METODE PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.2 Proses Ekstraksi
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 25
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Analisa Bahan Baku ( Daun Enceng Gondok )
Daun Enceng Gondok dianalisa terlebih dahulu kadar N, P dan K sebelum dilakukan proses Ekstraksi. Hasil analisa kadar N, P dan K dalam Daun Enceng Gondok adalah sebagai berikut :
IV.1.1 Tabel Hasil Analisa Kadar N, P dan K awal
(Lab. Instrumentasi UPN “Veteran” JAWA TIMUR)
IV.2 Proses Ekstraksi
Setelah persiapan bahan baku berupa Daun Enceng Gondok yang telah dipotong kecil – kecil dan di keringkan serta peralatan yang sudah siap digunakan, selanjutnya dilakukan proses Ekstraksi untuk mengambil komponen N, P dan K yang terkandung dalam Daun Enceng Gondok. Hasil analisa yang didapat untuk kadar N, P dan K setelah Ekstraksi adalah sebagai berikut :
IV.2.1 Tabel Hasil Analisa Kadar N, P dan K
IV.2.1.1 Tabel hasil penelitian kadar N ( % berat ) terhadap perbandingan volume dengan waktu
Sampel Komponen Kadar (% berat)
Daun Enceng Gondok
N 0,946
P 0,0573
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 26
Perbandingan
Volume
Waktu Pengadukan
1 jam 2 jam 3 jam 4 jam 5 jam
1:1 19.05 21.71 24.04 27.78 31.18
1:2 20.75 23.91 26.88 30.66 34.25
1:3 32.25 34.00 35.75 37.50 39.25
1:4 29.95 32.86 36.50 37.26 38.75
1:5 19.00 19.54 20.00 20.79 21.50
IV.2.1.2 Tabel hasil penelitian kadar P ( % berat ) terhadap perbandingan volume dengan waktu
Perbandingan Waktu Pengadukan
Volume 1 jam 2 jam 3 jam 4 jam 5 jam
1 : 1 12.5 14.12 16 16.90 18.05
1 : 2 24.04 27.00 29.45 34.01 38.05
1 : 3 36.00 38.44 40.09 44.94 49
1 : 4 16.6 18.17 19.3 22.22 24.70
1 : 5 13.5 14.42 15.46 16.07 16.8
IV.2.1.2 Tabel hasil penelitian kadar K ( % berat ) terhadap perbandingan volume dengan waktu
Perbandingan Waktu
volume 1 jam 2 jam 3 jam 4 jam 5 jam 1 : 1 15.87 16.81 16.83 20.58 23.40 1 : 2 17.43 21.23 23.73 31.45 37.87 1 : 3 33.27 36.29 38.70 43.59 47.87 1 : 4 16.83 21.11 23.4 33.63 41.87 1 : 5 14.50 16.31 18.17 19.90 21.67
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 27
Gambar 4.1
IV.2.2 Gambar pengaruh waktu dan perbandingan volume terhadap kadar N
Pada gambar 4.1 diketahui kadar N pada berbagai kondisi variabel. Di awal waktu pengadukan, perbandingan volume 1:3 memiliki kadar N tertinggi daripada perbandingan volume yg lain yakni dengan kadar N 32,25 % berat. Setelah awal waktu pengadukan, seluruh perbandingan volume menunjukkan kenaikan kadar N yg signifikan kecuali pada perbandingan volume 1:5 yang memiliki tahap kenaikan yang rendah.
Dari pengamatan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa kadar N optimal terjadi pada perbandingan volume 1:3 dan dan waktu pengadukan 5 jam sebesar 39,25 % berat. Hal ini terjadi karena komponen N terekstrak dengan baik pada kondisi tersebut.
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 28
Gambar 4.2
IV.2.3 Gambar pengaruh waktu dan perbandingan volume terhadap kadar P
Pada gambar 4.2 diketahui bahwa kadar P pada berbagai kondisi variabel. Pada awal waktu pengadukan, Kadar P terbaik diperoleh pada perbandingan 1:3 dengan kadar awal P 36 % berat. Seluruh perbandingan volume mengalami peningkatan kadar P yang signifikan dari awal hingga akhir waktu pengadukan, terutama untuk perbandingan volume 1:2 dan 1:3. Perbandingan volume 1:4 dan 1:5 memiliki kadar P yang hampir sama disetiap jamnya.
Dari pengamatan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa kadar P optimal terjadi pada perbandingan volume 1:3 dan dan waktu pengadukan 5 jam sebesar 49 % berat. Hal ini terjadi karena komponen P terekstrak dengan baik pada kondisi tersebut.
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 29
Gambar 4.3
IV.2.4 Gambar pengaruh waktu dan perbandingan volume terhadap kadar K
Pada gambar 4.3 diketahui bahwa kadar K pada berbagi kondisi variabel. Di awal pengadukan, kadar K terbaik diperoleh pada perbandingan volume 1:3 dengan kadar K 33.27 % berat. Sedangkan perbandingan volume lainnya memiliki kadar K awal berdekatan. Setelah awal waktu pengadukan, seluruh perbandingan mengalami kenaikan kadar K, terutama setelah waktu pengadukan 3 jam. Akan tetapi pada perbandingan volume 1:5 berbeda, kenaikan kadar K stabil dari awal hingga akhir waktu pengadukan.
Dari pengamatan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa Kadar K optimal terjadi pada perbandingan volume 1:3 dan dan waktu pengadukan 5 jam sebesar 47,87 % berat. Hal ini terjadi karena komponen K terekstrak dengan baik pada kondisi tersebut.
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 30
IV.3 Pembahasan
Pada penelitian ini terdapat perbandingan kadar N, P, K yang sangat tinggi antara kadar N, P, K pada analisa bahan baku awal dengan kadar N, P, K pada analisa hasil ekstraksi. Hal tersebut dikarenakan pelarut yang digunakan pada proses ekstraksi memiliki kandungan unsur N dan P, sedangkan unsur K tinggi diperoleh dari ekstraksi daun enceng gondok itu sendiri dimana kandungan K tinggi selalu terdapat pada bagian daun tanaman. Proses ekstraksi sendiri dipengaruhi oleh beberapa hal yakni ukuran partikel, pengadukan, pelarut ( solvent ), dan suhu pelarut. Dalam penelitian ini, daun enceng gondok ( bahan terlarut ) telah di perkecil ukurannya dan dikeringkan sehingga akan memaksimalkan proses ekstraksinya. Pengadukan sangat berpengaruh dalam pengontakan solvent kepada solute untuk proses ekstraksi, semakin lama pengadukan maka akan semakin tinggi kadar zat yang terekstrak sampai pada batas kadar optimum. Pelarut yang baik dengan konsentrasi dan viskositas rendah telah dipilih dalam penelitian ini. Selain untuk pengekstrak, pelarut NH4H2PO4
juga berfungsi sebagai penambah kadar N dan P pada hasil ekstraksi. Pada penelitian ini suhu yang digunakan adalah suhu kamar karena pada suhu tersebut proses ekstraksi sudah berjalan dengan baik.
Hal lain yang menyebabkan tingginya selisih kadar N, P, K adalah kemungkinan terjadinya proses fermentasi oleh bakteri acetobacter pada hasil ekstraksi selama penyimpanan, terbukti pada saat tutup botol penyimpanan hasil dibuka terdapat tekanan udara yang keluar dan berbau busuk.
Pada proses aplikasi pupuk cair hasil ekstraksi ini terdapat perbandingan antara tanaman cabe yang menggunakan pupuk cair dari daun enceng gondok dengan tanaman cabe yang tidak menggunakan pupuk. Tanaman cabe yang menggunakan pupuk cair dari daun enceng gondok tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tanaman cabe yang tidak menggunakan pupuk.
Pada hasil analisa N, P, K penelitian kali ini terdapat ketidakwajaran antara kadar awal N, P, K bahan baku dengan kadar N, P, K hasil ekstraksi yang
Penelitian
UPN”VETERAN”JATIM Hasil dan Pembahasan
Pemanfaatan tanaman enceng gondok sebagai pupuk organik 31
mungkin disebabkan karena ketidaktelitian dan atau kesalahan pada proses uji kadar N, P, K di laboraturium.