• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dakwah Pendidikan Sosial Ekonomi

Maal Hdayatullah (BMH), selain itu pemberian subsidi untuk PPAS (Pusat Pendidikan Anak Sholeh), Rumah Singgah, Klinik sehat dan Aksi kemanusiaan. Sedangkan yang mendapatkan urutan kedua untuk alokasi dana yaitu pendidikan sebesar 30% hal ini karena Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memberikan fasilitas untuk kaum dhuafa dalam program beasiswa berkah, sekolah pemimpin, sekolah alam, sahabat guru, klinik komputer dan rumah baca anak.

89 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Strategi yang telah diterapkan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam menjaga loyalitas donatur yaitu :

a. Melakukan audit keuangan yaitu Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mendatangkan akuntan publik untuk mengaudit segala penghimpunan dan pendayagunaan dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) yang dilakukan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) serta melaporkan hasil audit ke semua donatur

b. Report laporan kegiatan secara berkala yaitu Baitul Maal Hidayatullah melaporkan semua pendayagunaan dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) kepada donatur tiap bulan yang berupa laporan program-program kegiatan penyaluran dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) kepada kaum dhuafa

c. Meningkatkan mutu kinerja lembaga yaitu meningkatkan manajemen pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) dengan menerapkan prinsif amanah, transparan dan professional.

d. Melakukan komunikasi intensif ke donatur yaitu komunikasi yang dibangun oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk mengikat tali silaturahim antara lembaga dan donatur, yang dilakukan dengan cara

formal yaitu mendatangi donatur maupun informal dengan komunikasi direct mail.

2. Adapun faktor-faktor pemilihan strategi yang diterapkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yaitu karena :

a. Aktifitas Lembaga Amil Zakat (LAZ) sepenuhnya berbasis pada kepercayaan dan pelayanan yang prima kepada donatur.

b. Kemitraan merupakan fungsi utama dalam upaya pencapaian tujuan lembaga kedepan, maka perlu dibangun kemitraan dengan berbagai elemen baik internal maupun eksternal yang kuat dan solid dalam upaya melakukan pencapaian tujuan.

c. Aktifitas pelayanan, merupakan prioritas dalam upaya meningkatkan kepercayaan baik pada mustahik, donatur, mitra dan yang lainnya, dan dengan mengutamakan pelayanan terhadap donatur menjadi andalan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam meningkatkan kepercayaan. 3. Dalam menerapkan strategi loyalitas donatur di Baitul Maal Hidayatullah

(BMH), langkah-langkah yang dilakukan pertama adalah memperkuat sisi kelembagaan yaitu dengan menyusun visi dan misi Baitul Maal Hidayatullah (BMH) serta menguatkan peran sistem keorganisasian lembaga dalam hal ini memperkuat peran fungsi dari masing-masing departemen. Setelah itu Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menganalisa lingkungan internal dan eksternal. Analisa internal yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh

91

lembaga serta eksternal yaitu berupa peluang dan tantangan yang di hadapi oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Selain itu dalam proses penerapan strategi loyalitas kemudahan yang ditemukan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yaitu luasnya jaringan pesantren Hidayatullah serta tingginya loyalitas dan semangat para karyawan di Baitul Maal Hidayatullah menjadi modal utama dalam langkah menerapkan strategi loyalitas.

4. Dari penerapan strategi yang telah dilakukan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH), strategi tersebut mempunyai keberhasilan yang maksimal terlihat dari jumlah donatur Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang terus meningkat. Pada tahun 2010 jumlah donatur mencapai 15.000 donatur dari tahun 2006 yang hanya 7.859 donatur. Rata-rata pertumbuhan jumlah donatur tersebut dari tahun 2006 sampai tahun 2010 mencapai 15%. Selain itu jumlah penghimpunan dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) terus meningkat dari tahun ketahun. Jumlah penghimpunan yang terakhir sejumlah Rp. 28,354,934,356,00,- yang pada tahun 2006 hanya Rp.7,383,360,101,00,- Persentase pertumbuhan penghimpunan tersebut mencapai rata-rata 41% tiap tahunnya.

B. Saran

Dari penelitian yang penulis lakukan di Baitul Maal Hidayatullah (BMH), ada beberapa hal yang dapat dipertimbangankan sebagai masukan untuk penelitian yang lebih lanjut :

1. Menyelidiki berbagai faktor yang mempengaruhi loyalitas donatur Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dengan melibatkan banyak responden dari donatur

2. Menyelidiki lebih lanjut peranan Organisasi Masa (ORMAS) Hidayatullah dalam meningkatkan perkembangan lembaga amil zakat Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

93 DAFTAR PUSTAKA

Allison, Michael. Kaye, Jude. Perencanaan Strategi Bagi Organisasi Nirlaba. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005.

A, Pearce Jhon. Robinson, Jr Richard B. Manajemen Strategi,Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. edisi bahasa Indonesia. Jakarta : Salemba Empat, 2008

A, Thompson, Arthur. E Gamble, Jhon. A. J. Strickland. Strategy, Core Consepts Analytical Tools Reading. Second Edition New York : Mc graw-Hill, 2006. Azra, Azyumardi. Zakat dan Kemiskinan, diakses dari www.uinjkt.ac.id, diakses

pada tanggal 11 Oktober 2010

C.H, Lovelock. Service Marketing. Second edition. New Jersey, Prentice-Hall Inc, 1991.

Daud, Mohammad Ali. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Waqaf. Jakarta : UI Press, 1988.

Erni, Yanti Siregar, Kinerja Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional Dompet Dhuafa Republika dalam Pengelolaan Dana ZIS, diakses dari, http://www.mb-ipb.org. tanggal 15 Oktober 2010

Fakhruuddin. Fiqh dan Manajemen Zakat di Indonesia. Malang : UIN Malang Press, 2008.

Fatwa, A.M. Problem Kemiskinan, Zakat sebagai Solusi Alternatif. Bandung : Mizan Media utama, 2004.

Forum Zakat www.forumzakat.net diakses pada tanggal 16 Oktober 2010 George, L.Morrisey. Pedoman Pemikiran Strategis. Jakarta : Prenhallindo, 1996

Hafiduddin, Didin. Manajemen Syariah daam Praktek. Jakarta: Gema Insani, 2003. Press.

--- Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani Press, 2002.

Kotler, Philip. Lane, Keller Kavin. Menajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks, 2009 edisi 12

---. Amstrong, Gary. Prinsif-prinsif Pemasaran.. Jakarta : Erlangga, Jilid II, 2001, edisi ke-8

Kuncoro, Mudrajad. Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif. Jakarta : Erlangga, 2005.

Lumkin, Dess Eisner. Stratgic Management, Creating Competitiv Advantage. third edition. New York : McGraw-Hill Irwin, 2007.

Moleong, Lexy J, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2005 Muhammad. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta : Rajawali Press, 2008. Majalah INFOZ, Media Infomasi Organisasi Pengelola Zakat, TH IV Mei- Juni 2011,

edisi 12

Media Informasi Organisasi Pengelola Zakat (INFOZ), tahun V Oktober – November, Edisi ke-3

Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 2004. Qardhawi, Yusuf. Hukum Zakat. Jakarta : Pustaka Lentera Antarnusa, 1996

Rizal, Sopyan. Pengaruh Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan Muzakki Kepada Lembaga Amil Zakat terhadap Perilaku Berzakat Muzakki, Tesis, UI 2006. Ria, Casmi Arsa, Negara Dalam Merevitalisasi Pengelolaan Zakat Sebagai Upaya

Strategis MenanggulanganKemiskinan Di Indonesia, diakses dari

http://www.legalitas.org. diakses pada tanggal 15 Oktober 2010 Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah. Bandung : Al-Maarif, 1988

Saidi, Zaim. Abidin, Hamid. Menjadi Bangsa Pemurah, Wacana dan Praktek Kedermawanan Sosial di Indonesia. Jakarta : Piramedia, 2005.

Setiyaji, Achmad Potensi ZIS dan Problem Pengelolaan, diakses dari http://www.rumahzakat.org/detail.php?id=1628&kd=B. diakses pada tanggal 07 Oktober 2010

Siagian, P. Sondang. Manajemen Strategik. Jakarta : Bumi Aksara, 1995.

95

Sudewo, Eri. Manajemen Zakat. Ciputat : Institut Manajemen Zakat, 2004

Sudirman.. Zakat dalam Pusaran Arus modernitas, Malang: UIN Malang Press, 2007 Theresia Widyaratna Denny dan Filisia Chandra. Analisis Kepuasan dan Loyalitas

Konsumen terhadap Tingkat Penjualan di Warung Bu Kris, Jurnal

Manajemendan Kewirausahaan Vol.3, no. 2 diakses dari

http://puslit.petra.ac.id/journals/management/ pada tanggal 10 Pebruari 2011 Tjiptono, Fandy. Chandra, Gregorius. Service, Quality and Satisfaction. Yogyakarta :

Andi Offset, 2007.

Umar, Husein.. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta : JBRC, 2000 .

www.hanumisme.com/2009/12/28/potensi-zakat-2010/ diakses pada tanggal 16 Oktober 2010

1. T. Sejauh mana pentingnya loyalitas donatur di Baitul Maal Hidayatullah J : loyalitas penting karena

a. Donator mempunyai peran untuk mensupport segala program yang dijalankan oleh Baitul Maal Hidayatullah

b. Donator khusunya para wajib zakat (muzakki) ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran dan keberlangsungan mereka untuk membayar zakat.

c. Karakteristik para donator yang tidak secara konsisten menyalurkan dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) mereka kepada Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perlu diperhatikan agar dalam menyalurkan harta mereka tidak hanya bersifat insidental 2. T. Strategi apa yang diterapkan BMH dalam menjaga loyalitas donatur.?

J. Ada beberapa straegi yang dilakukan BMH untuk meraih loyalitas donatur yaitu

a. Pada sisi kelembagaan BMH melakukan audit keuangan yang kemudian memberikan laporan kepada donatur

b. Memberikan laporan secara berkala dalam bentuk laporan secara periodik

c. Meningkatkan mutu kinerja dengan pelayanan dan meminimalisir complen sampai angka yang paling rendah Komitmen BMH dalam memberkan pelayanan BMH mendapat sertifikat ISO yaitu sertifikat standar mutu pengelolaan manajemen d. Melakukan komunikasi intensif kepada donatur baik secara langsung dan tidak

langsung. Yang tidak langsung seperti melalui media dan informasi program serta langsung menemui donatur kerumah-rumah sera mendiskusikan program dan rencana kegiatan BMH

secara umum dan selain strategi tersebut ada GRAND STRATEGI yang diterapkan BMH yaitu

a) peningkatan kapasitas lembaga

b) kemitraan, yaitu secara internal dan eksternal c) pelayanan prima yang dilakukan secara nasional d) Penguatan jejaring

3. T. Mengapa BMH memilih menggunakan strategi tersebut dalam menjaga loyalitas donatur?

a. Karena aktifitas LAZ sepenuhnya berbasis pada kepercayaan dan pelayanan yang prima. Dengan harapan aktifitas yang berjalan dapat optimal jika pegembangan dilakukan secara kelembagaan dan juga didukung oleh kwalitas SDM yang memadai b. Kemitraan merupakan fungsi utama dalam upaya pencapaian tujuan lembaga kedepan, maka perlu dibangun kemitraan yang kuat dan solid dalam upaya melakukan pencapaian yang dimaksud dengan berbagai elemen di internal maupun eksternal

c. Aktifitas pelayanan, merupakan prioritas dalam upaya meningkatkan kepercayaan baik pada mustahik, muzaki, mitra dan yang lainnya. Masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri

4. T. Bagaimana konsep dalam menerapkan strategi menjaga loyalitas donatur

J. LAZ BMH merupakan LAZ yang berbasis dakwah. Dengan berbasis dakwah ini LAZ mensupport berbagai program yang telah diagendakan oleh LAZ. Penerapan strategi ini lebih terfokus pada konsep penerapan program dakwah dan pendidikan pada aspek pendayagunaan dan pemberdayaan. Sedangkan dalam bentuk lain adalah dalam bentuk edukasi zakat secara luas pada masyarakat.

5. T. Apa yang menjadi faktor-foktor yang mempengaruhi loyalitas donatur di Baitul Maal Hidayatullah

a. Citra lembaga, yaitu Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sebagai lembaga amil zakat memberikan pelayanan yang rill bagi masyarakat melalui zakat infaq dan shadaqah (ZIS).

b. Program - program kreatif yang dilaksanakan oleh Baitul Maal Hidayatullah c. Aktifitas rill para dai Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam membawa

nilai-nilai moral kepada masyarakat

6. T. Apa yang menjadi prinsif dalam manajemen pengelolaan zakat?

1. Amanah, yaitu amanah lembaga dan sebagai amil yang dimana sebagai mediator penyaluran dana umat

2. Transparan dalam aktifitas. Baik dalam bentuk penghimpunan dan pendayagunaan dalam bentuk report

4. Kemitraan, dengan siapapun juga BMH membuka peluang kemitraan dalam upaya pencapaian visi dan misi BMH asalkan memiliki ruh yang sama untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk umat.

7. T. Bagaimana langkah – langkah BMH dalam menerapkan strategi tersebut?

J. sebelum menrapkan strtegi BMH memperkuat visi dan misi serta menguatkan peran masing-masing departemen. Karena BMH merupakan lembaga otonom ORMAS Hidayatullah maka mekanisme penerapan strategi merupakan mandat dari Hidayatullah dan dilaksanakan oleh BMH dengan mengerahkan tim-tim di BMH serta lansung mengevaluasi hasil strategi tersebut. Selanjutnya melakukan hal-hal :

a. Komunikasi secara berkala, baik berupa informasi, program maupun dalam bentuk b.Report program

c. Layanan prima

8. T. Apa yang melatarbelakangi perlunya menjaga loyalitas donatur?

J. karena Donatur mempunyai peranan penting dalam lembaga amil zakat, dan menjadi urat nadi lembaga. Keprcayaan inilah yang mesti dijaga, tidak hanya pada donatur tapi pada mustahik maupun masyarakat secara keseluruhan

9. T. Apa yang menjadi faktor peluang, tantangan, kekuatan dan kelemahan dalam menerapkan strategi loyalitas tersebut

J. Peluang : dengan potensi zakat yang mencapai 19,3 riliun BMH mempunya banyak pelunag untuk menggapai potensi tersebut. Karena zakat pada saat ini zakat baru hanya terhimpun sebanyak 1,2 triliun sehingga kesempatan masih banyak dengan menggarap potensi zakat yang ada di perusahaan-perusahaan dan indvidu.

Tantangan :

• kesadaran para donatur yang hanya mengetahui zakat hanya sebatas zakat fitrah

• peraturan uu zakat yang belum sepenuhnya mendukung perzakatan di Indonesia

• Mutu SDM yang mesti terus ditingkatkan Kekuatan :

• potensi keunikan tersendiri dari Dai Hidayatullah, adanya pesantren Hidayatullah, unit usaha BMH yang menjadi pendukung pertumbuhan BMH

• didukung dengan tenaga SDM yang mempunyai keloyalan yang tinggi terhadap BMH

• komitmen dari tenaga kerja untuk mngemban amanat dalam menjalankan visi dan misi lembaga

Kelemahan

• Belum melakukan aktifitas publikasi besar-besaran ke media seperti yang dilakukan oleh lembaga amil zakat yang lain

10.Kemudahan dan hambatan apa yang dihadapi Baitul Maal Hidayatullah dalam menerapkan strategi loyalitas ?

J. kemudahan

1. Luasnya jaringan pesantren Hidayatullah

2. Sumber daya Manusia (SDM) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang mempuyai motivasi yang tinggi dalam mendukung strategi

3. Orientasi dakwah dari para amil di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menjadi ringan

Hambatan

1. Teknologi informasi yang belum kuat

2. Terbatasnya Media publikasi yang dilakukan oleh Baitul Maal

11.Bagaimana trend pertumbuhan jumlah donatur sampai saat ini?berapakah jumlah total donatur saat ini ?

J. Peningkatan jumlah penghimpunana berbanding lurus dengan jumlah donatur artinya untuk dari tahun ke tahun jumlah donatur terus bertambah. Karena identifikasi belum mendalam Untuk saat baru 11 cabang dari data BMH jumlah total donatur sebanyak 15.000 donatur yang mana dari jumlah seluruhnya donatur zakat mendominasi.

12.Adakah target untuk menambah Donatur tiap tahunnya?

J : Target untuk merangkul donatur yang lebih banyak pasti ada, karena melihat jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas Islam menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesadaran untuk berzakat. Bukti dari Loyalitas ini pertumbuhan ini terliahat pada tahun 2008 jumlah donasi sebesar Rp 17 miliar tahun 2009 sebesar Rp. 23 miliar dan tahun 2010 sebesar Rp.28 miliar

14.Bagaimana tingkat kontinyuitas penyaluran dana ZIS di BMH oleh donatur yang sudah berlangsung, apakah tingkat jumlah donasi bertambah atau berkurang ?

J. Grafik pertumbuhan Alhamdulillah, trendnya terus meningkat dari tahun ketahun 15.Distribusi ZIS dari BMH apakah hanya pada hal fisik atau pengembangan SDM, lebih

mana yang fokus?

J. Distribusi ZIS bersinergi antara fisik dan pengembangan SDM. Diamana BMH Lebih Fokus pada konsep penerapan program dakwah dan pendidikan dimana untuk pendidikan BMH mendirikan lembaga pendidikan gratis (sekolah pemimpin), dengan konsep modern boarding yang dibawah naungan BMH serta beasiswa berkah. Sedangkan untuk dakwah BMH mendirikan STIS (Sekolah tinggi ilmu syariah) yang ada di balikpapan, kedua sekolah tinggi Lukmanul Hakim yang ada di surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah.

16.Dalam menhimpun dan mendistribusikan dana ZIS, BMH bermitra kerjasama dengan perusahaan apa saja?

J. Dalam melakukan aktifitas penghimpunan, kami terbuka bagi semua corporasi/perusahaan contoh yang sudah bekerjasama baik dalam CSR maupun penghimpunan dana ZIS karyawan. Diantaranya adalah : PT. Medco Energi, Bank Permata syariah, Bank Niaga Syariah, PT Antam, media informasi seperti TV maupun Radio, Institusi pemerintah daerah dll. Sedangkan untuk distribusinya, kami melakukan kerjasama dengan lembaga maupun perorangan.

Dokumen terkait