• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

C. Prosedur Tindakan

Tindakan (Metapedadidaktik) Menerapkan desain pembelajaran (RPP) dalam pembelajaran IPA tentang sifat-sifat cahaya Pengamatan

 Mengamati situasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai observer  Mengamati cara guru menyajikan materi

yang ada dalam buku pegangan  Repersonalisasi buku teks

Refleksi

Merumuskan yang ditemukan pada proses pembelajaran

Perencanaan (Prospektif)  Melakukan pretest pada siswa untuk

mengetahui pengetahuan awal siswa  Membuat Chapter Design

 Membuat desain pembelajaran (RPP) IPA tentang sifat-sifat cahaya

Siklus 2

Siklus 1

Refleksi (Retrospektif)

 Menganalisis hubungan antara prospektif dengan metapedadidaktik

 Mengkategorikan tipe learning obstacle baru setelah penerapan desain pembelajaran  Hasil refleksi digunakan untuk menentukan

langkah lebih lanjut dalam upaya mengkaji tujuan penelitian

Pengamatan (Metapedadidaktik) Mengamati, apakah ada kesulitan dan kemajuan yang dialami siswa dalam pembelajaran tersebut

27

Ema Nurliany, 2015

DESAIN PEMBELAJARAN SIFAT SIFAT CAHAYA BERBASIS COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA (LEARNING OBSTACLE) KELAS V SEMESTER 2

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Prasiklus a. Observasi

1) Repersonalisasi Learning Obstacle pada Buku Teks

Tahapan ini merupakan suatu tahapan awal yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui kesulitan belajar siswa melalui analisis materi yang akan dipelajari oleh siswa. Pada tahapan ini peneliti membaca buku IPA siswa dan mencoba menjadi siswa kelas V Sekolah Dasar yang sedang belajar materi tentang sifat-sifat cahaya. Dengan menjalankan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menganalisis kesulitan belajar siswa ketika memahami materi tentang sifat-sifat cahaya.

2) Observasi kelas

Dari hasil observasi yang dilakukan terhadap pembelajaran IPA di kelas V SDN Kadumerak 5, peneliti mengamati kegiatan guru salama proses kegiatan pembelajaran mengenai materi yang didajarkan yaitu pada materi sifat-sifat cahaya.

3) Pretest

Langkah ini merupakan tahapan penilaian dengan memberikan soal ujian kepada siswa untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan awal mengenai materi sifat-sifat cahaya. Peneliti melakukan pretest kepada siswa kelas V Sekolah Dasar mengenai sifat-sifat cahaya. Siswa mengerjakan soal pilihan ganda sebanyak 20 dengan klasifikasi kesulitan soal mulai dari sukar, sedang dan mudah. Tiap soal yang dijawab dengan benar maka akan diberi skor 1. 4) Refleksi

Jika hasil pembelajaran belum maksimal, maka melakukan perbaikan dan menyusun desain pembelajaran baru untuk siklus berikutnya

Bagan 3.2

Modifikasi Alur Siklus PTK Model Kemmis dan McTaggart (dalam Takirah Taniredja, Dkk.) dengan Penerapan DDR dalam pembelajaran Sifat-Sifat Cahaya Berbasis model

28

Pada tahapan ini peneliti dan guru mitra melkukan diskusi mengenai kesulitan belajar siswa berdasarkan hasil observasi yang peniliti lakukan ketika kegiatan pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya berlangsung. Dari kegiatan refleksi ini akan didapatkan suatu masukan yang dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan selanjutnya. Apabila hasil tindakan belum maksimal, maka peneliti an dilanjutkan ke siklus berikutnya.

2. Siklus 1

a. Tahap Perencanaan

Tahapan perencanaan ini meliputi kegiatan: 1) Tahap Pembuatan Chapter Design

Tahap ini merupakan rancangan peta konsep materi yang sesuai dengaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada di dalam kurikulum.Peneliti membuat rancangan peta konsep untuk materi sifat-sifat cahaya. Dalam peta konsep yang dibuat memuat materi yang akan diajarkan beserta analisis keterkaitan materi ajar di kelas IV, V dan VI serta kelas VIII SMP. Apakah materi sifat-sifat cahaya tersebut sudah perah dipelari atau belum di kelas tersebut.

2) Pembuatan Lesson Design

Tahap ini merupakan sebuah rancangan pembelajaran atau yang disebuut

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat Komponen RPP hampir sama dengan RPP pada uumumnya, didalamnya terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi esensial, media belajar, tahapan kegiatan pembelajaran, terdapat pula prediksi respon siswa disertai dengan antisipasi didaktis guru dan kegiatan evaluasi. Peneliti membuat RPP yang meliputi serangkaian kegiatan mulai dari analisis SK dan KD, menganalisis tujuan pembelajaran agar desain RPP mencangkup tujuan dari pembelajarn, analisis materi esensial, menentukan metode pembelajaran dan media sesuai kebutuhan penyampaian materi. Peneliti juga memprediksikan respon siswa yang akan mempelajari

sifat-29

Ema Nurliany, 2015

DESAIN PEMBELAJARAN SIFAT SIFAT CAHAYA BERBASIS COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) BERDASARKAN ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA (LEARNING OBSTACLE) KELAS V SEMESTER 2

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sifat cahaya berdasarkan disain pembelajaran yang sudah peneliti rancang hal ini untuk menentukan antisipasi didaktik apa yang harus diberikan oleh peneliti untuk membantu ketika siswa mengalami kesulitan belajar.

3) Prediksi respon siswa merupakan suatu analisis memprediksikan situasi belajar siswa berdasarkan respon siswa ketika mempelajari materi tentang sifat-sifat cahaya. Dengan memperhatikan respon siswa, akan membantu peneliti untuk menentukan apakah siswa mengalami kesulitan atau tidak dan membantu pula untuk memberikan antisipasi didaktis pada siswa.

b. Tahap Tindakan

Pada tahapan tindakan ini meliputi kegiatan menerapkan desain pembelajran yang sudah dibuat peneliti sekaligus untuk mengamati kesulitan belajar selama proses pembelajran berlangsung. Terdapat tiga komponen yang terintegrasi yaitu kesatuan, fleksibilitas, dan koherensi. Maksud dari kesatuan, fleksibilitas dan koherensi dalam tahapan penelitian ini adalah: 1) kesatuan (unity) adalah kesatuan utuh dari komponen-komponen situasi

didaktis.

2) fleksibilitas (flexibility) adalah intervensi guru dalam mengantisipasi dan mengembangkan alur belajar siswa.

3) koherensi (coherence) adalah keterpaduan logis antar situasi didaktis (situasi aksi-formulasi-validasi) yang dikembangkan.

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini yaitu:

a) menerapkan desian pembelajran (RPP) yang menerapkan model pembelajaran kooperatife learning tipe Number Head Together (NHT). Adapun langkah-langkah pembelajraan dengan menerapkan model pembelajaran pembelajaran Cooperatife Learning Tipe Number

Head Together (NHT) adalah sebagai berikut:

(1) Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok.

30

(3) Guru member tugas/pertanyaan pada masing-masing siswa dalam kelompok untuk mengerjakannya.

(4) Setiap kelompok mulai berdiskusi untuk menemukan jawaban yang dianggap paling tepat dan memastikan semua anggota kelompok mengetahui jawaban tersebut.

(5) Guru memanggil salah satu nomor secara acak.

(6) Siswa dengan nomor yang dipanggil mempresentasikan jawaban dari hasil diskusi kelompok mereka.

(7) Tahap pengamatan merupakn tahapan melakukan analisis kesulitan dan kemajuan siswa dalam belajar yang baru selama proses pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran Cooperatife Learning Tipe Number Head

Together (NHT).

c. Tahap Refleksi

Pada tahapan ini meliputi kegiatan menganalisis hubungan antara desain dengan implementasi pembelajaran.

Dokumen terkait