BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Prosedur Pengumpulan Data Dan Instrumen
Dalam memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan untuk penelitian, peneliti memerlukan suatu prosedur dalam pengumpulan data. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik-teknik yang dapat membantu peneliti mendapatkan data yang akurat dari sumbernya.Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utamanya untuk mendapatkan data.87 Dengan demikian teknik pengumpulan data sangat penting digunakan oleh peneliti. Jika peneliti tidak menggunakan teknik penelitian dalam menggali informasi dan data, maka peneliti akan mengalami kesulitan.
Dalam proses pengumpulan data maka peneliti tidak akan terlepas dari penggunaan teknik pengumpulan dan instrument penelitian. Instrumen penelitian merupakan alat yang akan digunakan dalam proses pengumpulan data bersama dengan teknik pengumpukan data yang digunakan. Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan instrument kunci atau key instrument.
Sugiyono berpendapat tentang peneliti sebagai key instrument adalah posisi peneliti sebagai kunci utama instrument penelitian dikarenakan peneliti berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.88 Penjelasan tersebut menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif segala bentuk proses dalam penelitian kualitatif baik itu masalah yang dicari, fokus masalah, objeknya, sumber data, temuan dan hasil kesemuanya itu belum jelas sebelum peneliti terjun langsung kelapangan sehingga penelitilah bertindak sebagai intrumen utamanya. Dengan demikian pelaku dan yang bertindak sebagai konselor adalah peneliti sendiri. Dalam hal ini peneliti sebagai konselor dalam melakukan pembinaan rumah tangga akan bekerja sama dengan pihak KUA Kecamatan Medan Kota.
2. Teknik Pengumpulan Data
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya serta mempertimbangkan bentuk atau jenis penelitian yang digunakan, maka pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara-cara sebegai berikut.
a. Observasi
Observasi adalah melakukan pengamatan lansung pada obyek yang diteliti atau dapat dirumuskan sebagai proses pencatatan pola prilaku subyek (orang), obyek (benda) atau kejadian sistematik, tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. Metode ini dilakukan tanpa perlu memberikan pertanyaan kepada responden. Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung dengan hal-hal yang terkait dengan prinsip-prinsip bimbingan konseling Islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Peneliti melakukan pengamatan baik di lingkungan V Kelurahan Teladan Timur dan mencatat prilaku subjek penetian yang terkait dengan masalah yang diteliti. Setelah peneliti melakukan pengamatan terhadap subjek yang berkaitan dengan permasalahan penelitian dengan berusaha mengumpulkan data dari fenomena yang telah muncul,
88 Ibid, h. 306.
kemudian peneliti memberikan penafsiran terhadap data yang diperoleh dengan menghubungkan data yang telah dikumpulkan dari sumber utama atau data primer dalam pengumpulan data. Observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Observasi juga dilaksanakan untuk menilai tingkat akurasi data yang disampaikan oleh setiap unit informan mengenai prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah.
b. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud untuk mendapatkan sebuah informasi tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian yakni mengenai prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Sesuai dengan jenisnya peneliti memakai jenis wawancara, yaitu:
1. Wawancara berstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan telah disusun sebelumnya. Wawancara ini dilaksanakan dengan mempersiapkan terlebih dahulu daftar pertanyaan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Instrument wawancara ini disusun berdasarkan uraian teori yang berkaitan dengan prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah. Wawancara berstruktur pertama sekali dilaksanakan dengan informan kunci yaitu Kepala KUA Kecamatan Medan Kota, Kepala Lingkungan V Teladan Timur, dan masyarakat lingkungan V Teladan Timur. Kemudian hasil wawancara dengan informan kunci akan mengarahkan pertanyaan-pertanyaan kepada informan-informan lainnya. Data wawancara berstruktur akan dikumpulkan sebagai data primer yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis data.
2. Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara lebih luas dan leluasa tanpa terikat oleh susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya, biasanya pertanyaan muncul secara spontan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi ketika melakukan wawancara. Pertanyaan yang muncul secara spontan tersebut adalah pertanyaan yang berkaitan dengan perkembangan dan pengkondisian hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang hasil wawancara pada wawancara berstruktur mengenai prinsip-prinsip bimbingan konseling Islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Dengan teknik ini diharapkan terjadi komunikasi langsung, luwes dan fleksibel serta terbuka, sehingga informasi yang didapat lebih banyak dan luas.
3. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan kegiatan penelitian dengan mengamati berbagai dokumen yang berkaitan dengan topik dan tujuan penelitian yaitu prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Teknik ini sering disebut juga observasi historis. Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen yang diperoleh kemudian dianalisis (diuraikan), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumen tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumen yang dilaporkan dalam penelitian, tetapi adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut. Tentu saja dalam hal ini studi dokumentasi yang dilakukan adalah berkaitan dengan pelaksanaan prinsip-prinsip bimbingan konseling islami dalam membina rumah tangga sakinah di Kecamatan Medan Kota Lingkungan V Kelurahan Teladan Timur. Dokumen-dokumen baik berupa dokumen tulisan, tabel, dan gambar
dikumpulkan dan kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan permasalahan penelitian.