• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

Bagan 3.3 Prosedur Pengembangan Prototipe

melalui Media Komik untuk Kelas III SD

perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui media komik untuk kelas III SD

Tahap I Potensi dan

Masalah

 Wawancara tidak terstruktur.

 Pembagian lembar kuesioner prapenelitian Tahap II

Pengumpulan data

 Mengkaji KD dan mengembangkan indikator mengenai perkalian dan pembagian bilangan bulat serta pelajaran yang terintegrasi pada Kurikulum 2013 tema 3 subtema 3 kelas III

Menyusun RPP pembelajaran 1.

 Membuat tokoh komik dan sketsa gambar serta dialog percakapan.

Konsultasi dan revisi.

 Pembuatan kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, kepustakaan dan tentang penulis.

Tahap III Desain Produk

 Prototipe divalidasi oleh dosen Matematika, seni rupa dan guru kelas III SD.

Tahap IV Validasi

Desain

Perbaikan prototipe sesuai saran validator.

 Uji coba produk pada peserta didik kelas III SD Tahap V

Revisi Desain

Tahap VI Uji Coba Produk

 Potensi: (1) pembelajaran tematik Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas 3, tema 3, subtema 3, (2) Materi Matematika membahas tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, sedangkan materi Bahasa Indonesia berkaitan

dengan membaca tentang “perubahan musim”.

 Masalah: (1) 80% peserta didik mengalami kesulitan memahami bilangan bulat dan perkalian, (2) 68% peserta didik mengalami kesulitan memahami pembagian.

Tahap VII

1. Potensi dan Masalah

Langkah pertama yang peneliti lakukan adalah mengidentifikasi masalah yang ada di SD Negeri Tegalrejo 2. Peneliti menemukan potensi masalah melalui wawancara kepada wali kelas IIIB setelah melakukan pembelajaran Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat. Untuk memperkuat potensi masalah yang ada peneliti melakukan pengumpulan informasi lebih lanjut.

2. Pengumpulan Data

Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengumpulkan lembar kuesioner yang telah dibagikan kepada 25 peserta didik kelas III di SD Negeri Tegalrejo 2. Lembar kuesioner analisis kebutuhan berisi 24 pernyataan berkaitan dengan kesulitan Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat dan media pembelajaran. Lembar kuesioner digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui bentuk perencanaan media pembelajaran yang akan dibuat sehingga prototipe yang dihasilkan dapat membantu mengembangkan minat peserta didik mempelajari Matematika terutama perkalian dan pembagian bilangan bulat.

3. Desain Produk

Pada tahap ini, peneliti mempelajari kurikulum 2013 tema 3 perubahan di alam subtema 3 perubahan musim kelas III SD karena prototipe yang dibuat mengimplementasikan kurikulum 2013 yang berhubungan dengan Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat serta Bahasa Indonesia. Setelah itu, peneliti menyusun RPP pembelajaran 1 tentang materi bilangan bulat dan membuat tokoh komik serta sketsa gambar lalu dialog percakapan.

4. Validasi Desain

Prototipe rancangan pembelajaran Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui komik divalidasi oleh dosen Matematika, dosen seni rupa dan guru kelas III. Validasi prototipe bertujuan untuk mendapatkan kritik dan saran serta penilaian prototipe yang dikembangkan dari dosen dan guru. Melalui kritik dan saran maka peneliti dapat menentukan kelebihan dan kekurangan dari prototipe yang dikembangkan.

5. Revisi Desain

Revisi desain dilakukan setelah mendapatkan kritik dan saran dari dosen Matematika, dosen seni rupa dan guru kelas III. Hasil kritik dan saran dari dosen dan guru menjadi landasan bagi peneliti dalam memperbaiki kekurangan dari prototipe rancangan pembelajaran Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui komik menjadi lebih baik dan mudah dipahami oleh peserta didik kelas III.

6. Uji Coba Produk

Produk yang sudah divalidasi kemudian diujicobakan kepada peserta didik kelas IIIB SD Negeri Tegalrejo 2. Implementasi produk ini bertujuan untuk meyakinkan peneliti bahwa produk yang telah dibuat efektif dan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

7. Revisi Produk

Produk yang sudah diujicobakan kepada peserta didik kelas IIIB SD Negeri Tegalrejo 2 kemudian direvisi kembali sesuai saran dari dosen.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan suatu hal yang penting dalam penelitian karena teknik pengumpulan data ini merupakan strategi atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan seperti bahan- bahan, keterangan, kenyataan dan informasi yang dapat dipercaya (Widoyoko, 2015: 33).

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ada tiga macam yaitu wawancara tidak terstruktur, angket berupa kuesioner pra penelitian dan penilaian diri berupa refleksi dan terakhir adalah tes.

1. Wawancara

Wawancara merupakan suatu proses tanya jawab atau dialog secara lisan antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai dengan tujuan memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh peneliti (Widoyoko, 2015: 40). Wawancara merupakan cara pengumpulan data yang langsung dari sumbernya tentang berbagai gejala sosial, baik yang terpendam maupun tampak.

Wawancara merupakan alat yang sangat baik untuk mengetahui tanggapan, pendapat, keyakinan, perasaan, motivasi, serta proyeksi seseorang terhadap masa depannya. Wawancara digunakan bila jumlah responden relatif sedikit.

Wawancara dalam penelitian ini adalah jenis wawancara tidak terstruktur (Unstructured Interview). Wawancara tidak terstruktur atau terbuka merupakan wawancara bebas, yaitu pewawancara tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya (Widoyoko, 2015: 44).

2. Angket

Angket atau kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat respon sesuai dengan permintaan penggunanya (Widoyoko, 2015: 33). Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur atau apa yang bisa diharapkan dari responden.

Jenis angket menurut Widoyoko (2015: 36) dibagi menjadi dua yaitu: 1) jenis angket dipandang dari cara menjawab yaitu angket terbuka dan angket tertutup. Angket terbuka merupakan angket yang bisa dijawab secara bebas oleh responden sedangkan angket tertutup merupakan angket yang jumlah item dan alternatif jawaban maupun responnya sudah ditentukan sehingga responden tinggal memilih pilihan jawaban. 2) jenis angket dipandang dari jawaban yang diberikan yaitu: angket langsung dan tidak langsung. Angket langsung adalah angket dimana responden memberi respon tentang keadaan dirinya sendiri sedangkan angket tidak langsung adalah responden memberi respon tentang keadaan orang lain. Penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner jenis angket tertutup dan angket langsung, angket tertutup ini berupa kuesioner pra penelitian yang digunakan untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik dan keinginan terhadap dikembangkannya media belajar berupa komik. Angket langsung berupa refleksi yang diisi oleh peserta didik setelah pembelajaran menggunakan komik.

3. Tes

Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek yang dapat berupa keterampilan, pengetahuan, bakat dan minat per individu maupun kelompok (Widoyoko, 2015: 50). Pengukuran tes pada penelitian ini adalah tes prestasi. Tes prestasi merupakan tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian maupun kompetensi seseorang setelah mempelajari sesuatu. Tes prestasi pada penelitian ini mengacu pada penguasaan materi bilangan bulat yang telah dipelajari menggunakan RPP dan komik pembelajaran 1. Tes pada penelitian ini dapat dilihat pada Lembar Kerja Siswa yang berisi 5 soal bilangan bulat.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran (Widoyoko, 2015: 51). Berikut instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini:

1. Instrumen Pedoman Wawancara

Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur yang bersumber pada wali kelas IIIB SD N Tegalrejo 2. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika dan pengalaman penggunaan media pembelajaran. Berikut tabel wawancara tidak terstruktur pada penelitian ini:

Tabel 3.1 Pertanyaan Wawancara Tidak Terstruktur

No Pertanyaan

1. Apakah terdapat materi pada pelajaran Matematika yang masih sulit dipahami oleh

peserta didik?

2. Berapa jumlah peserta didik yang mencapai dan tidak mencapai KKM?

3. Berapa KMM pada mata pelajaran Matematika?

4. Apakah Ibu pernah menggunakan media gambar sebagai media pembelajaran pada mata

pelajaran Matematika?

2. Instrumen prapenelitian untuk peserta didik

Peneliti menyusun instrumen prapenelitian untuk peserta didik bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta didik terhadap materi perkalian dan pembagian bilangan bulat serta minat peserta didik dalam pembelajaran Matematika menggunakan media komik. Penyusunan kisi-kisi diawali dengan menentukan tiga aspek, yaitu (1) mengenai Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat, (2) minat berupa rasa senang dan perhatian peserta didik dan (3) mengenai media komik.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Prapenelitian untuk Peserta didik

No Aspek Indikator Pernyataan

1. Perkalian dan

pembagian bilangan bulat

Perkalian dan pembagian bilangan bulat

1. Saya menyukai pelajaran

Matematika

2. Saya mengalami kesulitan pada

mata pelajaran Matematika

3. Saya mengalami kesulitan untuk

menentukan bilangan bulat

4. Saya mengalami kesulitan untuk

menentukan perkalian

5. Saya mengalami kesulitan untuk

menentukan pembagian

6. Saya mendapat nilai di atas

KKM pada materi perkalian dan pembagian bilangan bulat

2 Minat - Senang: tidak mengeluh

atau bersemangat saat mengerjakan tugas

- Perhatian: menyimak atau

memperhatikan penjelasan

7. Saya mengeluh saat

mengerjakan soal tentang

perkalian dan pembagian

bilangan bulat

8. Saya bersemangat mengerjakan

soal tentang perkalian dan

pembagian bilangan bulat

9. Saya menyimak penjelasan guru

bilangan bulat

10. Saya memperhatikan saat guru

menjelaskan mengenai perkalian dan pembagian bilangan bulat

11. Saya ingin mempelajari

perkalian dan pembagian

bilangan bulat dengan sungguh- sungguh

12. Saya memiliki inisiatif untuk

belajar perkalian dan pembagian bilangan bulat

13. Tidak ada pemaksaan bagi saya untuk belajar perkalian dan pembagian bilangan bulat

14. Saya tertarik untuk belajar

perkalian dan pembagian

bilangan bulat

15. Saya terdorong untuk

mempelajari soal-soal perkalian dan pembagian bilangan bulat

16. Saya merasa senang

mengerjakan soal perkalian dan pembagian bilangan bulat

17. Saya memiliki kesadaran untuk

mengerjakan soal-soal tentang perkalian dan pembagian untuk menambah pemahaman

3 Komik - Cerita: berisi alur cerita

yang membantu pembaca untuk memahami isi cerita

- Gambar: mewakili isi

cerita

18. Saya menyukai buku

bergambar/komik

19. Buku bergambar/komik

membuat saya tertarik untuk membaca

20. Saya lebih senang belajar dengan

banyak gambar

21. Saya lebih senang belajar dengan

banyak tulisan

cerita tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat

23. Saya menginginkan adanya

gambar tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat

24. Saya menginginkan adanya buku

cerita bergambar yaitu komik

Setelah menentukan tiga aspek, peneliti mengembangkan 24 pernyataan

dan diberi pilihan “ya” dan “tidak” sehingga menjadi kuesioner prapenelitian yang

mudah dipahami oleh peserta didik. Bentuk instrumen prapenelitian untuk peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3 Instrumen Prapenelitian untuk Peserta didik

NO PERNYATAAN Ya Tidak

1 Saya menyukai pelajaran Matematika

2 Saya mengalami kesulitan pada mata pelajaran Matematika

3 Saya mengalami kesulitan untuk menentukan bilangan bulat

4 Saya mengalami kesulitan untuk menentukan perkalian

5 Saya mengalami kesulitan untuk menentukan pembagian

6 Saya mendapat nilai di atas KKM pada materi perkalian dan

pembagian bilangan bulat

7 Saya mengeluh saat mengerjakan soal tentang perkalian dan

pembagian bilangan bulat

8 Saya bersemangat mengerjakan soal tentang perkalian dan

pembagian bilangan bulat

9 Saya menyimak penjelasan guru tentang perkalian dan

pembagian bilangan bulat

10 Saya memperhatikan saat guru menjelaskan mengenai perkalian

dan pembagian bilangan bulat 11

bulat dengan sungguh-sungguh

12 Saya memiliki inisiatif untuk belajar perkalian dan pembagian

bilangan bulat

13 Tidak ada pemaksaan bagi saya untuk belajar perkalian dan

pembagian bilangan bulat

14 Saya tertarik untuk belajar perkalian dan pembagian bilangan

bulat

15 Saya terdorong untuk mempelajari soal-soal perkalian dan

pembagian bilangan bulat

16 Saya merasa senang mengerjakan soal perkalian dan pembagian

bilangan bulat

17 Saya saya memiliki kesadaran untuk mengerjakan soal-soal

tentang perkalian dan pembagian untuk menambah pemahaman

18 Saya menyukai buku bergambar/ komik

19 Buku bergambar/ komik membuat saya tertarik untuk membaca

20 Saya lebih senang belajar dengan banyak gambar

21 Saya lebih senang belajar dengan banyak tulisan

22 Saya menginginkan adanya cerita tentang perkalian dan

pembagian bilangan bulat

23 Saya menginginkan adanya gambar tentang perkalian dan

pembagian bilangan bulat

24 Saya menginginkan adanya buku cerita bergambar yaitu komik

3. Instrumen Validasi Produk

Peneliti menyusun instrumen validasi prototipe yang akan digunakan oleh dosen (validator) untuk menilai kualitas prototipe rancangan pembelajaran materi perkalian dan pembagian bilangan bulat untuk kelas III SD. Instrumen validasi terdiri dari empat aspek, yaitu (1) sistematika penyajian buku, (2) Isi prototipe, (3) bahasa, (4) pemilihan media dan sumber pembelajaran. Keempat aspek tersebut dikembangkan menjadi sepuluh pernyataan yang penilaiannya dengan cara menuliskan nilai/skor pada kolom skor dan memberikan kritik serta saran pada kolom saran. Kriteria penilaian ada 4 skor, yaitu 4=sangat baik, 3=baik, 2=cukup, dan 1=kurang.

Tabel 3.4 Rubrik Penilaian Validator

NO Komponen yang dinilai

Skor

Komentar

1 2 3 4

SISTEMATIKA PENYAJIAN BUKU

1 Judul komik sesuai dengan isi dari

prototipe yang dikembangkan

2. Kata pengantar dalam prototipe

menjelaskan tentang tujuan dan manfaat komik

3 Pendahuluan menjelaskan tentang isi

prototipe

4 Daftar isi menunjukkan informasi

yang ada dalam prototipe yang dikembangkan

5 Isi prototipe memuat:

Bagian 1 berisi RPP yang sesuai

dengan Tema 3 Subtema 3

pembelajaran 1 dan komik berjudul

“Ayo Mengenal Bilangan Bulat melalui Musim Kemarau”

6 Isi prototipe memuat:

Bagian 2 berisi RPP yang sesuai

dengan Tema 3 Subtema 3

pembelajaran 3 dan komik berjudul

“Ayo Mengenal Perkalian melalui Empat Musim”

7 Isi prototipe memuat:

Bagian 3 berisi RPP yang sesuai

dengan Tema 3 Subtema 3

pembelajaran 5 dan komik berjudul

“Ayo Mengenal Pembagian melalui

Tingkah Laku Hewan”

8 Kepustakaan sesuai dengan sumber

yang digunakan sebagai referensi dalam prototipe

komik yang dikembangkan

ISI PROTOTIPE

1 Bagian 1 berisi tentang RPP dan

komik “Ayo Mengenal Bilangan Bulat melalui Musim Kemarau” yang

sesuai dengan Tema 3 Perubahan di Alam, Subtema 3 Perubahan Musim, Pembelajaran 1

2 Bagian 2 berisi tentang RPP dan

komik “Ayo Mengenal Perkalian melalui Empat Musim” yang sesuai

dengan Tema 3 Perubahan di Alam,

Subtema 3 Perubahan Musim,

Pembelajaran 3

3 Bagian 3 berisi tentang RPP dan

komik “Ayo Mengenal Pembagian

melalui Tingkah Laku Hewan” yang sesuai dengan Tema 3 Perubahan di Alam, Subtema 3 Perubahan Musim, Pembelajaran 5

4 Materi pembelajaran dan komik

tentang bilangan bulat jelas dan mudah dipahami

5 Materi pembelajaran dan komik

tentang perkalian jelas dan mudah dipahami

6 Materi pembelajaran dan komik

tentang pembagian jelas dan mudah dipahami

BAHASA

1 Bahasa sesuai dengan kaidah

penulisan yang baik dan benar

2 Susunan kalimat dapat dipahami oleh

guru maupun peserta didik

PEMILIHAN MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN

tujuan pembelajaran

2 Kesesuaian media komik dengan

materi pembelajaran

3 Komponen dalam pengembangan

media komik lengkap (KI, KD, Indikator, Tujuan)

4. Instrumen Uji Coba Prototipe berupa Refleksi

Peneliti menyusun instrumen uji coba prototipe berupa refleksi untuk peserta didik. Instrumen uji coba prototipe diisi oleh peserta didik kelas III Sekolah Dasar setelah menggunakan prototipe komik tentang bilangan bulat. Penyusunan refleksi dibuat berdasarkan kisi-kisi yang disusun dalam tiga aspek yang terdapat pada instrumen kuesioner pra penelitian, yaitu: 1) Bilangan bulat, 2) Minat dan 3) Komik. Peneliti mengembangkan enam pernyataan yang diberi alternatif jawaban “ya” dan “tidak” untuk diisi peserta didik kelas III. Berikut instrumen uji coba prototipe berupa refleksi untuk peserta didik.

Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen Refleksi

No Aspek Indikator Nomer Pernyataan

1 Perkalian dan

pembagian bilangan bulat

Bilangan bulat 3, 5

2 Minat a. Senang: tidak mengeluh atau

bersemangat saat mengerjakan tugas

b. Perhatian: menyimak atau

memperhatikan penjelasan

1, 2, 4

3 Komik a. Cerita: berisi alur cerita yang membantu

pembaca untuk memahami isi cerita

b. Gambar: mewakili isi cerita

6

Tabel 3.6 Instrumen Uji Coba Prototipe Berupa Refleksi untuk Peserta didik

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya menyukai gambar yang terdapat pada komik

Matematika “Ayo Mengenal Bilangan Bulat melalui

Musim Kemarau”

Mengenal Bilangan Bulat melalui Musim Kemarau”

3. Saya memahami konsep bilangan bulat melalui komik

Matematika “Ayo Mengenal Bilangan Bulat melalui

Musim Kemarau”

4. Saya bersemangat mengerjakan soal materi bilangan

bulat dengan membaca komik Matematika “Ayo

Mengenal Bilangan Bulat melalui Musim Kemarau”

5 Saya dapat mengerjakan soal materi bilangan bulat

dengan membaca komik Matematika “Ayo Mengenal

Bilangan Bulat melalui Musim Kemarau”

6. Saya menyukai media pembelajaran komik untuk

memahami konsep Matematika

5. Instrumen Soal Tes

Instrumen soal tes yang digunakan pada penelitian ini berupa tes latihan pada RPP pembelajaran 1 mengenai bilangan bulat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan komuk sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman peserta didik yang dilihat pada peningkatan nilai. Tes pada Lembar Kerja Siswa ini berisikan 5 soal Matematika yang terkait dengan operasi hitung bilangan bulat. Berikut kisi-kisi soal tes:

Tabel 3.7 Kisi-kisi Soal Tes

KD Indikator Materi Bentuk Soal Nomer

Soal

4.2 Merumuskan dengan kalimat sendiri, membuat model Matematika, dan

memilih strategi yang

efektif dalam

memecahkan masalah

nyata sehari-hari yang

berkaitan dengan

penjumlahan,

pengurangan, perkalian,

pembagian bilangan bulat,

waktu, panjang, berat

benda, dan uang, serta

memeriksa kebenaran jawabannya. 4.2.1 Menuliskan bilangan bulat melalui tugas individu dengan tepat.

Bilangan bulat Tes tertulis 1, 2, 3, 4

F. Teknik Analisis Data

Data penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan penjelasan sebagai berikut.

1. Data Kualitatif

Data kualitatif berupa komentar pada validasi prototipe yang dikemukakan oleh dosen Matematika, dosen seni rupa dan guru kelas III. Jumlah item pada lembar validasi prototipe tersebut adalah duapuluh item. Data dianalisis sebagai pedoman untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan prototipe yang diujicobakan. Selain itu, data kualitatif lainnya adalah dari refleksi peserta didik setelah menggunakan prototipe media pembelajaran komik Matematika bilangan bulat. Data dianalisis sebagai pedoman untuk mengetahui pemahaman peserta didik setelah menggunakan prototipe.

2. Data Kuantitatif

Data kuantitatif pada penelitian ini berupa skor penilaian dari hasil validasi prototipe oleh dosen Matematika, dosen seni rupa dan guru kelas III dan hasil pengerjaan lembar kerja yang dilakukan oleh peserta didik. Data dianalisis sebagai dasar dari kuesioner diubah menjadi data interval. Skala yang peneliti susun dalam bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh pilihan respon yang menunjukkan tingkatan. Skala penilaian terhadap pengembangan prototipe adalah sangat baik (4), baik (3), tidak baik (2), dan sangat tidak baik (1). Pilihan respon skala empat mempunyai variabilitas respon lebih baik atau lebih lengkap dibandingkan skala tiga dan skala lima. Selain itu, tidak ada peluang untuk responden bersikap netral/cukup/ragu-ragu sehingga memaksa responden untuk menentukan nilai terhadap pernyataan dalam instrumen (Widoyoko, 2015:104). Penyusunan tabel klasifikasi menggunakan aturan yang sama dengan dasar jumlah responden, yaitu dicari skor tertinggi, skor terendah, jumlah kelas, dan jarak interval.

Skor tertinggi = 4 Skor terendah = 1 Jumlah kelas = 4

Jarak interval = (4-1)/4 = 0,75

Tabel 3.8 Tabel Klasifikasi Skor Skala Empat

Rentang Skor Jawaban Klasifikasi

3.25 s/d 4 Sangat Baik

2.5 s/d 3.25 Baik

1.75 s/d 2.5 Cukup

1.0 s/d 1.75 Kurang

Hasil dari perhitungan skor validasi yang dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif menjadi data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang telah tertera pada tabel klasifikasi skor skala empat.

Skor validasi prototipe apabila klasifikasinya sangat baik, maka prototipe yang akan diujicobakan sangat layak untuk diteliti, apabila skor validasi prototipe dengan klasifikasi baik, maka prototipe yang akan diujicobakan layak untuk diteliti dan menerima saran dan kritik dari validator. Skor validasi prototipe apabila klasifikasinya cukup, maka prototipe akan diperbaiki kembali sesuai saran dan kritik dari validator sebelum diujicobakan sedangkan jika skor validasi prototipe mendapatkan klasifikasi kurang, prototipe harus membuat ulang dan kembali divalidasi oleh validator sebelum diujicobakan.

63

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini peneliti akan menguraikan hasil penelitian yang berisi tentang: (1) langkah-langkah pengembangan prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui media komik untuk kelas III SD, (2) deskripsi kualitas prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui media komik untuk kelas III SD. Pembahasan dari hasil berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan diuraikan sebagai berikut.

A. Hasil Penelitian

1. Langkah-langkah Pengembangan Prototipe Rancangan Pembelajaran Tematik Matematika materi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat melalui Media Komik untuk Kelas III SD

Prototipe rancangan pembelajaran Matematika materi perkalian dan pembagian bilangan bulat melalui media komik disusun berdasarkan tujuh tahapan dari 10 langkah penelitian Borg dan Gall (dalam Sugiyono, 2012: 298). Langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

a. Potensi dan Masalah

Potensi yang peneliti lihat dalam penelitian ini adalah pembelajaran tematik Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas 3, tema 3, subtema 3. Materi Matematika membahas tentang perkalian dan pembagian bilangan bulat, sedangkan materi Bahasa Indonesia berkaitan dengan membaca tentang

“perubahan musim”.

Masalah yang peneliti dapatkan melalui data kuesioner kepada 25 peserta didik bahwa 80% peserta didik mengalami kesulitan memahami bilangan bulat dan perkalian, 68% peserta didik mengalami kesulitan memahami pembagian.

b. Pengumpulan Data

Pada bulan September 2016, peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur kepada 4 guru kelas III di empat Sekolah Dasar yang berbeda. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, empat guru menyatakan bahwa materi perkalian dan pembagian masih sulit dipahami oleh peserta didik. Salah satu guru kelas III B di SD Negeri Tegalrejo 2 menyatakan bahwa kelas III yang berjumlah 25 peserta

Dokumen terkait