• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian

B. Prosedur Pengembangan

Pada tahap prosedur pengembangan ini menggunakan langkah-langkah Research and Development (R&D) yang dikemukakan oleh Borg and Gall, namun dalam penerapannya mengalami sedikit modifikasi. Sukmadinata dan kawan-kawan (2013:190) membuat garis besar langkah penelitian dan pengembangannya terdiri dari 3 tahap yaitu : (1) Studi Pendahuluan yang meliputi studi literatur, studi lapangan, dan penyusunan draf awal produk, (2) Uji coba dengan sample terbatas (uji coba lapangan awal) dan uji coba dengan sample yang lebih luas (uji coba lapangan utama), (3) Uji Produk dan sosialisai produk. Pada penelitian pengembangan ini menggunakan modifikasi langkah penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan oleh Sukmadinata dan kawan-kawan, namun sosialisasi produk tidak dilakukan dikarenakan tujuan utama peneliti adalah untuk menghasilkan APE Rumah Kata yang layak

68

untuk digunakan untuk anak TK Pertiwi Tampiwi kelompok B dan bukan untuk mengukur efektivitas penggunaannya. Prosedur yang akan dilakukan dalam penelitian pengembangan alat permainan edukatif Rumah Kata untuk anak TK Pertiwi Tampirwetan, Candimulyo, Magelang dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut :

Skema 1. Skema prosedur penelitian pengembangan alat permainan edukatif Rumah Kata yang diadaptasi dari Borg and Gall (1989) yang dimodifikasi oleh Nana Syaodih Sukmadinata (2010: 164). Berdasarkan skema tersebut, maka dapat dijelaskan tahapan-tahapan pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Penelitian dan Pengumpulan Data

Penelitian dan pengumpulan data merupakan penelitian pendahuluan yang menjadi proses awal penelitian, dengan melakukan observasi dalam rangka pengukuran atau analisis kebutuhan serta permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan suatu

Uji coba terbatas (lapangan awal) Revisi produk

Penelitian dan

Pengumpulan data Perencanaan

Pengembangan produk awal Validasi Materi dan Media Penyempurnaan produk akhir Uji coba lebih luas

69

produk pembelajaran. Peneliti mengadakan pengamatan langsung kepada anak TK kelompok B saat proses pembelajaran di TK Tampir Wetan, Candimulyo, Magelang, untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan anak, serta memcari solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran. Dengan demikian diharapkan produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan anak demi optimalisasi pembelajaran. Peneliti juga melakukan kegiatan wawancara kepada guru atau pengajar dengan tujuan untuk mendapatkan data yang lebih rinci sebagai dasar dalam mengembangkan produk tersebut.

Selain pengumpulan data awal dengan terjun langsung ke lapangan, peneliti juga melakukan studi pustaka diantaranya pencarian materi, silabus, kajian media pembelajaran, landasan teori alat permainan edukatif, kajian pembelajaran di TK kelompok B, karakteristik anak TK, dan analisis kurikulum terkait dengan tujuan yang akan dicapai.

2. Perencanaan

Setelah melakukan pendahuluan dan pengumpulan informasi, didapatkan data yang berkaitan dengan permasalahan pembelajaran di TK Tampir Wetan, Candimulyo, Magelang. Permasalahan yang dihadapi sekolah tersebut berkaitan dengan kurangnya media belajar untuk pembelajaran pada program kegiatan bidang perkembangan pengetahuan umum dan bidang keaksaraan. Guru dituntut untuk mengembangkan kreasi belajar dalam meningkatkan kemampuan

70

mengenal bangun geometri, warna, angka dan dalam mengenal huruf, sehingga peneliti merumuskan indikator dalam bidang perkembangan pengetahuan umum dan keaksaraan pada aspek perkembangan kognif, motorik, bahasa serta sosial dan emosi.

Berdasarkan analisis peneliti dalam tahapan perancangan alat permainan edukatif Rumah Kata melalui beberapa tahapan. Tahapan perancangan tersebut diantaranya:

a. Tahapan pertama, perancangan desain awal alat permainan edukatif Rumah Kata dengan menggunakan aplikasi komputer (Corel Draw X6).

b. Tahap kedua, merencanakan isi pengembangan alat permainan edukatif Rumah Kata berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pembelajaran pada TK kelompok B.

c. Tahap ketiga, mencari gambar-gambar (browsing internet) yang terkait dengan materi yang dimuat dalam pengembangan alat permainan edukatif Rumah Kata.

3. Pengembangan Produk Awal

Pada tahap ini peneliti mengembangkan produk awal alat permainan edukatif Rumah Kata. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

a. Merumuskan isi materi pembelajaran TK kelompok B, berkonsultasi dengan guru TK Tampirwetan, Candimulyo, Magelang terkait dengan pembelajaran untuk TK kelompok B.

71

b. Pemilihn tema sesuai dengan kurikulum. c. Penyediaan alat dan bahan yang diperlukan

Alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat alat permainan edukatif Rumah Kata adalah sebagai berikut:

1) Alat a) Laptop

b) Alat tulis kantor c) Mesin cetak (printer) d) Gunting e) Palu f) Paku g) Penggaris h) Kuas cat i) Amplas j) Cutter 2) Bahan

a) Kayu dan Pegangan b) Cat kayu Politur c) Kertas Ivory 310 d) Kertas Matt Papper e) Kertas stiker Cromo f) Lem kayu

72 h) Cap stempel kayu

d. Pelaksanaan Pengembangan Produk

Pelaksanaan pembuatan alat permainan edukatif Rumah Kata dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Memproduksi satu set bangun geometri yang terbuat dari kayu dengan bentuk, ukuran, warna dan angka yang berbeda-beda dengan menggunakan desain software Corel Draw X6.

2) Memproduksi kotak kit Rumah Kata yang terbuat dari kayu yang berukuran 25x 40 cm dan desain kotak kit dengan menggunakan software Corel Draw X6.

3) Produksi kartu objek bergambar yang berisikan berbagai macam gambar dan huruf yang berkaitan dengan materi dalam alat permainan edukatif Rumah Kata.

4) Produksi kartu merah yang berisikan macam-macam perintah, yaitu bernyanyi, menari, dan menjelaskan kembali materi yang telah dijelaskan.

5) Produksi huruf abjad sebagai ragam tantangan dalam alat permainan edukatif Rumah Kata.

6) Produksi stempel reward berbahan dasar kayu berbentuk bintang.

7) Produksi buku petunjuk yang berisi penjelasan mengenai petunjuk penggunaan alat permainan tersebut

73

Setelah pengembangan produk awal dan mendapatkan revisi dari ahli materi dan ahli media (alat permainan eduaktif) uji coba produk selanjutnya bertumpu pada penggunaan alat permainan eduaktif pada subyek penelitian. Pada penelitian ini subyek penelitiannya melibatkan 3 anak kelompok B di Taman Kanak-kanak Pertiwi Tampirwetan, Candimulyo, Magelang.

5. Revisi Produk

Berdasarkan kritik, saran, dan masukan pada proses uji kelayakan produk akan didapatkan data yang berkaitan dengan kekurangan ataupun kelemahan dari alat permainan edukatif Rumah Kata. Kemudian jika ditemukan kekurangan atau kelemahan produk maka dilakukan perbaikan pada produk tersebut untuk mendapatkan sebuah alat permainan edukatif yang baik.

6. Uji Coba Lapangan Utama

Uji coba ini merupakan uji coba tahap akhir, di mana melibatkan 11anak kelompok B TK Pertiwi Tampirwetan, Candimulyo, Magelang. Dalam uji coba ini diketahui bahwa produk sudah baik dan tidak perlu dilakukan revisi.

7. Penyempurnaan Produk Akhir

Setelah melakukan uji coba lapangan, maka akan diketahui tingkat kelayakan alat permainan edukatif ini melalui data yang diperoleh. Berdasarkan data yang diperoleh tersebut kemudian akan diolah dan dianalisis jika masih ada kekurangan atau kesalahan dari produk, maka

74

akan dilakukan perbaikan kembali. Setelah mengalami proses penyempurnaan produk akhir ini akan didapatkan sebuah alat permainan edukatif Rumah Kata untuk anak TK Pertiwi Tampirwetan, Candimulyo, Magelang sebagai produk akhir yang layak digunakan dalam pembelajaran.