LANDASAN TEORI
3.4 Proses Bisnis Kredit Konsumer Bank XYZ
Proses bisnis kredit konsumer Bank XYZ dibagi atas dua yaitu bagian Regional Sales (bagian pemasaran) dan bagian Analis-Pemutus-Administrasi Kredit (bagian proses hingga pencairan). Gambar 3.2 menunjukkan pejabat yang terkait dalam proses putusan kredit terdiri dari pejabat pemrakarsa/ penganalisa kredit dan pejabat pemutus kredit.
Berkas Pengajuan Kredit
Regional Sales/
Pemasaran Kredit
Penganalisa Kredit
Pemutus Kredit
Pencairan Kredit
Gambar 3.2 Skema Proses Bisnis Kredit Konsumer 3.4.1 Tugas dan Tanggung Jawab Jajaran Regional Sales
1. Tugas Jajaran Regional Sales
Jajaran Regional Sales meliputi Regional Sales Manager, Area Sales Manager, AO Sales, dan Sales Person.Tugas jajaran Regional Sales dapat dilihat pada Gambar 3.3.
Kelengkapan Kirim Aplikasi ke
Jajaran Analis/
Pemutus Lewak ADK (AO Sales)
Gambar 3.3 Skema Proses di Jajaran Regional Sales Kredit Konsumer Gambar 3.3 mendeskripsikan tugas jajaran Regional Sales, antara lain:
a. Sales Menciptakan hubungan awal dengan calon debitur atau debitur yang akan dilayani.
b. Melakukan kegiatan pemasaran kredit c. Melakukan proses kredit, yang meliputi:
1. Prakarsa kredit.
2. Menerima dan menindaklanjuti permohonan tertulis dari debitur atas kebutuhan kreditnya.
3. Meyakini kebenaran data dan informasi awal yang disajikan.
4. Meneliti dan memastikan bahwa dokumen yang mendukung putusan kredit masih berlaku, sah dan berkekuatan hukum.
5. Mengumpulkan dan mereview data calon debitur dan atau usahanya,
6. Melakukan wawancara dengan calon debitur dan mengevaluasi infomasi dari calon debitur.
7. Memeriksa kelengkapan dokumen pengajuan kredit.
8. Memeriksa kelengkapan isian form aplikasi permohonan kredit.
9. Melakukan pre-screening.
10. Melakukan pengumpulan, pemeriksaan dan bertanggungjawab terhadap kebenaran data penghasilan atau laporan keuangan.
11. Melakukan penilaian agunan kredit konsumtif apabila penilaian tidak dilakukan oleh external appraisal (dilakukan oleh AO Sales).
12. Menyampaikan kepada Analis tentang informasi awal debitur dalam rangka proses kredit.
13. Melakukan negosiasi awal dengan debitur dan melaporkan hasil negosiasi tersebut.
14. Melakukan pembinaan dan monitoring kepada debitur sesuai ketentuan yang berlaku.
15. Meningkatkan dan memperluas hubungan dengan debitur termasuk cross selling untuk meningkatkan fee based income.
2. Tanggung Jawab Jajaran Regional Sales
Secara umum tanggung jawab jajaran regional sales, antara lain:
a. Bertanggung jawab terhadap pengumpulan data dan informasi yang diperlukan.
b. Bertanggung jawab terhadap kewajaran nilai agunan (AO Sales).
c. Setiap Pejabat Pemrakarsa Kredit bertanggung-jawab baik untuk diri sendiri maupun secara bersama-sama (tanggung renteng).
d. Memastikan bahwa dokumen yang disajikan oleh calon debitur adalah masih berlaku, sah dan berkekuatan hukum serta sesuai dengan aslinya.
e. Setiap kredit yang diprakarsai telah sesuai dengan ketentuan perbankan dan asas-asas perkreditan yang sehat serta prinsip-prinsip kehati-hatian.
3.4.2 Tugas dan Tanggung Jawab Jajaran Analis-Pemutus-Administrasi Kredit Jajaran Analis berada di Sentra Kredit Konsumer dan Kanca Kredit Konsumer, yang terdiri dari Administrasi Kredit, AO Analis, Manager Kredit Konsumer, dan Kepala Sentra Kredit Konsumer/Pinca Kredit Konsumer seperti pada Gambar 3.4.
Registrasi dan cek aplikasi dari RS
Cek Pra Putusan (ADK)
Gambar 3.4 Skema Proses di Jajaran Analis-Pemutus-Administrasi Kredit Konsumer
Secara umum tugas dan tanggung jawab jajaran Jajaran Analis antara lain meliputi:
1. Tugas Jajaran Analis
Secara umum tugas jajaran analis, antara lain:
a. Memastikan debitur/calon debitur telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan (pre screening).
b. Memeriksa kelengkapan dan berlakunya dokumen permohonan kredit, serta kelengkapan data dan informasi yang diperlukan. Apabila terdapat kekurangan data dan informasi yang diperlukan, meminta jajaran Regional Sales untuk melengkapinya.
c. Memeriksa dan menilai kewajaran dokumen-dokumen yang diterima dari jajaran Regional Sales. Apabila dokumen-dokumen tersebut dinilai kurang wajar, agar dikonfirmasikan kepada jajaran Sales.
d. Apabila Jajaran Analis melihat terdapat hal-hal yang tidak wajar mengenai data (calon) debitur yang termasuk didalamnya kewajaran nilai agunan, maka diperkanankan bagi Jajaran Analis bersama dengan jajaran Regional Sales, melakukan pemeriksaan ke lokasi usaha, tempat tinggal/domisili, lokasi agunan, dan pengecekan legalitas ke instansi yang terkait dengan usaha (calon) debitur serta menyajikannya dalam LKN.Kewajaran nilai agunan tersebut bisa diperoleh dari data
base yang telah dimiliki untuk wilayah agunan dimaksud atau melalui informasi lainnya.
e. Menyusun Credit Risk Scoring (CRS) sesuai ketentuan yang berlaku.
f. Melakukan analisis kelayakan kredit melalui LAS.
g. Membuat rekomendasi putusan kredit kepada pemutus termasuk tipe/struktur dan syarat kredit.
2. Tanggung Jawab Jajaran Analis
Secara umum tanggung jawab jajaran analis, antara lain:
a. Melaksanakan tugasnya terutama dalam kaitannya dengan analisis dan evaluasi kredit secara profesional.
b. Bertanggung jawab terhadap kebenaran analisis kredit, termasuk didalamnya kebenaran analisis penghasilan/pendapatan debitur atau calon debitur.
c. Setiap Pemrakarsa Kredit bertanggungjawab baik untuk diri sendiri maupun secara bersama-sama (tanggung renteng).
d. Memastikan bahwa setiap kredit yang diprakarsai telah sesuai dengan ketentuan perbankan dan asas-asas perkreditan yang sehat serta prinsip-prinsip kehati-hatian.
3.4.3 Tugas dan Tanggung Jawab Pemutus Kredit
Tugas dan tanggung jawab pejabat pemutus kredit tersebut diatas antara lain meliputi:
1. Melaksanakan tugasnya berdasarkan kemahiran profesionalnya secara jujur, objektif, cermat dan seksama.
2. Setiap pejabat pemutus kredit/anggota komite kredit bertanggung jawab baik untuk diri sendiri maupun secara bersama-sama dengan pejabat yang terlibat dalam proses putusan kredit (tanggung renteng).
3. Setiap kredit yang diputus telah sesuai dengan ketentuan perbankan dan asas-asas perkreditan yang sehat serta prinsip kehati-hatian.
4. Memastikan bahwa analisis dan evaluasi kredit telah dilakukan dengan benar dan memadai, sehingga tercermin kekuatan/kelemahan debitur dan usahanya serta adanya proyeksi cash flow yang mendukungnya.
5. Untuk debitur eksisting, restrukturisasi dan penyelesaian kredit, pemutus Untuk debitur eksisting, restrukturisasi dan penyelesaian kredit, pemutus keuangan debitur telah dilaksanakan secara berkesinambungan.
6. Untuk debitur lama restrukturisasi dan penyelesaian kredit, memastikan bahwa pembinaan administratif maupun pembinaan lapangan telah dilaksanakan.
7. Memastikan bahwa tipe dan struktur kredit telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8. Memberikan persetujuan atau penolakan kredit sesuai dengan batas wewenang dan jenis kredit yang ditetapkan Direksi.
9. Memastikan bahwa dalam hal diperlukan adanya Putusan Penundaan Dokumen (PPnD), dokumen dimaksud telah dipastikan jadwal penyerahannya.