BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.7. Manajemen Kesehatan
2.7.2. Proses
Yaitu kumpulan bagian dari sistem yang berfungsi untuk mengubah input
sehingga menghasilkan suatu output yang direncanakan.
Pembangunan kesehatan yang berkelanjutan membutuhkan tenaga kesehatan yang memadai baik dari segi kualitasnya maupun segi jumlahnya. Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dibutuhkan juga proses pembinaan yang berkualitas. Oleh karena itu, salah satu fokus pembinaan petugas kesehatan
adalah pembinaan petugas/guru UKS di sekolah dasar wilayah kerja puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang.
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten yang melaksanakan upaya kesehatan komprehensif kepada masyarakat dan mempunyai tugas dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah kerjanya (Depkes, 2004).
Pelaksanaan kegiatan pembinaan kesehatan lingkungan dilakukan melalui langkah-langkah : perencanaan (penyusunan POA), pelatihan (meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaksana dan petugas UKS), dan pengawasan (meliputi pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten maupun petugas UKS puskesmas terhadap guru UKS).
2.7.2.1Perencanaan (planning)
Pentingnya kedudukan dan peranan perencanaan bagi semua pihak yang bergerak dalam bidang kesehatan maka telah mewajibkan bagi semua pihak untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang perencanaan. Strategi perencanaan sangat penting sebagai proses membangun sistem tujuan dan merumuskan rencana untuk mencapai tujuan tersebut sehingga perencanaan tersebut memerlukan komitmen untuk masa depan organisasi kesehatan, waktu yang cukup dalam keterlibatan proses perencanaan, serta kemauan untuk mengubah program tindakan berdasarkan hasil perencanaan (Carson et al., 1994).
Perencanaan merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia,
menetapkan tujuan program yang paling pokok, dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Muninjaya, 2004). Pada pengertian diatas perencanaan menganut beberapa upaya menjabarkan cara penyelesaian masalah yang telah ditetapkan ke dalam unsur-unsur rencana yang lengkap serta saling terkait dan terpadu hingga dapat dipakai sebagai pedoman dalam melaksanakan cara penyelesaian masalah (Azwar, 2010).
Stoner dan Wankel (1986) merumuskan 4 langkah perencanaan, yaitu ; 1. Mendefinisikan situasi sekarang
Serangkaian kegiatan untuk mengkaji situasi kondisi organisasi dan kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan.
2. Menetapkan tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan tentang organisasi yang dibutuhkan. Mengidentifikasi prioritas dan menjadi lebih spesifik tentang tujuan untuk dapat memfokuskan sumber daya secara efektif.
3. Mengidentifikasi bantuan dan hambatan untuk tujuan
Mengenal hambatan yang sedang terjadi sekarang, agar dapat mengantisipasi situasi masa depan, masalah, dan peluang dari perencanaan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan Langkah dalam proses perencanaan ini meliputi pengembangan berbagai program alternatif tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, mengevaluasi alternatif, dan memilih alternatif yang paling cocok untuk mencapai tujuan.
2.7.2.2Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah pengelompokan berbagai kegiatan yang diperlukan, menetapkan tugas-tugas pokok dan wewenang untuk melaksanakan suatu rencana sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sebuah organisasi merupakan sebagai suatu sistem kegiatan terkoordinasi secara sadar dari dua orang atau lebih, yang memiliki empat karakteristik dasar, yaitu ;
1. Upaya anggota individu yang sinkron 2. Ada tujuan organisasi umum untuk dicapai
3. Ada pembagian kerja yang memungkinkan anggota untuk menjadi ahli dalam tugas-tugas khusus
4. Ada rantai komando dimana anggota organisasi melapor kepada manajer yang mengarahkan tindakan mereka (Carson, et al.,1994).
2.7.2.3Penggerakan (actuating)
Sebagai usaha untuk menciptakan kerjasama diantara staf pelaksana program sehingga pelaksana program berjalan sesuai dengan rencana dalam rangka pencapaian tujuan.
Penggerakan memusatkan perhatian pada pengelolaan sumber daya manusia. Seorang pemimpin yang ingin berhasil menggerakkan dan mengarahkan pegawainya agar bekerja lebih produktif perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam empat hal, yaitu ; (Azwar, 2010)
1. Pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan (leadership) 2. Pengetahuan dan keterampilan motivasi (motivating)
4. Pengetahuan dan keterampilan pengarahan(directing) a. Pelatihan
Pelatihan didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai kriteria keberhasilan program secara keseluruhan. Upaya pelatihan harus dapat memberikan pengalaman belajar yang baik bagi petugas maupun bagi masyarakat (Notoatmodjo, 2005).
Pelaksana pelatihan dimaksudkan adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan sikap yang baik untuk mengisi jabatan pekerjaan yang tersedia dengan produktivitas kerja yang tinggi, yang mampu menghasilkan hasil kerja yang baik. Dalam pengertian umum, latihan berkaitan erat dengan pemberian bantuan kepada para pegawai, dengan maksud agar pegawai yang dilatih tersebut dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuannya baik dari segi kecerdasan, pengetahuan dan keterampilan yang lebih berkualitas.
Sasaran utama pelatihan adalah para petugas kesehatan sebagai ujung tombak dalam jalur distribusi dan pelayanan. Kemudian para pengecer swasta, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama (Notoatmodjo, 2005).
2.7.2.4Pengawasan (controlling)
Selain perencanaan dan pelatihan juga dibutuhkan pengawasan yang merupakan salah satu pencapaian target pembinaan kesehatan. Pengawasan adalah penilaian, pengukuran, dan sekaligus koreksi terhadap setiap penampilan petugas dan penampilan program yang kemudian dilanjutkan dengan mengarahkannya sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai (Azwar, 2010).
Pengawasan atau pengendalian adalah suatu fungsi utama manajemen dan berhubungan erat dengan fungsi perencanaan. Perencanaan menetapkan sasaran atau tujuan keseluruhan untuk organisasi kesehatan. Tapi manajemen kemudian harus memastikan bahwa rencana direalisasikan yang harus dicapai melalui fungsi pengawasan, yaitu : standar yang ditetapkan untuk tujuan organisasi, membandingkan kinerja aktual dibandingkan dengan standar yang ditetapkan, bila ada penyimpangan negatif dari standar yang ditetapkan, langkah terakhir mensyaratkan bahwa tindakan perbaikan diambil (Carson, et al., 1994).
Pengawasan atau evaluasi merupakan kesempatan mendidik para pelaksana untuk menghindari segala bentuk penyimpangan dan segera memperbaiki kesalahan apabila dijumpai. Kegiatan pengawasan pada dasarnya membandingkan kondisi yang ada dengan yang seharusnya terjadi (Murti, 2011).
2.7.3 Keluaran (Output)
Salah satu efektifitas dari suatu organisasi yang dapat dinilai dari cakupan. Sedangkan yang dimaksud dengan efektifitas adalah seberapa besar suatu tujuan itu sedang atau telah tercapai. Untuk kegiatan pembinaan kesehatan lingkungan diharapkan pelaksanaannya sesuai dengan apa yang ditetapkan, sehingga program UKS dapat berjalan dengan baik hingga masalah-masalah yang terjadi pada anak sekolah dapat diturunkan (Murti, 2011).