MANAJEMEN RISIKO INVESTASI BPKH
B. PROSES MITIGASI RISIKO
Sesuai dengan Peraturan BPKH No 5 tahun 2018, ada 3 tahapan dalam pembentukan investasi keuangan haji, yaitu tahap perencanaan investasi, penilaian dan persetujuan investasi dan terakhir adalah penetapan investasi.
Gambar Proses Mitigasi Risiko BPKH
• Menyusun Rancangan Rencana Investasi
• Identifikasi risiko dan imbal hasil sesuai karakteristik jenis investasi
• Identifikasi aspek formal, substansi skema dan underlying instrumen investasi
• Kepala badan pelaksana mengeluarkan Surat Keputusan untuk menetapkan rencana investasi
• Proses check and balance dalam pengendalian risiko antar organ BPKH
• Memastikan seluruh proses pembuatan rancangan rencana investasi telah sesuai dengan kebijakan dan prosedur tertulis yang ditetapkan dalam peraturan BPKH
• Menentukan persetujuan atas arah kebijakan investasi termasuk alokasi sektoral, maupun komposisi kelas aset investasi
• penetapan batas atau limit nilai transaksi investasi yang disetuji di muka
Perencanaan
Penetapan
Penilaian dan Persetujuan
1. Tahap Perencanaan
Pada proses perencanaan investasi melalui beberapa tahap, termuat juga dalam proses ini penerapan manajemen risiko dilakukan sebelum perencanaan investasi siap dilakukan penilaian dan persetujuan. Pada tahap perencanaan investasi yang dilakukan oleh Anggota Badan Pelaksana Bidang Investasi pada setiap tahunnya, bersama dengan komite pengembangan keuangan haji, dalam menyusun rencana investasi yang mencerminkan prinsip manaje men risiko dan keputusan investasi yang objektif.
Kedua badan juga melakukan kajian mendalam, proses kehati-hatian atas timbulnya risiko dan imbal hasil yang relevan dalam perencanaan penentuan instrument investasi sebagai dasar penyusun investasi. Sehingga dalam tahap perencanaan investasi telah memasukan unsur pengelolaan risiko dengan cara meng-identifi kasi risiko, pertimbangan pertimbangan terhadap risiko yang akan dihadapi, pengukuran risiko dengan metode yang tepat sebagai dasar untuk melakukan pengendalian risiko, imbal hasil yang akan diperoleh atas ukuran risiko yang bakal dihadapi, jenis dan bentuk underlying instrument yang mendasari instrument investasi dikaji sehingga perencanaan investasi terhadap sebuah instrument layak untuk dijalankan, maka setiap instrument investasi harus dihitung masing-masing untuk risikonya, dan valuasi keuntungannya.
Dalam proses penyusunan rencana investasi tahunan, keberadaan Komite Pengembangan Keuangan Haji BPKH bertanggungjawab untuk memberikan rekomendasi terkait investasi kepada Badan Pelaksana BPKH, termasuk juga mengenai batas maksimal dan kebijakan pokok terkait pengelolaan keuangan Haji.
Akhir dari tahap ini adalah penyampaian rancangan investasi yang berisi rencana komposisi jenis investasi dan analisis kesesuaian dengan arah investasi, perkiraan tingkat imbal hasil investasi untuk masing-masing jenis investasi yang dimaksud, dan pertimbangan pertimbangan, termasuk pengelolan risiko investasi kepada Badan Pelaksana untuk di-review dan dinilai lebih lanjut. Dalam jangka waktu 5 hari, masing-masing anggota Badan Pelaksana
aspek hukum, imbal hasil investasi dan risiko yang melekat, serta aspek-aspek lainnya dan diakhiri apakah dapat dilanjutkan atau tidak rancangan investasi tersebut. Jika rancangan ini tidak disetujui semua Anggota Badan Pelaksana, maka rancangan akan dikembali kan kepada Anggota Badan Pelaksana Bidang Investasi untuk diperbaiki.
Anggota Badan Pelaksana BPKH bidang investasi atau pengembang-an keupengembang-angpengembang-an haji dalam membuat rpengembang-ancpengembang-angpengembang-an rencpengembang-ana investasi berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
Pilihan instrumen keuangan atau investai yang digunakan dipilih sesuai prinsip syariah dengan mempertimbangkan:
1. aspek keamanan, 2. kehati-hatian, 3. nilai manfaat, dan 4. likuiditas
Sebagai bagian dari pengelolaan risiko, diversifikasi investasi menjadi bagian pengelolaan risiko, berikut ini adalah jenis investasi dan batasan alokasi investasi yang dilakukan oleh BPKH.
Tabel Batasan Alokasi Investasi BPKH
1
2
3
4
No
Investasi dalam bentuk emas/logam mulia
Investasi langsung
Investasi lainnya
Investasi Surat Berharga
Investasi dalam bentuk emas/logam mulia paling banyak 5% dari total penempatan dan/atau investasi Keuangan Haji.
Investasi langsung paling banyak 20% dari total penempatan dan/atau investasi Keuangan Haji Investasi lainnya paling banyak 10% dari total penempatan dan/atau investasi Keuangan Haji Investasi surat berharga yang merupakan sisa dari total penempatan Keuangan Haji setelah dikurangi besaran investasi Keuangan Haji dalam bentuk emas, investasi langsung dan investasi lainnya.
Jenis Investasi Batasan Investasi
Investasi surat berharga memiliki proporsi paling banyak diban-ding kan dengan jenis investasi lainnya. Dengan proporsi penempat-an ypenempat-ang paling bpenempat-anyak, BPKH memiliki pertimbpenempat-angpenempat-an atau syarat yang melekat dalam memilih instrument investasi. Pertimbangan ini adalah bentuk kehati-hatian terhadap risiko dan imbal hasil yang akan diperoleh.
Tabel Syarat Investasi Surat Berharga BPKH
1 2 3 4 No Surat Berharga Syariah Negara Saham Syariah Sukuk Reksadana Syariah Jenis Instrumen • Return Optimal. • Risiko dapat diterima. • Tercatat di bursa efek
• Termasuk dalam kelompok LQ 45 (kecuali, jika BPKH membeli saham melalui pasar perdana atau melalui Reksa Dana Syariah)
• Memiliki peringkat kredit investment grade tetap
• Reksa dana yang di atur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Manajer Investasi yang mengelola Resa Dana Syariah adalah Manajer Investasi Counterpart Reksa Dana Syariah yang bersifat pendapatan tetap, maka instrument pendapatan tetap tersebut harus memiliki peringkat Investment Grade.
Syarat
Sumber : BPKH, diolah
2. Tahap Penilaian dan Persetujuan
Kepala Badan Pelaksana BPKH menyampaikan usulan investasi tahunan yang telah disetujui anggota Badan Pelaksana kepada Dewan Pengawas untuk dilakukan penilaian dan persetujuan. Penyampaian ini adalah prosedur tetap untuk memastikan bahwa rancangan investasi yang telah melalui kajian terkait berbagai aspek seperti aspek jenis investasi, aspek hukum,
aspek lainnya sesuai kebijakan dan prosedur internal BPKH, perundang-undangan atau produk hukum terkait yang berlaku. Dewan Pengawas akan melakukan persetujuan setelah melakukan penilaian terhadap rancangan tersebut. Proses persetujuan melalui mekasnisme Rapat Gabungan Badan Pelaksana dan Dewan Penga was. Sifat rapat gabungan antara keduanya memiliki kewenangan tertinggi terkait investasi Keuangan Haji. Sehingga proses check and balance dalam pengendalian risiko berjalan. Dalam rapat gabungan memastikan seluruh proses pembuatan rancangan rencana investasi telah sesuai dengan kebijakan dan prosedur tertulis yang ditetapkan dalam peraturan BPKH. Dewan pengawas juga menentukan persetu juan atas arah kebijakan investasi termasuk alokasi sektoral, maupun komposisi kelas aset investasi. Dalam rapat gabungan tersebut juga menghasilkan penetapan batas atau limit nilai transak si investasi yang disetujui di muka
3. Tahap Penetapan
Pada akhirnya, setelah adanya proses penilaian dan persetujuan atas rancangan rencana investasi oleh Badan Pengawas, BPKH melalui kepala badan pelaksana mengeluarkan Surat Keputusan untuk menetapkan rencana investasi tahunan yang telah di setujui oleh dewan pengawas saat rapat gabungan tersebut.
4. Tahap Pelaksanaan Investasi
Pengelolaan risiko pada pelaksanaan investasi yang telah ditetap kan oleh Badan Pelaksana BPKH tercermin adanya koor-dinasi antara anggota badan pelaksana bidang investasi, seluruh anggota badan pelaksana dan dewan pengawas. Masing-masing kelembaga an melakukan evaluasi, kajian dan control terhadap pengelolaan Keuangan Haji.
Peran anggota badan pelaksana investasi menjadi eksekutor ketetapan yang telah diputuskan oleh ketua badan pelaksana BPKH. Anggota Badan Pelaksana dalam pelaksanaan investasi
ke instrumen-instrumen investasi yang telah ditetapkan, atau juga sebaliknya, melakukan transaksi dan penarikan dana dari instrument yang telah ditetapkan. Semua kegiatan tersebut sesuai dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan oleh rapat gabungan antara dewan pengawas dan dewan pelaksana. Anggota Badan Pelaksana bidang Investasi, dalam pelaksanaan investasi bertugas untuk mengembangkan dan menerapkan sistem dan prosedur investasi yang handal untuk memastikan kegiatan investasi yang sedang berjalan telah sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, keamanan dan nilai manfaat.
5. Evaluasi Pelaksanaan Investasi
Anggota Badan Pelaksana Bidang Investasi memberikan laporan tertulis ke Badan Pelaksana mengenai pelaksanaan investasi dan risiko investasi sedikitnya setiap bulan. Laporan ini menjadi pertimbangan, apakah divestasi investasi atau tetap dilanjutkan. Laporan ini adalah sebagai bentuk pemantauan risiko dan pengen da lian risiko. Kemudian menelaah kecukupan pengendalian intern dalam mengurangi dampak dari risiko yang sudah diidentifikasi serta menyusun rencana untuk meningkatkan pengendalian risiko yang dirasakan belum efektif. Laporan ini dalam rangka mitigasi risiko dan tindakan yang diperlukan
Untuk memitigasi risiko kerugian, Badan Pelaksana dapat mengalokasikan dana untuk tujuan cadangan kerugian investasi. Setiap keputusan evaluasi investasi yang diambil oleh Badan Pelaksana Investasi adalah keputusan yang telah melalui rapat gabungan antara Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH.