BAB III: PROSES PENENTUAN BENEFICIAL OWNER (BO)
B. Proses dan Modus Tindak Pidana Pencucian Uang melalui
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris untuk menyampaikan informasi kepada Perusahaan Terbuka mengenai kepemilikan dan setiap perubahan kepemilikannya atas saham Perusahaan Terbuka.Penyampaian laporan kepemilikan dan setiap perubahan kepemilikan atas saham wajib dilakukan paling lambat 5 (lima) hari sejak terjadinya kepemilikan atau perubahan kepemilikan atas saham Perusahaan Terbuka.100
B. Proses dan Modus Tindak Pidana Pencucian Uang melalui Perusahan Terbuka
1. Tahapan Placement
Penempatan (placement) merupakan upaya menempatkan uang tunai yang berasal dari tindak pidana ke dalam sistem keuangan (financial system), Jadi, placement adalah upaya menempatkan dana yang dihasilkan dari suatu kegiatan tindak pidana ke dalam jaringan sistem keuangan.101
100Ibid,. Lihat Pasal 5
101Yenti Garnasih, Penegakkan Hukum Anti Pencucian Uang Dan Permasalahan di Indonesia,Cet.4(Depok : PTRajagrafinco,2017) hal. 22
yang paling penting dari “placement” ini adalah apa yang disebut sebagai “smurfing”.
Melalui “smurfing” ini, maka keharusan untuk melaporkan transaksi uang tunai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat dikelabui atau dihindari.
Smurfing yaitu upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi yang dilakukan oleh banyak pelaku.Metodesmurfing, yakni pelaku menggunakan rekan-rekannya yang banyak untuk memecah sejumlah besar uang tunai dalam jumlah-jumlah kecil dibawah batas uang tunai sehingga bank tidak mencurigai kegiatan tersebut untuk kemudian uang tunai tersebut ditukarkan di bank dengan cek wisata atau cek kontan. Bentuk lain adalah dengan memasukkan dalamrekening para smurfing di satu tempat pada suatu bank kemudian mengambil pada bank yang sama di kota yang berbeda atau disetorkan pada rekening-rekening pelaku pencucian uang di kota lain sehingga terkumpul dalam beberapa rekening pelaku pencucian uang. Rekening ini tidak langsung atas nama pelaku namun bisa menunjuk pada suatu perusahaan lain atau rekening lain yang disamarkan nama pemiliknya.
2. TahapanPelapisan (Layering)
Pelapisan (layering) merupakan upaya mentransfer harta kekayaan yang berasal dari tindak pidana (dirty money) yang telah berhasil ditempatkan pada Penyedia Jasa Keuangan (PJK) ke Penyedia Jasa Keuangan lain. dengan pelapisan atau layering, penegak hukum akan mengalami kesulitan untuk mengetahui asal-usul harta kekayaan tersebut.
Layering merupakan tahapan kedua setelah dilakukannya placement, dimana dalam tahapan ini menyamarkan uang dilakukan dengan melakukan
transaksi keuangan yang kompleks, dengan cara pembelian suatu produk.102
Pada tahapan ini, uang hasil placement di pindah-pindahkan dari satu rekening bank ke bank lainnya, baik dalam negeri maupun luar negeri melalui suatu transaksi yang sengaja dirancang untuk menyamarkan atau menyembunyikan pemilik yang sebenarnya (beneficial owner).
biasanya produk-produk perbankan, saham atau obligasi.
103 Pelaku tindak pidana akan mendirikan perusahaan-perusahaan fiktif yaitu dengan membuka rekening-rekening atas nama perusahaan fiktif dengan cara dititipkan kepada rekening perwalian (trust) milik pengacara, akuntan104
1. bersifat internasional, dimana perusahaan-perusahaan pialang (brokerage firms) sebagai salah satu komponen penting pasar sekuritas memiliki kantor-kantor perwakilan di seluruh dunia dan biasanya transaksi dilakukan secara wire transfer antar yurisdiksi;
dan juga pelaku tindak pidana membeli saham-saham atau obligasi perusahaan terbuka melalui pasar modal.
Sektor lain yang cukup rentan terhadap kegiatan pencucian uang adalah perdagangan efek seperti saham dan obligasi. Sektor ini dapat diinfiltrasi oleh para pencuci uang terutama pada tahap layering. Para pencuci uang berminat mencuci uangnya melalui sektor ini karena:
102Kristian,Op,Cit, hal. 84
103Ibid,
104Ibid,
2. pasar sekuritas sangat likuid, sehingga baik pembelian, penjualan maupun penyelesaian-nya dapat berlangsung dalam waktu relatif singkat;
3. para pialang beroperasi dengan kompensasi berupa komisi dari hasil penjualan, sehingga mereka cenderung mengacuhkan masalah asal-asul atau sumber keuangan nasabahnya; dan
4. rekening-rekening perusahaan sekuritas di beberapa negara dapat dibuka oleh perusahaan-perusahaan pialang sebagai nominees atau trustees, sehingga dimungkinkan identitas dari beneficiaries yang sesungguhnya tetap tersembunyi. Dalam sejumlah kasus diketahui bahwa para profesional di bidang industri sekuritas turut serta berperan aktif dalam praktek pencucian uang.105
Berikut ini yang termasuk dalam kegiatan pelapisan atau layering adalah sebagai berikut :
a. Transfer dana dari suatu bank ke bank lain dan/atau antar wilayah atau antar negara
b. Penggunaan simpanan tunai sebagai agunan untuk mendukung transaksi yang sah
105EdiNasution,http://ppatk.go.id/files/MemahamiPraktekPencucianUangHasilKejahatan_28Okt ober20110.pdf pada tanggal 28 juni 2018
c. Memindahkan uang tunai lintas batas negara melalui jaringan kegiatan usaha yang sah maupun shell company106
Pelaku tindak pidana pencucian uang, dalam proses layering, juga bisa melakukan pencucian uang melalui mekanisme, antara lain:
a) Akusisi Perusahaan Terbuka
Pelaku tindak pidana pencucian uang, untuk menyamarkan dananya, dapat melakukan akusisi perusahaan terbuka. Dengan adanya akusisi tersebut Pelaku terkena peraturan Penawaran Tender dimana salah satunya adalah klarifikasi dari Bank ataupun Perusahaan Efek bahwa Pelaku mempunyai cukup dana untuk melakukan Penawaran Tender.
Selanjutnya, pihak-pihak tersebut bekerja sama untuk memuluskan proses Penawaran Tender, yang pada ujung-ujungnya menempatkan Pelaku sebagai mayoritas di Perusahaan Terbuka tersebut.
b) Manipulasi data Keuangan Perusahaan Terbuka.
Pada tahap awal biasanya pelaku telah menjadi mayoritas di perusahaan tersebut,selanjutnya dana dari tindak kejahatan disamarkan dan dicampurkan oleh pelaku dengan pendapatan yang sah dari Perusahaan tersebut. Hal tersebut akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan pendapatan yang dramatis, yang otomatis bisa mengatrol harga saham
106Keputusan Kepala PPATK No.2/1/KEP.PPATK/2003 tentang Pedoman Unum Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Bagi Penyedia Jasa Keuangan
perusahaan tersebut di bursa. Dalam proses ini biasanya pelaku bekerja sama dengan auditor yang mengaudit Perusahaan tersebut
3. Tahapan penggabungan (Integration)
Integration (penggunaan harta hasil tindak pidana) adalah upaya menggunakan harta kekayaan yang telah tampak sah, baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan material maupun keuangan, dipergunakan untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah, ataupun untuk membiayai kembali kegiatan tindak pidana.107
a. Melakukan investasi pada suatu kegiatan usaha
Modus integration dalam pencucian uang dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:
b. Penjualan dan pembelian aset c. Pembiayaan korporasi
Investasi pada suatu kegiatan usaha merupakan salah satu proses integrasi yang lazim dilakukan. Melalui investasi tersebut, pelaku tindak pidana menggunakan harta hasil kejahatan yang telah dicuci untuk membiayai suatu kegiatan bisnis.Dalam melakukan integrasi harta hasil tindak pidana dalam sistem keuangan, pelaku pencucian uang umumnya diawali dengan penempatan yaitu dengan sebelumnya menempatkan harta hasil tindak pidananya dalam perbankan atau sebagai aset perusahaan
107Kristian, Op.cit. hal.83
boneka yang didirikan. Perusahaan boneka tersebut kemudian dibuat seolah-olah melakukan transaksi pembelian aset properti seperti gedung, dengan harga yang dinaikkan (marked up). Hasil penjualan aset tersebut kemudian dianggap sebagai pendapatan dari transaksi yang sah dan pelaku tindak pidana mendirikan perusahaan boneka di luar negeri. Pelaku kemudian menyimpan harta hasil tindak pidana di dalam perbankan sebagai harta kekayaan perusahaan boneka. Menggunakan harta tersebut, kemudian perusahaan boneka bertindak sebagai perusahaan pembiayaan menyediakan skema investasi atau pembiayaan kepada perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha yang sah108
Beberapa metode, teknis, skema, dan instrumen pemilik manfaat (beneficial owner)dalam pencucian uang, seperti:
dan Perusahaan boneka membeli saham perusahaan terbuka di pasar modal.
109
1) Smurfing, yaitu metode yang dilakukan dengan menggunakan beberapa rekening atas nama individu yang berbeda-beda untuk kepentingan satu orang tertentu.
2) Penggunaan jasa profesional, yaitu teknik dengan menggunakan pihak ketiga, dalam hal ini yaitu jasa profesional seperti advokat, notaris, perencana keuangan, akuntan, dan akuntan publik. Hal tersebut dilakukan
108“PPATKlearning”di akses di http://elearning.ppatk.go.id/pluginfile.php/269/mod_page/
content/5/Mod%201%20-%20Bag%202%20-%20Tipologi%20Pencucian%20Uang.pdf tanggal 20 Mei 2018
109Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 47 /Seojk.04/2017 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang Dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Di Sektor Pasar Modal
dengan tujuan untuk mengaburkan identitas penerima manfaat dan sumber dana hasil kejahatan.
3) penggunaan perusahaan boneka (shell company), yaitu sebuah teknik yang dilakukan dengan mendirikan perusahaan secara formal berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Namun, dalam praktiknya perusahaan tersebut tidak digunakan untuk melakukan kegiatan usaha. Perusahaan boneka tersebut didirikan hanya untuk melakukan transaksi fiktif atau menyimpan aset pihak pendiri atau orang lain. Selain itu, teknik tersebut bertujuan untuk mengaburkan identitas orang yang mengendalikan dana dan memanfaatkan persyaratan pelaporan yang relatif rendah.
4) Penggunaan identitas palsu, yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku Pencucian Uang. Dalam perkembangannya, tren penggunaan identitas palsu menunjukan peningkatan yang cukup signifikan melalui berbagai cara, di antaranya, melakukan penipuan melalui penggunaan identitas palsu dalam proses pembukaan rekening
5) Penggunaan nama orang lain (nominee), wali amanat, anggota keluarga, dan pihak ketiga, yaitu teknik yang biasa digunakan untuk mengaburkan identitas orang yang mengendalikan dana hasil kejahatan.
6) Cuckoo smurfing, yaitu upaya mengaburkan asal-usul sumber dana dengan mengirimkan dana dari hasil kejahatannya melalui rekening pihak ketiga
yang menunggu kiriman dana dari luar negeri dan tidak menyadari bahwa dana yang diterimanya tersebut merupakan proceed of crime.
7) Penggunaan pihak ketiga, yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.
Dari tahapan proses ini maka ada 4 (empat) faktor yang dilakukan dalam proses money laundering, pertama, merahasiakan siapa pemilik uang hasil kejahatan tersebut (beneficial owner). kedua, bentuk sehingga mudah dibawa kemana-mana. Ketiga, merahasiakan proses pemutihan sehingga menyulitkan pelacakan, dan keempat, mudah diawasi oleh pemilik sebenarnya (beneficial owner) dari uang hasil kejahatan ini.
C. Proses Penentuan Beneficial Owner (BO) Perusahaan Terbuka Oleh