4. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA
4.1 Proses Produksi
Proses pengolahan kayu atau produksi kayu di PT. X terdiri dari proses trimming, sawmill, pemeriksaan dan stacking, drying (kiln atau air), planing, ripping, moulding, finishing, dan packing. Proses sawmill terdiri dari proses breakdown, proses pony, proses bandsaw, dan proses crosscut. Proses produksi kayu dapat dijelaskan melalui flowchart pada Gambar 4.1.
Mulai
Trimming
Kualitas baik?
Breakdown
Pemeriksaan dan Stacking
Drying
Ripping Crosscut
Planing
Moulding
Packing
Finishing
Selesai Ya
Tidak
Pony Bandsaw Cross Cut
Sawmill
Preparation
4.1.1 Trimming
Proses trimming dilakukan dengan memotong kayu log sehingga kayu log biasanya memiliki ukuran panjang antara 5 meter hingga 6 meter. Proses Trimming bertujuan memudahkan proses pada mesin breakdown agar mudah untuk menempatkan kayu log pada mesin breakdown. Proses trimming juga memudahkan kayu untuk dipotong pada proses selanjutnya. Proses ini dilakukan di area log pond yaitu tempat untuk menyimpan kayu log. Alat yang digunakan memotong kayu log adalah gergaji mesin (chainsaw).
4.1.2 Sawmill
Kayu akan melewati proses secara berurutan yaitu proses breakdown, proses pony, proses bandsaw, dan proses crosscut. Proses pada mesin breakdown bertujuan untuk membelah kayu log menjadi beberapa bagian sehingga memudahkan proses selanjutnya untuk memotong kayu. Mesin breakdown bekerja dengan memotong kayu log yang bergerak mendekati pisau gergaji (saw) besar. Posisi saw selalu tetap dan kayu log yang dipotong berada dalam posisi memanjang searah dengan arah saw.
Proses pony dilakukan dengan memotong kayu log hasil dari proses breakdown menjadi beberapa jumlah kayu. Jumlah kayu hasil potongan pada proses ini bergantung banyaknya kecacatan pada kayu. Hasil potongan kayu apabila semakin banyak kecacatannya maka semakin sedikit kayu yang dapat diolah pada proses selanjutnya. Kayu hasil potongan pada proses pony selanjutnya dikirim pada proses bandsaw.
Proses bandsaw dilakukan dengan memotong kayu hasil dari proses pony untuk menentukan ukuran tebal dan lebar kayu yang akan diproses. Ukuran tebal dan lebar kayu hasil dari pemotongan bandsaw lebih besar daripada ukuran produk akhir karena masih ditambahkan dengan ukuran toleransi. Ukuran toleransi ditambahkan agar ukuran kayu tidak menyusut hingga kurang dari ukuran produk akhir akibat proses pengeringan (drying).
Proses crosscut bertujuan untuk menentukan ukuran panjang kayu.
Proses ini dilakukan dengan memotong kayu sesuai dengan panjang produk akhir ditambahkan dengan panjang toleransi. Ukuran toleransi ditambahkan agar
panjang kayu tidak menyusut pada saat proses pengeringan (drying). Panjang pemotongan kayu juga ditentukan berdasarkan adanya kecacatan. Daerah kayu yang terdapat kecacatan akan dipotong dan dibuang.
4.1.3 Pemeriksaan dan Stacking
Proses stacking dilakukan dengan menyusun kayu dengan diberi pembatas (stack). Susunan kayu diberi pembatas agar susunan kayu tidak berhimpitan sehingga menghindari munculnya jamur pada kayu. Proses stacking juga bertujuan untuk mempersiapkan susunan kayu yang akan melewati proses drying. Proses ini juga meliputi proses pemeriksaan yaitu penghitungan jumlah kayu yang disusun dan mengukur ukuran kayu hasil proses crosscut sebelumnya.
4.1.4 Drying
Proses drying bertujuan untuk mengurangi kadar air (moisture content) pada kayu. Kadar air pada kayu disesuaikan dengan permintaan pembeli. Kadar air pada kayu memiliki satuan MC (moisture content). Proses Drying dibagi menjadi dua cara yaitu air drying dan kiln drying (KD).
Air drying adalah proses mengeringkan kayu dengan meletakkan kayu di ruang terbuka untuk mendapatkan panas matahari dan dialiri udara di ruang terbuka. Metode pengeringan ini hanya dapat menurunkan moisture content hingga 20 MC sampai 30 MC. Waktu pengeringan dengan air drying membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan.
Proses KD adalah mengeringkan kayu dengan meletakkan kayu pada ruang pengeringan (chamber). Ruang chamber memiliki sistem sirkulasi udara buatan yang dapat memancarkan udara panas dan menyemburkan air panas (spray). Suhu ruangan chamber dapat dikontrol sesuai dengan kebutuhan. Proses KD dapat menurunkan moisture content hingga di bawah 20 MC. Waktu pengeringan dengan cara KD biasanya membutuhkan waktu 1 bulan.
4.1.5 Planing dan Ripping
Proses planing bertujuan untuk meratakan permukaan atas dan bawah
memakan permukaan kayu. Ketinggian pisau dapat diatur dan disesuaikan dengan ukuran tebal kayu yang akan dihasilkan. Proses ripping bertujuan untuk meratakan sisi samping kayu dan memotong kayu agar lebar kayu sesuai dengan ukuran lebar yang diinginkan.
4.1.6 Moulding
Proses Moulding bertujuan untuk menyesuaikan ukuran kayu agar sesuai dengan ukuran produk akhir dan membentuk profile pada kayu. Mesin Moulding memiliki pisau yang dapat memakan sisi atas, bawah, dan samping kayu. Pisau dapat diatur kedalamannya untuk memakan permukaan kayu. Pisau pada mesin Moulding terdiri dari banyak jenis berdasarkan jenis profile yang akan dibentuk pada kayu. Jenis bentuk profile terdiri dari Tounge and Groove, Ridded, Groove, Double Groove, E2E, E4E, S4S, A profile, B profile, C profile, dan Special profile.
Proses Moulding dilakukan dengan memasukkan kayu ke dalam mesin Moulding. Kayu bergerak melewati beberapa buah pisau untuk memakan permukaan kayu. Kayu hasil proses Moulding kemudian disortir menjadi kayu kualitas baik dan kayu cacat. Kayu cacat akan dilanjutkan pada proses finishing, apabila tidak ada kecacatan maka dilanjutkan dengan proses packing.
4.1.7 Finishing
Proses ini dilakukan untuk memperbaiki produk hasil proses Moulding apabila terjadi kecacatan yang dapat diperbaiki. Proses finishing juga bertujuan untuk menyempurnakan permukaan luar produk jadi sebelum dikemas pada proses packing. Alat-alat yang digunakan pada proses finishing yaitu amplas, lem, mini planer, mini sander, dan mini ripper.
4.1.8 Packing
Proses ini dilakukan dengan mengemas produk akhir yang siap dikirim ke pembeli. Jenis kemasan pada tiap produk berbeda-beda berdasarkan permintaan pembeli seperti material pembungkus dan warna pengikat. Bentuk pengaturan posisi produk akhir yang akan dikemas terdiri dari dua yaitu random
length dan set length sesuai permintaan pembeli. Random length adalah penyusunan produk dengan panjang yang acak atau tidak sama. Set length adalah penyusunan produk dengan panjang yang sama. Proses packing juga termasuk memberi lapisan wax untuk mencegah retak pada permukaan produk jadi.
4.1.9 Proses Moulding Secara Khusus
Area proses moulding memiliki enam buah mesin moulding. Setiap mesin moulding terdapat lima operator. Operator 1 bertugas memasukkan kayu bahan pada mesin dan operator 2 bertugas menyortir kayu bahan yang akan dimasukkan ke mesin. Operator 3 dan operator 4 bertugas memeriksa kualitas produk hasil moulding, menyortir produk hasil moulding hingga memindahkan produk ke tumpukkan produk jadi. Operator 5 bertugas memeriksa kualitas produk hasil proses moulding dan melakukan finishing pada produk jadi.
Mesin moulding yang digunakan di PT. X memiliki tujuh buah pisau atau cutter. Jenis pisau yang digunakan bergantung pada jenis profile kayu yang diproses. Pisau pada mesin moulding dapat diatur (setting) ketinggiannya atau jarak pemakanannya terhadap kayu sesuai dengan ukuran produk akhir yang akan diproduksi. Mesin moulding juga memiliki rol penggerak (rol feeder) yang berfungsi menggerakkan kayu melalui lintasan dan melalui pisau-pisau yang memakan permukaan kayu.
Mesin moulding sering berhenti (downtime) karena harus memproduksi produk dengan ukuran kayu dan jenis profile yang berbeda-beda. Setiap pergantian jenis produk akan dilakukan setting atau changeover terhadap mesin agar dapat memproduksi jenis produk selanjutnya. Kegiatan setting atau changeover mengharuskan mesin moulding berhenti hingga kegiatan changeover tersebut selesai dilakukan. Faktor-faktor lain juga dapat menyebabkan mesin moulding berhenti (downtime) yaitu kerusakan mesin dan hal-hal yang tidak terduga lainnya. Lama downtime pada mesin moulding dan faktor-faktor penyebab terjadinya downtime pada mesin moulding akan dibahas pada subbab 4.2.
4.2 Pengumpulan Data Downtime Mesin Moulding
Pengumpulan data downtime pada mesin moulding menggunakan data perusahaan mulai bulan September 2014 – Februari 2015 yang ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Downtime Mesin Moulding Bulan September 2014 – Februari 2015
Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3 Mesin 4 Mesin 5 Mesin 6
Total waktu downtime (menit) 6012 11441 7175 6549 7120 8159
Total waktu produksi (menit) 58560 58560 58560 58560 58560 58560 Persentase downtime 10,27% 19,54% 12,25% 11,18% 12,16% 13,93%
Total waktu kerusakan (menit) 1825 4655 2850 1700 2755 3789
Total waktu changeover (menit) 3387 4066 3970 3292 3745 3940
Total waktu listrik padam (menit) 320 320 320 320 320 320
Total waktu mengerjakan produk f/j (menit) 480 2400 0 1237 300 110
Total waktu grade bahan (menit) 0 0 35 0 0 0
Persentase kerusakan 30,36% 40,69% 39,72% 25,96% 38,69% 46,44%
Persentase changeover 56,34% 35,54% 55,33% 50,27% 52,60% 48,29%
Persentase listrik padam 5,32% 2,80% 4,46% 4,89% 4,49% 3,92%
Persentase mengerjakan produk f/j 7,98% 20,98% 0 % 18,89% 4,21% 1,35%
Persentase grade bahan 0% 0% 0,49 % 0% 0% 0%
Waktu produksi adalah waktu produksi yang direncanakan oleh perusahaan untuk proses moulding yaitu lima hari dalam satu minggu. Waktu produksi dalam sehari adalah delapan jam. Total waktu produksi adalah waktu produksi yang direncanakan oleh perusahaan selama bulan September 2014 – Februari 2015. Persentase downtime didapatkan dari total waktu downtime dibagi dengan total waktu produksi, kemudian dikalikan dengan 100%.
Penyebab downtime pada mesin moulding terdiri dari kerusakan mesin, setting mesin (changeover), listrik padam, mengerjakan produk finger joint, dan grade bahan. Persentase downtime terbesar pada mesin 1, mesin 3, mesin 4, mesin 5, dan mesin 6 adalah changeover, sedangkan persentase downtime terbesar pada mesin 2 adalah kerusakan. Kerusakan dan changeover apabila dilihat dari persentase downtime nya merupakan penyebab downtime terbesar pada setiap mesin sehingga perbaikan perlu dilakukan untuk mengurangi downtime akibat kerusakan dan changeover. Masalah changeover pada mesin Moulding akan dibahas mulai subbab 4.3 hingga subbab 4.4 dan masalah kerusakan mesin akan dibahas mulai subbab 4.5 hingga subbab 4.9.
4.3 Analisa Changeover pada Mesin Moulding
Proses changeover dilakukan apabila jenis profile produk yang akan diproduksi selanjutnya berbeda dengan jenis profile produk yang diproduksi sebelumnya. Proses changeover secara umum meliputi proses mengganti pisau, mengatur jarak pisau, mengatur jarak stopper, dan uji coba sebelum proses produksi sebenarnya. Mengatur jarak pisau disesuaikan dengan ukuran spesifikasi produk akhir yang diproduksi.
4.3.1 Jenis Profile
Jenis profile pada produk yang sering diproduksi oleh PT. X adalah sebagai berikut.
E4E
Produk dengan profile E4E memiliki empat sudut melengkung apabila dilihat dari sisi tebal dan lebar. Pisau-pisau yang digunakan untuk memproduksi produk
profile E4E adalah pisau atas polos, pisau bawah polos, dan pisau E4E (kanan dan kiri).
Gambar 4.2 Profile E4E
Redeed
Profile Redeed terdapat pada salah satu permukaan (atas atau bawah) di sepanjang sisi panjang produk. Pisau-pisau yang digunakan untuk memproduksi produk profile E4E adalah pisau atas Redeed, pisau bawah polos, dan pisau E4E.
Gambar 4.3 Profile Redeed
Beam
Produk dengan profile beam memiliki profile Redeed pada permukaan atas dan bawah di sepanjang sisi panjang produk. Pisau-pisau yang digunakan untuk memproduksi produk profile E4E adalah pisau atas Redeed, pisau bawah Redeed, dan pisau E4E (kanan dan kiri).
Gambar 4.4 Profile Beam
Anti-Slip
Produk dengan profile anti-slip memiliki profile Redeed dengan jumlah tonjolan yang berbeda pada permukaan atas dan bawah. Permukaan atas memiliki jumlah cembungan sebanyak 7 cembungan dan permukaan bawah sebanyak 24 cembungan. Pisau-pisau yang digunakan untuk memproduksi produk profile E4E adalah pisau atas Redeed, pisau bawah Redeed, dan pisau E4E (kanan dan kiri).
Gambar 4.5 Profile Anti-Slip
E2E
Profile E2E hampir sama dengan profile E4E hanya saja jumlah sudut yang melengkung adalah dua sudut, sedangkan dua sudut lainnya bersudut siku-siku.
Pisau-pisau yang digunakan untuk memproduksi produk profile E2E adalah pisau atas polos, pisau bawah polos,pisau kiri polos dan pisau kanan E4E.
Gambar 4.6 Profile E2E
S4S
Produk dengan profile S4S memiliki keempat sudut siku-siku. Pisau-pisau yang digunakan untuk memproduksi produk profile E2E adalah pisau atas polos, pisau bawah polos, dan pisau samping polos (kanan dan kiri).
Gambar 4.7 Profile S4S
4.3.2 Frekuensi Pergantian Profile
Pergantian profile dilakukan saat profile produk yang akan diproduksi selanjutnya pada sebuah mesin Moulding berbeda dengan profile produk yang diproduksi sebelumnya. Aktivitas-aktivitas pada setiap pergantian profile dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan adanya setting jarak pisau dan jumlah pisau yang diganti. Pergantian profile yang dilakukan pada setiap mesin dicatat setiap hari. Data frekuensi pergantian profile yang digunakan adalah data bulan Februari
Jenis pergantian profile jumlahnya sangat banyak sehingga analisa dan perbaikan hanya dilakukan pada jenis pergantian profile yang paling sering dilakukan berdasarkan data pada Lampiran 1. Jenis pergantian profile dengan frekuensi tertinggi kemudian dipilih lima jenis seperti ditunjukkan pada Tabel 4.2 untuk dianalisa detail aktivitas changeovernya.
Tabel 4.2 Jenis Pergantian Profile dengan Frekuensi Tertinggi Dari Ke Frekuensi
E4E Redeed 31
Redeed E4E 31
E2E E4E 20
E4E E2E 17
E4E S4S 9
4.3.3 Identifikasi Detail dan Urutan Aktivitas Changeover
Identifikasi detail aktivitas changeover dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung untuk mempelajari urutan aktivitas changeover. Hal yang dilakukan setelah mengidentifikasi detail dan urutan aktivitas changeover yaitu mengukur waktu setiap aktivitas dan mengidentifikasi aktivitas internal dan eksternal. Identifikasi aktivitas changeover dilakukan pada jenis pergantian profile E4E-Redeed, Redeed-E4E, E2E-E4E, E4E-E2E, dan E4E-S4S.
Detail aktivitas changeover untuk jenis E4E-Redeed dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan pergantian ukuran tebalnya, yaitu dari tebal kecil menjadi tebal lebih besar dan dari tebal besar menjadi tebal lebih kecil. Hal ini karena ada beberapa aktivitas yang berbeda antara penurunan tebal dengan peningkatan tebal produk. Detail dan urutan aktivitas changeover E4E-Redeed dapat dilihat pada Tabel 4.3. Detail dan urutan aktivitas changeover untuk jenis pergantian profile Redeed-E4E, E2E-E4E, E4E-E2E, dan E4E-S4S dapat dilihat pada Lampiran 2 sampai Lampiran 5.
Aktivitas changeover untuk semua jenis pergantian profile diawali dari meletakkan kayu bekas (tidak terpakai) pada mesin moulding dan diakhiri oleh aktivitas uji coba proses produksi menggunakan kayu bekas. Proses changeover untuk semua jenis pergantian profile saat ini dilakukan oleh seorang operator dan seorang supervisor moulding. Proses changeover saat ini dilakukan secara seri,
yaitu aktivitas dilakukan secara berurutan atau suatu aktivitas dapat dilakukan setelah aktivitas sebelumnya selesai dilakukan. Aktivitas uji coba dan memeriksa hasil percobaan dilakukan oleh supervisor moulding setelah operator selesai mengencangkan baut stopper samping.
Tabel 4.3 Detail dan Urutan Aktivitas Changeover E4E-Redeed
Nomor Aktivitas (tebal kecil-tebal besar) Aktivitas (tebal besar-tebal kecil) 1 meletakkan kayu bekas pada mesin meletakkan kayu bekas pada mesin 2 mengambil pisau redeed di Tool room
mengambil pisau redeed di Tool Room
3 mencari dan mengambil kunci pisau
mencari dan mengambil kunci pisau
4 melepas pisau atas polos melepas pisau atas polos
5 mencari dan mengumpulkan ring mencari dan mengumpulkan ring
6 mengukur ring mengukur ring
7 memasang pisau redeed memasang pisau redeed
8 memasang ring memasang ring
9 mengencangkan pisau redeed mengencangkan pisau redeed 10 melepas pisau E4E kanan (atas saja)
melepas pisau E4E kanan (atas saja)
11 melepas pisau E4E kiri (atas saja) melepas pisau E4E kiri (atas saja) 12
mencari dan mengumpulkan ring untuk
pisau E4E kanan melepas ring dari pisau E4E kanan 13
mengukur dan memasang ring pada
pisau E4E kanan mengukur ring pisau E4E kanan 14 memasang pisau E4E kanan (atas) memasang pisau E4E kanan (atas) 15 mengencangkan pisau E4E kanan mengencangkan pisau E4E kanan 16
mencari dan mengumpulkan ring untuk
pisau E4E kiri melepas ring dari pisau E4E kiri 17
mengukur dan memasang ring pada
pisau E4E kiri mengukur ring pisau E4E kiri 18 memasang pisau E4E kiri (atas) memasang pisau E4E kiri (atas) 19 mengencangkan pisau E4E kiri mengencangkan pisau E4E kiri 20 mengatur jarak pisau E4E kiri mengatur jarak pisau E4E kiri 21 mengatur jarak pisau redeed mengatur jarak pisau redeed 22 mencari dan mengambil kunci baut mencari dan mengambil kunci baut 23 melepas baut 1 stopper samping melepas baut 1 stopper samping
Tabel 4.3 Detail dan Urutan Aktivitas Changeover E4E-Redeed (sambungan) Nomor Aktivitas (tebal kecil-tebal besar) Aktivitas (tebal besar-tebal kecil)
24 melepas baut 2 stopper samping melepas baut 2 stopper samping 25 mengatur stopper samping mengatur stopper samping 26
mengencangkan baut 1 stopper samping
mengencangkan baut 1 stopper samping
27
mengencangkan baut 2 stopper samping
mengencangkan baut 2 stopper samping
28
uji coba dengan kayu bekas dan memeriksa hasil percobaan
uji coba dengan kayu bekas dan memeriksa hasil percobaan
Jenis aktivitas pada proses changeover untuk lima jenis pergantian profile utama dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu aktivitas umum dan aktivitas khusus. Aktivitas umum adalah aktivitas yang selalu dilakukan pada semua jenis changeover mesin Moulding. Aktivitas khusus adalah aktivitas yang hanya dilakukan pada jenis changeover tertentu dan jenis pergantian tebal tertentu. Aktivitas umum meliputi :
Meletakkan kayu bekas pada mesin
Mengambil pisau di Tool Room
Mencari dan mengambil kunci pisau
Melepas pisau
Memasang pisau
Mengencangkan pisau
Mengatur jarak pisau
Mencari dan mengambil kunci baut
Melepas baut stopper samping
Mengatur stopper samping
Mengencangkan baut stopper samping
Uji coba dengan kayu bekas dan memeriksa hasil percobaan
Aktivitas melepas ring E4E kanan/kiri dan mengukur ring untuk E4E kanan/kiri termasuk aktivitas khusus karena hanya dilakukan pada jenis pergantian tebal besar ke tebal kecil yang tidak mengganti jenis pisau samping.
Hal ini karena ketinggian ring hanya dikurangi, berbeda dengan jenis pergantian tebal kecil ke tebal besar, di mana ketinggian perlu ditambah. Menambah
ketinggian ring berarti operator melakukan aktivitas mencari dan mengumpulkan ring, kemudian mengukur dan memasang ring. Aktivitas melepas ring tidak terdapat pada jenis pergantian tebal besar ke tebal kecil yang mengganti jenis pisaunya, karena untuk mengatur ketinggian pisau samping yang baru, operator melakukan aktivitas mencari dan mengumpulkan ring, kemudian mengukur dan memasang ring.
4.3.4 Identifikasi Aktivitas Internal dan Aktivitas Eksternal
Detail dan urutan aktivitas changeover sebelum perbaikan kemudian dibedakan menjadi aktivitas internal dan eksternal. Aktivitas internal hanya dapat dilakukan saat mesin berhenti dan aktivitas eksternal dapat dilakukan saat proses produksi berlangsung atau sebelum mesin berhenti. Klasifikasi aktivitas internal dan eksternal changeover untuk pergantian profile E4E-Redeed dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Klasifikasi Aktivitas Internal dan Eksternal Pergantian Profile E4E- Redeed
Nomor
Aktivitas (tebal kecil- tebal besar)
Aktivitas (tebal besar-
tebal kecil) Internal/Eksternal 1
meletakkan kayu bekas pada mesin
meletakkan kayu bekas
pada mesin E
2
mengambil pisau redeed di Tool Room
mengambil pisau redeed di
Tool Room I
3
mencari dan mengambil kunci pisau
mencari dan mengambil
kunci pisau I
4 melepas pisau atas polos melepas pisau atas polos I 5
mencari dan
mengumpulkan ring
mencari dan
mengumpulkan ring I
6 mengukur ring mengukur ring I
7 memasang pisau redeed memasang pisau redeed I
8 memasang ring memasang ring I
9
mengencangkan pisau redeed
mengencangkan pisau
redeed I
10
melepas pisau E4E kanan (atas saja)
melepas pisau E4E kanan
(atas saja) I
Tabel 4.4 Klasifikasi Aktivitas Internal dan Eksternal Pergantian Profile E4E- Redeed (sambungan)
Nomor
Aktivitas (tebal kecil-tebal besar)
Aktivitas (tebal besar-tebal
kecil) Internal/Eksternal 11
melepas pisau E4E kiri (atas saja)
melepas pisau E4E kiri (atas
saja) I
12
mencari dan
mengumpulkan ring untuk pisau E4E kanan
melepas ring dari pisau E4E
kanan I
13
mengukur dan memasang ring pada
pisau E4E kanan mengukur ring pisau E4E kanan I 14
memasang pisau E4E kanan (atas)
memasang pisau E4E kanan
(atas) I
15
mengencangkan pisau E4E kanan
mengencangkan pisau E4E
kanan I
16
mencari dan
mengumpulkan ring
untuk pisau E4E kiri melepas ring dari pisau E4E kiri I
17
mengukur dan memasang ring pada
pisau E4E kiri mengukur ring pisau E4E kiri I 18
memasang pisau
E4E kiri (atas) memasang pisau E4E kiri (atas) I 19
mengencangkan
pisau E4E kiri mengencangkan pisau E4E kiri I 20
mengatur jarak pisau
E4E kiri mengatur jarak pisau E4E kiri I 21
mengatur jarak pisau
redeed mengatur jarak pisau redeed I
22
mencari dan mengambil kunci baut
mencari dan mengambil kunci
baut I
23
melepas baut 1
stopper samping melepas baut 1 stopper samping I 24
melepas baut 2
stopper samping melepas baut 2 stopper samping I 25
mengatur stopper
samping mengatur stopper samping I
26
mengencangkan baut 1 stopper samping
mengencangkan baut 1 stopper
samping I
27
mengencangkan baut 2 stopper samping
mengencangkan baut 2 stopper
samping I
Tabel 4.4 Klasifikasi Aktivitas Internal dan Eksternal Pergantian Profile E4E- Redeed (sambungan)
Nomor
Aktivitas (tebal kecil- tebal besar)
Aktivitas (tebal besar-
tebal kecil) Internal/Eksternal
28
uji coba dengan kayu bekas dan memeriksa hasil percobaan
uji coba dengan kayu bekas dan memeriksa hasil
percobaan I
Aktivitas changeover pada jenis pergantian profile E4E-Redeed pada Tabel 4.4 semua aktivitasnya termasuk aktivitas internal kecuali aktivitas meletakkan kayu bekas pada mesin termasuk aktivitas eksternal. Masih banyak aktivitas changeover yang dilakukan saat proses produksi berhenti atau mesin berhenti. Aktivitas changeover pada semua jenis pergantian profile lainnya juga hanya aktivitas meletakkan kayu bekas pada mesin yang termasuk aktivitas eksternal, sedangkan aktivitas lainnya termasuk aktivitas internal. Klasifikasi aktivitas internal dan eksternal changeover untuk jenis pergantian profile Redeed- E4E, E2E-E4E, E4E-E2E, dan E4E-S4S dapat dilihat pada Lampiran 6 sampai Lampiran 9.
4.3.5 Pengukuran Waktu Changeover
Pengukuran waktu changeover dilakukan dengan mengamati aktivitas- aktivitas changeover secara langsung dan mengukur waktu setiap aktivitas menggunakan stopwatch. Hasil pengukuran waktu setiap aktivitas changeover kemudian dicatat. Hasil pengukuran waktu changeover yang digunakan adalah waktu operator melakukan aktivitas changeover tanpa adanya gangguan aktivitas lain seperti berbicara dengan operator lain.
Data waktu aktivitas umum, kecuali mengatur jarak pisau, mengatur stopper samping, dan uji coba dengan kayu bekas, untuk semua jenis changeover dapat disamakan. Hal ini dikarenakan aktivitas-aktivitas yang waktunya disamakan tidak dipengaruhi oleh perbedaan jenis changeover. Data waktu tersebut disamakan dengan alasan sedikitnya data waktu yang didapat untuk setiap aktivitas pada setiap jenis changeover. Data waktu aktivitas khusus tidak dapat disamakan untuk semua jenis changeover dan semua jenis pergantian tebal,
dikarenakan aktivitas-aktivitas tersebut dipengaruhi oleh perbedaan ukuran produk yang akan diproduksi.
Data hasil pengukuran waktu changeover untuk setiap jenis pergantian profile dapat dilihat pada Lampiran 10 hingga Lampiran 18. Data waktu setiap aktivitas changeover kemudian dihitung waktu rata-ratanya. Data perhitungan waktu rata-rata changeover jenis pergantian profile E4E-Redeed dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Waktu Rata-Rata Aktivitas Changeover E4E-Redeed
E4E-Redeed Aktivitas (tebal kecil-
tebal besar) Rata-rata (detik) Aktivitas (tebal besar-tebal kecil) Rata-rata (detik) mengambil pisau redeed
di Tool Room 252,36 mengambil pisau redeed di Tool Room 252,36
mencari dan mengambil
kunci pisau 8,73 mencari dan mengambil kunci pisau 8,73
melepas pisau atas polos 27,05 melepas pisau atas polos 27,05
mencari dan
mengumpulkan ring 65,81 mencari dan mengumpulkan ring 65,20
mengukur ring 58,68 mengukur ring 58,19
memasang pisau redeed 9,03 memasang pisau redeed 9,03
memasang ring 7,94 memasang ring 7,94
mengencangkan pisau
redeed 27,10 mengencangkan pisau redeed 27,10
melepas pisau E4E
kanan (atas saja) 21,42 melepas pisau E4E kanan (atas saja) 21,42 melepas pisau E4E kiri
(atas saja) 21,39 melepas pisau E4E kiri (atas saja) 21,39
mencari dan mengumpulkan ring
untuk pisau E4E kanan 56,93 melepas ring dari pisau E4E kanan 9,71 mengukur dan
memasang ring pada
pisau E4E kanan 55,21 mengukur ring pisau E4E kanan 11,08
memasang pisau E4E
kanan (atas) 6,71 memasang pisau E4E kanan (atas) 6,71
mengencangkan pisau
E4E kanan 26,57 mengencangkan pisau E4E kanan 26,57
mencari dan mengumpulkan ring
untuk pisau E4E kiri 56,89 melepas ring dari pisau E4E kiri 9,96 mengukur dan
memasang ring pada
pisau E4E kiri 45,22 mengukur ring pisau E4E kiri 11,35
Tabel 4.5 Waktu Rata-Rata Aktivitas Changeover E4E-Redeed (sambungan)
E4E-Redeed
Aktivitas (tebal kecil-tebal besar)
Rata-rata
(detik) Aktivitas (tebal besar-tebal kecil) Rata-rata (detik) memasang pisau E4E kiri
(atas) 6,54 memasang pisau E4E kiri (atas) 6,54
mengencangkan pisau E4E kiri 27,37 mengencangkan pisau E4E kiri 27,37
mengatur jarak pisau E4E kiri 39,54 mengatur jarak pisau E4E kiri 39,83 mengatur jarak pisau redeed 56,73 mengatur jarak pisau redeed 57,37 mencari dan mengambil kunci
baut 8,43 mencari dan mengambil kunci baut 8,43
melepas baut 1 stopper
samping 4,31 melepas baut 1 stopper samping 4,31
melepas baut 2 stopper
samping 4,36 melepas baut 2 stopper samping 4,36
mengatur stopper samping 17,62 mengatur stopper samping 16,52
mengencangkan baut 1 stopper
samping 4,91
mengencangkan baut 1 stopper
samping 4,91
mengencangkan baut 2 stopper
samping 4,96
mengencangkan baut 2 stopper
samping 4,96
uji coba dengan kayu bekas
dan memeriksa hasil percobaan 738,35
uji coba dengan kayu bekas dan
memeriksa hasil percobaan 732,62 Total Waktu Changeover
(detik) 1660,15 Total Waktu Changeover (detik) 1481,00
Total Waktu Changeover
(menit) 27,67 Total Waktu Changeover (menit) 24,68
Data waktu setiap aktivitas changeover dihitung nilai rata-ratanya seperti dapat dilihat pada Tabel 4.5. Waktu changeover rata-rata merupakan hasil penjumlahan dari waktu rata-rata semua aktivitas changeover. Perhitungan waktu rata-rata changeover juga dilakukan pada jenis changeover lainnya yang dapat dilihat pada Lampiran 19 hingga Lampiran 22. Waktu rata-rata changeover pada jenis changeover E4E-Redeed, Redeed-E4E, E4E-E2E, E2E-E4E, dan E4E-S4S dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6 Waktu Rata-Rata Changeover Sebelum Perbaikan Jenis Pergantian Profile (changeover) Waktu Rata-Rata (detik) E4E-Redeed (tebal kecil ke tebal besar) 1660,15 E4E-Redeed (tebal besar ke tebal kecil) 1481,00 Redeed-E4E (tebal kecil ke tebal besar) 1579,14
Tabel 4.6 Waktu Rata-Rata Changeover Sebelum Perbaikan (sambungan) Jenis Pergantian Profile (changeover) Waktu Rata-Rata (detik) E4E-E2E (tebal kecil ke tebal besar) 1622,24 E4E-E2E (tebal besar ke tebal kecil) 1614,78 E2E-E4E (tebal kecil ke tebal besar) 1766,94 E2E-E4E (tebal besar ke tebal kecil) 1612,23
E4E-S4S 1390,10
4.4 Masalah saat Changeover dan Usulan Perbaikan
Dari hasil pengamatan terhadap detail aktivitas changeover pada semua jenis changeover yang dianalisa, dapat diidentifikasi beberapa masalah yang dapat diselesaikan untuk mengurangi waktu changeover. Masalah utama dari proses changeover saat ini adalah aktivitas changeover dilakukan secara seri oleh seorang operator, padahal terdapat 2 operator lainnya yang dapat melakukan aktivitas changeover. Operator-operator tersebut tidak melakukan aktivitas yang memberikan nilai tambah saat mesin berhenti dan ada aktivitas changeover yang dapat dilakukan bersamaan sehingga dapat mengurangi waktu changeover.
Masalah lainnya yaitu ada aktivitas-aktivitas internal berdasarkan Tabel 4.4 dan Lampiran 7 hingga Lampiran 8 yang dapat dikerjakan sebelum mesin berhenti atau dijadikan aktivitas eksternal. Aktivitas-aktivitas tersebut yaitu :
Mengambil pisau di Tool Room
Kondisi saat ini adalah operator baru mengambil pisau yang dibutuhkan di Tool Room setelah mesin berhenti untuk proses changeover. Operator yang mengambil pisau di Tool room sering tidak langsung mendapatkan pisau yang dibutuhkan. Operator perlu menunggu operator dalam Tool Room untuk mencari, mengambil, dan menyerahkan pisau kepada operator Moulding.
Aktivitas ini menjadi salah satu penyebab waktu changeover menjadi lama.
Mencari dan mengambil kunci pisau serta kunci baut
Kondisi saat ini adalah operator sering mencari kunci pisau dan kunci baut hingga di mesin lain, seharusnya setiap mesin memiliki kunci pisau sebanyak tiga buah dan kunci baut sebanyak empat buah, akan tetapi tidak ada tempat penyimpanan khusus untuk kunci pisau dan kunci baut sehingga kunci pisau dan kunci baut dapat tersebar di berbagai tempat. Penyebab lainnya adalah
kurangnya kesadaran operator untuk mengembalikan kunci pisau dan kunci baut setelah meminjam kunci pisau di mesin lain.
Aktivitas mencari dan mengumpulkan ring juga merupakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah pada proses changeover. Kondisi saat ini adalah operator perlu waktu cukup lama untuk mencari ring yang dibutuhkan untuk dipasang pada pisau, seharusnya setiap mesin memiliki jumlah ring yang lengkap untuk setiap ukurannya. Hal ini disebabkan tempat penyimpanan ring saat ini tidak membedakan ring berdasarkan ukurannya sehingga ring dengan berbagai ukuran dicampur menjadi satu. Operator juga sering tidak mengembalikan ring pada tempatnya atau mesin lain, sehingga ring terletak di berbagai tempat. Operator menjadi kesulitan mencari ring yang dicampur menjadi satu dan juga tersebar di berbagai tempat.
Gambar 4.8 Ring Dicampur Pada Satu Tempat
4.4.1 Usulan Mengganti Aktivitas Internal Menjadi Aktivitas Eksternal Aktivitas mengambil pisau di Tool room dapat dilakukan sebelum mesin berhenti, yaitu dengan supervisor moulding mengambil pisau yang dibutuhkan untuk proses changeover sebelum mesin berhenti. Aktivitas mencari dan mengambil kunci pisau serta kunci baut juga dapat dilakukan sebelum mesin berhenti. Supervisor moulding dapat mempersiapkan kunci pisau dan kunci baut
memastikan kunci pisau dan kunci baut selalu tersedia sebelum proses changeover dimulai atau sebelum mesin berhenti.
Permasalahan tidak adanya tempat penyimpanan khusus kunci pisau dan kunci baut menyebabkan perlu dibuat tempat penyimpanan khusus tools (kunci pisau dan kunci baut). Usulan pembuatan tempat penyimpanan khusus tools ini telah disepakati oleh pihak perusahaan, namun belum diterapkan. Tempat penyimpanan tools sementara dibuat sebagai contoh agar nantinya dapat dibuat oleh perusahaan untuk masing-masing mesin moulding. Tempat penyimpanan khusus tools ini tidak membutuhkan biaya karena terbuat dari kayu bekas dan paku. Tempat penyimpanan khusus kunci baut sama dengan tempat penyimpanan khusus ring yang dapat dilihat pada Gambar 4.10. Tempat penyimpanan kunci pisau yang dibuat dapat dilihat pada Gambar 4.9.
Gambar 4.9 Tempat Penyimpanan Kunci Pisau
Permasalahan kurangnya kesadaran operator untuk mengembalikan tools menyebabkan perlu menambah tugas supervisor moulding untuk mengembalikan semua tools pada tempatnya setelah proses changeover selesai. Tugas mengembalikan semua tools diberikan kepada supervisor moulding agar operator dapat langsung menjalankan mesin setelah proses changeover selesai.
Kunci pisau dan kunci baut yang telah dipersiapkan oleh Supervisor moulding harus diletakkan pada tempat penyimpanan yang baru, sehingga memudahkan operator untuk menemukan dan mengambil tools tersebut. Kunci
pisau dan kunci baut yang telah dipersiapkan sebelum mesin berhenti menyebabkan operator tidak perlu mencari kunci pisau dan kunci baut. Hal ini karena operator hanya mengambil tools tersebut pada tempat penyimpanan khusus tools saat proses changeover berlangsung. Waktu rata-rata aktivitas mengambil kunci pisau dan kunci baut perlu diukur untuk menghitung estimasi waktu changeover setelah perbaikan. Pengukuran waktu dilakukan saat kunci pisau dan kunci baut telah tersedia di dekat mesin sebelum mesin berhenti. Hasil pengukuran waktu aktivitas mengambil kunci pisau dan kunci baut dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil Pengukuran Waktu Aktivitas Mengambil Kunci Pisau dan Kunci Baut
Aktivitas Waktu (detik) Waktu Rata-
rata (detik) mengambil kunci pisau 3,22 3,95 3,74 2,38 3,04 2,89 3,20 mengambil kunci baut 2,16 2,77 3,4 3,81 3,04
4.4.2 Usulan Menyederhanakan Aktivitas Mencari dan Mengumpulkan Ring
Waktu aktivitas mencari dan mengumpulkan ring juga dapat dikurangi dengan menyederhanakan aktivitas tersebut. Permasalahan mengenai tempat penyimpanan ring seperti yang telah dibahas pada subbab 4.4 yaitu tempat penyimpanan ring saat ini tidak membedakan ring berdasarkan ukurannya. Usulan perbaikan yang diberikan untuk masalah mencari ring adalah membuat tempat penyimpanan khusus ring yang dapat dilihat pada Gambar 4.10.
Gambar 4.10 Tempat Penyimpanan Khusus Ring dan Kunci Baut
Ring yang disimpan di tempat khusus ini dibedakan berdasarkan ukurannya. Hal ini dapat memudahkan operator untuk memilih ring yang akan digunakan. Usulan ini belum diterapkan namun telah disepakati oleh pihak perusahaan, sehingga untuk sementara dibuat dahulu contohnya agar nantinya perusahaan dapat membuat tempat tersebut untuk masing-masing mesin moulding. Permasalahan lain adalah operator sering tidak mengembalikan ring pada tempatnya atau mesin lain. Ring setelah dilepas dari pisau harus dikembalikan pada tempatnya oleh supervisor moulding. Tugas mengembalikan ring dilakukan oleh supervisor moulding agar operator dapat langsung menjalankan mesin setelah proses changeover selesai.
4.4.3 Usulan Mengatur Aktivitas Secara Paralel
Usulan selanjutnya adalah mengatur aktivitas yang dapat dilakukan secara paralel, artinya ada serangkaian aktivitas yang dapat dilakukan dalam waktu bersamaan. Hal ini dikarenakan pada setiap mesin moulding terdapat lima operator dan pada line moulding terdapat tiga supervisor moulding. Aktivitas changeover sebelumnya dilakukan oleh seorang operator dan seorang supervisor moulding. Operator melakukan aktivitas changeover dari awal hingga akhir,
sedangkan supervisor melakukan aktivitas uji coba proses dan memeriksa hasil percobaan.
Usulan pengaturan aktivitas changeover yang dilakukan secara paralel berupa standar pengaturan job untuk masing-masing operator dan supervisor moulding. Hal ini bertujuan selain mengurangi waktu changeover juga membuat pembagian pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan oleh setiap operator menjadi lebih jelas. Usulan pengaturan aktivitas changeover ini dibuat berdasarkan kesepakatan dengan pihak perusahaan namun belum diterapkan secara nyata di lantai produksi. Standar pengaturan job dibuat untuk jenis changeover E4E- Redeed, Redeed-E4E, E4E-E2E, E2E-E4E, dan E4E-S4S. Standar pengaturan job untuk jenis changeover E4E-Redeed dan Redeed-E4E dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8 Standar Pengaturan Job untuk Proses Changeover E4E-Redeed dan Redeed-E4E
E4E-redeed dan redeed-E4E (tebal kecil ke tebal besar/tebal besar ke tebal kecil) Mesin
jalan/berhenti Operator 1 Operator 2 Operator 3 Operator 4 Operator 5 Supervisor
jalan memasukkan kayu
bahan pada mesin menyortir kayu bahan menyortir produk, memeriksa kualitas
menyortir produk, memeriksa kualitas
QC dan finishing produk
memastikan jenis produk selanjutnya
jalan memindahkan produk ke
tumpukan produk jadi
memindahkan produk ke tumpukan produk jadi
menyiapkan pisau, kunci pisau, dan kunci baut
jalan
meletakkan kayu bekas pada mesin, mematikan mesin
meminta bahan kepada Senior
Supervisor moulding
berhenti mengambil kunci pisau mengambil kunci pisau
mengumpulkan ring untuk pisau samping kanan/melepas ring pisau kanan
membersihkan mesin
QC dan finishing produk
mengawasi dan memastikan langkah kerja operator sesuai dengan standar pengaturan job
changeover berhenti melepas pisau atas melepas pisau samping
kanan
mengukur dan memasang ring pada pisau kanan/mengukur ring pisau kanan
berhenti mengumpulkan ring melepas pisau samping kiri memasang pisau kanan
berhenti mengukur ring
mengumpulkan ring untuk pisau samping kiri/melepas ring pisau kiri
mengambil kunci pisau
berhenti memasang pisau atas baru
mengukur dan memasang ring pada pisau
kiri/mengukur ring pisau kiri
mengencangkan pisau kanan
berhenti memasang ring memasang pisau kiri mengambil kunci baut berhenti mengencangkan pisau
atas mengencangkan pisau kiri melepas baut 1 stopper samping
berhenti mengatur jarak pisau
atas mengatur jarak pisau kiri melepas baut 2 stopper samping
berhenti mengatur stopper
Tabel 4.8 Standar Pengaturan Job untuk Proses Changeover E4E-Redeed dan Redeed-E4E (sambungan)
Mesin
jalan/berhenti Operator 1 Operator
2 Operator 3 Operator
4
Operator
5 Supervisor
berhenti mengencangkan baut 1 stopper
samping
berhenti mengencangkan baut 2 stopper
samping berhenti menghidupkan mesin, memasukkan kayu
bekas pada mesin
uji coba dengan kayu bekas
berhenti memeriksa hasil percobaan
jalan mengembalikan semua tools, ring, dan
pisau pada tempatnya
Usulan-usulan perbaikan yang telah dijelaskan sebelumnya telah dimasukkan ke dalam standar pengaturan job yang dapat dilihat pada Tabel 4.8.
supervisor moulding bertugas menyiapkan pisau, kunci, dan kunci baut sebelum mesin berhenti. Operator 1, operator 2, dan operator 3 akan melakukan aktivitas changeover yang berbeda secara bersamaan sedangkan operator 5 digunakan untuk melakukan finishing pada produk jadi. Operator 4 membersihkan mesin selama proses changeover. Uji coba proses produksi dilakukan oleh supervisor moulding setelah aktivitas yang dilakukan oleh operator 1,2, dan 3 selesai dilakukan.
Pengaturan job sebelum mesin berhenti pada semua jenis changeover yang dibuat standar pengaturan jobnya sama, yang membedakan adalah pembagian aktivitas atau pekerjaan operator saat mesin berhenti. Standar pengaturan job untuk jenis changeover E4E-E2E, E2E-E4E, dan E4E-S4S dapat dilihat pada Lampiran 23 dan Lampiran 24. Pengaturan aktivitas changeover yang baru digambarkan dalam bentuk Gang Process Chart sehingga pembagian aktivitas serta waktu selesainya dapat dilihat lebih jelas. Estimasi waktu changeover sesudah perbaikan juga dapat ditentukan dari Gang Process Chart yang dibuat.
Pengaturan job pada lima jenis changeover dibuat Gang Process Chart nya. Gang Process Chart aktivitas paralel changeover E4E-Redeed (tebal kecil ke tebal besar) dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Gang Process Chart Aktivitas Paralel Changeover E4E-Redeed (Tebal Kecil ke Tebal Besar)
Manusia Mesin
Waktu
(detik) Operator 1 Waktu
(detik) Operator 2 Waktu
(detik) Operator 3 Waktu
(detik) Supervisor Waktu
(detik) Mesin Waktu (detik) 3,20 mengambil kunci
pisau 3,20 mengambil kunci pisau 3,2
mencari dan mengumpulkan ring
untuk E4E kanan
56,93
mengawasi dan memastikan langkah kerja operator sesuai dengan standar pengaturan job
changeover
255,53 Idle 255,53
24,62 melepas pisau atas
polos 27,05
melepas pisau E4E
kanan (atas saja) 21,42
30,25 melepas pisau E4E kiri
(atas saja) 21,39
46,01
mencari dan mengumpulkan
ring
65,81 56,93
mencari dan mengumpulkan ring
untuk E4E kiri
56,89 96,1
mengukur dan memasang ring pada
E4E kanan
55,21 102,91
mengukur ring 58,68 112,14
mengukur dan memasang ring pada
E4E kiri
45,22
118,85 memasang pisau E4E
kanan (atas) 6,71
122,05 mengambil kunci pisau 3,2
148,12 mengencangkan pisau
E4E kanan 26,57
148,62
memasang pisau E4E
kiri (atas) 6,54
151,66 mengambil kunci baut 3,04
154,67
melepas baut 1 stopper
samping 4,31
154,74 mengencangkan pisau
E4E kiri 27,37
Tabel 4.9 Gang Process Chart Aktivitas Paralel Changeover E4E-Redeed (Tebal Kecil ke Tebal Besar) (Sambungan)
Manusia Mesin
Waktu (detik) Operator 1 Waktu (detik) Operator 2 Waktu
(detik) Operator 3 Waktu
(detik) Supervisor Waktu
(detik) Mesin Waktu (detik) 155,97
memasang pisau
redeed 9,03
160,33 melepas baut 2 stopper
samping 4,36
163,76
mengatur stopper 17,62
171,71 memasang ring 7,94
177,95
mengencangkan
pisau redeed 27,10
182,03 mengencangkan baut 1
stopper samping 4,91
182,86
mengatur jarak
pisau E4E kiri 39,54
187,82 mengencangkan baut 2
stopper samping 4,96
198,80
Idle 806,06
221,5730965 mengatur jarak
pisau redeed 56,73
255,53
Idle 772,31
993,88 Idle 738,35
uji coba dengan kayu bekas dan memeriksa hasil
percobaan
738,35 Jalan 738,35
Waktu selesai setiap aktivitas dapat dilihat pada Gang Process Chart seperti ditunjukkan pada Tabel 4.9. Aktivitas uji coba dengan kayu bekas baru dapat dilakukan setelah berakhirnya aktivitas dengan waktu selesai terlama yaitu mengatur jarak pisau redeed. Waktu selesainya proses changeover selama mesin berhenti adalah waktu selesainya aktivitas uji coba dengan kayu bekas yang pada yaitu 993,88 detik. Gang Process Chart untuk jenis changeover lainnya dapat dilihat pada Lampiran 25 hingga Lampiran 32.
Perbandingan antara waktu changeover sebelum perbaikan dan estimasi waktu pada lima jenis changeover sesudah perbaikan dapat dilihat pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10 Perbandingan Waktu Changeover Sebelum Perbaikan dan Estimasi Waktu Changeover Sesudah Perbaikan
Jenis Pergantian Profile
Waktu Sebelum Perbaikan (detik)
Waktu Sesudah Perbaikan (detik)
Selisih Waktu (detik)
Persentase Penurunan Waktu E4E-Redeed (tebal
kecil ke tebal besar) 1660,15 993,88 666,27 40,13%
E4E-Redeed (tebal
besar ke tebal kecil) 1481,00 987,69 493,31 33,31%
Redeed-E4E (tebal
kecil ke tebal besar) 1579,14 897,60 681,53 43,16%
Redeed-E4E (tebal
besar ke tebal kecil) 1503,41 1014,16 489,25 32,54%
E4E-E2E (tebal kecil
ke tebal besar) 1622,24 1097,28 524,96 32,36%
E4E-E2E (tebal besar
ke tebal kecil) 1614,78 1196,52 418,26 25,90%
E2E-E4E (tebal kecil
ke tebal besar) 1766,94 1245,41 521,53 29,52%
E2E-E4E (tebal besar
ke tebal kecil) 1612,23 1185,88 426,34 26,44%
E4E-S4S 1390,10 890,47 499,62 35,94%
Rata -rata Estimasi Penurunan Waktu Changeover 33,26%
Perbandingan waktu changeover pada Tabel 4.10 menunjukkan bahwa terjadi penurunan waktu changeover dengan estimasi rata-rata sebesar 33,26% apabila proses changeover dilakukan sesuai dengan usulan perbaikan yang telah dijelaskan sebelumnya.
4.4.4 Standarisasi Usulan Perbaikan Changeover
Perubahan prosedur proses changeover menyebabkan perlu dilakukan standarisasi prosedur changeover yang baru. Standarisasi juga bertujuan agar operator dan Supervisor moulding dapat melakukan proses changeover sesuai dengan prosedur yang baru dengan benar. Standarisasi prosedur changeover meliputi standar pengaturan job dan form checklist pergantian profile. Standar pengaturan job untuk lima jenis changeover utama dapat dilihat pada Tabel 4.8 , Lampiran 23, dan Lampiran 24.
Form checklist pergantian profile dibuat untuk membantu supervisor moulding mempersiapkan tools yang diperlukan sebelum changeover dimulai.
Form checklist juga membantu supervisor mengawasi proses changeover agar menghindari terlewatinya aktivitas dan hal-hal penting saat changeover dilakukan.
Form checklist pergantian profile harus diisi oleh supervisor yang mengawasi proses changeover dan melakukan uji coba serta pemeriksaan terhadap hasil uji coba. Form checklist untuk jenis changeover E4E-Redeed dan Redeed-E4E dapat dilihat pada Tabel 4.11 dan form checklist untuk jenis changeover lainnya dapat dilihat pada Lampiran 33 dan Lampiran 34.
Tabel 4.11 Form Checklist Pergantian Profile E4E-Redeed dan Redeed-E4E
Form Checklist Ganti Profile (Changeover)
Nama Supervisor
Jenis Pergantian Profile E4E-Rdd/Rdd-E4E
Jenis Tool Jumlah Check (v)
Pisau redeed/atas polos 1
Kunci pisau 3
Kunci baut 1
Ring tersedia pada tempatnya
Hal-hal penting
Kayu bekas siap di mesin
Pisau atas sudah diganti
Pisau atas sudah dikencangkan
Ketinggian pisau E4E kanan sudah diatur Ketinggian pisau E4E kiri sudah diatur Pisau E4E (kanan dan kiri) sudah dikencangkan
Pemeriksaan hasil uji coba
Lebar kayu bekas sudah sesuai dengan ukuran
lebar produk akhir
Tabel 4.11 Form Checklist Pergantian Profile E4E-Redeed dan Redeed-E4E (sambungan)
Tebal kayu bekas sudah sesuai dengan ukuran tebal
produk akhir
Bentuk E4E sudah fix
Stopper samping dan atas sudah diatur
Selesai Uji Coba
Mengembalikan kunci pisau pada tempatnya 3 Mengembalikan kunci baut pada tempatnya 1
Mengembalikan pisau ke Tool Room 1
Mengembalikan ring pada tempatnya sesuai ukuran
Penanggung jawab Mengetahui
Supervisor moulding Manajer Moulding Solid Product
4.5 Komponen Kritis pada Mesin Moulding
Mesin moulding yang digunakan untuk Departemen Solid Product di PT.
X terdiri dari dua merk yaitu Weinig (mesin 1-3) dan Sheng Yuan (mesin 4-6).
Cara kerja kedua merk mesin tersebut sama dan jenis-jenis komponen pada kedua merk mesin juga sama. Mesin moulding memiliki beberapa komponen kritis atau komponen yang sering terjadi kerusakan. Komponen-komponen tersebut yaitu:
As
As adalah komponen yang berfungsi sebagai poros untuk memutar pisau (cutter block). Cutter block adalah pisau yang digunakan untuk memakan permukaan kayu. Komponen as dapat dikatakan rusak atau tidak menjalankan fungsinya dengan baik apabila as sudah aus atau as putus. Kerusakan as dapat dideteksi dari hasil pemakanan pada permukaan kayu yang cacat, putaran pisau tidak seimbang, suara mesin yang mulai bising, dan permukaan as yang aus.
Kerusakan as dapat dideteksi oleh teknisi.
Bearing
Bearing adalah komponen yang berfungsi menjaga agar putaran as dapat seimbang. Putaran as apabila tidak seimbang akan berpengaruh pada putaran pisau. Bearing dapat dikatakan rusak apabila bearing aus. Kerusakan bearing dapat dideteksi dari hasil pemakanan pada permukaan kayu yang cacat, putaran pisau tidak lancar, suara mesin mulai bising, dan permukaan bearing yang aus.
Kerusakan bearing dapat dideteksi oleh teknisi.
Speeder
Speeder adalah komponen yang berfungsi mengatur kecepatan putaran rol feeder. Rol feeder berfungsi untuk menggerakkan kayu agar melintasi mesin moulding. Speeder dapat dikatakan rusak apabila kecepatan rol feeder tidak sesuai dengan kecepatan yang ditetapkan. Kerusakan dapat dideteksi dari v-belt mulai kendor. Kerusakan speeder dapat dideteksi oleh teknisi.
Cross joint
Cross joint adalah komponen yang berfungsi memfleksibelkan rol feeder agar rol feeder dapat bergerak naik dan turun mengikuti permukaan kayu. Cross joint dapat dikatakan rusak apabila cross joint aus atau lepas. Kerusakan cross joint dapat dideteksi oleh operator saat putaran rol feeder macet. Kerusakan cross joint dapat dideteksi oleh teknisi saat cross joint mulai aus.
Pulley
Pulley adalah komponen yang berfungsi menyalurkan daya atau putaran dari motor atau gearbox ke v-belt. Pulley tersambung pada motor, gearbox, dan as.
Pulley berbentuk seperti cakram yang memutar v-belt. Pulley akan berputar mengikuti putaran motor atau gearbox, dan komponen as akan berputar mengikuti putaran pulley. Pulley dapat dikatakan rusak apabila pulley aus.
Kerusakan pulley dapat dideteksi oleh teknisi saat permukaan pulley aus.
V-belt
V-belt adalah komponen yang berfungsi menyalurkan daya atau putaran dari komponen pulley ke pulley lainnya. V-belt dapat dikatakan rusak apabila v-belt kendor atau v-belt putus. Kerusakan v-belt dapat dideteksi oleh teknisi saat v- belt mulai kendor.
Gearbox