BAB IV PERSIAPAN LAHAN TANAMAN PERKEBUNAN
C. Prosedur Persiapan Lahan Tanam Ulang (Replanting)
Pengertian peremajaan (replanting) adalah penanaman kembali kebun atau lahan diarea tanaman yang saman dan membongkar tanaman yang sudah tidak lagi produktif. Pada teknik replanting tanaman tua yang sudah tidak produktif ditumbangkan terlebih dahulu kemudian baru ditanami bibit tanaman yang baru.
Peremajaan area tanaman yang sudah tua tidak produktif dapat dilakukan dengan antara lain yaitu penumbangan tanaman lama, pencacahan cabang ranting dan batang, perumpukan, penanaman tanaman penutup tanah, pemancangan, konservasi tanah, pembuatan lubang tanam, dan penanaman bibit tanaman perkebunan baru. Tujuan pelaksanaan replanting, antara lain sebagai berikut.
a. Mengganti tanaman yang sudah tua atau tidak produktif.
b. Melakukan penanaman ulang kembali dengan tanaman yang sama. c. Untuk kontinuitas/kesinambungan budi daya tanaman yang sama. d. Untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil produksi kebun. 2. Prosedur Pelaksanaan Replanting
Secara operasional pelaksaaan replanting dapat meliputi hal berikut ini.
a. Perencanaan penanaman adalah merencanakan dan mendesain kebun yang akan dikelola dengan mempertimbangkan, antara lain, lingkup
pekerjaan, ketersediaan mesin-mesin dan peralatan yang memadai, waktu pelaksanaan, serta biaya yang dibutuhkan.
b. Pemancangan jalur adalah menentukan jalur tanaman baru, jaringan jalan, jalan pemanenan saluran irigasi dan drainase, untuk meminimalisir resiko infeksi serangan hama jalur tanaman baru diletakkan di antara jalur tanaman lamaa.
c. Merencek adalah mencingcang dengan menggunakan kapak atau chain saw.
d. Peracunan adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mematikan tanaman tua yang belum tumbang.
e. Peta akses adalah lokasi-lokasi kebun kelapa sawit guna memonitoring batas wilayah perkebunan.
f. Tanaman tumpang sari adalah tanaman lain yang ditanam di antara tanaman kelapa sawit, biasanyanya menggunakan jenis tanaman hortikultura, seperti, kedelai, kacang tanah, dan sebagainya.
Pemilihan teknik replanting mempertimbangkan kelangsungan pendapatan petani selama masa replanting, sehingga memberikan alternatif pendapatan bagi petani selama replanting berlangsung, teknik replanting yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Kegiatan penumbangan serempak, yaitu teknik peremajaan yang dilakukan dengan cara menumbangkan tanaman tidak produktif secara keseluruhan diikuti dengan pengolahan tanah dan penanaman tanaman baru. Sistem ini merupakan teknik umum yang diterapkan perkebunan khususnya pada perkebunan besar.
b. Penyusunan rencana peremajaan, antara lain sebagai berikut.
1) Melakukan survei hamparan dan luas area lahan. Dilakukan pemetaan lahan berikut peta akses dan pertimbangan mengenai kendala di lapangan.
2) Survei hamparan didasarkan pada produksi, kerapatan, serangan hama/penyakit, tinggi tanaman, dan efektivitas kegiatan pemanenan yang secara keseluruhan menjadi pertimbangan dalam menentukan umur ekonomis tanaman.
3) Order bibit unggul kelapa sawit pada produsen kelapa sawit terpercaya sebagai bibit tanaman baru bersertifikat
4) Seleksi lokasi pembibitan tanaman yang sesuai dengan persyaratanya, yaitu, topografi datar, ketersediaan air, bebas hama penyakit tanaman, akses transportasi mudah dilalui.
5) Mempersiapkan alat dan bahan serta perencanaan administrasi modal peremajaan.
c. Pembongkaran pohon tidak produktif
1) Penumbangan pohon tua dilakukan menggunakan alat berat namun dapat juga dilakukan secara manual untuk skala yang lebih kecil. 2) Penumbangan pohon tua menggunakan alat berat dilakukan dengan
mendorong pohon kelapa sawit yang sudah tua sampai roboh, dilanjutkan membongkar bonggol dan akar yang tertinggal.
3) Penumbangan pohon tua secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan kapak ataupun gergaji mesin.
4) Penumbangan tanaman tua ditumbangkan searah dengan jalur penamnaman.
5) Tumbangan pohon tua disusun dalam rumpukan dengan arah utara selatan atau searah dengan jalur tanam awal.
d. Merencek dan Memotong. Kandungan air dalam batang yang sangat tinggi sebaiknya dilakukan pemotongan batang termasuk bagian dahan/pelepah menjadi bagian yang lebih kecil ± 1 meter, agar membantu percepatan proses pengeringan.
e. Perumpukan tanaman tua
1) Perumpukan tanaman tua merupakan kegiatan menyusun dan menimbun batang kelapa sawit yang tumbang ke dalam jalur penimbunan/rumpukan.
2) Batang besar kelapa sawit yang telah ditumbang disusun sesuai dengan jalur tanaman (memanjang searah jalur tanam kelapa sawit). 3) Perumpukan dilakukan dengan selang dua baris tanaman.
f. Penanaman tanaman penutup tanah adalah tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah akan terjadinya erosi serta akan memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah. Manfaat dari budi daya tanaman penutup tanah, yaitu berfungsi untuk menahan dan mengurangi daya rusak butir hujan dan aliran permukaan, sebagai sumber pupuk organik dan untuk menghindari dilakukannya penyiangan yang dilakukan secara intensif. Penyiangan secara terus menerus akan menyebabkan tergerusnya lapisan atas tanah. Untuk menghindari persaingan antara tanaman penutup tanah dengan tanaman utama, dapat dilakukan penyiangan melingkar. Pada replanting kriteria tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman penutup tanah tanaman yang digunakan sebagai tanaman penutup memerlukan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut.
1) Tanaman yang dibudidayakan mudah diperbanyak.
2) Sistem perakaran tidak menimbulkan persaigan unsur hara dengan tanaman utama.
3) pertumbuhanya cepat dan dapat menghasilkan banyak dedaunan. 4) Tidak terjadi tingkat kesuburan tanaman yang relatif tinggi.
5) Efektif terhadap perlakuan pemangkasan dan resisten terhadap hama, penyakit, kekeringan, dan injakan.
6) Mampu menanggulangi pertumbuhan gulma yang tumbuh. 7) Tidak menjadi gulma bagi tanaman utama.
8) Tidak mempunyai kriteria yang dapat mengganggu tanaman utama, seperti adanya duri dan sulur yang membelit.
g. Pemancangan, yaitu rencana untuk mendapatkan letak dan barisan tanaman yang teratur terlebih dahulu dengan melakukan pemancangan areal. Pemancangan pada areal yang rata jarak antara barisan dan dalam barisan sesuai dengan jarak yang telah ditentukan. Sedangkan untuk areal yang berbukit dan berkontur arah barisan mengikuti arah kontur
yang ada dan jarak antara barisan merupakan proyeksi jarak antar barisan. Mempersiapkan alat-alat untuk melakukan pancangan yaitu sebagai berikut.
1) Kompas atau teodolit untuk menentukan akurasi arah. 2) Bambu atau kayu panjang 2 meter.
3) Anak pancang berukuran 1 samapai 1,5 meter diikat menggunakan plastik putih.
4) Kawat Sling 100 meter yang telah diberi tanda jarak tanam dan jarak antar barisan.
h. Pelubangan Tanah Mineral
1) Lubang tanaman telah dipersiapkan maksimal 2 bulan sebelum tanam untuk mematangkan tanah.
2) Pancang tanam tidak boleh diangkat sebelum pola lubang (60 cm x 60 cm) digambar di atas permukaan tanah supaya pancang tepat berada di tengah-tengah pola tersebut.
3) Ukuran pembuatan lubang tanam adalah 60 cm x 60 cm x 60 cm. 4) Tanah atas dan tanah bawah hasil galianya dipisahkan, top soil di
sebelah Selatan dan subsoil di sebelah Utara
5) Sesudah lubang tanam dibuat, pancang dikembalikan keposisi semula. 6) Untuk menjamin keseragaman ukuran lubang tanam, setiap pekerja
dilengkapi dengan mal yang berukuran 60 cm x 60 cm.
7) Pada saat melakukan penanaman, tanah yang lebih dahulu ditimbun adalah top soil, lalu kemudian subsoil.
i. MelubangTanah Gambut
1) Perlakuan pembuatan lubang tanam dilakukan setelah tanah pada jalur tanam dipadatkan.
2) Perlakuan pembuatan lubang tanaman bisa dilakukan secara manual, tetapi lebih efisien menggunakan alat berat untuk mempersiapkan lubang tanam dalam hamparan kebun yang luas. Sedangkan untuk membuat lubang tanam pada lahan yang tidak luas, maka perlu dipertimbangkan penggunaan alat berat bisa tidak efisien.
3) Bila perlakuan secara mekanik, maka pancang titik tanam menjadi as dari lubang titik tanam yang akan dibuat, dengan alat berat menekan preplant compactor sampai seluruhnya masuk ke dalam tanah. 4) Lalu ditarik kembali, sehingga terbentuk lubang tanam sesuai dengan
ukuran yang telah dinginkan.
5) Saat alat mesin berat membuat lubang tanam, kegiatan ini juga berfungsi untuk memadatka jalur-jalur panen.
6) Penanaman tanaman di areal yang tidak terlalu luas atau terpencar. 7) Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan secara manual dengan
sistem lubang di dalam lubang.
8) Tahapan awal pembuatan lubang tanam dengan ukuran 120 cm x 100 cm x kedalaman 30 cm, pada bagian tengah lubang dibuat lubang tanam dengan ukuran normal yaitu 60 cm x 60 cm x 60 cm.
j. Pemupukan berdasarkan jenis tanah
1) Tanah mengandung mineral: untuk setiap lubang diberi 500 g RP. 2) Tanah lahan gambut: untuk setiap lubang diberi 500 g RP dan 15 g
CuSO4 2. Teknis Pemupukan.
3) Tanah mengandung mineral: pupuk lubang ditabur secara merata ke dalam lubang tanaman, di dasar lubang, dan dinding lubang tanam (1/2 dosis), sisanya dicampurkan kebekas galian top soil.
4) Tanah lahan gambut: pupuk RP dan Cu diberikan setelah bola tanah di masukkan ke dalam lubang tanaman.
5) Pemupukan dilakukan dengan takaran yang dibuat dari bahan triplek berbentuk kubus atau wadah dari plastik yang telah distandardisasi. k. Pengangkutan bibit
1) Kecepatan pengangkutan bibit kelapangan disesuaikan dengan laju penanaman.
2) Jumlah bibit yang disebar sesuai dengan jumlah yang akan ditanam. 3) Pengawasan pengangkutan bibit ke alat angkut harus diawasi secara
ketat.
4) Bibit telah sampai di tempat tujuan, harus ditangani dengan baik. 5) Pada saat pagi hari, bibit disiram terlebih dahulu agar ketika tidak
turun hujan masih ada persediaan air.
6) Bibit yang telah dikelompokan dan diseleksi diangkut menuju lokasi penanaman.
7) Bibit yang diangkut kelapangan, diturunkan pada titik lokasi yang telah ditentukan.
8) Bibit yang telah sampai diletakkan di samping lubang tanam oleh regu pengecer.
9) Pengangkatan bibit dilakukan dengan hati-hati, upayakan bola tanah tidak rusak dan jangan diangkat pada leher pangkal batanng.
10) Bibit diangkat dalam keadaan berdiri dan bagian bawah ditopang dengan bahu. Saat meletakkan bibit di sisi lubang harus hati hati, jangan dibantinng.
11) Bibit harus diangkut dengan jarak >5 km, tajuk bibit harus diikat dengan tali rafia untuk menghindari kerusakan bibit.
12) Kapasitas angkut bibit ± 150 bibit/truk dan bibit tidak boleh di susun tumpang tindih.
13) Untuk menghindari kerusakan tajuk dan kerusakan tanah dalam polybag, kecepatan kendaraan angkut bibit (truck atau whel tractor) tidak boleh lebih dari 60 km/jam.
l. Penanaman Tanaman Perkebunan
1) Lubang tanam diukur kembali menggunakan mal untuk memastikan kebenaran ukurannya.
2) Bibit yang akan ditanam dimiringkan dan alas polybag disayat keliling, kemudian atasnya ditarik.
3) Bibit yang akan ditanam dimasukan kedasar lubang.
4) Memasukkan tanah top soil terlebih dahulu sedikit demi sedikit dan dipadatkan.
5) Sekelilingtanaman dibuat piringan selebar 1 meter dan menaburkan pupuk sisa disekitar piringan.
6) Bekas polybag ditancapkan pada pancang tanam agar dapat dikaetahui bahwa tanaman benar-benar sudah ditanam.
D. Prosedur Pembuatan Kontur dan Tapak Kuda