• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Proses Komunikasi Organisasi

Komunikasi merupakan proses yang penting dalam organisasi. Seperti yang di ungkapkan oleh Harrison & Doerfel, dikutip dalam jurnal internasioanal :―Communication is the key variable that allows interorganizational sharing and

gathering‖ ( Komunikasi adalah variabel kunci yang memungkinkan seseorang

untuk membangun hubungan dalam satu organisasi, serta berinteraksi dan berbagi informasi). (Dikutip dari Journal of International Business Disciplines, dengan judul : The Antecendent Consequences of Utilization in Srtategic alliance, Oleh Harrison & Doerfel)

Dengan kata lain komunikasi merupakan jalan bagi organisasi untuk saling memahami satu sama lain dan mengkoordinasikan kegiatan mereka untuk mempertahankan hubungan yang lebih baik. Untuk itulah komunikasi sangat diperlukan dalam sebuah organisasi.

Untuk memahami komunikasi organisasi dan membedakannya dengan jenis komunikasi yang lain, Goldharber mengemukakan bahwa ―Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah‖.(Arni Muhhamad, 1995;67). Oleh Karena itu dengan adanya komunikasi yang baik, suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil, sebaliknya komunikasi yang tidak sehat dapat menyebabkan suatu organisasi macet dan tujuan yang ingin dicapai tidak optimal.

Teori hubungan manusia ini merupakan teori yang mengkaji aspek psikologis dan humanis yang berorientasi pada hubungan manusia sebagai makhluk sosial. Adapun yang ditekankan dalam teori ini adalah :

Teori hubungan manusia ini menekankan pada pentingnya individu dan hubungan sosial dalam kehidupan organisasi. Teori ini menyarankan strategi peningkatan (F. R. Jurnal 2015) dan penyempurnaan organisasi dengan meningkatkan kepuasan anggota organisasi dan menciptakan organisasi yang dapat membantu individu mengembangkan potensinya.

Organisasi berjalan semata-mata bukan karena aturan atau tatanan manajemen saja. Melainkan ada aspek yang lebih penting yakni individu yang menjalankannya.

Ada 6 (enam) anggapan dasar dari teori ini, sebagai berikut 13:

a) Rata-rata manusia tidaklah mempunyai pembawaan tidak suka bekerja tetapi tergantung kepada kondisi yang dapat dikontrol pekerjaan mungkin merupakan sumber kepuasan atau mungkin juga sebagai sumber hukuman. b) Contoh dari luar, ancaman dan hukuman tidaklah merupakan alat untuk membawa sesuatu kepada tujuan. Keefektifan usaha pimpinan terletak pada usaha membangun, mengangkat dan membangun komitmen pekerja. c) Komitmen terhadap satu tujuan adalah satu fungsi dari ganjaran yang

dihubungkan dengan pencapaian mereka. Asumsi ini menunjukkan hubungan antara aktualisasi diri dengan komitmen pekerjaan.

d) Rata-rata manusia belajar di bawah kondisi yang pantas, tidak hanya menerima tetapi juga mencari rasa tanggung jawab. Menghindari rasa tanggung jawab, kurang ambisi dan penekanan pada mencari rasa aman umumnya merupakan konsekuwensi dari pengalaman dan bukanlah sifat manusia yang dibawa dari lahir.

e) Kapasitas untuk melatih tingkat imajinasi yang relative tinggi, cerdas, kreatif dalam pemecahan masalah organisasi didistribusikan secara luas dan tidak sempit kepada seluruh pekerja.

13

f) Di bawah kondisi kehidupan industri modern, petensi intelektual dan organisasi terletak pada kesatuan bagian-bagian. Asumsi ini mengarah secara langsung kepada ide hubungan.

1 Sistem Organisasi

Sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variable-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain. Sistem merupakan sekumpulan unsur-unsur atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Contoh : Sistem organisasi karyawan perkebunan terdiri dari : struktur

organisasi dari top menejemn sampai karyawan pelaksana (General manaejer, Administratur, asisten , karyawan pelaksana). Sebagai kekuatan atau roh organiasasi (asisten dan karyawan pelaksana) adalah program yang berisi perintah -perintah untuk melakukan pengolahan system kerja.

Instruksi kerja (Karyawan pimpinan) merupakan sistem instruksi yang secara pisik sebagai sumber kekuatan. Brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem

Ketiga elemen sistem organisasi tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Top menejemen tanpa adanya karyawan, maka tidak akan berfungsi, hanya berupa hutan belantara. Asisten yang akan mengoperasikan karyawan. Top menejemen yang sudah didukung oleh asisten juga tidak akan berpungsi kalau tidak ada karyawan yang mengoperasikan -nya. Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkunga Sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan.14

14

Ludwig Von Bartalanffy. General System Theory: Foundations, Depelovment,

1 Menurut Ludwig Von Bartalanfy, Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.15

2 Menurut Anatol Raporot, Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

3 Menurut L. Ackof, Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atas fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.16

Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.17

Dapat disimpulkan bahwa, sistem adalah suatu elemen-elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Yakni, Sistem terdiri dari komponen – komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.

Istilah sistem bukanlah hal yang asing bagi kebannyakan orang. Pada dasarnya, sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem. Sebagai contoh, raket dan pemukul bola kasti (masing-masing sebagai elemen) tidak bisa membentuk sebuah sistem, karena tidak ada sistem permainan olahraga yang memadukan kedua peralatan tersebut.

2 Elemen Sistem Organisasi

Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : a. Masukan b. Keluaran c. Proses 15 Ibid 24 16

L. Ackof, Sistem Informasi, (Yogyakarta: Andi Offset, 2000), h 6

17

Jogianto, Abalsiis dan Perancangan system informasi, (Yogyakarta: Andi Offset, 2000), h.21

d. Mekanisme pengendalian dan Umpan balik e. Tujuan

Begitu pula yang berlaku pada sistem organisasi. Setiap sistem organisasi memiliki suatu tujuan, tetapi dengan tujuan yang berbeda-beda. Walaupun begitu, tujuan utama yang umum ada tiga macam18 yaitu :

a) Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen b) Untuk mendukung pengambilan keputusan

c) Untuk mendukung kegiatan operasi organisasi

C. Aspek Organisasi.