BAB IV PEMBAHASAN METODE PEMBELAJARAN BIOLA MUSIK
4.5 Proses Pembelajaran Biola Sekolah Chandra Kusuma School dan Ipac
4.5 Proses Pembelajaran Biola Sekolah Chandra Kusuma School dan Ipac Dalam pertemuan pertama, anak-anak diperkenalkan bagian-bagian biola secara umum antara lain: peg, fingerboard, scroll, f-hole, chinrest, tailpiece, bridge, bow, senar dan sebagainya. Setelah anak-anak mengenal dan mengerti bagian-bagiannya selanjutnya latihan memegang biola. Dalam memegang biola dibagi menjadi 2 bagian yaitu sebagai berikut.
4.5.1 Tangan Kanan
Tangan kanan untuk memegang bow sedangkan tangan kiri untuk memegang biola. Dalam prakteknya, orang memegang biola tidak segampang yang banyak orang kira. Metode atau cara memegang biola adalah sebuah pondasi yang penting karena untuk menunjang permainan biolanya kedepan. Tangan kanan bertanggung jawab dalam hal kualitas nada, ritme, dinamik, artikulasi, dan timbre. Dengan mengetahui teknik-teknik menggesek busur yang baik, maka seorang pemain dapat mengatur suara yang dihasilkan oleh biola. Sedangkan untuk tangan kiri, karena biola tidak memiliki fret seperti gitar sebagai penanda jari, seorang pemain biola harus benar-benar tahu di mana letak suatu nada dengan
menggunakan perasaan. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan berlatih terus menerus sehingga jari-jari tangan dapat secara otomatis menekan nada yang diinginkan dengan tepat. Selain melatih jari, pemain biola juga harus melatih telinga sehingga dapat membedakan nada-nada sumbang, walaupun hanya sedikit saja.
Cara memegang bow: pertama mencoba memegang pensil atau busur, meletakkan ibu jari diantara jari tengah dengan jari manis dan dibengkokkan, tambahkan indeks dan jari-jari kecil, awalnya tempat ibu jari di bagian luar frog (Suzuki, 2008: 17). Dilakukan beberapa kali sampai anak-anak dapat memegang dengan benar dan rileks. Berikut ini adalah gambar dasar-dasar memegang bow
Gambar XIV Cara latihan memegang bow dengan pensil atau busur (Foto pribadi, 2013, Sopian)
Setelah pegangan sempurna dan mulai rileks, coba lakukan gerakan seperti ini:
Gambar XV Cara untuk melatih tumpuan jari (Foto pribadi, 2013, Sopian) Latihan seperti gambar di atas bertujuan untuk melatih tumpuan atau sentral kekuatan jari pada saat menggesek biola. Pada gambar pertama, kekuatan jari terletak pada jari telunjuk. Aplikasinya adalah saat kita menggesek biola ke bawah, kekuatan yang paling dominan berada di jari telunjuk. Pada gambar kedua, kekuatan jari berada di jari kelingking. Aplikasinya adalah ketika kita menggesek biola ke atas dan ketika hampir di pangkal bow, kekuatan jari yang paling dominan berada di jari kelingking. Sudut pergelangan tangan kanan sangat berpengaruh dengan lurus tidaknya seseorang menggesek biola dan produksi suara yang dihasilkan. Lihat gambar di bawah ini.
Gambar XVI Sudut pergelangan tangan ketika berada di pangkal, tengah, dan ujung bow (Foto pribadi, 2013, Sopian)
Pada gambar di atas diterangkan bahwa seseorang menggesek biola harus alami dan rileks. Gerakan di atas adalah gerakan alami pada saat bermain biola.
Sudut bow harus sejajar dengan lengan tangan kanan dan diantara bridge dengan finger board, seperti gambar di bawah ini.
Gambar XVII Lengan tangan kanan sejajar dengan sudut kemiringan bow dan tempat menggesek diantara jembatan dan finger board (Foto pribadi, 2013, Sopian)
Cara Memegang Biola hal yang pertama dilakukan yaitu dengan posisi tangan kiri diletakkan tidak terlalu jauh dengan leher biola (neck), namun sedikit menyentuh kedua sisi dari leher biola supaya membantu dalam melakukan gerakan (Galamian, 1962: 15), kemudian biola ditempatkan pada sisi bahu sebelah kiri sekitar 45 derajat lurus kedepan, dengan posisi end button menyentuh pada leher, dan posisi kepala dengan pandangan lurus ke depan, kemudian posisi bahu normal, tidak diangkat (Lamb, 1990: 81), miring ke kiri dari posisi lurus ke depan, sudut siku menghadap ke bawah, dan pergelangan tangan kiri harus lurus seperti gambar di bawah ini:
Gambar XVIII Cara memegang biola jempol sejajar dengan telunjuk, menghadap ke depan, sudut kemiringan biola kira-kira 45%, dan lengan tangan kiri
lurus (Foto pribadi, 2013, Sopian)
Setelah mengerti cara memegang biola, kemudian latihan dengan cara meletakkan tangan kirinya dibahu kanan sambil berlatih cara memegang. Seperti pada contoh di bawah ini.
Gambar XIX Cara melatih kekuatan dagu (Foto pribadi, 2013, Sopian) Setelah mereka mengerti dan tahu cara memegang bow dan cara memegang biola yang benar selanjutnya latihan menggesek dawai. Dawai biola terdiri dari G, D, A, E. Dawai pertama yang digesek adalah senar A karena senar A berada di posisi yang paling natural dibanding dawai lainnya. Latihan dilakukan berkali-kali supaya hafal dengan sudut kemiringannya sehingga tidak menyentuh dawai
lainnya. Dawai A berada di nomor 2 dari yang paling kecil. Contoh gambar dawai A di bawah ini:
Latihan berikutnya adalah menggesek dawai E. dawai E adalah dawai yang paling kecil. Menggesek dawai E dilakukan juga berkali-kali. Latihan dilakukan sampai bow hanya focus terhadap 1 dawai saja. Setelah dawai A dan E dikuasai selanjutnya latihan menggesek biola dengan ketukan (ritme):
4 ketuk 2 ketuk 1 ketuk ½ ketuk 1/3 ketuk (triplet) ¼ ketuk
Tabel I Nama not, bentuk not, tanda istirahat, dan nilainya
setelah anak-anak mengerti cara menggesek dan ketukan kemudian latihan dengan tangan kiri. Latihan pertama untuk tangan kiri adalah dengan pola-pola penjarian yang sudah dijelaskan di atas. Pola pertama berjarak 1 1 ½ 1, pola kedua berjarak 1 ½ 1 1, pola ketiga berjarak 1 1 1 ½. Seperti pada contah di bawah ini:
Setiap pola memiliki jarak yang berbeda, tetapi sangat baik buat proses belajar. Pola-pola tersebut dilakukan berkali-kali dan berfungsi untuk melatih jari supaya terbiasa dengan penjarian dan jarak antar nada. Pola diberikan sebelum melangkah ke tangga nada.
Tangga nada pertama adalah tangga nada A Mayor 1 oktaf, karena di dalam metode Suzuki untuk lagu-lagu awal hanya menggunakan tangga nada A Mayor dan hanya menggunakan 2 senar yaitu A dan E, hal ini untuk memudahkan anak-anak untuk bermain biola. Dibanding dengan senar D atau G, senar A dan E lebih mudah dimainkan selain posisinya yang lebih natural juga cara menggeseknya lebih ringan. Dalam menggesek senar D dan G harus dengan tenaga ekstra karena harus agak ditekan karena untuk menghasilkan suara seperti senar A dan E yang cara memainkannya tanpa ditekan. Contoh tangga nada A Mayor sebagai berikut:
Pada gambar di atas dapat dilihat nada, jarak nada dan penjarian untuk tangga nada A Mayor. Tangga nada Mayor berjarak 1 , 1 , ½ , 1 , 1 , 1 , ½. Latihan tangga nada dilakukan beberapa kali dalam 4, 2, maupun 1 ketuk. Untuk siswa yang belum pernah belajar musik (belajar instrument maupun vokal), latihan tangga nada seperti ini sangat sulit karena mereka belum mengetahui intonasi yang benar. Sebaliknya untuk mereka yang pernah belajar musik, hal seperti ini mudah diikutinya karena mereka sudah tahu bahkan terbiasa dengan nada.
Pola ritme (Suzuki, 2008: 21-22)
Pada lambang seperti ini (V) : berarti bow naik, sedangkan lambang seperti ini ( ) : berarti bow turun. Dalam belajar musik khususnya biola siswa harus disiplin karena di dalam biola intonasi sangat sensitif, begitu juga ritme atau simbol-simbol yang lain harus dimainkan sesuai apa yang tertulis di buku. Berikut adalah contoh simbol-simbol dan cara bermain dalam biola.
4.5.4 Detache
Detache adalah jenis gesekan yang dalam setiap gesekannya tidak ada tekanan dan efek apapun, yaitu hanya gesekan yang sederhana dengan menempatkan hair bow secara penuh dengan arah bow naik dan turun. Detache dapat dimainkan di bagian manapun pada bow, dengan gesekan panjang atau pendek (Galamian, 1962: 67). Contoh: Not yang dimainkan secara detache.
4.5.5 Staccato
Staccato adalah suatu gesekan pendek yang dimainkan dengan cara bow selalu menempel pada senar (on the string), yaitu dimulai dengan gesekan seketika dari bow, dan menghentikan bow dengan halus. Banyak bagian dari bow yang digunakan untuk melakukan gesekan staccato sesuai dengan panjangnya nilai not dan volume yang diinginkan (Galamian, 1962: 78).
Contoh: Bentuk not yang dimainkan secara staccato.
4.5.6 Legato
Legato adalah suatu gesekan yang memainkan dua not atau lebih disambung dalam satu gesekan dengan arah bow turun atau naik, dan kemungkinan bagian manapun dari area sebuah bow dapat digunakan untuk melakukan legato (Galamian, 1962: 71). Contoh : Bentuk not yang dimainkan secara legato.
4.5.7 Legato staccato
Legato Staccato yaitu gesekan yang memainkan rangkaian nada atau not staccato dalam satu gesekan yang dapat dimainkan dengan arah bow naik atau turun. Legato staccato ini jika dimainkan dengan tempo yang cepat dinamakan dengan flying staccato(Galamian, 1962: 67). Contoh : Bentuk not yang dimainkan secara legato staccato.
Penjarian saat bermain biola biasanya diberi nomor 1 (telunjuk) hingga 4 (kelingking). Angak-angka tersebut untuk menentukan atau menandai jari mana yang akan digunakan terutama untuk para pemula. Nomor 0 berarti open string
(jari tidak menekan senar). Seperti pada lagu twinkle, twinkle, little star di Suzuki Violin School berikut ini.
(Suzuki, 2008: 25).