1. Proses Penerimaan Uang
Berikut dijabarkan tugas bagian-bagian yang terkait atas proses penerimaan uang:
a. Bagian Surat Masuk
Bertugas untuk menerima semua surat-surat yang diterima perusahaan.
Membuat daftar penerimaan uang harian.
Mengumpulkan check dan remittance advice.
Mencocokkan antara jumlah dalam check dengan jumlah remittance.
b. Bagian Kasir
Bertugas menerima uang yang berasal dari bahan surat masuk.
Kasir membuat surat setoran bank dan menyetorkan semua uang yang diterimanya.
c. Bagian Piutang
Bertugas mencatat hasil penerimaan uang.
Memberikan hasil catatan kepada Bagian pemeriksaan intern.
d. Bagian Pemeriksaan Intern
Meneliti hasil catatan bagian piutang Mencocokkan hasil penerimaaan uang
Administrasi Keuangan
19
Formulir-formulir yang digunakan dalam prosedur penerimaan uang menurut zaki Baridwan, Akuntansi Keuangan (2003: 100) sebagai berikut.
f. Dokumen (bukti) asli pendukung penerimaan uang yang terdiri dari:
Pemberitahuan tentang pelunasan dari para langganan atau amplop Bukti penerimaan uang yang diberi nomor urut yang dicetak dan dibuat
oleh kasir (untuk penerimaan uang langsung) Pita daftar penjualan tunai.
Pemberitahuan tentang pelunasan, daftar penjualan salesman Pemberitahuan dari pihak tentang pinjaman, penagihan oleh bank
g. Data harian yang menunjukkan ringkasan penerimaan kas yang terdiri dari:
Bukti setoran ke bank
Daftar penerimaan kas harian Ringkasan cash register Proof tapes
Berikut ini beberapa alur dari proses penerimaan uang:
a. Penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan dengan prosedur berikut ini :
1) Bagian piutang memberikan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih kepada penagih.
2) Bagian penagihan mengirimkan penagih yang merupakan karyawan perusahaan untuk melakukan penagihan ke debitur.
3) Bagian penagihan menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari debitur.
4) Bagian penagihan menyerahkan cek ke bagian kasa.
5) Bagian penagihan menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untutk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.
6) Bagian kasa mengirim kwitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada debitur.
Administrasi Keuangan
20
7) Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek tersebut dilakukan endorsment oleh pejabat yang berwenang.
8) Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur.
b. Penerimaan Kas dari Piutang Melalui Pos dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:
1) Bagian pengiriman mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi penjualan kredit terjadi.
2) Debitur mengirim cek atas nama yang dilampiri surat pemberitahuan melalui pos.
3) Bagian sekretariat menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari debitur.
4) Bagian sekretariat menyerahkan cek kepada bagian kasa.
5) Bagian sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.
6) Bagian kasa mengirim kuitansi kepada debitur sebagai tanda terima pembayaran dari debitur.
7) Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek atas nama tersebut dilakukan endorsemen oleh pejabat yang berwenang.
8) Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur.
c. Penerimaan Kas Melalui Lock-Box-Collection Plan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:
1) Bagian penagihan mengirim faktur penjualan kredit kepada debitur pada saat transaksi terjadi.
2) Debitur melakukan pembayaran utangnya pada saat faktur jatuh tempo dengan mengirimkan cek dan surat pemberitahuan ke PO BOX di kota terdekat.
3) Bank membuka PO BOX dan mengumpulkan cek dan surat pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan.
4) Bank membuat daftar surat pemberitahuan. Dokumen ini dilampiri dengan surat pemberitahuan dikirimkan oleh bank ke bagian sekretariat.
5) Bank mengurus check clearing.
Administrasi Keuangan
21
6) Bagian sekretariat menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk mengkredit rekening pembantu piutang debitur yang bersangkutan.
7) Bagian sekretariat menyerahkan daftar surat pemberitahuan ke bagian kasa.
8) Bagian kasa menyerahkan daftar surat pemberitahuan ke bagian jurnal untuk mencatat di dalam jurnal penerimaan kas.
9) Prosedur penerimaan uang melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan agar transaksi penerimaan uang tidak terpusat pada satu bagian saja.
Administrasi Keuangan
22
2. Proses Pengeluaran Uang
Sistem akuntansi pengeluaran kas adalah suatu kesatuan untuk mengumpulkan, mencatat transaksi yang dapat membantu pimpinan untuk menangani pengeluaran uang perusahaan. Untuk bisa menyusun suatu manual atau pedoman tentang sistem dan prosedur pencatatan pengeluaran uang, maka terlebih dahulu harus diadakan analisa tentang fungsi daripada pengeluaran tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut, Ruchiyat Kosasi, (2001: 102) mengemukakan, sebagai berikut:
a. Pengeluaran kas harus diperinci agar dapat disusun suatu ikhtisar laporan dan pencatatan, dari kedalam jurnal pengeluaran kas.
b. Dalam perusahaan kecil, pos-pos debet dapat berasal dari "voucher register", jurnal pembelian (buku pembelian) atau dari perincian faktur-faktur terpisah dari prosedur jurnal ataukah catatan harian. Jadi buku jurnal atau pencatatan pengeluaran kas dipakai sebagai kontrol chek terhadap buku-buku tersebut di atas.
c. Sebagian besar pos-pos debet sebagai lawan pengeluaran kas adalah pos-pos harta, utang, dan biaya tetapi juga bisa berakibat pos debet pada kelompok rekening dalam neraca serta rugi laba. Catatlah pengeluaran kas dengan baik dan posting ke pos debet.
Suatu sistem efektif mengenai pengeluaran kas merupakan hal penting sehingga tidak kalah pentingnya dengan sistem yang ada pada penerimaan kas.
Oleh karena pengurus dan pimpinan suatu perusahaan harus mengirim surat dan dapat menjelaskan mengenai siapa yang berwewenang untuk menandatangani chek. Semua pembayaran/ pengeluaran kas, sebaiknya dilakukan dengan chek atau nama perusahaan ataukah chek voucher. Chek voucher merupakan suatu formulir yang dikirim kepada kreditur sebagai pemberitahuan tentang pembayaran. Bersama dengan cheknya, tembusannya merupakan catatan utang yang menunjukkan suatu persetujuan pembayaran, sehingga bukti tanda terima dapat diperoleh secara otonomi. Oleh karena penandatanganan chek-chek yang
Administrasi Keuangan
23
cukup banyak ini yang memerlukan suatu ketelitian dan keamanan sehingga mereka yang menandatangani chek harus mempertanggung jawabkan setiap transaksi yang meragukan atau tidak dimengerti sepenuhnya. Meskipun sistem pengendalian interen tidak dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi, tetapi dalam hal ini perlu adanya pedoman dalam pembukuan.
Berikut ini salah satu alur transaksi dari proses pengeluaran uang:
a. Alur transaksi pembelian.
1. proses pembelian dimulai dari permintaan bagian penjualan atau produksi;
2. melakukan survei pasar;
3. menerima berbagai penawaran dari berbagai perusahaan;
4. memutuskan supplier dengan mempertimbangkan harga, kualitas dan layanan purna jual;
5. membuat daftar barang yang akan dibeli;
6. mengirimkan surat pesanan;
7. membuat dan menanda tangani surat perjanjian dengan supplier;
8. menerima barang;
9. menerima barang sesuai dengan pesanan;
10. membayar jumlah transaksi sesuai dengan prosedur pengeluaran kas.
Administrasi Keuangan
24
c. Rangkuman
1. Dalam transaksi penerimaan uang terdapat bagian-bagian yang bertugas menangani proses transaksi tersebut yaitu diantaranya, 1) bagian surat masuk, 2) bagian kasir, 3) bagian piutang, dan 4) bagian pemeriksaan intern.
2. Formulir-formulir yang digunakan dalam prosedur penerimaan uang menurut zaki Baridwan yaitu meliputi, 1) Dokumen (bukti) asli pendukung, dan 2) Data harian yang menunjukkan ringkasan penerimaan kas.
3. Alur proses penerimaan uang ada bermacam-macam beserta perbedaan prosesnya, yaitu: 1) Penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan, 2) Penerimaan Kas dari Piutang Melalui Pos, 3) Penerimaan Kas Melalui Lock-Box-Collection Plan.
4. Alur transaksi pengeluaran uang atas pembelian terjadi prosedur sebagai berikut:
a. proses pembelian dimulai dari permintaan bagian penjualan atau produksi;
b. melakukan survei pasar;
c. menerima berbagai penawaran dari berbagai perusahaan;
d. memutuskan supplier dengan mempertimbangkan harga, kualitas dan layanan purna jual;
e. membuat daftar barang yang akan dibeli;
f. mengirimkan surat pesanan;
g. membuat dan menanda tangani surat perjanjian dengan supplier;
h. menerima barang;
i. menerima barang sesuai dengan pesanan;
j. membayar jumlah transaksi sesuai dengan prosedur pengeluaran kas.
Administrasi Keuangan
25
d. Tugas
PT SUKARELA adalah perseroan yang memproduksi barang-barang plastik di kota Malang. PT SUKARELA ini telah bekerja sama dengan toko-toko untuk menjualkan produknya. Salah satunya adalah toko milik Ibu Tuti. Dalam menjalin kerja sama, PT SUKARELA memudahkan transaksi pembelianya dengan menerapkan sistem kredit.
Akan tetapi, dalam kemudahan yang diberikan PT SUKARELA ini mengalami kendala yaitu transaksi yang sebenarnya sudah lunas tetapi masih belum juga terselesaikan. Pihak PT SUKARELA telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan surat penagihan kepada toko milik Ibu Tuti, tetapi tidak mendapatkan titik terang. Hingga akhirrnya PT SUKARELA memanfaatkan pihak penagih perusahaan.
Tugas:
Buatlah alur proses penerimaan uang dari PT SUKARELA atas toko Ibu Tuti!
e. Tes Formatif
Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat ! 1. Tugas Bagian Pemeriksaan Intern adalah ... .
2. Data harian yang menunjukkan ringkasan penerimaan kas menurut Zaki Baridwan terdiri dari ... .
3. Dokumen (bukti) asli pendukung penerimaan uang terdiri dari ... .
4. Sebutkan bagaimana alur transaksi proses pengeluaran uang atas transaksi pembelian !
Administrasi Keuangan
26
f. Lembar Kerja
Petunjuk Umum:
1. Buatlah kelompok, setiap kelompok terdiri dari 2 anggota.
2. Kerjakan perintah pada lembar kerja ini sesuai waktu yang telah ditentukan guru.
3. Kerjakan secara tertib dan berikan jawaban terbaik.
Tugas:
1. Buatlah cerita tentang terjadinya transaksi antara 2 perusahaan/toko/sejenisnya.
2. Deskripsikan bagaimana alur transaksi yang telah kalian buat!
Administrasi Keuangan
27
C. KEGIATAN BELAJAR III
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran II peserta mampu:
1. Mengetahui prosedur sistem akutansi penerimaan dan pengeluaran kas 2. Mengetahui pembuatan jurnal buku besar untuk mencatat penerimaan
dan pengeluaran uang
3. Mengetahui secara detail prosedur menjurnal
b. Uraian Materi
Hal yang perlu diketahui mengenai penerimaan uang antara lain:
1. Prosedur penerimaan kas dilakukan melalui dua cara yaitu melalui penagihan perusahaan dan melalui transfer bank. Penerimaan kas disamping berupa cek dan giro, juga berupa uang tunai.
2. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penerimaan