METODE PENELITIAN
E. Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah tahapan yang dilakukan untuk memperoleh dan
mengumpulkan data penelitian yang dilakukan secara teratur, tertib, dan baku (Utama
& Mahadewi, 2012). Tiga hal pokok dalam teknik pengumpulan data , yaitu: 1) jenis
data yang digunakan; 2) cara pengumpulan data; dan 3) sumber data (Riense & Abdi,
2009). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Jenis data
Jenis data yang diambil dalam penelitian merupakan hal penting dalam
pelaksanaan penelitian. Hal ini terkait dengan jaminan akan keterbukaan dalam
memperoleh data dan berkaitan dengan kemungkinan adanya pengujian ulang
oleh peneliti lain sehingga mudah dilakukan pengulangan penelitian (Riense &
Abdi, 2009). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu: a)
Data primer, data ini merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama atau
sumber asli. Data ini adalah data mentah yang nantinya akan diproses untuk
mencapai tujuan penelitian yang telah disusun (Rianse & Abdi, 2009). Sumber
data primer adalah dari yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui angket; b)
Data sekunder, data ini merupakan data yang diambil dari sumber kedua atau
bukan dari sumber aslinya. Data ini bisa berbentuk data yang tersaji dalam
2. Cara pengumpulan data
Cara pengumpulan data dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data atau
keterangan yang benar, dapat dipercaya dalam penelitian. Untuk menjamin data yang
obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini
ada tiga, yaitu: a) Metode observasi (pengamatan). Observasi adalah alat pengumpul
data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik
gejala-gejala yang diselidiki (Rianse & Abdi, 2009). Observasi dilakukan oleh pengamat
dengan menggunakan alat mekanis berupa kamera dan alat perekam suara.; b) Metode
kuesioner (angket). Angket adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pernyataan
mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti (Rianse & Abdi, 2009).
Metode ini digunakan mengukur iklim kerja guru, pemanfaatan teknologi dan kualitas
pembelajaran.
3. Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang
diperoleh dari hasil pengisiaan angket dan data sekunder yang berasal dari informasi
sekolah yang bersangkutan dan Dinas Pendidikan Kota Palangka raya.
F. Definisi Peubah dan Pengukuran Peubah
Peubah penelitian adalah kondisi-kondisi yang oleh peneliti dimanipulasi,
dikontrol, atau diamati dalam suatu penelitian atau segala sesuatu yang dijadikan
sebagai obyek pengamatan penelitian (Rianse & Abdi, 2009). Sedangkan, Kuncoro
(2009) menjelaskan peubah penelitian sebagai suatu konsep yang dapat diasumsikan
Peubah berdasarkan konsepnya dikelompokan menjadi empat, yaitu 1) peubah
terikat (dependent variables) adalah peubah yang menjadi perhatian utama dalam
sebuah pengamatan; 2) peubah bebas (independent variables) adalah peubah yang
peubah-peubah yang dapat mempengaruhi perubahan dalam peubah terikat dan
mempunyai hubungan yang positif ataupun negatif bagi peubah terikat nantinya; 3)
peubah moderasi (moderating variables) adalah peubah yang mempunyai dampak
kontijensi (contingent effects) yang kuat pada hubungan peubah bebas dan peubah
terikat; dan 4) peubah sela/intervensi (intervening variables) adalah faktor-faktor yang
secara teori berpengaruh pada fenomena yang diamati tetapi tidak dapat dilihat,
diukur, atau dimanipulasi tetapi dampaknya dapat disimpulkan berdasarkan dampak
peubah terikat dan peubah moderasi terhadap fenomena yang diamati (Kuncoro,
2009). Pada penelitian ini peubah terikat atau peubah yang menjadi pusat perhatian
adalah kualitas pembelajaran. Namun, peubah bebasnya terdiri dari dua peubah, yaitu
iklim kerja dan teknologi pendidikan.
1. Iklim kerja (X1)
Iklim kerja yang di maksud dalam penelitian ini merupakan hal yang perlu
mendapatkan perhatian dari seorang manager pendidikan karena faktor tersebut
setidaknya ikut mempengaruhi tingkah laku guru, pegawai dan peserta didik.
2. Teknologi Pembelajaran (X2)
Teknologi pembelajaran merupakan upaya guru untuk meningkatkan kualitas
pembelajarannya dalam menggunakan teknologi ada pemahaman materi yang
dimaksudkan untuk peserta didik dapat tercapai dengan baik,
Kualitas Pembelajaran adalah nilai yang diberikan kepada seorang guru atas
hasil pembelajaranan yang diberikannya kepada siswa berdasarkan hasil
pembelajarannya selama mengajar.
Proses pengukuran peubah dapat digambarkan sebagai sederetan tahapan yang
saling berkaitan tentang bagaimana mengukur peubah yang diteliti yang dimulai
dengan 1) mengisolasi kejadian empiris; 2) mengembangkan konsep kepentingan
(concept of interest); 3) mendefinisikan konsep secara konstitutif dan operasional; 4)
mengembangkan skala pengukuran; 5) mengevaluasi skala pengukuran berdasarkan
reliabilitas dan validitasnya; dan 6) penggunan skala pengukuran (Kuncoro, 2007).
Definisi operasional adalah definisi berdasarkan bagaimana kita mengukur
Peubah. Pengukuran tersebut dapat berupa angka-angka atau sesuatu yang diamati
dari sesuatu yang didefinisikan (Nursalam, 2010). Definisi operasional memperinci
aturan pemetaan dan alat dimana peubah akan diukur dalam kenyataan (Kuncoro,
2009). Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Umur adalah rentang usia semenjak yang bersangkutan dilahirkan (tahun yang
disusun menjadi enam katagorik/skala ordinal);
2. Jenis kelamin adalah klasifikasi gender yang dikelompokan menjadi laki-laki
dan perempuan (skala katagorik);
3. Pendidikan terakhir adalah pendidikan yang diperoleh saat terakhir ditempuh
selama ini (skala ordinal dengan tiga pilihan jawaban);
4. Lama mengajar adalah lama mengajar diukur berdasarkan rentang tahun sejak
pertama kali mengajar (tahun yang diklasifikasikan menjadi enam
5. Dukungan adalah persepsi guru terhadap kepala sekolah terkait dengan
penghargaan prestasi, empati dan pemberian dorongan untuk selalu berkembang
(Skala linkert dengan 5 skala);
6. Persahabatan adalah persepsi guru terhadap rekan sejawatnya tentang saling
berbagi pendapat (Skala linkert dengan 5 skala);
7. Keintiman adalah perasaan saling berbagi, menghormati, dan toleransi semasa
kolega (Skala linkert dengan 5 skala);
8. Kooperatif adalah rasa saling membantu, rasa kebersamaan, dan kerjasama
antara kolega (Skala linkert dengan 5 skala);
9. ICT adalah penggunaan media computer, telepon dan fasimel untuk mendukung
kegiatan belajar-mengajar (Skala linkert dengan 5 skala);
10. Media cetak adalah penggunaan media cetak baik berupa buku ajar, modul,
koran, majalah, cerpen, foto, poster, grafik untuk mendukung kegiatan belajar
mengajar (Skala linkert dengan 5 skala);
11. Audio-visual adalah penggunaan media pembelajarn berupa radio, tape, slide
OHP, film, video dan television untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar
(Skala linkert dengan 5 skala);
12. Proses belajar adalah penilaian guru terhadap proses belajar di kelas beruapa
interkasi, kreativitas, pengalaman yang bervariasi dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa (Skala linkert dengan 5 skala);
13. Hasil belajar adalah yang diukur berdasarkan prestasi akademik, sikap dan
kemandirian siswa siswa (Skala linkert dengan 5 skala);
Definisi operasional diejawantahkan dalam dimensi serta indikator-indikator
yang membatasi istilah Peubah yang digunakan dalam penelitian ini. Indikator
digunakan dalam penelitian ini merupakan dasar pembuatan instrumen penelitian
akan tetapi intrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrument
yang diadopsi dari instrumen yang dikembangkan oleh Riduwan (2009).
Tabel 2. Kisi-kisi instrument angket iklim kerja guru
Dimensi Indikator Item Jenis
data
Sumber data
a. Supportive (Dukungan)
1. Menghargai prestasi 1-2 Primer Guru
2. Berempati 3 3. Memberikan dorongan terus menerus 4 b. Colegial (Persahabatan)
1. Saling berbagi pendapat 5 Primer Guru
2. Saling mempercayai 6
c. Intimate (keintiman)
1. Solidaritas 7 Primer Guru
2. Saling menghormati 8
3. Toleransi 9
4. Kooperatif 1. Saling membantu 10 Primer Guru
2. Kebersamaan 11
3. Kerja sama 12
Tabel 3. Kisi-kisi instrument angket teknologi pembelajaran
Dimensi Indikator Item Jenis
data Sumber data a. Information Comunication Tecnology (ICT)
1. Komputer 1-2 Primer &
sekunder Guru 2. Telepon 3 3. Faximel 4 b. Media cetak/ tulis
1. Buku teks 5 Primer &
sekunder
Guru
2. Modul, teks program 6
3. Majalah, jurnal, koran, cerpen
7 4. Foto, poster, gambar,
grafik.
8 c. audio visual 1. Radio, tape, slide,
OHP
9 Primer &
sekunder
Guru
Tabel 4. Kisi-kisi instrument angket kualitas pembelajaran
Dimensi Indikator Item Jenis
data
Sumber data
a. Proses belajar 1. Interaksi 1-2 Primer Guru
2. Kreativitas 3-4
3. Pengalaman bervariasi
5-6
b. Hasil belajar 1. Prestasi akademik 7-8 Primer &
sekunder
Guru
2. Sikap (perilaku) 9-10
3. Kemandirian 11