• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Integrasi Bangsa pada Masa Islam

Dalam dokumen Xb Sejarah Wajib (Halaman 26-35)

bebas dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Oleh karena itu, bahasa Melayu lebih mudah digunakan sebagai bahasa pergaulan (lingua franca ) dalam kegiatan perdagangan di Kepulauan Indonesia.

B. Uraian 1.   Jawaban:

Perkembangan Islam di Indonesia berkaitan erat dengan perdagangan internasional pada masa lampau. Selain itu, Kepulauan Indonesia merupakan tempat persilangan jaringan lalu lintas perdagangan laut yang menghubungkan per-adaban di bagian barat (Romawi, Timur Tengah, dan India) serta peradaban di bagian timur (Cina). Oleh karena itu, beberapa pulau di Indonesia memiliki kota-kota yang ramai disinggahi pedagang dari berbagai negara. Kota-kota tersebut sebagian besar terletak di daerah pesisir dan berkembang menjadi pelabuhan dagang. Ketika para pedagang tersebut singgah, terjadi interaksi antara pedagang dan masyarakat lokal. Interaksi tersebut me-mungkinkan masuknya pengaruh Islam dalam masyarakat Indonesia berawal di daerah pesisir. 2.   Jawaban:

Bahasa Melayu lebih mudah diterima dan digunakan sebagai bahasa pergaulan oleh para pedagang di Indonesia karena memiliki struktur bahasa sederhana. Selain itu, bahasa Melayu bersifat merakyat, tidak terdapat perbedaan pada tingkatan masyarakat. Oleh karena itu, banyak orang mudah menerima dan menuturkan bahasa Melayu.

3.   Jawaban:

Proses integrasi bangsa pada masa Islam tidak akan terwujud tanpa adanya sikap toleransi. Dengan adanya sikap toleransi para pedagang di Indonesia berpandangan bahwa mereka dapat berdagang dengan siapa pun tanpa melihat latar belakang agama. Oleh karena itu, para pedagang Indonesia di kota-kota dagang Indonesia seperti Banten, Cirebon, dan Makassar tidak hanya berdagang dengan pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat, tetapi juga dengan para pedagang non-Islam dari Cina dan Eropa. Dengan sikap toleransi pula para pedagang menyadari bahwa mereka tidak bisa memaksakan budayanya kepada orang lain karena dapat menimbulkan konflik.

4.   Jawaban:

Ulama memiliki peran dalam proses integrasi bangsa pada masa Islam. Dengan pengetahuan agama Islam yang dimiliki oleh para ulama, mereka ikut aktif dalam penyebaran agama Islam melalui dakwah hingga ke berbagai pelosok daerah. Kegiatan dakwah hingga ke berbagai pelosok daerah mempercepat proses integrasi. 5.   Jawaban:

Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, para pedagang Indonesia memindah-kan kegiatan dagangnya ke Aceh, Banten, Makassar, dan Gresik. Daerah-daerah tersebut selanjutnya berkembang menjadi pusat-pusat perdagangan baru menggantikan Malaka. Dengan demikian, monopoli perdagangan Portugis di Malaka tidak berhasil membatasi kegiatan para pedagang Indonesia.

A. Pilihan Ganda 1.   Jawaban: d

Para ahli masih memiliki perbedaan pendapat tentang asal kedatangan Islam dan pembawa ajaran Islam di Indonesia. Proses kedatangan Islam di Indonesia dapat dijelaskan melalui empat teori. Keempat teori tersebut adalah teori Gujarat, Persia, Cina, dan Mekah. Keempat teori tersebut didasarkan pada bukti-bukti kuat yang telah dikaji para ahli.

2.   Jawaban: a

Menurut teori Gujarat, Islam masuk di Indonesia pada abad XIII Masehi dan dibawa oleh pedagang

J. Pijnapel, W.F. Stutterheim, dan Sucipto Wirjosuparto. Dalam perkembangannya, teori ini dibantah oleh banyak ahli. Bukti-bukti yang lebih akurat seperti berita dari Arab, Persia, Turki, dan Indonesia, memperkuat keterangan bahwa Islam masuk di Indonesia bukan dibawa pedagang Gujarat.

3.   Jawaban: b

Teori Mekah menyatakan Islam masuk di Indonesia pada abad VII Masehi dan berasal langsung dari Mekah dan Madinah (Arab). Menurut Hamka, sebagian besar masyarakat Indonesia menganut mazhab Syafi'i yang juga dianut oleh masyarakat Arab. Menurut A.H. Johns, islamisasi

yang dibuktikan dengan penemuan nisan makam Fatimah binti Maimun. Adapun kemiripan antara tradisi Tabot dan Asyuro merupakan dasar teori Persia.

4.   Jawaban: a

Perdagangan dianggap sarana penyebaran Islam paling efektif. Tidak hanya golongan bawah yang terlibat perdagangan, tetapi juga golongan atas seperti bangsawan dan raja. Oleh karena itu, penyebaran Islam dapat dilakukan pada seluruh golongan masyarakat.

5.   Jawaban: b

Selain disebarkan secara damai, faktor utama Islam dapat diterima masyarakat Indonesia karena ajaran Islam telah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, penyebar-an ajarpenyebar-an Islam dengpenyebar-an menggunakpenyebar-an media wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga. Oleh Sunan Kalijaga, cerita wayang kulit dimodifikasi dengan cerita-cerita yang mengandung unsur Islam sehingga selain sebagai hiburan, wayang kulit berfungsi sebagai sarana islamisasi.

6.   Jawaban: b

Penaklukan Portugis terhadap Malaka pada tahun 1511 telah mempercepat penyebaran agama Islam di Indonesia. Proses itu terjadi karena para pedagang Islam memilih meninggalkan Malaka, kemudian mendirikan usaha perdagangan di berbagai bandar perdagangan baru seperti Banda Aceh, Banten, Demak, Cirebon, dan Ambon. Perpindahan pusat perdagangan ini diikuti meluasnya penyebaran agama Islam.

7.   Jawaban: e

Pada abad XVII Masehi seorang tokoh dari Bugis bernama Amanna Gappa menghimpun para pemimpin perdagangan dan penguasa wilayah untuk membahas ketetapan dalam kegiatan pelayaran. Isi ketetapan Amanna Gappa sebagai berikut.

1) Nakhoda harus mempersenjatai kapalnya agar sanggup bertahan bila mendapat serangan.

2) Nakhoda tidak boleh bosan dalam memberi pelajaran tentang pengetahuan pelayaran kepada awak kapal.

3) Nakhoda harus jujur terhadap awak kapal, pelaku perdagangan, terutama terhadap Tuhan.

4) Nakhoda harus menguasai jalan atau rute pelayaran.

5) Penghasilan sewa kapal dibagi menjadi dua, separuh untuk pemilik kapal dan separuh untuk nakhoda bersama awaknya.

8.   Jawaban: d

Kapal lancang, kelulus, penjajap, dan kora-kora merupakan jenis perahu panjang yang cocok untuk pelayaran pantai. Kapal-kapal tersebut lincah dan mudah dikendalikan. Meskipun demikian, kapal tersebut tidak cocok untuk perdagangan  jarak jauh karena kapasitas angkutnya sedikit. Sementara itu, kapal yang sering digunakan untuk melakukan perdagangan jarak jauh adalah jenis  jung dan galleon . Oleh karena itu, jawaban yang

tepat adalah nomor 3) dan 4). 9.   Jawaban: d

Menurut penjelajah Portugis, Diego de Couto, orang Jawa lebih dahulu berlayar sampai di Tanjung Harapan dan Madagaskar di Afrika bagian selatan. Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan pada awal abad XVI Masehi berkulit cokelat seperti orang Jawa.

10.   Jawaban: b

Pada abad XV–XVI Malaka menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia. Komoditas utama yang diperdagangkan di Malaka adalah rempah-rempah. Pada saat itu perdagangan rempah-rempah dari Maluku dikuasai oleh para pedagang Jawa. Oleh karena itu, penguasa Malaka memberi berbagai hak istimewa dan kemudahan bagi para pedagang Jawa.

11.   Jawaban: c

Kerajaan Perlak didirikan oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah pada tahun 840. Pada tahun 1291 seorang musafir Venesia bernama Marco Polo singgah di Perlak. Ia menjelaskan bahwa penduduk Perlak sudah memeluk Islam. 12.   Jawaban: e

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607–1636), tanaman lada diusahakan secara maksimal dan dikembangkan sebagai komoditas perdagangan utama. Agar harga lada tetap tinggi, Kerajaan Aceh membabat habis perkebunan lada di Kedah, sementara perkebunan lada di Aceh dikelola dengan baik. Dengan cara ini para pedagang asing hanya bisa membeli lada dari Aceh. Oleh karena itu, Kerajaan Aceh Darussalam berkembang menjadi pusat perdagangan lada di Selat Malaka.

13.   Jawaban: a

Panembahan Senopati adalah Raja Mataram yang membangun pusat pemerintahan di Kota Gede. Selama pemerintahannya, Mataram mulai melakukan perluasan wilayah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram menyerang VOC di Batavia.

Selama kekuasaan Amangkurat I Mataram mulai mengalami kemunduran. Pada saat itu terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Trunojoyo. Selanjutnya, pada masa Amangkurat II pusat kekuasaan Mataram di Plered (Yogyakarta) dipindah ke Kartasura. Pada masa pemerintahan Paku Buwono III Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Dengan demikian, pasang-an ypasang-ang tepat ditunjukkpasang-an oleh nomor 1) dpasang-an 2). 14.   Jawaban: c

Kerajaan Banjar merupakan penerus Kerajaan Daha yang bercorak Hindu. Pada saat dilanda pemberontakan, Raja Banjar, yaitu Pangeran Samudra meminta bantuan Kerajaan Demak me-madamkan pemberontakan tersebut. Kerajaan Demak menyanggupi permintaan tersebut dengan syarat rakyat Banjar bersedia memeluk Islam. Pangeran Samudra pun menyanggupi. Akhirnya, pemberontakan tersebut dapat dipadamkan dan Pangeran Samudra kemudian memeluk Islam. Pangeran Samudra mengubah namanya menjadi Sultan Suryanullah. Setelah Pangeran Samudra memeluk Islam, rakyat Banjar pun ikut memeluk Islam. Dari keterangan tersebut disimpulkan bahwa Kerajaan Demak berperan dalam proses islamisasi di Banjar.

15.   Jawaban: c

Tindakan sewenang-wenang Portugis menimbul-kan kebencian di kalangan rakyat Ternate. Kebencian ini juga dialami oleh rakyat Tidore. Akhirnya, antara Ternate dan Tidore serta pulau-pulau lainnya bersatu untuk melawan Portugis. Perlawanan ini pada awalnya dipimpin oleh Sultan Hairun dari Ternate dan dilanjutkan oleh putranya, Sultan Baabullah. Di bawah pimpinan Sultan Baabullah, rakyat Maluku mengepung benteng Portugis (Sao Paolo) di Ternate selama lima tahun. Siasat tersebut berhasil mengalahkan Portugis dan memaksa meninggalkan Maluku.

16.   Jawaban: d

Babad merupakan salah satu bentuk seni yang bernapaskan Islam. Babad merupakan dongeng yang sengaja diubah dari cerita sejarah. Babad memiliki persamaan dengan cerita sejarah. Tokoh, tempat, dan peristiwa dalam babad hampir semua ada dalam sejarah. Salah satu perbedaan babad dengan cerita sejarah adalah penggambaran peristiwa dalam babad dilakukan secara berlebihan daripada cerita sejarah.

17.   Jawaban: b

Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati adalah anggota Wali Sanga yang memiliki pengaruh politik kuat karena menjadi Sultan Cirebon. Selama memerintah Cirebon, Sunan Gunung Jati aktif menyebarkan agama Islam di pedalaman Jawa Barat.

18.   Jawaban: a

Menurut tradisi rakyat, terdapat sembilan wali yang memiliki pengaruh luas dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar para wali tersebut tinggal di kota-kota pelabuhan sebagai pemimpin politik dan agama. Selain memiliki kewibawaan rohaniah, mereka memiliki pengaruh di bidang politik sebagai raja yang memegang kekuasaan pemerintahan. Para wali yang memiliki pengaruh tersebut antara lain Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), Sunan Giri, dan Sunan Kudus. 19.   Jawaban: e

Salah satu metode pembelajaran dalam pesantren adalah sorogan . Dalam metode ini santri menghadap guru atau kiai satu per satu dengan menyodorkan kitab yang akan dipelajarinya. Kiai akan membacakan pelajaran yang terdapat pada kitab, kemudian menerjemahkan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh santri. Adapun pernyataan a, b, c, dan d  merupakan konsep pembelajaran dalam metode bandongan .

20.   Jawaban: d

Pesantren Ampel Denta di Surabaya didirikan oleh Sunan Ampel atau Raden Rahmat pada abad XV Masehi. Pesantren ini memiliki peranan penting sebagai pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa. Pesantren Ampel Denta menghasilkan sejumlah wali seperti Sunan Bonang dan Sunan Drajat. 21.   Jawaban: a

Islam abangan merupakan sebutan golongan masyarakat muslim Jawa yang mempraktikkan ajaran Islam dalam versi yang lebih sinkretis. Praktik ini disebabkan para penganut aliran ini cenderung lebih mengikuti sistem kepercayaan lokal yang disebut adat kejawen daripada hukum Islam murni (syariat). Dalam sistem kepercayaan tersebut terdapat tradisi-tradisi Hindu, Buddha, dan animisme.

22.   Jawaban: b

Dalam struktur masyarakat feodal masa Islam golongan teratas diduduki oleh para penguasa dan keluarganya. Di bawah golongan penguasa terdapat golongan elite yang terdiri atas kaum bangsawan, ulama, saudagar kaya, dan tentara.

Pada golongan ini kaum ulama memegang peranan penting sebagai penasihat raja dan pemberi restu dalam penobatan raja. Golongan berikutnya terdiri atas orang kebanyakan seperti pedagang, petani, nelayan, tukang, dan pejabat rendahan. Selanjutnya, golongan terbawah dalam struktur masyarakat ditempati oleh para budak. 23.   Jawaban: c

Seni rupa dalam dunia Islam berbeda dengan seni rupa dalam Hindu–Buddha. Dalam ajaran Islam tidak diperbolehkan menggambar, memahat, membuat relief yang objeknya berupa makhluk bernyawa, khususnya manusia dan hewan. Oleh karena itu, seni rupa Islam identik dengan kaligrafi yang merupakan seni menulis aksara indah dalam kata atau kalimat.

24.   Jawaban: a

Wujud akulturasi kebudayaan yang terdapat pada masjid kuno di Indonesia sebagai berikut.

1) Atap masjid berbentuk tumpang, yaitu atap yang bersusun semakin ke atas semakin kecil.

2) Jumlah masjid selalu ganjil 1, 3, atau 5. 3) Puncak atap masjid biasanya dilengkapi

mustaka.

4) Masjid dilengkapi dengan beduk dan kentung-an untuk menyerukkentung-an waktu salat.

5) Letak masjid biasanya dekat dengan istana dan berada di sisi barat alun-alun.

25.   Jawaban: e

Kebudayaan Islam yang berkembang di Indonesia secara tidak langsung telah me-mengaruhi kebudayaan lokal dan Hindu–Buddha yang telah lebih dahulu berkembang di Indonesia. Akulturasi terhadap ketiga kebudayaan tersebut tidak dapat dihindari. Hasil akulturasi tersebut dapat dilihat pada bangunan peninggalan sejarah seperti masjid, makam, dan istana.

26.   Jawaban: c

Integrasi bangsa berarti proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional. Integrasi dalam masyarakat akan terwujud apabila seluruh individu mampu mengendalikan prasangka yang ada sehingga tidak terjadi konflik dan dominasi. Proses integrasi tidak terjadi begitu saja, tetapi merupakan proses panjang dalam waktu cukup lama. Terjadinya proses integrasi suatu bangsa harus dilandasi kesamaan cita-cita atau tujuan.

27.   Jawaban: c

Selain berdagang dengan bangsa asing, masyarakat Indonesia berdagang dengan

di Indonesia. Melalui hubungan dagang ini para pedagang Jawa dapat memperoleh rempah-rempah dari Maluku. Sebaliknya, para pedagang dari Maluku dapat membeli beras dari Jawa untuk dijual kembali di kota-kota pelabuhan di Indonesia bagian timur.

28.   Jawaban: a

Kedatangan bangsa Barat di Indonesia telah memengaruhi proses integrasi bangsa pada masa Islam. Pengaruh ini disebabkan adanya kesamaan perasaan karena dirugikan oleh bangsa Barat yang menerapkan politik monopoli perdagangan. Dengan demikian, timbul solidaritas di antara para pedagang Indonesia untuk menghadapi kekuatan para pedagang asing tersebut.

29.   Jawaban: d

Bahasa Melayu menjadi lingua franca (bahasa pergaulan) dalam perdagangan. Bahasa ini digunakan sebagai alat komunikasi bagi para pedagang. Kegiatan pelayaran dan perdagangan yang dilakukan berbagai suku bangsa di Indonesia menjadi sarana penyebaran bahasa Melayu. Oleh karena itu, bahasa Melayu digunakan secara luas oleh banyak penutur di Indonesia.

30.   Jawaban: d

Suku bangsa Melayu memiliki peran penting dalam perdagangan internasional pada abad XV Masehi. Mereka banyak berdagang di kota-kota pelabuhan. Peran aktif suku bangsa Melayu dalam per-dagangan menyebabkan bahasa Melayu menyebar di kota-kota pelabuhan. Penyebaran ini terjadi karena suku bangsa Melayu menggunakan bahasa Melayu dalam percakapan sehari-hari. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan bahasa Melayu dominan dituturkan di kota-kota pelabuhan.

B. Uraian 1.   Jawaban:

Saat melakukan perdagangan di Indonesia, banyak pedagang muslim memilih menetap dalam waktu lama. Hubungan mereka dengan penduduk pribumi pun semakin erat. Banyak pedagang muslim yang kemudian meneruskan hubungan baik dengan wanita lokal ke jenjang perkawinan. Wanita Indonesia yang dinikahi pedagang Islam biasanya berasal dari golongan bangsawan. Melalui perkawinan inilah lahir generasi muslim baru. Sedikit demi sedikit, mulai terbentuk masyarakat muslim dengan adat Islam.

2.   Jawaban:

Perkembangan perdagangan maritim pada masa Islam disebabkan oleh ledakan ekonomi dunia pada abad XV–XVI Masehi. Dengan dukungan

masyarakat Indonesia ikut serta dalam per-dagangan internasional. Wilayah Indonesia berada di jalur perdagangan yang menghubungkan Cina– India–Timur Tengah–Eropa. Selain itu, Indonesia dikenal sebagai penghasil komoditas berharga seperti lada, rempah-rempah, dan kayu cendana. Kondisi tersebut mendorong bangsa asing datang di Indonesia untuk berdagang.

3.   Jawaban:

Kerajaan Aceh Darussalam memiliki letak strategis di ujung utara Pulau Sumatra. Banda Aceh, ibu kota Kerajaan Aceh Darussalam merupakan pintu gerbang ke Selat Malaka. Kondisi ini mendorong Banda Aceh berkembang menjadi pelabuhan transito. Sejak Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, Banda Aceh menjadi pelabuhan utama di kawasan Selat Malaka. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607– 1636) Kerajaan Aceh Darussalam memegang hegemoni atas Selat Malaka sehingga dapat mengendalikan perdagangan di Selat Malaka. 4.   Jawaban:

Sebagian besar penduduk Samudera Pasai berprofesi sebagai pedagang. Komoditas yang diperdagangkan antara lain lada, kapur barus, dan emas. Untuk memperlancar aktivitas perdagang-an, penduduk Samudera Pasai menggunakan mata uang emas dirham sebagai alat tukar. Sebagian penduduk Samudera Pasai juga mengembangkan pertanian. Mereka menanam padi di ladang dengan masa panen dua kali setahun.

5.   Jawaban:

Setelah berhasil dikalahkan VOC dan Aru Palaka, Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya yang berisi kesepakatan berikut.

a. VOC memperoleh monopoli dagang rempah-rempah di Makassar.

b. VOC mendirikan benteng pertahanan di Makassar.

c. Makassar harus melepaskan daerah-daerah kekuasaannya.

d. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone. 6.   Jawaban:

Dalam tradisi pesantren kualitas atau pengetahuan seseorang diukur berdasarkan jumlah kitab yang telah dipelajarinya dan kepada kiai tempat ia berguru. Semakin banyak kitab karya ulama terkenal yang dibaca, ia akan diakui sebagai santri hebat. Sementara itu, para kiai akan

me-ngembangkan diri agar memiliki keahlian khusus dalam cabang pengetahuan tertentu. Semakin ahli ia menguasai pengetahuan bidang tertentu, ia akan memiliki pamor atau kewibawaan tinggi di antara kiai lainnya.

7.   Jawaban:

Keterbatasan daerah tempat tinggal disebabkan oleh struktur politik yang berkembang dalam masyarakat. Pada abad XV–XVI Masehi dalam masyarakat Jawa masih terdapat para penguasa lokal yang disebut kiai ageng. Otoritas karismatik para wali merupakan ancaman bagi para kiai ageng yang masih memeluk agama Hindu di wilayah pedalaman. Para kiai ageng berusaha membatasi otoritas para wali.

8.   Jawaban:

Model pemerintahan di kerajaan bercorak Islam berbeda dengan model kerajaan Hindu–Buddha. Pada masa Islam penyebutan raja diganti dengan sultan, sunan, susuhunan, panembahan, dan maulana. Nama raja juga disesuaikan dengan nama Islam (Arab). Untuk memperkuat legitimasi kekuasaannya, para raja Hindu–Buddha meng-gunakan kultus dewa-raja yang menganggap dirinya titisan dewa di dunia. Pada masa Islam kultus tersebut dihilangkan karena ajaran Islam menolak anggapan bahwa manusia sama dengan Tuhan. Ajaran Islam menempatkan raja dalam kedudukan sebagai khalifatullah (wali Tuhan di dunia).

9.   Jawaban:

Seni kaligrafi adalah seni menulis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat. Pada masa Islam seni kaligrafi berkembang pesat. Per-kembangan ini disebabkan oleh ajaran Islam yang melarang penggambaran makhluk hidup seperti manusia dan hewan. Teks-teks dari Alquran merupakan tema yang sering dituangkan dalam seni kaligrafi. Pada awalnya seni kaligrafi hanya menitikberatkan pada rangkaian aksara Arab yang diperindah. Akan tetapi, dalam perkembangannya banyak ahli kaligrafi yang menyamarkan wujud manusia atau binatang dalam karyanya.

10.   Jawaban:

Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, para pedagang Indonesia menunjuk-kan reaksi dengan memindahmenunjuk-kan kegiatan dagangnya ke Aceh, Banten, Makassar, dan Gresik. Dengan demikian, monopoli perdagangan Portugis di Malaka tidak berhasil membatasi kegiatan para pedagang Indonesia.

A. Pilihan Ganda 1.   Jawaban: a

Pada masa Hindu–Buddha kegiatan pelayaran mengalami perkembangan pesat. Salah satu faktor penyebab berkembangnya kegiatan pelayaran adalah penemuan teknologi kapal. Sumber kuno yang menggambarkan kegiatan pelayaran pada masa Hindu–Buddha terdapat pada relief dinding candi Borobudur. Pada dinding candi Borobudur terdapat sekira sepuluh relief tentang kegiatan pelayaran di Indonesia. Berdasarkan gambar pada relief diketahui bahwa kegiatan pelayaran menggunakan perahu bercadik telah berkembang di Indonesia pada masa Hindu–Buddha.

2.   Jawaban: d

Angin darat adalah angin dari arah darat ke laut yang bertiup pada malam hari. Angin ini di-manfaatkan para pedagang untuk bepergian dari darat menuju lautan. Oleh karena itu, para pedagang berlayar menggunakan perahu pada malam hari.

3.   Jawaban: d

Sailor’s Guide to the Erythraean Seamenjelaskan perdagangan di Samudra Hindia. Erythraean Sea  adalah nama Yunani Kuno untuk Samudra Hindia. Sailor’s Guide to the Erythraean Sea menyebut 27 pelabuhan yang melakukan perdagangan internasional sesuai praktik dagang yang seragam, termasuk bea cukai.

4.   Jawaban: a

Perdagangan agraris biasa dilakukan kerajaan yang berada di pedalaman seperti Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Kediri, dan Singasari. Dalam kegiatan perdagangan, kerajaan agraris bergantung pada sungai besar sebagai sarana transportasi. Sungai Mahakam, Candrabaga, Bengawan Solo, dan Brantas merupakan sungai-sungai utama di Indonesia yang berperan penting dalam kegiatan perdagangan agraris. Sementara itu, perdagangan maritim dilakukan oleh kerajaan yang berada di pesisir seperti Kerajaan Sriwijaya.

5.   Jawaban: d

Melalui kontak perdagangan, unsur-unsur ke-budayaan India masuk di Indonesia. Keke-budayaan India berpengaruh lebih kuat dibandingkan kebudayaan Cina. Kondisi ini disebabkan pedagang India selain berdagang juga menyebarkan agama Hindu, berbeda dengan pedagang Cina yang hanya berdagang.

6.   Jawaban: e

Fungsi candi di Indonesia berkaitan dengan penguburan. Candi merupakan bangunan untuk memuliakan orang-orang yang telah meninggal khususnya raja. Dengan kata lain, candi digunakan sebagai makam raja.

7.   Jawaban: d

Sejak masa praaksara, bangsa Indonesia memiliki tradisi bahari, yaitu tradisi kehidupan masyarakat yang menggunakan laut sebagai sarana kehidupan. Kegiatan pelayaran semakin berkembang seiring berkembangnya kerajaan Hindu–Buddha dan Islam. Kemajuan budaya bahari Indonesia didukung oleh kemajuan teknologi perkapalan, keahlian navigasi, dan jiwa pantang menyerah yang dimiliki pelaut Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh kombinasi X2), Y1), dan Y2).

8.   Jawaban: c

Dalam tradisi agama Buddha di Indonesia abu

Dalam dokumen Xb Sejarah Wajib (Halaman 26-35)

Dokumen terkait