3.4 Tahap Akhir Penelitian
4.1.3 Proses Pembuatan Serbuk Temulawak
Serbuk temulawak dihasilkan dari penggilingan simplisia temulawak. Pada
gambar 4.3 akan digambarkan proses pembuatan serbuk temulawak yang diawali
dengan banyaknya simplisia yang dibutuhkan sampai dengan penyimpanan serbuk
temulawak.
Keterangan Data Biaya Total Biaya
1 Persiapan bahan baku Temulawak basah yang dibutuhkan adalah sebanyak 500 kg Rp 1,661 Rp 830,373 2 Pencucian dan pengupasan temulawak
a. Biaya tenaga kerja
Untuk mencuci dan mengupas temulawak sebanyak 500 kilo dibutuhkan 2 orang pekerja wanita
25,000
Rp Rp 50,000
b. Biaya depresiasi keranjang Rp 114
c. Biaya depresiasi mesin pompa air Rp 205
d. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 109
3 Pengirisan temulawak
a. Biaya tenaga kerja setiap menghasilkan 1 kg rajangan diberi Rp 100 Rp 100 Rp 50,000
b. Biaya depresiasi alat pemotong manual Rp 16
4 Penjemuran a. Kotak pengering
Untuk mengeringkan 500 kg temulawak basah dibutuhkan 125 kotak pengering (tiap kotak mampu menampung 4 kg rajangan)
100
Rp Rp 5,479
b. Biaya tenaga kerja tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 orang pekerja wanita yang bekerja selama 6 hari dengan upah Rp 10.000/hari
10,000
Rp Rp 60,000 5 Pengemasan simplisia
a. Plastik pengemas dibutuhkan plastik kedap udara berukuran 1 kg Rp 3,000
b. Biaya depresiasi mesin sealer Rp 110
c. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 218
d. Biaya tenaga kerja dibutuhkan 1 orang pekerja wanita untuk menjalankan mesin sealer Rp 15,000
Kegiatan Biaya yang dibutuhkan
commit to user
Gambar 4.3 Proses Produksi Serbuk Temulawak
Sumber: wawancara dengan pengurus Gapoktan Sumber Makmur (2012)
Berdasarkan gambar 4.1 dapat dijelaskan proses produksi temulawak basah dan
biaya yang muncul dari proses produksi temulawak basah yang meliputi:
a. Persiapan simplisia temulawak yang dibutuhkan
Untuk membuat serbuk temulawak, dibutuhkan simplisia temulawak. Untuk
menghasilkan 1 kilogram serbuk dibutuhkan 2 kilogram simplisia.
b. Penggilingan simplisia
Simplisia temulawak kemudian digiling atau dihaluskan dengan menggunakan
mesin penggiling. Hasil serbuk yang dihasilkan oleh mesin penggiling adalah
5 kilogram per hari untuk setiap tenaga kerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan
pada proses ini adalah tenaga kerja wanita dengan upah Rp 15.000 per hari.
c. Pengemasan
Serbuk yang sudah jadi kemudian dimasukkan pada plastik yang kedap udara.
Tenaga kerja yang dibutuhkan pada proses pengemasan adalah 1 orang
commit to user
d. Penyimpanan
Gudang penyimpanan serbuk harus memiliki kondisi yang baik yaitu tidak
lembab, sirkulasi udara baik, bersih, dan tidak terkena sinar matahari secara
langsung.
Pada tabel 4.3 akan diuraikan mengenai aktifitas produksi simplisia
temulawak yang menimbulkan biaya.
Tabel 4.3 Biaya yang Muncul pada Proses Produksi Serbuk Temulawak
4.2 PENGOLAHAN DATA
Setelah memperoleh data yang dibutuhkan kemudian dilakukan pengolahan
data dengan mengklasifikasikan komponen biaya-biaya yang muncul kedalam
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik. Setelah dilakukan
klasifikasi biaya kemudian dilakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
dengan metode full costing untuk masing-masing produk temulawak yang berupa
temulawak basah, simplisia, dan serbuk.
Keterangan Biaya Total Biaya
1 Persiapan simplisia yang dibutuhkan
untuk membuat 1 kg serbuk
dibutuhkan 2 kg simplisia Rp 12,224.40 Rp 1,222,440.14 2 Penggilingan simplisia
a. Biaya depresiasi alat penggiling Rp 9,863.01
b. Biaya tenaga kerja
dalam 1 hari mesin penggiling dapat menghasilkan 5 kg serbuk untuk setiap pekerja, untuk menghasilkan 50 kg serbuk maka dibutuhkan waktu 10 hari, upah pekerja Rp 15.000/hari
15,000.00
Rp Rp 150,000.00
c. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 14,560.00
3 Pengemasan
a. Plastik pengemas dibutuhkan plastik kedap udara
berukuran 1 kg Rp 3,000.00
b. Biaya tenaga kerja dibutuhkan 1 orang pekerja wanita untuk menjalankan mesin sealer
15,000.00 Rp
c. Biaya depresiasi mesin sealer Rp 109.59
d. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 218.40
4 Penyimpanan
sewa gudang penyimpanan, luas area yang dibutuhkan adalah 1 x 3 m
= 3 m² Rp 81,000.00
Simplisia yang digunakan adalah 100 kg
No Kegiatan
commit to user
4.2.1 Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Produk Temulawak Basah
Untuk memperoleh harga pokok produksi produk temulawak basah maka
diperlukan:
1. Klasifikasi Biaya-biaya yang dibutuhkan pada Proses Produksi Produk
Temulawak Basah
a. Biaya Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan pada proses produksi temulawak basah
adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli benih temulawak, untuk lahan
seluas 1.000 m² dibutuhkan 100 kilogram benih, harga untuk benih adalah
Rp 1.000/kilogram. Selain benih, bahan baku lain yang dibutuhkan adalah
pupuk organik. Pupuk organik yang dibutuhkan selama proses produksi
temulawak basah adalah sebanyak 2 kilogram untuk setiap tanaman,
sedangkan pada lahan 1.000 m² terdapat sebanyak 1.100 tanaman
temulawak. Harga pupuk organik adalah Rp 500/kilogram. Perhitungan total
biaya bahan baku yang dibutuhkan akan diuraikan pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Biaya Bahan Baku Produk Temulawak Basah
b. Biaya Tenaga Kerja yang dibutuhkan
Biaya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk
temulawak basah adalah tenaga kerja pada masa tanam dan pemeliharaan
tanaman. Tabel 4.5 akan menunjukkan banyaknya tenaga kerja yang
dibutuhkan pada proses produksi temulawak basah.
Bahan baku yang dibutuhkan dibutuhkan (Kg)Jumlah yang Harga/Kg Total Biaya
Benih temulawak 100 Rp 1,000.00 Rp 100,000.00
Pupuk pada pemupukan awal 1100 Rp 500.00 Rp 550,000.00
Pupuk pada pemupukan ke-2 550
500.00
Rp Rp 275,000.00
Pupuk pada pemupukan ke-3 550 Rp 500.00 Rp 275,000.00
1,200,000.00 Rp
commit to user
Tabel 4.5 Tenaga Kerja Produk Temulawak Basah
c. Biaya Overhead
Biaya Overhead yang dikeluarkan untuk memproduksi produk
temulawak yaitu biaya sewa lahan, biaya transportasi, biaya depresiasi
karung tempat hasil panen, dan biaya sewa gudang penyimpanan.
1) Perhitungan biaya sewa lahan
Untuk menaman 100 kilogram benih temulawak dibutuhkan lahan
seluas 1.000 m², untuk menyewa lahan dibutuhkan biaya sebesar Rp
1.400.000/tahun.
2) Biaya Transportasi
Untuk membawa benih temulawak dibutuhkan alat transportasi berupa
mobil pick-up. Harga sewa per hari untuk mobil pick-up adalah Rp
150.000 per hari dan biaya bahan bakar adalah Rp 50.000. Jadi, total
biaya transportasi adalah Rp 200.000.
3) Perhitungan biaya depresiasi karung
Karung merupakan wadah yang digunakan untuk menampung hasil
panen. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan nilai depresiasi untuk
karung. Perhitungan untuk mencari nilai depresiasi karung didapat dari
hasil panen tiap tahun sebanyak 2.000 kg, setiap tahun panen
temulawak dibutuhkan karung sebanyak 34 untuk menampung hasil Pembersihan lahan 3 pekerja pria selama 2 hari Rp 180,000 Penggemburan lahan 4 pekerja pria selama 1 hari Rp 120,000 Penanaman 3 pekerja pria selama 1 hari untuk menanam benih dan pemupukan awal Rp 90,000 Pemupukan pada masa
pemeliharaan
2 pekerja wanita dan 1 pekerja pria untuk
2x pemupukan Rp 160,000
Panen dan penyortiran membutuhkan 4 pekerja pria dan 2 wanita selama 1 hari Rp 170,000 Rp 720,000 Pekerja pria @ 30.000 per hari,
Pekerja pria @ 30.000 per hari,
Total biaya Kegiatan Tenaga Kerja yang dibutuhkan Upah tenaga kerja
Pekerja pria @ 30.000 per hari, wanita @ Rp 25.000 Pekerja pria @ 30.000 per hari,
wanita @ Rp 25.000 Pekerja pria @ 30.000 per hari,
wanita @ Rp 25.000 Total Biaya Tenaga Kerja
commit to user
panen karena setiap karung mampu menampung 60 kg temulawak
basah, harga karung perbuah adalah Rp 1.600, maka biaya yang
dibutuhkan untuk membeli karung adalah Rp 54.400. Pembelian
karung yang baru dapat digunakan selama 3 kali panen atau 3 tahun,
artinya karung dapat menampung hasil panen sebanyak 6.000 kg.
Perhitungan manual biaya depresiasi untuk karung penyimpanan
adalah:
Nilai yang akan terdepresiasi
P-S = Rp. 54.400 – 0
= Rp. 54.400
Dengan demikian maka nilai Dt dan BVt selama 3 tahun adalah
sebagai berikut : D1 = (2000/6000)*( Rp 54.400)= Rp 18.133,- BV1= Rp 54.400 – Rp 18.133 = Rp 36.267,- D2 = (2000/6000)*( Rp 54.400)= Rp 18.133,- BV2= Rp 36.267 - Rp 18.133= Rp 18.133,- D2 = (2000/6000)*( Rp. 54.400)= Rp. 18.133,- BV2= Rp 18.133 - Rp 18.133= 0
Nilai depresiasi per tahun adalah Rp 18.133, sedangkan karung tidak
digunakan sepanjang tahun. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan
depresiasi setiap pemakaian, perhitungannya adalah:
(1/365 hari) x (nilai depresiasi) = nilai depresiasi setiap pemakaian
(1/365 hari) x (Rp 18.133) = Rp 49,68 per hari
Penggunaan karung selama proses penyimpanan panen adalah 30 hari,
commit to user
4) Biaya sewa gudang penyimpanan
Terdapat satu biaya yang termasuk biaya overhead dalam proses
produksi namun tidak diperhitungkan oleh Gapoktan Sumber Makmur
yaitu biaya sewa gudang. Gudang penyimpanan bertujuan untuk
menyimpan hasil panen temulawak, simplisia temulawak, dan serbuk
temulawak. Umumnya hasil-hasil produk olahan temulawak disimpan
di rumah petani atau di rumah Gapoktan, sehingga mereka tidak
memperhitungkan berapa besarnya biaya penyimpanan.
Perhitungan untuk biaya sewa gudang didapat dari wawancara
langsung kepada warga setempat mengenai harga sewa tanah dan
bangunan per m². Luas gudang penyimpanan Gapoktan memiliki luas
6 x 4.25 m = 25,5 m² dan biaya sewa yang dibutuhkan adalah Rp
700.000 per tahun, maka diperoleh biaya sewa untuk setiap 1 m² dalam
kurun waktu setahun adalah Rp 27.450. Hasil panen temulawak
merupakan salah satu hasil komoditas terbesar yaitu sebesar 15% dari
total 100% komoditas yang dihasilkan yang disimpan di Gudang
Gapoktan. Oleh karena itu, perhitungan biaya sewa gudang adalah Rp
700.000 x 15% = Rp 107.077.
Jadi, biaya overhead yang dibutuhkan pada proses produksi temulawak
yaitu biaya sewa lahan, biaya depresiasi wadah panen, dan biaya sewa
gudang. Perhitungan total biaya overhead disajikan pada tabel 4.6.
Tabel 4.6 Biaya Overhead Produk Temulawak Basah
Biaya Overhead Total Biaya
Sewa lahan Rp 1,400,000.00 Biaya transportasi Rp 200,000.00 Depresiasi wadah panen Rp 1,490.41 Sewa gudang penyimpanan Rp 107,077.43 Total BOP Rp 1,708,567.84
commit to user
d. Perhitungan Bunga Majemuk Produk Temulawak Basah
Selain menghitung biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead dilakukan juga perhitungan bunga majemuk diskret. Perhitungan
bunga majemuk pada proses produksi produk temulawak basah adalah
dengan cara menambahkan total biaya bahan baku + biaya tenaga kerja +
biaya overhead = Rp 3.628.568. Biaya saat ini (P) sebesar Rp 3.628.568
dengan bunga dari bank BRI sebesar 12% (i) per tahun, maka perhitungan
bunga majemuk adalah:
Rp 3.628.568 x (A/P, 12, 12%)
Rp 3.628.568 x 0,1614 = Rp 585.651
2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Temulawak Basah dengan Metode Full
costing
Perhitungan HPP diperoleh dengan menggunakan metode full costing, yaitu
dengan menghitung:
HPP Temulawak basah �total biaya produksi bunga majemukjumlah rimpang yang dihasilkan �kg
Perhitungan HPP dengan metode full costing tersaji dalam tabel 4.7 dengan
commit to user
Tabel 4.7 HPP Produk Temulawak Basah dengan Metode Full Costing
3. Prosentase Kebutuhan Biaya Produksi Produk Temulawak Basah
Berdasarkan tabel 4.7, maka dapat diperoleh data prosentase biaya produksi
pada masing-masing komponen biaya yang dapat dilihat pada tabel 4.8. Pada tabel
4.8 dapat dilihat bahwa komponen biaya yang paling dominan adalah biaya
overhead dengan prosentase sebesar 47%.
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead 1 Persiapan lahan
a. Sewa lahan Rp 1,400,000.00
b. Pembersihan lahan Rp 180,000.00
c. Penggemburan tanah Rp 120,000.00
2 Penanaman
a. Benih yang dibutuhkan Rp 100,000.00
b. Biaya transportasi pembelian benih Rp 200,000.00
c. Biaya tenaga kerja Rp 90,000.00
d. Pemupukan awal Rp 550,000.00 3 Pemeliharaan lahan
a. Pemupukan ke-2 Rp 275,000.00
b. Pemupukan ke-3 Rp 275,000.00 Rp 160,000.00 c. Biaya tenaga kerja
4 Panen
a. Biaya tenaga kerja Rp 170,000.00
5 Penyortiran hasil panen Rp 1,490.41
6 Penyimpanan hasil panen
a. Sewa gudang Rp 107,077.43
1,200,000.00
Rp Rp 720,000.00 Rp 1,708,567.84
Metode Full Costing:
Biaya Bahan Baku Rp 1,200,000.00 Biaya Tenaga Kerja Rp 720,000.00 Biaya Overhead Rp 1,708,567.84
Total HPP Rp 3,628,567.84
Bunga Majemuk diskret Rp 585,650.85 Rp 1,814.28
Total HPP Rp 4,214,218.68
Hasil panen 2000 kg
HPP Temulawak basah/Kg Rp 2,107.11
No. Kegiatan
Klasifikasi Biaya
commit to user
Tabel 4.8 Prosentase Biaya Produksi Temulawak Basah
4.2.2 Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Produk Simplisia
Temulawak
Untuk memperoleh harga pokok produksi produk simplisia temulawak maka
diperlukan:
1. Klasifikasi Biaya-biaya yang dibutuhkan pada Proses Produksi Produk
Simplisia Temulawak
a. Biaya Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan simplisia adalah
temulawak basah. Untuk membuat 1 kilogram simplisia dibutuhkan 6
kilogram temulawak basah. Jadi, 500 kilogram temulawak basah dapat
menghasilkan 83 kilogram simplisia. Biaya per kilogram temulawak basah
adalah Rp 2.107, jadi total biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk
membuat simplisia temulawak adalah sebanyak Rp 1.053.554.
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead 1 Persiapan lahan a. Sewa lahan 39% b. Pembersihan lahan 4.96% c. Penggemburan tanah 3.31% 2 Penanaman
a. Benih yang dibutuhkan 2.76%
b. Biaya transportasi pembelian benih 6%
c. Biaya tenaga kerja 2.48%
d. Pemupukan awal 15.16%
3 Pemeliharaan lahan
a. Pemupukan ke-2 7.58%
b. Pemupukan ke-3 7.58%
c. Biaya tenaga kerja 4.41%
4 Panen
a. Biaya tenaga kerja 4.69%
5 Penyortiran hasil panen 0.041%
6 Penyimpanan hasil panen
a. Sewa gudang 3%
33.07% 19.84% 47.09%
No. Kegiatan
Klasifikasi Biaya
commit to user
b. Biaya Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan dan total baiya yang harus dikeluarkan
dalam proses produksi produk simplisia akan ditunjukkan oleh tabel 4.9.
Tabel 4.9 Biaya Tenaga Kerja Produk Simplisia Temulawak
c. Biaya Overhead
Pada proses produksi simplisia membutuhkan banyak biaya overhead
yaitu berupa biaya-biaya yang menunjang hasil produksi yaitu biaya
depresiasi alat perajang, biaya depresiasi mesin pompa air, biaya depresiasi
keranjang, besarnya listrik yang dibutuhkan, biaya depresiasi nampan
penjemuran, biaya depresiasi mesin pengemas (sealer), dan biaya sewa
gudang penyimpanan.
1) Perhitungan biaya depresiasi keranjang
Perhitungan untuk mencari nilai depresiasi keranjang didapat dari
bahan baku pembuatan simplisia yang digunakan sebanyak 500
kilogram, setiap kali pencucian temulawak basah dibutuhkan 10
keranjang besar, harga untuk setiap keranjang adalah Rp 12.500, maka
biaya yang dibutuhkan untuk membeli karung adalah Rp 125.000. Total biaya Pencucian dan pengupasan temulawak Untuk mencuci dan mengupas
temulawak sebanyak 500 kilo dibutuhkan 2 orang pekerja wanita
Rp 50,000.00
Pengirisan temulawak setiap menghasilkan 1 kg rajangan diberi Rp 100
Rp 50,000.00 Pengeringan hasil irisan tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1
orang pekerja wanita yang bekerja selama 6 hari dengan upah Rp
Rp 60,000.00 Pengemasan simplisia dibutuhkan 1 orang pekerja wanita
untuk menjalankan mesin sealer
Rp 15,000.00
Rp 175,000.00 Total biaya
Kegiatan Tenaga Kerja yang dibutuhkan Upah tenaga kerja Pekerja pria @ 30.000 per hari, wanita @
Rp 25.000 Rp 100 / Kg
Pekerja wanita @ Rp 25.000 per hari Rp 10.000/hari
commit to user
Keranjang digunakan selama 3 kali pembuatan simplisia atau 3 tahun,
Perhitungan nilai depresiasi dari karung adalah:
Nilai yang akan terdepresiasi
P-S = Rp 125.000 – 0
= Rp 125.000
Dengan demikian maka nilai Dt dan BVt selama 3 tahun adalah
sebagai berikut : D1 = (500/1500)*( Rp 125.000) = Rp 41.666. BV1= Rp 125.000 – Rp 41.666.67 = Rp 83.333. D2 = (500/1500)*( Rp 125.000) = Rp 41.666. BV2= Rp 83.333 – Rp 41.666.67 = Rp 41.666. D3 = (500/1500)*( Rp 125.000) = Rp 41.666. BV3= Rp 41.666 – Rp 41.666 = 0
Nilai depresiasi per tahun adalah Rp 41.666, sedangkan keranjang
tidak digunakan sepanjang tahun. Oleh karena itu dibutuhkan
perhitungan depresiasi setiap pemakaian, perhitungannya adalah:
(1/365 hari) x (nilai depresiasi) = nilai depresiasi setiap pemakaian
(1/365 hari) x (Rp 41.666) = Rp 114, 16.
2) Perhitungan biaya depresiasi mesin pompa air
Dengan daya 150Watt dan harga beli Rp. 475.000,- dan masa pakai 3
tahun dengan nilai sisa sebesar Rp. 50.000,-. Maka besarnya depresiasi
tiap tahun :
Dt = (P-S)/N
= (Rp 475.000 - 0)/3
commit to user
Karena biaya depresiasi dibebankan tiap tahun maka biaya depresiasi
pompa air untuk proses pencucian yang hanya digunakan dalam 1 hari,
maka :
Biaya depresiasi pompa air = (1/365) x Rp 158.333,33
= Rp 434
3) Perhitungan biaya depresiasi alat perajang manual
Menggunakan 3 mesin pemotong manual, harga Rp 10.000 untuk
setiap alat. Biaya yang diperlukan untuk membeli alat pemotong
manual adalah Rp 30.000.
Besarnya depresiasi tiap tahun :
Dt = (P-S)/N
= (Rp. 30.000 - Rp. 0)/5 = Rp. 6.000,-
Nilai depresiasi per tahun adalah Rp 6.000, sedangkan keranjang tidak
digunakan sepanjang tahun. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan
depresiasi setiap pemakaian, perhitungannya adalah:
(1/365 hari) x (nilai depresiasi) = nilai depresiasi setiap pemakaian
(1/365 hari) x (Rp 6.000) = Rp 16,44.
4) Perhitungan biaya depresiasi nampan penjemuran
Untuk menjemur sebanyak 500 kilogram hasil rajangan dibutuhkan
125 nampan penjemuran. Harga untuk setiap nampan adalah Rp 8.000,
maka biaya untuk membeli 125 nampan adalah Rp 1.000.000.
Perhitungan depresiasi nampan penjemuran adalah:
Dt = (P-S)/N
= (Rp 1.000.000 - Rp 0)/3 = Rp 333.333.
Nilai depresiasi per tahun adalah Rp 333.333, sedangkan keranjang
tidak digunakan sepanjang tahun. Oleh karena itu dibutuhkan
commit to user
(6/365 hari) x (nilai depresiasi) = nilai depresiasi setiap pemakaian
(6/365 hari) x (Rp 333.333) = Rp 5.479.
5) Perhitungan biaya depresiasi mesin pengemas
Menggunakan sealer dengan daya 300 watt, harga Rp. 250.000, dan
nilai sisa Rp 50.000. Maka biaya depresiasi untuk sealer :
Dt = (P-S)/N
= (Rp. 250.000 – Rp 50.000)/5
= Rp 40.000
Biaya depresiasi ini dibebankan tiap tahun, sedangkan sealer hanya
digunakan dalam 1 hari, maka biaya depresiasi yang dibebankan pada
perhitungan harga pokok yaitu sebesar :
Biaya depresiasi sealer = (1/365) x Rp 40.000.
= Rp 109.
6) Perhitungan biaya listrik yang dibutuhkan
Biaya listrik untuk pompa air dengan daya 150 Watt.
Konsumsi energy �ⷸ4R4 �㿸466 㿸4562 �4
Pompa air �
= 0,15 Biaya per Kwh Rp 728.
Jadi biaya listrik untuk pompa air per 1 Kw = 0,15 x Rp 728 = Rp 109,2
Biaya listrik untuk mesin sealer dengan daya 300 Watt.
Konsumsi energy �ⷸ4R4 �㿸466 㿸4562 �4
Sealer �
= 0,3
Biaya per Kwh Rp. 728.
Jadi biaya listrik untuk pompa air per 1 Kw = 0,3 x Rp 728 = Rp
commit to user
7) Perhitungan biaya sewa gudang penyimpanan
Luas area gudang penyimpanan simplisia adalah 1,5 x 6 m = 9 m²,
harga sewa per m² adalah Rp 27.450. Luas gudang penyimpanan
simplisia adalah 9 m2 x Rp 27.450 = Rp 247.058. Produk simplisia
temulawak memiliki jumlah 20% dari total 100% jumlah produk
simplisia yang ada di gudang Gapoktan. Jadi, biaya sewa gudang
penyimpanan simplisia adalah Rp 247.058 x 20% = Rp 49.411 per
tahun. Lama gudang digunakan untuk menyimpan simplisia adalah 1
tahun.
Tabel 4.10 akan menguraikan secara ringkas biaya-biaya overhead yang
dibutuhkan pada proses pembuatan simplisia temulawak.
Tabel 4.10 Biaya Overhead Produk Simplisia Temulawak
d. Perhitungan Bunga Majemuk Produk Simplisia Temulawak
Perhitungan bunga majemuk diskret pada proses produksi produk
simplisia temulawak adalah dengan cara menambahkan total biaya bahan
baku + biaya tenaga kerja + biaya overhead = Rp 1.287.219. Biaya saat ini
(P) sebesar Rp 1.287.219 dengan bunga dari bank BRI sebesar 12% (i) per
tahun, maka perhitungan bunga majemuk adalah:
Biaya Overhead Total Biaya
Pencucian dan pengupasan temulawak
a. Biaya depresiasi keranjang Rp 114.16 b. Biaya depresiasi mesin pompa air Rp 205.48 c. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 109.20 Pengirisan temulawak
a. Biaya depresiasi alat pemotong manual Rp 16.44 Penjemuran
a. Kotak pengering Rp 5,479.45 Pengemasan simplisia
a. Plastik pengemas Rp 3,000.00 b. Biaya depresiasi mesin sealer Rp 109.59 c. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 218.40 Sewa penyimpanan Rp 49,411.76
commit to user
Rp 1.287.219 x (A/P, 12, 12%)
Rp 1.287.219 x 0,1614 = Rp 207.757
2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Simplisia Temulawak dengan Metode
Full costing
HPP produk simplisia didapatkan dengan menggunakan metode full costing,
yaitu dengan perhitungan:
HPP Simplisia temulawak �total biaya produksi bunga majemukjumlah simplisia yang dihasilkan �kg
Perhitungan HPP dengan metode full costing tersaji dalam tabel 4.11 yang
menunjukkan bahwa HPP produk simplisia per kilogram adalah Rp 18.011.
Tabel 4.11 HPP Produk Simplisia Temulawak dengan Metode Full Costing
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead 1 Persiapan bahan baku Rp 1,053,554.67
2 Pencucian dan pengupasan temulawak
a. Biaya tenaga kerja Rp 50,000.00
b. Biaya depresiasi keranjang Rp 114.16 c. Biaya depresiasi mesin pompa air Rp 205.48 d. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 109.20 3 Pengirisan temulawak
a. Biaya tenaga kerja Rp 50,000.00
b. Biaya depresiasi alat pemotong manual Rp 16.44 4 Penjemuran
a. Kotak pengering Rp 5,479.45
b. Biaya tenaga kerja 60000
5 Pengemasan simplisia
a. Plastik pengemas Rp 3,000.00
b. Biaya depresiasi mesin sealer Rp 109.59 c. Biaya listrik yang dibutuhkan Rp 218.40 d. Biaya tenaga kerja Rp 15,000.00
6 Sewa gudang penyimpanan Rp 49,411.76
Total masing-masing komponen biaya Rp 1,053,554.67 Rp 175,000.00 Rp 58,664.48
Metode Full Costing:
Biaya Bahan Baku Rp 1,053,554.67 Biaya Tenaga Kerja Rp 175,000.00 Biaya Overhead Rp 58,664.48
Total Biaya Produksi Rp 1,287,219.15 Rp 15,508.66 Bunga Majemuk diskret Rp 207,757.17
Total HPP Rp 1,494,976.32
Hasil simplisia 83 kg
HPP Simplisia/Kg Rp 18,011.76
commit to user
3. Prosentase Kebutuhan Biaya Produksi Produk SimplisiaTemulawak
Berdasarkan tabel 4.11, maka dapat diperoleh data prosentase biaya
produksi pada masing-masing komponen biaya yang dapat dilihat pada tabel 4.12.
Pada tabel 4.12 dapat dilihat bahwa komponen biaya yang paling dominan adalah
biaya bahan baku dengan prosentase sebesar 82%.
Tabel 4.13 Prosentase Biaya Produksi Simplisia Temulawak
4.2.3 Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Produk Serbuk Temulawak
Untuk memperoleh harga pokok produksi produk serbuk temulawak maka
diperlukan:
1. Klasifikasi Biaya-biaya yang dibutuhkan pada Proses Produksi Produk
Serbuk Temulawak
a. Biaya Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan serbuk adalah simplisia
temulawak. Untuk membuat 1 kilogram serbuk dibutuhkan 2 kilogram Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead
1 Persiapan bahan baku 82%
2 Pencucian dan pengupasan temulawak
a. Biaya tenaga kerja 4%
b. Biaya depresiasi keranjang 0.01%
c. Biaya depresiasi mesin pompa air 0.01%
d. Biaya listrik yang dibutuhkan 0.01%
3 Pengirisan temulawak
a. Biaya tenaga kerja 4%
b. Biaya depresiasi alat pemotong manual 0.0011%
4 Penjemuran
a. Kotak pengering 0.38%
b. Biaya tenaga kerja 5%
5 Pengemasan simplisia
a. Plastik pengemas 0.21%
b. Biaya depresiasi mesin sealer 0.01%
c. Biaya listrik yang dibutuhkan 0.01%
d. Biaya tenaga kerja 1%
6 Sewa gudang penyimpanan 3.39%
Total prosentase masing-masing komponen biaya 82% 14% 4%
commit to user
simplisia. Jadi, 100 kilogram simplisia temulawak dapat menghasilkan 50
kilogram simplisia. Biaya untuk simplisia per kilogram adalah Rp 18.011,
jadi total biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat serbuk
temulawak adalah sebanyak Rp 1.801.100.
b. Biaya Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membuat serbuk temulawak tidak
sebanyak pada proses pembuatan produk temulawak basah maupun
simplisia. Tenaga kerja yang dibutuhkan pada produk serbuk adalah tenaga
kerja untuk menjalankan mesin penggiling simplisia menjadi serbuk dan
tenaga kerja untuk pengemasan. Tabel 4.13 menunjukkan banyaknya biaya
yang harus dikeluarkan untuk tenaga kerja proses produksi serbuk.
Tabel 4.13 Biaya Tenaga Kerja Produk Serbuk Temulawak
c. Biaya Overhead
Penunjang produksi produk serbuk temulawak yang merupakan biaya
overhead adalah biaya depresiasi mesin penggiling, biaya depresiasi mesin
pengemas (sealer), plastik kedap udara, dan biaya listrik yang dibutuhkan.
Oleh karena itu dilakukan perhitungan depresiasi untuk memperoleh biaya
overhead total.
Kegiatan Tenaga Kerja yang dibutuhkan Upah tenaga kerja Total biaya
Penggilingan simplisia
dalam 1 hari mesin penggiling dapat menghasilkan 5 kg serbuk untuk setiap pekerja, untuk menghasilkan 50 kg serbuk maka dibutuhkan waktu 10 hari, upah pekerja Rp 15.000/hari
15,000.00
Rp Rp 150,000.00
Pengemasan serbuk dibutuhkan 1 orang pekerja wanita
untuk menjalankan mesin sealer Rp 15,000.00 Rp 15,000.00 165,000.00 Rp
commit to user
1) Perhitungan biaya depresiasi mesin penggiling
Menggunakan mesin penggiling dengan daya 250 watt, harga Rp