• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

B. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan terdiri dari 3 poin tahap yaitu define, design, dan develop. 3 tahap ini mencakup keseluruhan proses pengembangan media berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan articulate storyline mulai dari tahap analisis awal sampai pada produk akhir yang dihasilkan. Untuk lebih jelasnya dapat kita perhatikan diagram berikut:

35

Gambar. 3.2 Prosedur Penelitian Pendefinisian (Sumber: Sugiyono, 2017)

Tahap I: Define (Pendefinisian)

Tahap define adalah tahap untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat- syarat pembelajaran. Tahap define ini mencakup lima langkah pokok, yaitu analisis ujung depan (front-end analysis), analisis peserta didik (learner analysis), analisis tugas (task analysis), analisis konsep (concept analysis) dan perumusan tujuan pembelajaran (specifying instructional objectives). Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data awal keadaan belajar mengajar adalah lembar observasi dan wawancara langsung kepada pendidik terkait masalah-masalah yang dialami selama kegiatan belajar dan keragaman gaya belajar peserta didik. Hasil pengamatan awal ini, nantinya akan menjadi ukuran peneliti dalam mengembangkan bahan ajar berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan articulate storyline.

Analisi Ujung Depan

Analisis Siswa

Analisis Tugas Akhir

Analisis Konsep Akhir

Perumusan Tujuan Pendefinisian

36

a. Analisis Ujung Depan (front-end analysis)

Analisis ujung depan bertujuan untuk memunculkan dan menetapkan masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran, sehingga diperlukan suatu pengembangan bahan ajar. Dengan analisis ini akan didapatkan gambaran fakta, harapan dan alternatif penyelesaian masalah dasar, yang memudahkan dalam penentuan atau pemilihan bahan ajar yang dikembangkan. Analisis awal-akhir bertujuan untuk menentukan masalah mendasar yang dihadapi dan perlu diangkat dalam pengembangan bahan ajar. Dalam penelitian ini, materi diperdalam sesuai dengan kurikulum.

b. Analisis Peserta Didik (learner analysis)

Analisis peserta didik ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik peserta didik.

Dalam hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang dialami peserta didik dalam belajar. Karakteristik peserta didik yang dimaksud adalah:

(1) kompetensi awal dan latar belakang kemampuan, (2) sikap/cara berpikir secara umum terhadap topik pembelajaran, dan (3) pemilihan media, format, dan bahasa. Hasil analisis ini menentukan cara penyajian produk hasil pengembangan.

c. Analisis Konsep (concept analysis)

Analisis konsep dilakukan untuk mengidentifikasi konsep pokok yang akan diajarkan, menyusunnya dalam bentuk hirarki, dan merinci konsep-konsep individu ke dalam hal yang kritis dan yang tidak relevan. Analisis akan membantu mengidentifikasi dan mengantar ke tahap pengembangan. Analisis konsep sangat diperlukan guna mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan deklaratif atau prosedural pada mata pelajaran IPA dalam materi klasifikasi materi dan perubahannya yang akan dikembangkan. Analisis konsep merupakan satu langkah penting untuk memenuhi

37

prinsip kecukupan dalam membangun konsep atas materi-materi yang digunakan sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan standar kompetensi.

d. Analisis Tugas (task analysis)

Analisis ini memastikan ulasan yang menyeluruh tentang tugas atau soal yang termuat dalam bahan ajar berbasis multimedia interaktif dan juga menjadi dasar perumusan indikator pembelajaran dan keterampilan yang dikembangkan dalam bahan ajar berbasis multimedia interaktif ini.

e. Perumusan Tujuan Pembelajaran (specifying instructional objectives)

Perumusan tujuan berguna untuk merangkum hasil dari analisis konsep dan analisis tugas untuk menentukan perilaku objek penelitian. Kumpulan objek tersebut menjadi dasar untuk menyusun tes dan merancang perangkat pembelajaran yang kemudian di integrasikan ke dalam materi perangkat pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dan siswa. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan untuk bahan ajar berbasis multimedia interaktif ini berdasarkan kurikulum 2013 yang digunakan di sekolah sasaran penelitian.

Gambar. 3.3 Prosedur Perancangan.

38

Tahap II: Design (Perancangan)

Tahap perancangan bertujuan untuk merancang bahan ajar berbasis multimedia interaktif. Empat langkah yang harus dilakukan pada tahap ini, yaitu: 1) penyusunan standar tes (criterion-test construction), 2) pemilihan media (media selection) yang sesuai dengan karakteristik materi dan tujuan pembelajaran, 3) pemilihan format (format selection) mengacu pada Teori Pengembangan bahan ajar, 4) membuat rancangan awal (initial design) sesuai format yang dipilih. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Penyusunan Standar Tes (constructing criterion-referenced test)

Penyusunan standar tes merupakan langkah yang menghubungkan antara tahap pendefinisian (define) dengan tahap perancangan (design). Standar tes dibuat mengacu pada perancangan materi yang telah dibuat. Tes yang dikembangkan disesuaikan dengan jenjang kemampuan kognitif. Penskoran hasil tes terdapat pada hasil evaluasi soal yang ada di bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang memuat kunci jawaban pada setiap soalnya.

b. Pemilihan media (media selection)

Pemilihan media dilakukan untuk mengidentifikasi media pembelajaran yang relevan dengan karakteristik materi. Proses pemilihan media disesuaikan dengan analisis materi.

Dalam hal ini bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang digunakan menggunakan media komputer, handphone dan web.

c. Pemilihan format (format selection)

Pemilihan format dalam pengembangan perangkat pembelajaran ini dimaksudkan untuk mendesain atau merancang isi pembelajaran, pemilihan strategi dan pendekatan.

39

Format yang dipilih adalah yang memenuhi kriteria menarik, memudahkan dan membantu dalam pembelajaran IPA peserta didik.

d. Rancangan awal (initial design)

“initial design is the presenting of the essential instruction through appropriate media and in a suitable sequence.” Rancangan awal yang dimaksud adalah rancangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif yang harus dikerjakan sebelum ujicoba dilaksanakan. Rancangan awal ini berupa bahan ajar berbasis interaktif yang akan dikembangkan, adapun isi materi sesuai dengan kurikulum 2013 untuk kelas VII A SMP Negeri 13 Makassar, dan bahasanya sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Gambar 3.4. Prosedur Pengembangan (Sugiyono, 2017)

Tahap III: Develop (Pengembangan)

Tahap pengembangan adalah tahap untuk menghasilkan produk pengembangan yang dilakukan melalui dua langkah, yakni: (1) penilaian ahli (expert appraisal) yang diikuti dengan revisi, (2) uji coba pengembangan (developmental testing).

Tujuan tahap pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bentuk akhir perangkat pembelajaran bahan ajar berbasis multimedia interaktif setelah melalui revisi berdasarkan masukan para pakar ahli/praktisi dan data hasil ujicoba. Langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:

Uji Pengembangan dan Penerapan Validasi Ahli

Pengembangan

40

a. Validasi ahli/praktisi (expert appraisal)

“expert appraisal is a technique for obtaining suggestions for the improvement of the material.” Penilaian para ahli/praktisi terhadap perangkat pembelajaran mencakup:

format, bahasa, ilustrasi dan isi. Berdasarkan masukan dari para ahli, materi pembelajaran di revisi untuk membuatnya lebih tepat, efektif, mudah digunakan, dan memiliki kualitas teknik yang tinggi.

Ahli yang akan menjadi validator yakni ahli media dan ahli materi, ahli media dari dosen universitas muhammadiyah makassar, dan ahli materi yaitu pendidik mata pelajaran IPA di SMP Negeri 13 Makassar yang menjadi sasaran penelitian pengembangan.

b. Uji coba pengembangan (developmental testing)

ujicoba, revisi dan ujicoba kembali terus dilakukan hingga diperoleh perangkat yang konsisten dan efektif. Ujicoba lapangan dilakukan untuk memperoleh masukan langsung berupa respon, reaksi, komentar peserta didik, dan para pengamat terhadap perangkat pembelajaran yang telah disusun. Adapun untuk ujicoba melibatkan peserta didik satu kelas yang terdiri dari 30-35 siswa.

Dokumen terkait