METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian
B. Prosedur Pengembangan
Mengacu pada pedoman penelitian pengembangan menurut Borg and Gall (Nana Syaodih, 2015: 169-170). Borg dan Gall menjelaskan bahwa ada sepuluh prosedur dalam penelitian pengembangan yang akan dijadikan pedoman dalam penelitian pengembangan modul pop up sebagai berikut. 1. Penelitian dan pengumpulan data
2. Perencanaan
3. Pengembangan draf produk 4. Uji coba lapangan awal 5. Merevisi hasil uji coba 6. Uji coba lapangan
42 7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan 8. Uji pelaksanaan lapangan
9. Penyempurnaan produk akhir 10. Diseminasi dan implementasi
Berdasarkan langkah-langkah tersebut peneliti membatasi langkah-langkah hanya sampai tahap penyempurnaan produk akhir sehingga tidak sampai pada tahap mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk dikarenakan biaya yang masih minim. Prosedur yang akan dilakukan oleh peneliti dalam pengembangan modul pop up sebagai berikut:
1. Penelitian dan pengumpulan data
Langkah awal dalam pengembangan media ini adalah melakukan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara di SD Negeri Kotagede I pada mata pelajaran muatan lokal bahasa jawa di kelas tiga. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu kelas III dan siswanya. Kemudian melakukan pengamatan pada proses pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi pada saat pembelajaran. Informasi yang telah terkumpul akan dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan media sederhana ini.
2. Perencanaan
Setelah melakukan pengumpulan data, pengembang memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran Muatan lokal Bahasa Jawa kelas tiga di SD Negeri Kotagede I dengan mengembangkan
43
sebuah media pembelajaran yaitu modul pop up. Langkah yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan isi pengembangan modul berdasarkan materi pembelajaran bahasa jawa yang berpedoman pada standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pada silabus kelas III SD. Isi pengembangan modul yaitu terdapat beberapa karakter wayang pandawa serta penjelasan dari masing – masing tokoh wayang.
b. Study pustaka. peneliti mencari buku referensi yang akan digunakan dalam pembuatan media modul yang sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pada kurikulum muatan lokal bahasa jawa. Mengkaji materi tentang media dan teknik-teknik pop-up sebagai dasar dalam memilih bentuk dan desain modul pop up.
c. Mempersiapkan alat dan bahan. Software (perangkat lunak)utama yang diperlukan untuk mengembangkan modul adalah Corel Draw X7 yang digunakan untuk mengedit kumpulan gambar dan kalimat untuk dijadikan menjadi sebuah halaman dan software Microsoft Word 2013 yang berperan dalam penulisan materi.
3. Pengembangan draf produk
Melakukan perencanaan pembuatan produk yang dikembangkan, hal-hal yang dilakukan sebagai berikut:
a. Penyusunan Komponen. Penyusunan komponen yang digunakan meliputi: Pendahuluan: berisikan judul, kata pengantar, petunjuk penggunaan, daftar isi, kompetensi dasar. Isi pembahasan: berisikan
44
uraian materi, rangkuman. Penutup: berisikan evaluasi sumatif, daftar pustaka, kunci jawaban, biografi penulis.
a. Desain. Desain yang harus dibuat adalah desain cover modul dan desain isi modul yang meliputi pemilihan warna-warna yang cerah, tokoh wayang dan pemilihan huruf (typography). Adapun desain produk bahan ajar ini dibuat dengan menggunakan aplikasi corel draw x7. b. Validasi Ahli. Pada tahap validasi ahli ini, bentuk awal produk akan
divalidasi untuk diberikan penilaian oleh para ahli, yakni ahli materi dan ahli media. Ahli materi memberikan penilaian terhadap produk meliputi tiga aspek yaitu pendahuluan, isi, penutup. Sedangkan ahli media memberikan penilaian terhadap produk meliputi tiga aspek yaitu tampilan, bahasa, dan komponen modul. Validasi ahli bertujuan untuk menguji kelayakan produk sebelum dilakukan uji coba kepada pengguna, yakni siswa.
4. Uji coba lapangan awal
Setelah melakukan revisi terhadap produk sesuai saran dan komentar para ahli, maka langkah selanjutnya adalah uji coba lapangan awal. Dalam uji coba ini melibatkan 4 orang siswa kelas 3 SD Negeri Kotagede I. Teknis pelaksanaan, pengembang menerangkan tata cara penggunaan dari media kemudian siswa diberi kesempatan menggunakan media. Untuk mendapatkan masukan sebagai bahan revisi, maka diperlukan pengamatan saat siswa menggunakan media tersebut, dan pemberian angket sebagai
45
bahan analisis. Dari data hasil uji coba lapangan awal ini akan dijadikan dasar dalam revisi.
5. Merevisi hasil uji coba
Revisi uji coba lapangan awal dimaksudkan untuk mengetahui kekurangan serta memperbaiki pop up book “wayang pandawa”. Hasil komentar dan saran yang telah diberikan agar produk yang dikembangkan nantinya dapat di uji cobakan kembali pada uji coba lapangan.
6. Uji coba lapangan
Dari hasil uji coba lapangan awal, maka diperoleh masukan ataupun saran yang digunakan sebagai acuan dalam merevisi produk tersebut. Selanjutnya, hasil revisi dari produk tersebut digunakan dalam uji coba lapangan. Uji coba ini merupakan uji coba tahap kedua dan melibatkan 8 orang siswa kelas tiga SD Negeri Kotagede 1. Siswa tersebut diberi kesempatan untuk menggunakan media pembelajaran yang telah direvisi dari hasil uji coba lapangan awal. Untuk mendapatkan masukan sebagai bahan revisi, maka diperlukan pengamatan saat siswa menggunakan media tersebut, dan pemberian angket sebagai bahan analisis untuk revisi produk. 7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan
Dari hasil uji coba lapangan diidentifikasi terlebih dahulu, setelah memperoleh kesimpulan kekurangan dan kesalahannya akan dijadikan bahan acuan untuk perbaikan/revisi produk.
46 8. Uji pelaksanaan lapangan
Pada Uji coba tahap akhir atau uji pelaksanaan lapangan melibatkan 16 siswa kelas tiga SD Negeri Kotagede I. Pada uji pelaksanaan lapangan ini pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan angket (kuesioner) dan dokumentasi yang akan dijadikan bahan untuk penyempurnaan produk akhir.
9. Penyempurnaan produk akhir
Modul yang sudah diujicobakan disempurnakan lagi melalui kegiatan revisi produk akhir. Revisi produk akhir ini dilakukan berdasarkan dari hasil analisis uji pelaksanaan lapangan.
Berikut peneliti menampilkan bagan prosedur pengembangan modul pop up book “Wayang Pandawa” untuk siswa kelas tiga SD Negeri Kotagede I adaptasi dari Borg and Gall :
Gambar 3 Prosedur Penelitian dan Pengembangan Borg and Gall Penelitian dan pengumpulan data Perencanaan Pengembangan Produk Uji coba lapangan awal Revisi Uji coba
lapangan awal Uji coba lapangan Revisi Uji coba lapangan Uji pelaksanaan lapangan Penyempurnaan Produk Akhir Validasi Materi Validasi Media
47 C. Validasi Produk
Validasi produk penelitian pengembangan ini dilakukan sebelum peneliti melakukan uji coba di lapangan. Validasi produk dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Ahli Media
Dalam penelitian pengembangan ini, ahli media yang dimaksudkan adalah Suyantiningsih M.Ed, dosen Teknologi Pendidikan UNY yang
expert dalam hal pengembangan media pembelajaran. Validasi media ini
menentukan apakah media yang telah dibuat sudah layak atau tidak untuk digunakan.
2. Ahli Materi
Dalam penelitian pengembangan modul pop up“Wayang Pandawa” untuk siswa kelas 3 SD yang mengvalidasi isi materi pada modul adalah Prof. Dr. Suwardi. M.Hum, dosen Bahasa Jawa FBS UNY . Validasi materi ini untuk menilai produk media dari aspek konkrit, yaitu dari segi isi materi, keluasan materi, kesesuaian materi dan lain-lain.