DESKRIPSI PROSES
3.5. Proses Akhir (After Treatment)
Proses After Treatment adalah sebagai kelanjutan dari proses spinning. Dalam proses
spinning, bentuk Nilon 6 masih dalam bentuk Undraw Yarn. Undraw Yarn adalah benang
yang belum mengalami penarikan. Undraw Yarn ini masih mempunyai nilai kemuluran yang tinggi, sehingga dapat dikatakan belum stabil.
Di unit After Treatment ini Undraw Yarn diproses lebih lanjut sampai mempunyai tingkat elongation 54 ± 4 % untuk dijual ke pengguna. Tingkat mulur putus ini untuk setiap tipe benang Nilon 6 berbeda-beda. Untuk T-100 dan T-200, tingkat mulur putus 54 ± 4 %. Sedangkan untuk T-700 mempunyai tingkat mulur putus 27 %.
Proses After Treatment ini meliputi dua proses, yaitu :
1. Proses Draw Twisting.
Proses Draw Twisting adalah proses penarikan benang dengan dipilin.
2. Proses Draw Winding.
Proses Draw Winding adalah proses penggulungan benang tanpa dipilin. Proses
Draw Twisting akan menghasilkan benang-benang Drawn Yarn, sedangkan proses Draw Winding hanya menghasilkan benang-benang Drawn Yarn untuk mother yarn. Mother Yarn adalah benang yang akan dipisah-pisahkan menjadi filament
Untuk benang-benang tipe Mother Yarn baik yang tipe T-100 dan T-200 akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan salah satunya kaos kaki stocking. Sedangkan untuk T-700 sebagai bahan baku fishing net. Maka dari itu, khusus untuk T-700 proses penarikan harus kuat.
Dalam unit After Treatment terdapat dua ruangan yaitu :
1. Creel Room
Creel Room terletak di lantai kedua sedangkan DT Room di lantai pertama.
Karena alat untuk proses After Treatment membutuhkan dua lantai bertingkat. Creel
Room ini adalah ruangan yang dikhususkan untuk mengantarkan benang ke ruang Draw Twister terletak di lantai kedua. Ruangan ini terdapat dua mesin untuk
mengantarkan benang-benang ke ruang Draw Twister. Mesin-mesin tersebut adalah DT 1-E dan DT 7SG. Untuk mesin DT 1-E, jarang dipakai karena kondisinya sudah tua (dibuat tahun 1956). Drum Undrawn Yarn diletakan dalam Drum Cup, kemudian benang dilewatkan ke two pin guide. Selanjutnya diproses di Draw Twister Room. Temperatur ruangan Creel pun harus ditetapkan karena dalam proses pembentukan
Nylon Filament Yarn, temperatur sekitar benang proses harus tetap dingin. Dijaga
kondisi ruangan dingin ini supaya tidak ada benang yang menambah panjang. Selain itu RH (kelembaban) ruangan diatur juga agar kandungan air dari benang tidak cepat menguap. Apabila RH tinggi, maka akan terjadi penguapan yang cepat sehingga bagian luar dari benang cepat kering. Temperatur ruangannya adalah 27 ± 1oC dan RH 65 ± 5. Selain itu, disini terdapat mesin mikake. Mesin Mikake ini fungsinya untuk mengecek denier dari Undrawn Yarn yang keluar dari proses Spinning. Denier adalah jenis benang yang dihasilkan yaitu jumlah monofilament terhadap multifilamennya. Adapun rumusnya gram/ 9000 meter. Sebagai contoh. Tipe 320-16-220, menandakan 320 gram / 9000 meter. Terdapat 16 monofilamen dan angka 220 menunjukkan jenis chip dan finishing oil yang digunakan.
2. Draw Twister Room
Disini benang-benang Undrawn Yarn diproses lebih lanjut baik dengan proses
Draw Twister maupun proses Draw Winder. Untuk proses Draw Twister
menggunakan 2 jenis mesin yaitu D/T 1-E dan D/T 7SG. D/T 1-E saat ini jarang dipakai lagi karena sudah tua (1956). D/T 7SG terdapat 7 mesin, dimana 4 mesin
digunakan sebagai proses Routine (pembuatan T-100 dan T-200) dan 3 mesin untuk proses T-700. Untuk proses Draw Winder menggunakan 2 jenis mesin yaitu D/W 100, D/W 5, mesin-mesin ini digunakan untuk pembuatan mother yarn. D/W 100 terdapat 2 mesin D/W 5 dan 1 mesin D/W 2. Di dalam D/W 2 terdapat Hot Plate yang mempunya temperatur 180oC. Untuk mesin lainnya yaitu tipe 14H dan 14S. Untuk mesin 14H terdapat 6 mesin yaitu : C-9, C-10, C-11, C-12, D-11, D-12. mesin 14H digunakan khusus untuk proses T-700 sehingga di dalam mesin ini terdapat Hot
Plate. Mesin 14S terdapat 14 mesin yang digunakan untuk proses Routine. Hasil dari
proses mesin Draw Twister ada 7 ukuran (size), yaitu :
Size K15, menggunakan F9 (bobin pendek), berat adalah 1540-1565 ± 5 gram.
Size K28, menggunakan F7 (bobin panjang), berat adalah 2758-3010 ± 5 gram.
Size K30, menggunakan F7 juga dan berat sama dengan Size K28.
Size K60, menggunakn Paper Chase dengan berat 600 gram.
Size K80, menggunakan Aluminium Drum dengan berat 5000-8200 gram.
Size K75, menggunakan Aluminium Drum dengan berat 5000-8200 gram.
Size K50, menggunakan Aluminium Drum dengan berat 5000-8200 gram.
Pengepakan size K15 dan K28 dinamakan pirn, sedangkan K30 dan K60 dinamakan Chese. K80, K75 dan K50 dikhususkan untuk mother yarn.
Mekanisme Proses
Proses Routine dengan Draw Twister
Proses Routine merupakan proses Draw Twister. Digunakan khusus untuk T-200,
drum Undrawn Yarn diletakan dalam creel. Benang dikaitkan dengan two pin guide.
Fungsi two pin guide sebagai untuk menghantarkan atau memudahkan penarikan serta untuk mengatur tension (daya atau kuat tarik). Tension ini diatur sesuai keadaan benang yang diinginan. Melalui Draw Ratio/Drafting benang ditarik agar panjang benang bertambah panjang. Terjadinya penarikan (drafting) karena perbedaan putaran atau kecepatan feed roll dan draw roll. Benang dililitkan di Pinch Roll dan Draw Roll sebanyak 3 kali tidak lebih dan kurang., karena ada efek slip yang menyebabkan benang menjadi Semi-Undrawn Yarn. Melalui lapet guide benang dibentuk dengan
dengan sistem rachet, sedangkan untuk 14S dan 14H memakai sistem preset. Bobbin ditahan dengan ring holder.
Proses T-700 dengan Draw Twister
Drum Undrawn Yarn diletakan dalam creel. Benang dilewatkan ke two pin guide yang fungsinya sama seperti pressure roller dan feed roller. Pinless guide untuk mengatur jarak lilitan benang. Feed roll mempunyai putaran yang lebih lambat tetapi aktif untuk menahan benang. Dari feed roll ke draw pin. Kemudian melewati hot
plate dengan temperatur 190oC ± 1oC (untuk mesin 14H). Melalui lappet guide, benang digulung ke bobbin menjadi Drawn Yarn.
Proses Draw Winding
Prinsip kerja sebenarnya sama dengan proses Draw Twisting, hanya disini terjadi proses penarikan cepat (draft) dan penggulungan tanpa twist. Kalau di mesin Draw
Twister penyuapan benang dengan creel, di mesin Draw Winder menggunakan Rotary Creel. Penggulungannya langsung dengan drive roll, diratakan oleh split drum. Dan benang bukan dalam bentuk bobbin tetapi dalam bentuk drum.