• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Proses Penelitian

Sebelum peneliti melakukan penelitian, peneliti melakukan dua kali observasi di kelas IVB dan satu kali wawancara dengan guru kelas IVB SD Negeri Kentungan. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi peserta didik saat mengikuti pembelajaran, meliputi proses pembelajaran dan kreativitas peserta didik. Hasil observasi proses pembelajaran, guru tidak menggunakan model pembelajaran inovatif. Pembelajaran terpaku pada buku peserta didik dan buku guru. Guru hanya ceramah sehingga peserta didik kurang tertarik dan menjadi bosan. Peserta didik banyak yang bergurau dengan peserta didik lain dan kurang memperhatikan penjelasan guru. Peserta didik yang tidak mau bertanya dan mengemukakan pendapat. Ketika ditanya oleh guru, peserta didik hanya diam. Pembelajaran yang berpusat pada guru membuat peserta didik kurang memiliki kreativitas.

Wawancara yang peneliti lakukan dengan guru kelas IVB memberikan penguatan pada observasi pembelajaran yang sudah peneliti lakukan. Guru mengatakan bahwa peserta didik kurang memiliki kreativitas. Peserta didik jarang mau bertanya. Guru memperbolehkan peserta didik menggunakan cara yang lain tetapi menggunakan batasan tertentu sesuai dengan perintah guru, tetapi kebanyakan peserta didik tetap menggunakan cara yang diajarkan guru. Guru memberikan kebebasan peserta didik untuk mengemukakan pendapat, tetapi peserta didik tidak mau berpendapat dan bertanya. Selain itu peserta didik kesulitan menemukan solusi dari suatu masalah dan sulit mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Khususnya pada pembelajaran IPA yang menggunakan percobaan,

pemecahan masalah, dan kaitan kehidupan sehari-hari dari tahun ke tahun peserta didik merasa kesulitan. Terbukti dengan hasil belajar materi gaya kelas IVB tahun ajaran 2018/2019. Gaya merupakan materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, namun kenyataannya peserta didik mendapatkan nilai yang rendah. Rata-rata penilaian tengah semester II IPA materi gaya tahun ajaran 2018/2019 dari 26 peserta didik sebesar 65,38 di bawah KKM yaitu 68.

Hasil observasi pembelajaran dan wawancara dikuatkan kembali dengan observasi kreativitas peserta didik yang peneliti lakukan. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kreativitas peserta didik. Indikator kreativitas yang diamati meliputi (1) memiliki ide yang unik, (2) mencoba cara baru untuk menyelesaikan masalah, (3) memiliki rasa keindahan, (4) memberi banyak gagasan terhadap suatu masalah, dan (5) memiliki daya imajinasi. Berdasarkan hasil observasi kreativitas 28 peserta didik kelas IVB mendapatkan nilai rata-rata 46,19 dengan kualifikasi kurang kreatif. Berdasarkan data yang didapat, rendahnya kreativitas peserta didik berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik.

b. Upaya Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar

Berdasarkan kondisi awal rendahnya kreativitas dan hasil belajar peserta didik, peneliti menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi peserta didik kelas IVB SD Negeri Kentungan. Model pembelajaran berbasis masalah dianggap tepat karena model ini mengajak peserta didik untuk memecahkan masalah dengan mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan menerapkan pengetahuan yang mereka miliki untuk mengatasi masalah. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dilakukan secara kelompok dan individu. Peserta didik berkelompok saat melakukan percobaan dan individu saat mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

Kegiatan pembelajaran yang dirancang menggunakan percobaan tentu akan meningkatkan kreativitas peserta didik. Peserta didik dapat mempraktikkan sendiri dengan bantuan guru sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, efektif, dan tidak membosankan. Melalui 5 langkah dalam model pembelajaran berbasis masalah diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar peserta didik kelas IVB di SD Negeri Kentungan.

c. Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan pada peserta didik kelas IVB SD Negeri Kentungan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Februari 2020 selama 2 jam pembelajaran dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Februari 2020 selama 3 jam pembelajaran dengan alokasi waktu 3x35 menit.

1) Perencanaan Tindakan

Setelah memperoleh data dari hasil observasi dan wawancara, dan sudah melakukan validasi instrumen penelitian kreativitas dan hasil belajar, peneliti meminta izin kepada kepala SD N Kentungan untuk melakukan penelitian. Peneliti juga menemui guru kelas IVB untuk menentukan waktu penelitian. Perencanaan tindakan yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPPTH, LKPD, media, dan soal evaluasi. Media yang peneliti gunakan yaitu KIT gaya dan beberapa gambar yang berkaitan dengan materi. Soal evaluasi akan diberikan kepada 27 peserta didik kelas IVB pada akhir pertemuan kedua untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Selain mengerjakan soal evaluasi pada akhir pertemuan kedua, peserta didik juga akan mengisi kuesioner kreativitas. Peneliti juga menyiapkan instrumen non tes berupa lembar observasi yang digunakan untuk mengukur kreativitas peserta didik.

2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan 1

Siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Februari 2020 dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pada pertemuan pertama peserta didik belajar tentang pengaruh gaya, gaya otot dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Selama melaksanakan penelitian, peneliti dibantu oleh 1 guru kelas IVB dan 4 teman sebagai observer yang bertugas untuk mengamati kreativitas peserta didik dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembuka sampai penutup peneliti laksanakan sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan pembuka diawali dengan salam pembuka, kemudian peserta didik menyanyikan lagu “Naik Delman”. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang lagu yang sudah dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari. Memasuki langkah pertama model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorientasikan peserta didik pada masalah, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang mengapa delman dapat bergerak. Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang akan dilakukan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan inti, pada langkah kedua model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorganisasikan peserta didik agar belajar, peserta didik mengamati gambar delman. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Selanjutnya pada langkah ketiga yakni memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, peserta didik membaca panduan percobaan “Pengaruh Gaya dan Gaya Otot”. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang percobaan yang akan dikerjakan secara berkelompok dan mandiri. Peserta didik

dibagi menjadi 7 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan. Peserta didik menanyakan hal yang belum dipahami. Peserta didik melakukan percobaan “Pengaruh Gaya dan Gaya Otot”. Pada langkah keempat yakni mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengerjakan soal yang ada pada panduan percobaan “Pengaruh Gaya dan Gaya Otot” secara mandiri. Peserta didik membuat peta pikiran tentang gaya otot dan manfaatnya kehidupan sehari-hari. Setelah selesai, peserta didik memperhatikan penegasan dan penjelasan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan penutup, langkah kelima model pembelajaran berbasis masalah yakni menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru mengenai kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi tersebut. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait materi yang telah dipelajari. Peserta didik menulis refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Pembelajaran diakhiri dengan doa.

b) Pertemuan 2

Siklus I pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Februari 2020 dengan alokasi waktu 3x35 menit. Pada pertemuan kedua peserta didik belajar tentang gaya listrik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Selama melaksanakan penelitian, peneliti dibantu oleh 1 guru kelas IVB dan 4 teman sebagai observer yang bertugas untuk mengamati kreativitas peserta didik dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembuka sampai penutup peneliti laksanakan sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran berbasis

masalah. Kegiatan pembuka diawali dengan salam pembuka, doa, dan absensi. Peserta didik melakukan kegiatan literasi dengan membaca teks “Sejarah Penemuan Listrik”. Peserta didik menyanyikan lagu “Gaya Listrik”. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang lagu yang sudah dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari. Memasuki langkah pertama model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorientasikan peserta didik pada masalah, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang penggaris yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas. Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang akan dilakukan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan inti, pada langkah kedua model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorganisasikan peserta didik agar belajar, peserta didik mengamati demonstrasi sisir plastik yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas yang dilakukan guru. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang demonstrasi tersebut. Selanjutnya pada langkah ketiga yakni memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, peserta didik membaca panduan percobaan “Pengaruh Gaya Listrik”. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang percobaan yang akan dikerjakan secara berkelompok dan mandiri. Peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan. Peserta didik menanyakan hal yang belum dipahami. Peserta didik melakukan percobaan “Pengaruh Gaya Listrik”. Pada langkah keempat yakni mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengerjakan soal yang ada pada panduan percobaan “Pengaruh Gaya Listrik” secara mandiri. Peserta didik membuat laporan sederhana tentang pengaruh gaya listrik. Setelah selesai, peserta didik

memperhatikan penegasan dan penjelasan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan penutup, langkah kelima model pembelajaran berbasis masalah yakni menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru mengenai kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi tersebut. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait materi yang telah dipelajari. Peserta didik menulis refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi siklus I. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi siklus I, peserta didik mengisi kuesioner kreativitas. Peserta didik dipersilahkan untuk istirahat.

3) Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui peningkatan kreativitas peserta didik. Pengamatan dilakukan oleh 1 guru dan 4 teman yang bertugas mengamati kreativitas peserta didik berdasarkan indikator yang sudah peneliti tentukan. Adapun indikator kreativitas meliputi: (a) memiliki ide yang unik, (b) mencoba cara baru untuk menyelesaikan masalah, (c) memiliki rasa keindahan, (d) memberi banyak gagasan terhadap suatu masalah, dan (e) memiliki daya imajinasi. Data dari 5 observer diperoleh nilai rata-rata pertemuan 1 yaitu 62,95 dengan kualifikasi cukup kreatif dan nilai rata-rata pertemuan 2 yaitu 68,51 dengan kualifikasi kreatif. Selain data observasi, pada akhir siklus I peserta didik mengisi kuesioner kreativitas dan diperoleh nilai rara-rata 79,75. Berdasarkan data tersebut diperoleh rata-rata keseluruhan kreativitas peserta didik pada siklus I yaitu 70,40 dengan kualifikasi kreatif.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan pada proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam siklus I mengenai pengaruh gaya, gaya otot dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta gaya listrik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil yang diperoleh pada siklus I dijadikan perbaikan untuk siklus II. Selama pelaksanaan siklus I terdapat kekurangan seperti peserta didik yang kurang paham saat melakukan percobaan dan kesulitan menyimpulkan hasil percobaan yang sudah dilakukan. Berdasarkan kekurangan tersebut, peneliti merencanakan perbaikan untuk siklus II yaitu peneliti sebagai guru akan menuntun setiap langkah saat peserta didik melakukan percobaan. Namun, secara keseluruhan pembelajaran berjalan dengan baik. Peserta didik antusias mengikuti pembelajaran khususnya saat percobaan pengaruh gaya, gaya otot, dan gaya listrik menggunakan KIT gaya. Pembelajaran kondusif, peserta didik mampu belajar sesuai dengan arahan guru. Selain itu, peserta didik juga menjadi aktif.

Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus I yaitu 71,34. Hasil tersebut sudah memenuhi target yang peneliti buat yaitu 70. Diperoleh persentase ketuntasan sebesar 59,25% atau peserta didik yang tuntas sebanyak 16 dari 27 peserta didik. Dibandingkan dengan kondisi awal, peserta didik mendapatkan nilai rata-rata hasil belajar 65,38 dengan persentase ketuntasan 43,20%. Berdasarkan data kondisi awal dan siklus I hasil belajar peserta didik kelas IVB materi gaya mengalami peningkatan.

Selain hasil belajar, kreativitas peserta didik juga mengalami peningkatan. Kondisi awal nilai rata-rata kreativitas peserta didik 46,19 dengan kualifikasi kurang kreatif. Pada siklus I nilai rata-rata kreativitas peserta didik 70,40 dengan kualifikasi kreatif. Nilai rata-rata kreativitas peserta didik pada siklus I sudah melebihi target yang dibuat peneliti yaitu 60.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa peningkatan kreativitas dan hasil belajar peserta didik kelas IVB materi gaya melalui model pembelajaran berbasis masalah di SD Negeri Kentungan sudah mengalami peningkatan dan sudah melebihi target yang telah dibuat peneliti. Namun, peneliti tetap melanjutkan penelitian ke siklus II untuk memantapkan kreativitas dan hasil belajar peserta didik dan mencapai target akhir yang sudah peneliti tentukan.

d. Siklus II

Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan pada peserta didik kelas IVB SD Negeri Kentungan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Februari 2020 selama 2 jam pembelajaran dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Februari 2020 selama 3 jam pembelajaran dengan alokasi waktu 3x35 menit.

1) Perencanaan Tindakan

Perencanaan tindakan yang dilakukan peneliti yaitu menyiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPPTH, LKPD, media, dan soal evaluasi. Media yang peneliti gunakan yaitu KIT gaya dan beberapa gambar yang berkaitan dengan materi. Soal evaluasi akan diberikan kepada 27 peserta didik kelas IVB pada akhir pertemuan kedua untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Selain mengerjakan soal evaluasi pada akhir pertemuan kedua, peserta didik juga akan mengisi kuesioner kreativitas. Peneliti juga menyiapkan instrumen non tes berupa lembar observasi yang digunakan untuk mengukur kreativitas peserta didik.

2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan 1

Siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Februari 2020 dengan alokasi waktu 2x35 menit. Pada

pertemuan pertama peserta didik belajar tentang gaya gravitasi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari serta gaya magnet dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Selama melaksanakan penelitian, peneliti dibantu oleh 1 guru kelas IVB dan 4 teman sebagai observer yang bertugas untuk mengamati kreativitas peserta didik dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembuka sampai penutup peneliti laksanakan sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan pembuka diawali dengan salam pembuka, kemudian peserta didik menyanyikan lagu “Gaya Gravitasi dan Magnet”. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang lagu yang sudah dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari. Memasuki langkah pertama model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorientasikan peserta didik pada masalah, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang mengapa semua benda yang dilempar selalu jatuh ke bawah. Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang akan dilakukan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan inti, pada langkah kedua model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorganisasikan peserta didik agar belajar, peserta didik mengamati gambar astronot. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Setelah mengamati gambar astronot, peserta didik mengamati gambar kereta api maglev. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Selanjutnya pada langkah ketiga yakni memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, peserta didik membaca panduan percobaan “Gaya Gravitasi dan Gaya Magnet”. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang percobaan yang akan dikerjakan secara berkelompok dan mandiri. Peserta didik dibagi menjadi 7

kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan. Peserta didik menanyakan hal yang belum dipahami. Peserta didik melakukan percobaan “Gaya Gravitasi dan Gaya Magnet”. Pada langkah keempat yakni mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengerjakan soal yang ada pada panduan percobaan “Gaya Gravitasi dan Gaya Magnet” secara mandiri. Peserta didik membuat poster tentang manfaat gaya gravitasi atau gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. Setelah selesai, peserta didik memperhatikan penegasan dan penjelasan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan akhir, langkah kelima model pembelajaran berbasis masalah yakni menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru mengenai kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi tersebut. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait materi yang telah dipelajari. Peserta didik menulis refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Pembelajaran diakhiri dengan doa.

b) Pertemuan 2

Siklus II pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Februari 2020 dengan alokasi waktu 3x35 menit. Pada pertemuan kedua peserta didik belajar tentang gaya gesek dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Selama melaksanakan penelitian, peneliti dibantu oleh 1 guru kelas IVB dan 4 teman sebagai observer yang bertugas untuk mengamati kreativitas peserta didik dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembuka sampai penutup peneliti laksanakan sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan pembuka diawali dengan salam pembuka,

doa, dan absensi. Peserta didik melakukan kegiatan literasi dengan membaca teks “Sepatu untuk Bayu”. Peserta didik menyanyikan lagu “Gaya Gesek”. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang lagu yang sudah dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari. Memasuki langkah pertama model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorientasikan peserta didik pada masalah, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang mengapa menginjak kulit pisang dapat membuat terpeleset. Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang akan dilakukan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan inti, pada langkah kedua model pembelajaran berbasis masalah yakni mengorganisasikan peserta didik agar belajar, peserta didik mengamati gambar sepatu sepak bola. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Selanjutnya pada langkah ketiga yakni memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, peserta didik membaca panduan percobaan “Pengaruh Gaya Gesek”. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang percobaan yang akan dikerjakan secara berkelompok dan mandiri. Peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan. Peserta didik menanyakan hal yang belum dipahami. Peserta didik melakukan percobaan “Pengaruh Gaya Gesek”. Pada langkah keempat yakni mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengerjakan soal yang ada pada panduan percobaan “Pengaruh Gaya Gesek” secara mandiri. Peserta didik membuat laporan sederhana tentang pengaruh gaya gesek. Setelah selesai, peserta didik memperhatikan penegasan dan penjelasan yang disampaikan guru.

Pada kegiatan akhir, langkah kelima model pembelajaran berbasis masalah yakni menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru mengenai kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi tersebut. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait materi yang telah dipelajari. Peserta didik menulis refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi siklus II. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi siklus I, peserta didik mengisi kuesioner kreativitas. Peserta didik dipersilahkan untuk istirahat.

3) Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui peningkatan kreativitas peserta didik. Pengamatan dilakukan oleh 1 guru dan 4 teman yang bertugas mengamati kreativitas peserta didik berdasarkan indikator yang sudah peneliti tentukan. Adapun indikator kreativitas meliputi: (a) memiliki ide yang unik, (b) mencoba cara baru untuk menyelesaikan masalah, (c) memiliki rasa keindahan, (d) memberi banyak gagasan terhadap suatu masalah, dan (e) memiliki daya imajinasi. Data dari 5 observer diperoleh nilai rata-rata pertemuan 1 yaitu 76,53 dengan kualifikasi kreatif dan nilai rata-rata pertemuan 2 yaitu 82,34 dengan kualifikasi sangat kreatif. Selain data observasi, pada akhir siklus II peserta didik mengisi kuesioner kreativitas dan diperoleh nilai rara-rata 80,98. Berdasarkan data tersebut diperoleh rata-rata keseluruhan kreativitas peserta didik pada siklus II yaitu 79,95 dengan kualifikasi kreatif.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan pada proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam siklus II mengenai gaya gravitasi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, gaya magnet dan

manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta gaya gesek dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan refleksi pada siklus I tentang kesulitan peserta didik yang kurang paham saat melakukan percobaan, pada siklus II ini peneliti sebagai guru mengubah cara peserta didik dalam melakukan percobaan dengan menuntun setiap langkah satu persatu. Ternyata setelah diterapkan demikian, pembelajaran pada siklus II berjalan lebih baik daripada siklus I. Peserta didik antusias mengikuti pembelajaran khususnya saat percobaan gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek menggunakan KIT gaya. Pembelajaran sangat kondusif, peserta didik mampu belajar sesuai dengan arahan guru. Selain itu, peserta didik juga aktif.

Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus II yaitu 80,49. Hasil tersebut sudah memenuhi target yang peneliti buat yaitu 75. Diperoleh persentase ketuntasan sebesar 77,77% atau peserta didik yang tuntas sebanyak 21 dari 27 peserta didik. Dibandingkan dengan siklus I, peserta didik mendapatkan nilai rata-rata hasil belajar 71,34 dengan persentase ketuntasan 59,25%. Berdasarkan data siklus I dan siklus II hasil belajar peserta didik kelas IVB materi gaya mengalami peningkatan.

Selain hasil belajar, kreativitas peserta didik juga mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata kreativitas peserta didik 70,40 dengan kualifikasi kreatif. Pada siklus II nilai rata-rata kreativitas peserta didik 79,95 dengan kualifikasi kreatif. Nilai rata-rata kreativitas peserta didik pada siklus II sudah melebihi target

Dokumen terkait