• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Preventive Maintenance

Dalam dokumen 4. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA (Halaman 42-50)

4.8 Data Kerusakan Mesin Moulding

4.8.2 Prosedur Preventive Maintenance

Prosedur preventive maintenance dibuat untuk memberi pedoman kepada teknisi yang bertugas melakukan perawatan terhadap mesin moulding. Prosedur preventive maintenance untuk mesin 2 dapat dilihat pada Tabel 4.16

Tabel 4.16 Prosedur Preventive maintenance Mesin Moulding 2

as 20 Menggunakan alat dial. Dial didekatkan ke

permukaan as Ganti as Jarum dial melebihi batas

toleransi 0,17 1,50

bearing 16 Memutar as secara manual (menggunakan

tangan) Ganti bearing

Putaran as tidak lancar dan menimbulkan suara yang khas atau keras

0,17 1,50

cross joint 42

Memeriksa kondisi engsel cross joint, mencoba menggerakkan cross joint naik dan turun

Ganti cross joint Engsel cross joint lepas atau

aus 0,33 0,50

gearbox 78 Memeriksa, mengamati putaran gearbox, dan

melihat kondisi kuningan pada gearbox Ganti gearbox Putaran gearbox tidak lancar,

kuningan aus 0,42 2,00

pulley 29 Mengamati kondisi pulley aus atau tidak Ganti pulley Pulley aus 0,08 2,00

roller

trans 131

Menggunakan besi atau penggaris lurus,

diletakkan di atas lintasan Ganti roller trans Roller trans tidak menyentuh

penggaris lurus 0,08 0,50

v-belt 18 Memeriksa kondisi v-belt kendor atau tidak Ganti v-belt V-belt kendor atau putus 0,17 0,17

Jadwal perawatan adalah selang waktu dilakukan perawatan komponen berdasarkan nilai MTTF masing-masing komponen. Perawatan yang dilakukan adalah memeriksa komponen sesuai dengan jadwal perawatannya yang dilakukan saat jam istirahat. Penggantian komponen akan dilakukan apabila saat memeriksa komponen, kondisi komponen perlu dilakukan penggantian. Penggantian komponen dilakukan setelah proses produksi selesai yaitu mulai pukul 16.00.

Indikator yang menandakan sebuah komponen perlu diganti telah dijelaskan pada Tabel 4.16 untuk masing-masing komponen.

Lama pemeriksaan dan penggantian setiap komponen didapatkan dari hasil wawancara dengan kepala divisi maintenance. Lama pemeriksaan komponen digunakan sebagai acuan untuk mengalokasikan tugas perawatan teknisi setiap hari karena waktu pemeriksaan komponen hanya tersedia 1 jam setiap hari. Nilai MTTR yang baru (jumlah lama pemeriksaan dan lama penggantian komponen) akan berbeda dengan nilai MTTR saat ini. Hal ini karena waktu pemeriksaan saat ini lebih lama dibandingkan dengan saat diterapkan preventive maintenance. Hal ini karena saat preventive maintenance teknisi hanya memeriksa sebuah komponen sesuai jadwalnya. Prosedur preventive maintenance untuk mesin moulding lainnya dapat dilihat pada Lampiran 39 hingga Lampiran 43.

Jadwal preventive maintenance yang telah dirancang perlu disimulasikan untuk mengetahui seberapa baik penerapan sistem preventive maintenance untuk mesin moulding di PT. X. Simulasi menggunakan software microsoft excel.

Simulasi menggunakan data kerusakan mulai bulan Maret 2014 hingga 16 Maret 2015. Jadwal dilakukannya preventive maintenance pada setiap komponen menggunakan acuan nilai MTTF masing-masing komponen.

Waktu ditemukannya gejala atau tanda-tanda kerusakan pada setiap komponen berbeda-beda. Data waktu gejala kerusakan komponen diperlukan untuk menentukan asumsi simulasi jadwal preventive maintenance. Data waktu gejala kerusakan komponen didapatkan dari hasil wawancara dengan kepala divisi maintenance.

Tabel 4.17 Waktu Gejala Kerusakan Komponen Komponen Selang Waktu Gejala

Kerusakan as 7 hari hingga 14 hari bearing 7 hari hingga 14 hari cross joint 7 hari hingga 14 hari gearbox 7 hari hingga 14 hari pulley 5 hari hingga 7 hari roller trans 1 bulan hingga 2 bulan

speeder 4 hari hingga 7 hari v-belt 4 hari hingga 7 hari

Asumsi yang digunakan untuk simulasi adalah apabila preventive maintenance dilakukan sebelum terjadinya kerusakan komponen dalam jangka waktu 7 hari, maka kerusakan tidak terjadi. Apabila preventive maintenance dilakukan sebelum terjadinya kerusakan melebihi 7 hari, maka kerusakan tetap terjadi. Preventive maintenance apabila dilakukan pada tanggal yang sama dengan terjadinya kerusakan, maka kerusakan terjadi lebih dahulu. Kerusakan yang terjadi lebih dari satu kerusakan di antara selang waktu preventive maintenance, maka kerusakan yang tidak terjadi hanya satu kerusakan. Contoh simulasi jadwal preventive maintenance mesin Moulding 2 pada bulan Maret 2014 dapat dilihat pada Tabel 4.18.

Tabel 4.18 Simulasi Jadwal Preventive Maintenance Mesin Moulding 2 pada Bulan Maret 2014

Tabel 4.18 Simulasi Jadwal Preventive maintenance Mesin Moulding 2 pada Bulan Maret 2014 (sambungan)

Roller trans 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Jumlah

Rusak/tidak x 1

V-belt Jumlah

Data kerusakan 0

Preventive

maintenance v v

Rusak/tidak 0

Komponen bearing pada bulan Maret 2014 terjadi 1 kerusakan seperti dapat dilihat pada Tabel 4.16. Preventive maintenance pada bearing selama bulan Maret 2014 dilakukan sebanyak dua kali. Kerusakan bearing pada tanggal 7 Maret batal terjadi, karena pemeriksaan dan penggantian komponen dilakukan pada tanggal 2 Maret. Kerusakan yang batal terjadi dapat dilihat pada kolom rusak/tidak dengan tanda “v”, sedangkan kerusakan yang tetap terjadi dapat dilihat pada kolom rusak/tidak dengan tanda “x”. Jumlah kerusakan saat diterapkan sistem preventive maintenance pada bearing pada bulan Maret 2014 menjadi nol atau tidak ada kerusakan.

Jumlah kerusakan pada tiap komponen mesin dijumlah mulai bulan Maret 2014 hingga 16 maret 2015 sehingga didapat frekuensi kerusakan pada sistem breakdown maintenance untuk masing-masing komponen. Jumlah kerusakan yang tetap terjadi pada kolom rusak/tidak pada tiap komponen mesin dijumlah mulai bulan Maret 2014 hingga 16 Maret 2015 sehingga didapat frekuensi kerusakan pada sistem preventive maintenance. Perbandingan jumlah frekuensi kerusakan komponen untuk semua mesin moulding saat diterapkan sistem breakdown maintenance dengan saat diterapkan sistem preventive maintenance dapat dilihat pada Tabel 4.19.

Tabel 4.19 Perbandingan Frekuensi Kerusakan pada Sistem Breakdown Maintenance dengan Sistem Preventive Maintenance

Mesin Komponen

Frekuensi kerusakan Kerusakan yang batal

Tabel 4.19 Perbandingan Frekuensi Kerusakan pada Sistem Breakdown maintenance dengan Sistem Preventive maintenance (sambungan)

Mesin Komponen

Frekuensi kerusakan Kerusakan yang batal

Hasil simulasi penerapan sistem preventive maintenance dengan menggunakan data bulan Maret 2014-16 Maret 2015 menunjukkan ada komponen yang frekuensi kerusakannya menurun dan ada komponen yang frekuensi kerusakannya tidak menurun. Komponen dengan persentase penurunan frekuensi kerusakan sebesar nol persen pada Tabel 4.19 menunjukkan bahwa penerapan sistem preventive maintenance pada komponen tersebut tidak memberikan hasil.

Hal ini disebabkan data kerusakan yang ada jumlahnya sedikit sehingga perhitungan nilai MTTR atau selang waktu antar kerusakan kurang akurat sehingga kerusakan tetap terjadi pada komponen.

Komponen dengan persentase penurunan frekuensi kerusakan nol persen berdasarkan kesepakatan dengan perusahaan akan tetap dilakukan sistem breakdown maintenance. Keputusan ini dipilih dengan pertimbangan efisiensi

tenaga sumber daya manusia atau teknisi yang ditugaskan untuk melakukan maintenance pada mesin Moulding. Persentase penurunan frekuensi kerusakan komponen cross joint dan gearbox untuk semua mesin hanya cross joint mesin 4 yang frekuensi kerusakannya berkurang yaitu sebesar 60%, sedangkan banyak yang kerusakannya tidak berkurang sama sekali.

Sistem perawatan yang dilakukan sekarang pada komponen cross joint dan gearbox seperti telah dijelaskan pada subbab 4.7, dilakukan pelumasan pada cross joint 7 hari sekali dan penambahan oli pada gearbox 7 hari sekali. Selang waktu perawatan saat ini pada cross joint dan gearbox lebih kecil bila dibandingkan dengan selang waktu preventive maintenance (nilai MTTF) cross joint dan gearbox untuk semua mesin pada Lampiran 38. Selang waktu perawatan untuk cross joint dan gearbox lebih baik tetap dilakukan 7 hari sekali dengan menambahkan tugas kepada teknisi yaitu memeriksa komponen cross joint dan gearbox sesuai prosedur pemeriksaan komponen pada subbab 4.8.2. Hari dilakukannya perawatan terhadap cross joint dan gearbox tetap dilakukan pada hari Sabtu di mana mesin moulding tidak dijalankan untuk produksi. Penggantian komponen untuk cross joint dan gearbox akan dilakukan pada hari itu juga setelah ditemukan tanda-tanda kerusakan saat pemeriksaan sehingga tidak perlu menambah jam kerja lembur setelah waktu produksi hari biasa.

Dalam dokumen 4. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA (Halaman 42-50)

Dokumen terkait