V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Proses Komunikasi Penyuluhan pada Petani Tomat
Sasaran pengembangan usahatani tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, memperluas lapangan kerja serta meningkatkan hasil produksi. Hal ini akan tercapai apabila usahatani tomat diolah secara intensif dengan memanfatkan media penyuluhan melalui proses penerapan komunikasi yang disampaikan melalui penyuluhan. Seiringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penyuluh pertanian di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai berperan aktif dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada petani dalam memperbaiki metode dan teknik pertaniannya. Media yang digunakan dalam memberikan informasi atau materi yaitu media terproyeksi baik berupa gambar atau tulisan lewat slide yang diubah dalam bentuk kata-kata agar dapat dimengerti dan dipahami oleh petani responden.
Penyuluh pertanian melakukan dua pendekatan komunikasi yaitu komunikasi perorangan dan komunikasi kelompok. Namun komunikasi yang paling sering digunakan adalah komunikasi kelompok dengan waktu yang sama, misalnya pertemuan di kantor desa atau di lapangan sebagai media untuk meneruskan pesan kepada petani. Komunikasi tatap muka merupakan komunikasi yang ideal bagi petani karena ada tiga indera yaitu indera penglihatan, pendengaran, dan perabaan adalah indera yang paling sering menerima
rangsangan atau pesan penyuluhan. Penyuluh Pertanian beranggapan bahwa petani tomat umumnya dinilai memiliki karakteristik memahami dengan jelas tujuan sasaran proses komunikasi melalaui penyuluhan tersebut, komunikasi lancar serta adanya pengertian diantara anggotanya dan tegas dalam pengambilan keputusan.
Hasil penelitian yang mengkaji tentang proses komunikasi penyuluhan pada petani tomat di Desa Arabika Kabupaten Sinjai menitikberatkan pada salah satu tujuan yakni meningkatkan pengetahuan petani responden dalam penerapan teknologi budidaya tanaman tomat. Klasifikasi yang digunakan untuk mengetahui proses penerapan teknologi budiadaya tanaman tomat dibagi atas tiga fase yaitu selalu, jarang dan tidak pernah yang meliputi (1) persyaratan benih yang unggul, (2) teknik penyamaian benih, (3) pengolahan lahan, (4) penanaman benih, (5) pemeliharaan, (6) pengendalian hama penyakit dan ciri panen.
5.3 Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Budidaya Tomat
5.3.1 Pemilihan Benih
Informasi tentang pemilihan benih tomat yang sering di komunikasi penyuluhan adalah proses pemilihan benih yang meliputi beberapa-berapa kriteria yaitu berasal dari tanaman yang sehat dan pertumbuhanya subur, buah masak di pohon serta disortir, dan pilih benih yang tidak keriput. Hasil penelitian tentang proses penerapan komunikasi penyuluhan dapat disajikan dalam Tabel 14.
Tabel 14. Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Petani dalam Pemilihan Benih dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No
3 Tidak Pernah 3 10,00
Total 30 100,00
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Tabel 14 menunjukkan bahwa 21 orang yang mengatakan selalu dengan persentase sebesar 70% hal ini disebabkan karena penyuluh pertanian aktif dalam memberikan informasi kepada petani responden. Dalam menyampaikan suatu informasi atau materi, penyuluh pertanian mengundang para anggota kelompok tani untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa untuk menerima informasi yang disampaikan tentang bagaimana cara memilih benih tomat yang baik. Selain menerima informasi dari penyuluh, petani responden juga aktif berinteraksi dengan petani lain tentang pemilihan benih tomat yang baik.
Sedangkan 6 orang yang mengatakan jarang dengan persentase 20% karena kurang aktif melakukan proses komunikasi dan hanya 3 orang atau 10% yang mengatakan tidak pernah karena tidak aktif melakukan proses komunikasi dengan penyuluh atau petani lain.
Hal ini berarti bahwa informasi tentang kriteria pengadaan benih tomat yang baik dan sehat yang selalu didapatkan petani responden diperoleh melalui proses komunikasi penyuluhan. Penerapan teknologi tentang pemilihan benih yang bermutu dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan proses komunikasi.
5.3.2 Penyamaian Benih
Kebutuhan informasi tentang penyamaian benih tomat yang dikehendaki petani responden di wilayah penelitian yang diperoleh melalui proses komunikasi pada petani sebagai media penyuluhan adalah pemilihan tempat yang strategis, tanahnya subur, pembuatan bedengan persemaian dan pemberian pupuk kandang.
Hasil penelitian tentang penerapan komunikasi penyuluhan tersebut disajikan dalam Tabel 15.
Tabel 15. Proses penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Petani tentang Penyamaian Benih dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No Proses Penerapan Komunikasi
tentang Penyamaian Benih Jumlah
(orang) Persentase (%)
1 Selalu 19 63,00
2 Jarang 8 27,00
3 Tidak Pernah 3 10,00
Total 30 100,00
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Tabel 15 menunjukkan bahwa 19 orang yang mengatakan selalu dengan persentase sebesar 63% hal ini disebabkan karena penyuluh pertanian aktif memberikan informasi atau materi kepada petani responden. Dalam menerima informasi penyuluh, petani responden juga aktif menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa tentang bagaimana cara penyemaian benih yang baik.
Selain melakukan proses komunikasi dengan penyuluh, petani responden juga aktif dalam berkomunikasi dengan petani lain. Sedangkan 8 orang mengatakan jarang dengan persentase 27% karena kurang aktif melakukan proses komunikasi dengan penyuluh pertanian dan hanya 3 orang mengatakan tidak pernah dengan
penyemaian benih yang baik. Penerapan teknologi tentang penyemaian benih yang bermutu dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petani.
Sementara itu, tingkat pengetahuan berhubungan dengan intensitas responden melakukan proses komunikasi baik pribadi maupun secara kelompok melalui penyuluhan.
5.3.3 Pengolahan Media Tanam
Kebutuhan informasi tentang pengolahan media tanam benih tomat yang dikehendaki petani responden di wilayah penelitian yang diperoleh melalui proses komunikasi pada petani sebagai media penyuluhan adalah pembutan bedengan dan parit serta dapat memperhitungkan waktu sesuai dengan lamanya bibit di persemaian sampai siap tanam. Hasil penelitian tentang proses penerapan komunikasi penyuluhan dapat disajikan pada Tabel 16.
Tabel 16. Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Petani tentang Pengolahan Media Tanam dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No Proses Penerapan Komunikasi
tentang Pengolahan MediaTanam Jumlah
(orang) Persentase
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Table 16 menunjukkan bahwa 23 orang mengatakan selalu dengan persentase 76% karena penyuluh pertanian aktif dalam memberikan informasi kepada petani responden. Dalam menyampaikan suatu informasi atau materi, penyuluh pertanian mengundang para anggota kelompok tani untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa untuk menerima informasi penyuluhan
tentang bagaimana cara mengolah media tanam yang baik. Selain menerima informasi dari penyuluh, petani responden juga aktif melakukan dengan petani lain tentang pengolahan media tanam tomat. Sedangkan 5 orang yang mengatakan jarang dengan persentase 16% karena kurang aktif melakukan proses komunikasi tentang pengolahan media tanam tomat dan hanya 2 orang yang mengatakan tidak pernah dengan persentase 8% karena tidak aktif melakukan proses komunikasi dengan penyuluh atau petani lain tentang pengolahan media tanam tomat yang baik.
5.3.4 Penanaman Benih
Kebutuhan informasi tentang penanaman benih tomat yang dikehendaki petani responden di wilayah penelitian yang diperoleh melalui proses komunikasi pada petani sebagai media penyuluhan adalah proses penanaman benih yang meliputi pemilihan waktu tanam dan jarak tanam tomat. Hasil penelitian tentang proses penerapan komunikasi penyuluhan dapat disajikan pada Tabel 17.
Tabel 17. Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Petani tentang Penanaman Benih dan jarak tanam tomat dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No Proses Penerapan Komunikasi tentang Penanaman Benih
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Tabel 17 menunjukkan bahwa 18 orang yang mengatakan selalu dengan persentase sebesar 60% karena penyuluh pertanian aktif dalam memberikan
materi, penyuluh pertanian mengundang para anggota kelompok tani untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa untuk menerima informasi yang tentang bagaimana cara mengolah media tanam yang baik. Selain menerima informasi dari penyuluh, petani responden juga aktif melakukan interaksi dengan petani lain tentang tata cara penanaman benih yang baik. Sedangkan 5 orang yang mengatakan jarang dengan persentase 23% karena kurang aktif melakukan proses komunikasi atau pertemuan yang diadakan oleh penyuluh pertanian dan 5 orang mengatakan tidak pernah dengan persentase 17% karena tidak aktif melakukan proses komunikasi dengan penyuluh pertanian atau petani lain. Tinggkat penerapan teknologi tentang penanaman benih yang baik dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petani, tingkat pengetahuan berhubungan dengan intensitas responden melakukan proses komunikasi baik pribadi maupun secara kelompok melalui penyuluhan.
5.3. 5 Pemeliharaan Tanaman
Kebutuhan informasi tentang pemeliharaan benih tomat yang dikehendaki petani responden di wilayah penelitian yang diperoleh melalui proses komunikasi pada petani sebagai media penyuluhan adalah proses pemeliharaan tanaman yang meliputi penyulaman, penyiangan, penyiraman, pembumbunan dan pemupukan yang harus dilakukan. Hasil penelitian tentang proses penerapan komunikasi penyuluhan dapat disajikan pada Tabel 18.
Tabel 18. Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Petani tentang Pemeliharaan Tanaman dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No Proses Penerapan Komunikasi tentang Pemeliharaan Tanaman
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Tabel 18 menunjukkan bahwa 25 orang mengatakan selalu dengan persentase sebesar 83% karena penyuluh pertanian aktif dalam memberikan informasi kepada petani responden. Dalam menyampaikan suatu informasi atau materi, penyuluh pertanian mengundang para anggota kelompok tani untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa untuk menerima informasi yang akan disampaikan oleh penyuluh tentang bagaimana cara pemeliharaan tanaman yang baik. Selain menerima informasi dari penyuluh, petani responden juga aktif melakukan interaksi dengan petani lain tentang tata cara pemeliharaan tanaman yang baik. Sedangkan 5 orang yang mengatakan jarang dengan persentase 17% karena kurang aktif melakukan proses komunikasi tentang pemeliharaan tanaman yang baik.
Penerapan teknologi tentang pemeliharaan tanaman yang baik dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan petani, tingkat pengetahuan berhubungan dengan intensitas responden melakukan proses komunikasi baik pribadi maupun secara kelompok melalui penyuluhan.
5.3.6 Pengendalian Hama Penyakit
Kebutuhan informasi tentang pengendalian hama penyakit yang secara intensif yang dikehendaki petani responden di wilayah penelitian yang diperoleh melalui proses komunikasi pada petani sebagai media penyuluhan adalah proses pengendalian hama penyakit melalui prinsip-prinsip PHT. Selain itu, informasi penting yang berhubungan dengan pengendalian hama penyakit adalah keadaan serangan hama penyakit diatas ambang batas sehingga memerlukan pengendalian kimia menggunakan jenis pestisida tertentu. Hasil penelitian tentang proses penerapan komunikasi penyuluhan dapat disajikan pada Tabel 19.
Tabel 19. Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada petani tentang Pengendalian Hama Penyakit dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No
Proses Penerapan Komunikasi tentang Pengendalian Hama
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Tabel 19 menunjukkan bahwa 27 orang yang mengatakan selalu dengan persentase sebesar 90% karena penyuluh pertanian aktif dalam memberikan informasi kepada petani responden. Dalam menyampaikan suatu informasi atau materi, penyuluh pertanian mengundang para anggota kelompok tani untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa untuk menerima informasi tentang bagaimana cara pengendalian hama penyakit yang baik. Selain menerima informasi dari penyuluh, petani responden juga aktif melakukan interaksi dengan
yang mengatakan jarang dengan persentase 10% karena kurang aktif dalam melakukan proses komunikasi tentang pengendalian hama secara terpadu.
Penerapan teknologi tentang pengendalian hama penyakit dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan petani, tingkat pengetahuan berhubungan dengan intensitas responden melakukan proses komunikasi baik pribadi maupun secara kelompok melalui penyuluhan.
5.3.7 Panen
Waktu panen tomat dapat dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, kebutuhan informasi tentang proses panen tanaman tomat yang dikehendaki petani responden di wilayah penelitian yang diperoleh melalui proses komunikasi pada petani sebagai media penyuluhan adalah proses panen yang memperhatikan hal-hal tentang umur panen, cara panen dan waktu panens. Hasil penelitian tentang proses penerapan komunikasi penyuluhan dalam hal tersebut disajikan pada Tabel 20.
Tabel 20. Proses Penerapan Komunikasi Penyuluhan pada Petani tentang Proses Panen dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, 2014
No
Proses Penerapan Komunikasi tentang Panen Tanaman Tomat
3 Tidak Pernah 5 17,00
Total 30 100,00
Sumber : Data Primer Setelah diolah, 2014
Tabel 20 menunjukkan bahwa 17 orang yang mengatakan selalu dengan persentase sebesar 56% karena penyuluh pertanian aktif dalam memberikan
materi, penyuluh pertanian mengundang para anggota kelompok tani untuk menghadiri pertemuan yang diadakan di kantor desa untuk menerima informasi tentang bagaimana cara ciri-ciri panen tomat yang baik. Selain menerima informasi dari penyuluh, petani responden juga aktif melakukan interaksi dengan petani lain tentang tata cara panen tomat yang yang baik. Dalam Sedangkan 8 orang yang mengatakan jarang dengan persentase 27% karena kurang aktif dalam melakukan proses komunikasi dan 5 orang yang mengatakan tidak pernah dengan persentase 17% karean tidak aktif melakukan proses komunikasi dengan penyuluh pertanian.
Penerapan teknologi tentang tata cara panen tomat yang baik dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan petani, tingkat pengetahuan berhubungan dengan intensitas responden melakukan proses komunikasi baik pribadi maupun secara kelompok melalui penyuluhan.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, maka dalam penelitian ini dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Proses komunikasi penyuluhan pada petani tomat yang dilakukan adalah komunikasi kelompok dengan waktu yang bersamaan.
2. Intensitas penyuluhan yang tinggi karena aktif dalam memberikan informasi atau materi kepada petani tentang teknologi budidaya tomat.
3. Proses komunikasi penyuluhan dalam menerapkan teknologi budidaya tomat tergolong tinggi.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka dapat di sarangkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Intensitas penyuluhan perlu di tingkatkan lagi karena untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengetahuan dan keterampilan dalam mengadopsi inovasi teknologi.
2. Pembinaan dan pelatihan secara tepat dan berkesinambungan kepada petani dalam upaya peningkatan produksi dan pendapatan usahatani.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan model komunikasi dengan peningkatan keterampilan petani.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011. Paradigma Baru Sistem Penyuluhan Pertanian Menuju Pemberdayaan Masyarakat Tani, Departemen Pertanian, Jakarta
Alvin A.Goldberg dan Carl E.Larson, 2006. Komunikasi Kelompok, Proses-Proses Diskusi dan Penerapannya. Penerbit Universitas Indonesia Press, Jakarta
Arikunto.2002. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktis) Edisi Revisi V.
Jakarta. Rineka Cipta.
Fatmawati. 2004. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Teknologi Usahatani Padi. Univesitas Hasanuddin, Makassar.
Hanapin, 2010. Memasyarakatkan Media Informasi Pertanian. http//www.
google. diakses pada tanggal 25 April 2014
HafsahMohammad Jafar, 2009. Revitalisasi Pembangunan Pertanian.
http//www.google. diakses pada tanggal 25 April 2014
Hasnang A, 2002. Perkembangan Penyuluhan Pertanian dari Masa ke Masa.
Dinas TPH Sulawesi Selatan, Makassar
Machmud SM. 2006. Penyuluhan Pertanian: Bahan Ajar Kuliah Ilmu penyuluhan. IPB.
Mardikanto.T, 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. LPP UNS dan UNS Press Surakarta
Nazier, Moh, 1999. Merode Penelitian Ghali Indonesia. Jakarta.
Rukmana, Rahmat., 2007.Tomat. Kanisius, Yogyakarta
Soedijanto, 2004.Menata Kembali Penyuluhan Pertanian di Era Agribisnis, Departemen Pertanian, Jakarta.
Soekartawi. 2006. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Subair, Agustina. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Di download melalui http://tentang-teori-komunikasi.blogspot.com//pada tanggal 19 April 2014 Tohir, M. 1995. Seuntai Pengetahuan Usaha Tani Indonesia. Gramedia, Jakarta.
Lampiran 1. Identitas Petani Responden Di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai
21 Samsuddin 40 Tdk Tamat SD 11 4 0,99
22 Rahim 43 SMP 11 4 0,39
23 Aceng 52 SMP 10 3 0,69
24 M. Yusri 30 SMA 4 4 0,65
25 Moring 46 SD 13 6 0,40
26 Tajudding 54 Tdk Tamat SD 14 5 0,63
27 Mansur 39 SMA 7 4 0,55
28 Muh. Tayeb 43 SD 15 4 0,60
29 Muh. Salam 32 SMP 3 2 0,70
30 Nurdin 56 Tdk Tamat SD 16 5 0,90
Lampiran 2. Proses Penerapannya dalam Budidaya Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat, 2014
Benih MediaTanam Penanaman Benih Pemeliharaan
Pengendalian Hama
DARTAR PERTANYAAN RESPONDEN PENYULUH
1. Apakah bapak terlibat di tengah-tengah masyarakat atau petani dalam menyampaikan informasi tentang teknologi budidaya tomat ?
a. Sangat terlibat b. Kurang terlibat c. Tidak terlibat
Alasannya:………
………..
2. Dimanakah bapak sering menyampaikan informasi tentang teknologi budidaya tomat ?
3. Pendekatan komunikasi yang bagaimana bapak sering gunakan dalam menyampaikan informasi ?
4. Bila bapak menyampaikan suatu informasi, media apa yang digunakan ? a. Media lisan
b. Media cetak c. Media terproyeksi
Alasannya:………
……….
5. Metode apa yang bapak gunakan dalam menyampaikan informasi ? a. Diskusi
b. Pidato
c. kelompok/perorangan
Alasannya:………
……….
Sinjai, Juli 2014
(Responden)
DARTAR PERTANYAAN RESPONDEN PETANI
Anggota Kelompok Tani :
II.Komunikasi Penerapan Teknologi Budidaya Tomat
1. Kriteria benih yang biasa dikomunikasikan penyuluh adalah berasal dari tanaman yang sehat yang telah di sortir/rusak atau tidak keripuk,apakah ini dikomunikasikan penyuluh diantaranya pemilihan tempat yang strategis, tanahnya subur, pembuatan bedengan persemaian, pemberian pupuk kandang, pembuatan naungan di atas bedengan ?
a. Sering b. Jarang c. Tidak pernah
Alasannya:………
………..
3. Apakah dalam proses pengolahan media tanam, bapak dapat memperhitungkan waktu sesuai dengan lamanya bibit di persemaian sampai siap tanam ?
a. Selalu b. Jarang
………..
4. Yang biasa dikomunikasikan penyuluh adalah jarak tanam tomat yaitu 60×70 cm atau 40×70 cm serata waktu penanaman pagi dan sore, apakah bapak selalu lakukan ?
5. Yang sering dikomunikasikan penyuluh adalah perlunya pemeliharan, baik penyulaman, penyiangan, penyiraman, pembumbunan dan pemupukan, apakah bapak sering melakukannya ?
a. Sering
b. Kadang-kadang c. Tidak pernah
Alasannya:………
6. Apakah bapak sudah melakukan pengendalian hama secara intensif dan teratur dari mulai tanam sampai tanaman menjelang panen sesuai dengan anjuran penyuluh ?
7. Apakah bapak melakukan panen sesuai dengan yang biasa dikomunikasikan penyuluh yaitu umur panen kurang lebih 75 hari dengan cirri-ciri warna hijau menjadi kekuning-kuningan,tepi daun telah mengering dan batang tanaman menguning ?
DOKUMENTASI
Peta Desa Arabika
Dokumentasi Saat Wawancara
Dokomentasi Pertemuan Petani Tomat
Dokumentasi Penyuluh
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sinjai tanggal 4 April 1986 dari pasangan Ayahanda Uddin dan Bunda Miang yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Pendidikan formal yang dilalui penulis adalah SD Negeri 70 Kasuarang Kabupaten Sinjai dan lulus tahun 1999, SMP NEG. 2 Sinjai Barat dan lulus tahun 2002, SMA NEG. 1 Sinjai Barat dan lulus tahun 2005. Pada tahun 2010, penulis lulus seleksi masuk Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tugas akhir dalam pendidikan tinggi diselesaikan dengan menulis skripsi yang berjudul “Proses Komunikasi Penyuluhan Pada Petani Tomat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai”.