BAB IV PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
4.3.1 Prosedur Permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Pemahaman wajib pajak masih kurang dalam permohonan pendaftaran NPWP, terutama wajib pajak yang identitasnya berada di daerah luar Batam. Wajib pajak yang memiliki identitas di daerah luar Batam seharusnya mengurus kartu NPWP dengan mendaftarkan diri pada KPP sesuai dengan identitas yang dimiliki, pada tahun sebelumnya wajib pajak harus melakukan pendaftaran sesuai dengan identitas, kemudian KPP Pratama Batam memberi keringanan kepada wajib pajak dengan cara memberikan alamat KPP sesuai dengan KTP yang wajib pajak miliki, wajib pajak melakukan pendaftaran dengan mengirimkan berkas dokumen melalui via pos dan akan dihubungin oleh pihak KPP jika sudah selesai kartu NPWP.
KPP Pratama Batam sekarang memiliki website untuk mempermudah wajib pajak membuat NPWP tanpa harus mendatangi KPP sesuai dengan KTP, cukup mengisi identitas sesuai dengan KTP dan mengupload persyaratan pembuatan NPWP.
Agar masyarakat lebih memahami tentang prosedur permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam,
berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal pajak Nomor per-38/PJ/2013, perubahan atas peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor per-20/PJ/2013 tentang tata cara pendaftaran dan pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan Kena Pajak, serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak.
Proses permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): a. Wajib Pajak
Wajib pajak mengajukan permohonan NPWP dengan formulir pendaftaran dan perubahan atas data wajib pajak yang terdiri dari:
1) Untuk wajib pajak orang pribadi, yang tidak menjalankan usaha atau
pekerjaan bebas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (3) huruf a dan wajib pajak orang pribadi sebagaimana dalam pasal 2 ayat (6) berupa:
a) Fotokopi kartu tanda penduduk bagi warga negara Indonesia.
b) Fotokopi paspor, fotokopi kartu izin tinggal terbatas atau kartu izin tinggal
tetap, bagi warga negara asing.
2) Untuk wajib pajak orang pribadi, yang menjalankan usaha atau pekerjaan
bebas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (3) angka b berupa:
a) Fotokopi kartu tanda penduduk bagi warga negara Indonesia, atau fotokopi
paspor, fotokopi kartu izin tinggal terbatas atau kartu izin tinggal tetap, bagi warga negara asing dan fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaanbebas dari pejabat pemerintah daerahnya
sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa atau lembar tagihan listrik dari perusahaan listrik/bukti pembayaran listrik.
b) Fotokopi e-KTP bagi warga negara indonesia dan surat pernyataan diatas
materai dari wajib orang pribadi dan menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
3) Untuk wajib Pajak dengan status cabang dan wajib pajak orang pribadi
pengusaha tertentu berupa:
a) Fotokopi kartu NPWP wajib pajak pusat atau induk.
b) Fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang
berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pejabat pemerintah daerah sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa atau lembar tagihan listrik perusahaan listrik/bukti pembayaran listrik atau surat pernyataan diatas materai dari wajib pajak orang pribadi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas bagi wajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu.
4) Dalam hal wajib pajak orang pribadi adalah wanita kawin yang dikenai pajak
secara terpisah karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, dan wanita menikah yang memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara terpisah, permohonan juga harus dilampiri dengan:
a) Fotokopi kartu NPWP suami.
c) Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat
pernyataan menghendaki terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.
b. Wajib pajak orang pribadi identitas di luar daerah tempat tinggal.
1) Wajib pajak apabila data dirinya berada di luar daerah yang ditempatinya
sekarang, seharusnya mengajukan permohonan pendaftaran NPWP sesuai dengan KTP yang wajib pajak miliki, sehingga wajib pajak akan diberikan alamat KPP yang sesuai dengan KTP, setelah itu wajib pajak akan mengirimkan persyaratan untuk memenuhi permohonan pendaftaran NPWP melalui kantor pos. Kantor Pelayanan Pajak sekarang telah menyediakan aplikasi agar wajib pajak mendaftarkan diri secara online, dan tidak perlu mengirim persyaratan permohonan pendaftaran NPWP. Berikut prosedur pendaftaran online:
Gambar 4. 5 Pendaftaran Online Halaman Masuk Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Pada gambar 4.5 wajib pajak harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui email, jika wajib pajak belum memiliki email wajib pajak membuat
terlebih dahulu, cara buat email lebih cepat yaitu dengan masuk ke alamat www.yopmail.com, agar dapat masuk ke aplikasi erregkpp ini, sehingga dapat melanjutkan pendaftaran online.
Gambar 4. 6 Permohonan Pendaftaran NPWP Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Setelah masuk dari aplikasi, akan muncul halaman seperti gambar 4.6 wajib pajak memilih permohonan pendaftaran. Kemudian akan muncul halaman pada gambar 4.7.
Gambar 4. 7 Pendaftaran Wajib Pajak Orang Pribadi Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Gambar 4.7 wajib pajak memilih orang pribadi sebagai langkah awal pendaftaran NPWP.
Gambar 4. 8 Pengisian Identitas Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Kemudian pada Gambar 4.8 wajib pajak mengisi data diri sesuai dengan KTP selanjutnya pilih Next untuk melanjutkan pengisian permohonan wajib pajak.
Gambar 4. 9 Pengisian Hubungan Kerja Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Gambar 4.9 wajib pajak memilih pekerjaan dalam hubungan kerja, kemudian memilih pegawai swasta, jika pekerjaannya di perusahaan, sedangkan jika wajib pajak usahawan memilih kegiatan usaha, kemudian isi nama kegiatan usahanya. Selanjutnya klik Next.
Gambar 4. 10 Pengisian Alamat Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Gambar 4.10 wajib pajak disini mengisi alamat sesuai dengan KTP kemudian pilih kode wilayah, secara otomatis akan keluar kabupaten, kecamatan, kota/kabupaten, dll. Kemudian klik Next. kemudian akan keluar gambar yang sama dimana isinya sama dengan Gambar 4.10.
Gambar 4. 11 Pengisian Penghasilan Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Gambar 4.11 wajib pajak memilih penghasilan sesuai dengan penghasilan yang didapatkan pada perusahaan. Kemudian klik Next.
Gambar 4. 12 Mengupload Fotokopi KTP Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Wajib pajak memilih unggah, kemudian klik file, masukkan fotokopi KTP yang ada di file wajib pajak, agar dapat mengupload fotokopi KTP akan dikirimkan pada KPP sesuai dengan KTP yang sudah diisi alamat sesuai KTP Pada gambar 4.10 kemudian pilih setuju dan klik simpan dan proses permohonan.
Gambar 4. 13 Proses Pemasukan Token dan Pengiriman Permohonan Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Pada bagian 4.13 ini wajib pajak memilih token, kemudian masukkan nomor token yang telah dikirim melalui email. Pastikan nomor token sudah di ketik dengan benar, jika telah memasukkan nomor token maka pilih kirim permohonan maka akan muncul gambar seperti gambar 4.14.
Gambar 4. 14 Pengiriman Permohonan Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Kemudian untuk tahap terakhir wajib pajak klik tanda kirim dan pendaftaran NPWP telah berhasil di daftar seperti gambar 4.15. Setelah memasukkan nomor token dan kirim akan muncul nomor telefon kantor pelayanan pajak yang terdaftar dan membuktikan bahwa pendaftaran NPWP online telah diterima.
Gambar 4. 15 Tahap Akhir Permohonan NPWP Sumber: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam
Setelah selesai pengiriman, wajib pajak telfon nomor KPP yang muncul pada gambar 4.15, kemudian wajib pajak minta permohonan agar divalidasikan nomor NPWP, kemudian wajib pajak dapat mencetak kartu NPWP di KPP Pratama Batam.
2) Dalam hal wajib pajak orang pribadi yang telah menikah yang dikenai
pajak secara terpisah karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, dan wanita menikah yang memiliki hak dan kewajiban perpajakannya secarah terpisah, permohonan pendaftaran NPWP tidak bisa dilaksanakan melalui pendaftaran online, sehingga wajib pajak tersebut harus mendaftarkan diri pada KPP sesuai dengan KTP.
c. Tempat Pelayanan Terpadu (TPT)
1) Petugas TPT menerima formulir pendaftaran dan perubahan data wajib
pajak.
2) Memeriksa kelengkapan data wajib pajak apabila tidak lengkap akan
dikembalikan kepada wajib pajak, agar dilengkapi oleh wajib pajak.
3) Petugas TPT mencetak Bukti Penerimaan Surat (BPS) dan Lembar
Pengawasan Arus Dokumen (LPAD).
d. Seksi Pelayanan.
1) Merekam berkas pendaftaran wajib pajak.
2) Mencetak konsep Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan Kartu NPWP.
3) Kemudian menyerahkan kepada bagian kepala seksi pelayanan untuk
4) Memberi nomor, stempel KPP dan memisahkan dokumen untuk arsip dan
diserahkan pada wajib pajak melalui subbagian umum.