daftar singkatan Glosari (bila ada)
Bab ini berisikan urutan (berdasarkan abjad) lambang, singkatan dan terminologi yang digunakan dalam Naskah tesis.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 14 Bab II. Tinjauan Pustaka
A. Uraian teori yang mendasari penyusunan konsep masalah penelitian
B. Uraian yang menggambarkan hubungan konsep yang mengarah pada penjelasan masalah penelitian
C. Kerangka teori
Bab III. Kerangka Teori, Kerangka Konsep dan Hipotesis Bab IV. Metode Penelitian
A. Jenis dan rancangan penelitian B. Populasi dan sampel penelitian
C. Definisi operasional variabel penelitian dan skala pengukuran D. Alat dan cara penelitian
E. Teknik pengolahan dan analisis data F. Jadwal dan dana penelitian
Keterangan :
BAB I. PENDAHULUAN
Dalam Bab ini dicakup Sub bab Latar Belakang, Perumusan Masalah, Orisinalitas, Manfaat dan Tujuan Penelitian.
Judul masing-masing Sub-bab ditulis di sebelah kiri, dengan huruf Bold font size 12.
Kajian di semua bagian ini disajikan secara naratif, perpindahan bahasan dilaksanakan dengan perpindahan alinea, tanpa pencantuman sub-sub-bab tersendiri. Indentasi untuk alinea baru sebanyak 7 ketuk dari tulisan paling kiri.
Di bawah ini masing-masing dirinci sebagai berikut:
A. Latar Belakang
Pada bagian ini memuat latar belakang dalam arti teori, atau pemikiran yang menjadi landasan keprihatinan atau obsesi Peserta didik untuk mengungkapkan suatu gejala, konsep, dugaan tertentu yang mendorong untuk dilakukannya penelitian.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 15 B. Perumusan Masalah
Dalam sub-bab ini diuraikan dengan jelas permasalahan yang menarik, perlu dan penting, yang dapat dijawab melalui suatu penelitian, yang akan dilakukan oleh Peserta Didik. Permasalahan tersebut disajikan secara jelas dan lengkap secara naratif.
Berdasarkan sajian di atas, selanjutnya ditulis rumusan masalah dapat mencakup definisi, asumsi dan lingkup yang nantinya akan dicakup dalam penelitian yang diusulkan. Perumusan masalah dapat ditulis dalam bentuk pernyataan yang mencirikan masalah.
Perumusan masalah dapat diajukan dalam bentuk deskripsi, hubungan antar fenomena atau perbandingan antar nilai. Patut dicatat agar rumusan masalah ini dijaga konsistensinya dalam keseluruhan penulisan mencakup tujuan penelitian, kerangka konsep, hipotesis dan analisis data.
Masalah yang dirumuskan harus masalah yang dapat diteliti (researchable), yang memenuhi persyaratan,
Tujuan penelitian diturunkan dari rumusan masalah dan ditulis dalam dua tingkatan, ialah Tujuan Umum dan Tujuan Khusus.
1. Tujuan Umum
Dalam Tujuan Umum diuraikan secara umum kegiatan yang akan dilakukan untuk mencari jawaban dari masalah yang dirumuskan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan Khusus dipecah atau diuraikan secara spesifik tujuan umum yang ada, menjadi beberapa tujuan sekuensial dan atau terurai menggunakan berbagai domain sesuai kedalamannya: menjajagi, mendeskripsikan, menguraikan, menerapkan, menganalisis dan seterusnya.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 16 D. Manfaat Penelitian
Pada bagian ini diuraikan kontribusi penelitian yang diusulkan bagi pengembangan ilmu dan atau teknologi. Apabila memungkinkan, diuraikan pula kontribusi penelitian dalam pemecahan masalah pembangunan dalam berbagai aspek yang terkait dengan penelitian.
E. Keaslian Penelitian
Pada sub bab ini dibahas orisinalitas penelitian yang diusulkan, mencakup permasalahannya, atau jawabannya, pendekatannya atau analisis statistiknya. Pada sub bab ini hendaknya dibandingkan antara penelitian yang diusulkan dengan penelitian lain sebelumnya, dari sisi orisinalitasnya, dalam sajian matriks, mencakup peneliti/penulis, tujuan penelitian, hasil, acuan pustaka.
F. Ruang lingkup
Berisi pembatasan masalah yang dibahas dalam Tesis.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka adalah ekspresi usaha peneliti dalam menjawab penelitian secara teoritis. Pada Bab ini diuraikan hasil-hasil penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan masalah penelitian yang diusulkan.
Di sini dikutip pustaka yang menguraikan teori, temuan, gejala dan tanda, yang menimbulkan gagasan dan dasar bagi penelitian yang diusulkan.
Pustaka yang dikutip hendaknya:
1. Relevan (dalam arti menjangkau secara menyatu permasalahan yang diuraikan dalam sub-bab terdahulu);
2. Asli (artikel orisinal dalam jurnal); dan
3. Muktahir (paling muktahir dari berbagai pustaka yang ada).
Kajian pustaka disusun secara sistematis, dimulai dengan pustaka yang memfokus pada rumusan masalah, pustaka komponen rumusan masalah, dan dilanjutkan dengan pustaka tentang jawaban atau analogi jawaban atau bagian jawaban terhadap masalah yang diajukan. Masing-masing kajian diurut, diberi nomer secara berurutan (A, B, C, dan seterusnya).
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 17 Semua pustaka yang dikutip harus disajikan dalam Daftar Pustaka sesuai dengan kaidah yang disepakati, dengan 2 (dua) pilihan, ialah Sistem Vancouver atau Sistem Harvard. Satu sistem harus dipilih, dan selanjutnya harus diikuti secara penuh dan konsisten dalam penulisan tesis.
BAB III. KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
a. Kerangka Teori
Kerangka teori memberikan gambaran hubungan teoritis antar variabel dalam menjelaskan masalah yang dirumuskan dalam sub-bab sebelumnya. Penulisan Kerangka teori didahului dengan narasi sebagai ringkasan tinjauan pustaka yang telah diuraikan pada Bab II.
b. Kerangka Konsep
Kerangka ini merupakan turunan atau kutipan dari Kerangka Teori, sesudah dikaji kelayakannya untuk diteliti. Kerangka konsep dibatasi hanya pada variabel-variabel yang diteliti. Dalam sub-bab ini juga perlu diberi penjelasan mengenai cara mengontrol atau meniadakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti
Kedua kerangka tersebut disajikan dalam diagram/bagan yang semuanya mengilustrasikan variabel-variabel dan hubungan antar variabel yang akan diteliti.
c. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang dirumuskan dalam sub-bab sebelumnya berdasarkan pustaka yang dikaji. Jawaban sementara tersebut yang akan dibuktikan dalam penelitian yang diusulkan.
Hipotesis ditulis sebagai hipotesis kerja, dalam bentuk pernyataan deskriptif, yang menyatakan hubungan antar variabel atau pernyataan perbedaan nilai antar variabel.
Pernyataan hipotesis disusun dalam 2 (dua) tingkatan, ialah:
1. Hipotesis Mayor :
Hipotesis mayor memberikan jawaban umum bagi masalah yang dirumuskan dalam sub-bab sebelumnya. Hipotesis Mayor tidak diuji secara statistik.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 18 2. Hipotesis Minor :
Hipotesis minor ini menjabarkan Hipotesis Mayor ke dalam beberapa jawaban spesifik yang diuji secara statistik dalam penelitian yang diusulkan. Kedua hipotesis dituliskan dalam bentuk pernyataan naratif yang bersifat positif, yang sesuai dengan analisis statistik yang dipakai dalam pembuktiannya.
BAB IV. METODE PENELITIAN
Bab ini memuat desain penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, materi penelitian, teknik pengumpulan data, pengolahan dan analisis data serta tempat dan waktu penelitian. Masing-masing pada bagian ini terpisah dan diberi nomor urut A, B, C, dan seterusnya.
A. Desain Penelitian
Ditulis secara lengkap desain yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan penelitian sesuai dengan masalah yang dirumuskan, kerangka penelitian dan hipotesis akhir penelitian. Dijelaskan mengapa peneliti menggunakan desain tersebut, segi kelebihan dan kekurangannya.
Penulisan desain dapat diilustrasikan dalam bentuk bagan/ skema rancangan penelitian, sesuai kerangka konsep, dan menggunakan simbol penulisan desain baku.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian:
Kelompok orang dalam karakteristik tertentu yang memiliki peluang sama untuk dijadikan sampel penelitian, yang diuraikan secara rinci pada populasi referens dan populasi studi.
2. Sampel Penelitian:
Sekelompok anggota populasi studi yang dipilih karena sesuai dengan kriteria inklusi dan tidak tercakup dalam kriteria eksklusi dalam jumlah sampel minimal yang sesuai dengan kaidah analisis statistik yang direncanakan.
Pada bagian ini dijelaskan cara penentuan sampel. Secara jelas, serta berbagai hal yang terkait dalam praktek penentuan sampel penelitian.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 19 C. Definisi Operasional, Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran
Dalam sub bab ini didiskripsikan Variabel Penelitian secara lengkap, disarankan dalam bentuk matriks, mencakup:
1. Nama variabel;
2. Definisi operasional variabel, yang mendiskripsikan : a. Skala variabel: nominal, ordinal, interval, rasio;
b. Cara pengukuran dan jenis ukuran variabel;
c. Satuan (Unit) variabel;
d. Rentang nilai variabel;
Variabel dapat disajikan secara berkelompok, misalnya Kelompok Variabel Bebas, Variabel Terikat, Variabel Perancu, dan seterusnya.
Catatan: Bila dalam penelitian yang diusulkan akan dikembangkan variabel komposit, maka proses pengembangannya, termasuk variabel asli, proses pengembangan dan penskalaannya dirinci.
D. Sumber Data Penelitian
Menjelaskan sumber data yang digunakan dalam penelitian. Sumber data bisa merupakan data primer maupun data sekunder.
E. Alat Penelitian / Instrumen Penelitian
Menjelaskan tentang spesifikasi alat yang digunakan dalam pengumpulan data dan pengukuran data yaitu kuesioner (disertai dengan uji validitas dan reliabilitas instrumen yang dipakai bila kuesioner yang dipakai belum merupakan kuesioner yang baku), pedoman observasi dan alat lain yang sesuai dengan penelitian.
F. Pengumpulan Data
Menjelaskan tentang cara pengumpulan data yang dilakukan secara jelas. Hal – hal yang harus dijabarkan dalam pengumpulan data adalah :
1. Jenis data dan instrumen serta peralatan yang digunakan 2. Waktu pengumpulan data;
3. Deskripsi perlakuan (untuk Desain Eksperimental);
4. Personalia pengumpul data.
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 20 G. Pengolahan dan Analisis Data
Mengungkapkan teknik atau cara yang digunakan dalam analisis data disertai alasan penggunaan cara analisis tersebut untuk menjawab masalah dan mencapai tujuan penelitian
H. Jadwal dan Dana Penelitian
Menjelaskan rencana waktu dan kebutuhan anggaran yang akan diperlukan untuk menyelesaikan penelitian yang dilakukan meliputi penelitian pendahuluan, pengumpulan data, pengolahan data dan penyusunan proposal / tesis.
3. Bagian Akhir Proposal
Bagian akhir proposal terdiri dari : a. Daftar Pustaka
1) Menyebutkan daftar pustaka yang dipakai oleh peneliti sebagai sumber kutipan dalam penyusunan proposal / tesis
Sistematika Tesis terdiri dari 3 bagian yang sesuai dengan proposal, yaitu Bagian awal, Bagian inti, dan Bagian akhir 12 kata. Apabila diperlukan lebih banyak informasi ditulis sebagai Sub-Judul dengan menggunakan huruf kecil. Di belakang judul diberi tanda titik dua (:) untuk memisahkannya dari Sub Judul.
2. Lambang Universitas Diponegoro, berbentuk oval berukuran 4,7 cm x 5,5 cm, berwarna.
3. Kata : “TESIS”
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 21 4. Kata : “untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2
Magister Epidemiologi”
5. Nama Calon MAGISTER, ditulis lengkap. Nama kecil, (Nama Tengah), Nama Keluarga, tanpa gelar kesarjanaan.
6. NIM mahasiswa 7. Nama Instansi :
Pada bagian bawah ditulis : Program Studi Magiater Epidemiologi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang. tanggal...bulan...tahun...oleh tim penguji Program Studi Magister Epidemiologi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro.
vi. Tempat dan Tanggal pengesahan vii. Mengetahui
viii. Kata : Penguji, Pembimbing I, Pembimbing II, Ketua Program Studi, Dekan Sekolah Pascasarjana Undip serta ruang kosong untuk tanda tangan para Tim Pembimbing, dibawahnya ditulis nama lengkap dan NIP pembimbing
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 22 Bab ini memuat pernyataan terima kasih dari Calon Magister kepada
Panduan Tesis Program Studi Magister Epidemiologi 22 Bab ini memuat pernyataan terima kasih dari Calon Magister kepada