BAB III LAPORAN PRAKTIKUM
3.2 Penggerak Motor Induksi SPWM
3.2.3 Prosedur Percobaan
1. Set-up penggerak motor induksi
a. Penyetelan dasar
1. Lakukan Pengkabelan pada penggerak motor seperti pada (2.2).
2. Atur potensiometer pengatur kecepatan pada posisi maksimum CCW.
b. Penyetelan fungsi otomatis
1. Hidupkan jala-jala. Tekan tombol MON dan jika perlu tombol ▲ atau ▼sehingga ditampilkan AU1 kemudian ENT. Setel nilai dengan menggunakan tombol ▲ atau ▼ menjadi 0 kemudian tombol ENT. Ini berarti fungsi percepatan dan perlambatan berfungsi manual.
2. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil AU2 dan untuk mengatur nilai AU2 menjadi 0 tekan tombol ENT. Ini berarti penguatan momen putar (torque boosting) secara otomatis yang terjadi pada kecepatan rendah dinonaktifkan.
3. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil AU3 dan untuk mengatur nilai AU3 menjadi 0 tekan tombol ENT. Ini berarti fungsi parameter otomatis untuk motor 50 Hz dan 60 Hz dinonaktifkan.
c. Penyetelan fungsi dasar
1. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil CnOd dan untuk mengatur nilai CnOd menjadi 1 tekan tombol ENT. Ini berarti jenis komando gerak berasal dari internal.
2. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil FnOd dan untuk mengatur nilai FnOd menjadi 2 tekan tombol ENT. Ini berarti pengaturan kecepatan berasal dari potensiometer yang tersedia.
3. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil FH dan untuk mengatur nilai FH menjadi 50 tekan tombol ENT. Ini berarti frekuensi keluaran penggerak maksimum sebesar 50 Hz. 4. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil UL dan untuk
mengatur nilai UL menjadi 50 tekan tombol ENT. Ini berarti batas atas frekuensi keluaran penggerak sebesar 50 Hz. 5. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil LL dan untuk
mengatur nilai LL menjadi 0 tekan tombol ENT. Ini berarti batas bawah frekuensi keluaran penggerak sebesar 0 Hz. 6. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil uL dan untuk
mengatur nilai uL menjadi 50 tekan tombol ENT. Ini berarti frekuensi dasar motor (base frequency) sebesar 50 Hz.
7. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil Pt dan untuk mengatur nilai Pt menjadi 0 tekan tombol ENT. Ini berarti V/f konstan.
8. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil Fr dan untuk mengatur nilai Fr menjadi 0 tekan tombol ENT. Ini berarti arah putaran CW.
d. Penyetelan penguatan momen putar (voltage boosting) Fs.nom = 50 Hz nr.nom = 2820 rpm p = 2 ns.nom = 120 𝑝 . 𝑓𝑠, 𝑛𝑜𝑚 = 3000 rpm Snom = 𝑛𝑠,𝑛𝑜𝑚−𝑛𝑟,𝑛𝑜𝑚𝑛𝑠,𝑛𝑜𝑚 = 6% Fsl.nom = Snom x Fs.nom = 3 Hz Nsl. nom = Ns.nom – Nr. nom = 180 rpm
1. Matikan jala- jala. Rangakaikan untuk pengukuran arus fasa motor induksi multimeter digital.
2. Hidupkan jala-jala. Tekan tombol MON dan jika perlu tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil ACC kemudian tekan tombol ENT.
Atur nilainya menjadi 5 dengan menggunakan tombol atau kemudian tombol ENT. Ini berarti waktu untuk percepatan sebesar 5 detik.
3. Tekan tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil dEC kemudian tekan tombol ENT. Atur nilainya menjadi 5 dengan menggunakan tombol ▲ atau ▼ kemudian tombol ENT. Ini berarti waktu untuk perlambatan sebesar 5 detik.
4. Tekan tombol MON dua kali. Tampilan seven-segment akan menampilkan frekuensi yang disuplai ke stator motor.
5. Tekan tombol RUN dan atur potensiometer pengaturan kecepatan sampai pada tampilan seven-segment ditampilkan 0.8. Ini berarti frekuensi yang disuplaikan ke motor sebesar 0,8 Hz. Tentukan kecepatan putar rotor yang seharusnya nr.
fs = 0,8 Hz
ns = 120
𝑝 . fs = 48 rpm
fsl = fsl,nom (karena beban motor sebesar beban nominal) nsl = 120
𝑝 . fsl = 2.88 rpm
nr = ns - nsl = 54.12 rpm
6. Bebani motor pada beban nominal. Tekan tombol MON dan jika perlu tombol ▲ atau ▼ sehingga tampil uB kemudian tekan tombol ENT. Atur nilainya dengan menggunakan tombol ▲ atau ▼ dan ukur kecepatan puter motor dengan tachometer sampai kecepatan putarnya sama seperti nr pada (4.5). Tekan tombol ENT dan kembalikan potensiometer ke maksimum CCW. (uB = 12.5 %)
2. Tingkah laku pada operasi pengereman
Pengukuran waktu pengereman dan percepatan
1. Tekan tombol MON dua kali. Ditampilkan pada seven segment
2. Tekan tombol RUN dan operasikan motor pada kecepatan putar n = 2000 rpm dengan mengatur potensiometer pengatur kecepatan. 3. Setelah motor mencapai kecepatan yang diinginkan tekan tombol
STOP. Jika motor sudah berhenti tekan kembali tombol RUN. 4. Gambarkan pada diagram berikut waktu percepatan demikian juga
pengereman .
5. Alur waktu percepatan dan pengereman sebesar 20 detik.
6. Tampilkan tampilan frekuensi stator motor pada penggerak dan ulangi prosedur (1.2) dan (1.3). Gambarkan pada diagram dalam prosedur (1.4) dengan garis putus-putus.
Analisa
Saat tombol run ditekan terdapat rise time sampai motor berada di keadaan kecepatan maksimum sama halnya dengan tombol stop ditekan
yang terjadi adalah fall time hingga motor berhenti berputar. Besarnya fall time dan rise time ditentukan oleh pengaturan nilai ACC dan DEC.
3. Tingkah laku pada operasi pembalikan putaran
1. Tekan tombol MON dan jika perlu tombol ▲ atau ▼ sehingga tampilan Fr kemudian setel nilainya menjadi 1 untuk putaran balik. 2. Ubah waktu percepatan dan pengereman menjadi 5 detik. Kemudian
ubah arah putaran motor.
Analisa
Ketika motor di ubah arah putarannya, perubahan waktu perlambatan dan percepatan tidak begitu signifikan. Pada perlambatan saja terjadi perubahan yang cukup besar, kira-kira 1 detik.
4. Tegangan dan arus jala-jala saat operasi dengan tanpa beban
1. Rangkaikan Rukur pada netral jala-jala dan operasikan motor pada kecepatan n = 2000rpm.
3. Ukur bentuk gelombang arus jala-jala dengan fasa yang benar terhadap VL1N.
IL1N = 1.40 A
4. Ukur arus motor dengan multi-meter digital dan bebani motor sedemikian rupa sehingga:
5. Ukur arus jala-jala dengan osiloskop dengan fasa yang benar terhadap VL1N.
IL1N = 1,51 A
Analisa
Saat beban motor semakin besar, arus di jala-jala semakin besar begitupun sebaliknya ketika beban diperkecil lalu tidak diberikan beban, maka arus di jala-jala akan semakin kecil. Dapat disimpulkan bahwa arus sama dengan pembebanan pada motor.
5. Tegangan antar fasa, arus fasa dan tegangan fasa beban saat beban resistor sama besar dan terhubung Y
1. Ganti beban motor dengan beban yang terdiri atas 3 buah resistor sama besar dan terhubung Y.
2. Ukur bentuk gelombang VUV dengan osiloskop.
3. Ukur bentuk gelombang tegangan fasa beban VU dengan osiloskop. Sebelum
4. Ukur bentuk gelombang arus fasa beban Iu dengan osiloskop.
Analisa
Terdapat perbedaan antara tegangan fasa pada beban resistor dan beban motor yaitu bentuk gelombang arus pada beban resistor terjadi
noise. Beban resistor mengalami perubahan arus akan terjadi secara
tiba-tiba mengikuti dengan perubahan tegangan. Dapat dilihat juga dengan perbandingan sebelum diberi beban dan sesudahnya.
Pada arus, semakin besar beban maka semakin besar peningkatan arus. Jika motor membutuhkan torsi yang besar, maka dibutuhkan arus yang besar pula.
6. Tegangan antar fasa, arus fasa motor saat motor dengan beban
1. Operasikan dengan beban sehingga Imotor = 0,8 . Inom pada kecepatan n = 2000 rpm.
2. Ukur bentuk gelombang vuv dengan osiloskop.
Analisa
Pada grafik tegangan terjadi banyaknya noise dikarenakan motor diberi beban. Arus pun semakin melonjak dikarenakan torsi yang cukup besar, sama seperti analisa pada praktikum sebelumnya.