BAB III METODE PENELITIAN
D. Rencana Setiap Siklus
2. Siklus II
Pada siklus kedua, peneliti melaksanakan pertemuan pembelajaran sebanyak dua kali. Pertemuan ke 1 pembelajaran berlangsung selama 2x35 menit dan pertemuan ke 2 pembelajaran berlangsung selama 3x35 menit. a. Perencanaan tindakan
Rencana yang peneliti lakukan pada siklus II adalah menyusun perangkat pembelajaran, seperti: RPPTH, LKPD, soal evaluasi siklus
II, dan mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan pada saat melaksanakan tindakan. Peneliti membagi 27 peserta didik menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik.
b. Pelaksanaan tindakan
Dalam tahapan pelaksanaan tindakan, peneliti melaksanakan pertemuan pembelajaran sebanyak dua kali dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Berikut ini adalah langkah-langkah proses pembelajaran pada pelaksanaan tindakan siklus II:
1) Pertemuan 1
Pada pertemuan 1, peneliti menggunakan pembelajaran yang terdapat pada RPPTH pembelajaran ke-3 (fokus pada penggalan 3) dengan materi gaya gravitasi dan gaya magnet serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah pembelajaran yang peneliti lakukan pada pertemuan 1, diantaranya:
a) Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam pembuka, kemudian peserta didik menyanyikan lagu “Gaya Gravitasi dan Magnet”. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang lagu yang sudah dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari. Memasuki langkah model pembelajaran berbasis masalah (1) mengorientasikan peserta didik pada masalah, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang mengapa semua benda yang dilempar selalu jatuh ke bawah. Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang akan dilakukan yang disampaikan guru.
b) Memasuki kegiatan inti, pada langkah model pembelajaran berbasis masalah (2) mengorganisasikan peserta didik agar belajar, peserta didik mengamati gambar astronot. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Setelah mengamati gambar astronot, peserta didik mengamati gambar kereta api maglev. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Selanjutnya pada langkah
(3) memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, peserta didik membaca panduan percobaan “Gaya Gravitasi dan Gaya Magnet”. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang percobaan yang akan dikerjakan secara berkelompok dan mandiri. Peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan. Peserta didik menanyakan hal yang belum dipahami. Peserta didik melakukan percobaan “Gaya Gravitasi dan Gaya Magnet”. Pada langkah ke (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengerjakan soal yang ada pada panduan percobaan “Gaya Gravitasi dan Gaya Magnet” secara mandiri. Peserta didik membuat poster tentang manfaat gaya gravitasi atau gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. Setelah selesai, peserta didik memperhatikan penegasan dan penjelasan yang disampaikan guru.
c) Pada kegiatan akhir, langkah model pembelajaran berbasis masalah (5) menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru mengenai kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi tersebut. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait materi yang telah dipelajari. Peserta didik menulis refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Pembelajaran diakhiri dengan doa.
2) Pertemuan 2
Pada pertemuan 2, peneliti menggunakan pembelajaran yang terdapat pada RPPTH pembelajaran ke-4 (fokus pada penggalan 1) dengan materi gaya gesek dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah pembelajaran yang peneliti lakukan pada pertemuan 2, diantaranya:
a) Kegiatan pembelajaran diawali dengan salam pembuka, doa, dan absensi. Peserta didik melakukan kegiatan literasi dengan membaca teks “Sepatu untuk Bayu”. Peserta didik menyanyikan lagu “Gaya Gesek”. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang lagu yang sudah dinyanyikan dengan materi yang akan dipelajari. Memasuki langkah model pembelajaran berbasis masalah (1) mengorientasikan peserta didik pada masalah, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang mengapa menginjak kulit pisang dapat membuat terpeleset. Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang akan dilakukan yang disampaikan guru.
b) Memasuki kegiatan inti, pada langkah model pembelajaran berbasis masalah (2) mengorganisasikan peserta didik agar belajar, peserta didik mengamati gambar sepatu sepak bola. Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab tentang gambar tersebut. Selanjutnya pada langkah (3) memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, peserta didik membaca panduan percobaan “Pengaruh Gaya Gesek”. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang percobaan yang akan dikerjakan secara berkelompok dan mandiri. Peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan. Peserta didik menanyakan hal yang belum dipahami. Peserta didik melakukan percobaan “Pengaruh Gaya Gesek”. Pada langkah ke (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik mengerjakan soal yang ada pada panduan percobaan “Pengaruh Gaya Gesek” secara mandiri. Peserta didik membuat laporan sederhana tentang pengaruh gaya gesek. Setelah selesai, peserta didik memperhatikan penegasan dan penjelasan yang disampaikan guru.
c) Pada kegiatan akhir, langkah model pembelajaran berbasis masalah (5) menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, peserta didik bersama guru menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru mengenai kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi tersebut. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait materi yang telah dipelajari. Peserta didik menulis refleksi tentang pembelajaran yang sudah dilakukan. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi siklus II. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi siklus I, peserta didik mengisi kuesioner kreativitas. Peserta didik dipersilahkan untuk istirahat.
c. Observasi
Peneliti melakukan kegiatan observasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan maupun kendala yang terjadi pada pelaksanaan proses pembelajaran. Disamping itu, peneliti dapat mengetahui kreativitas peserta didik melalui hasil observasi setiap pertemuan terutama ketika pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II berakhir. Dengan langkah tersebut, peneliti dapat memperoleh data kreativitas peserta didik yang menunjukkan ada atau belum terjadinya peningkatan setelah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah.
d. Refleksi
Peneliti melakukan kegiatan refleksi dengan tujuan untuk mengevaluasi hasil dari pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II untuk menganalisis keberhasilan maupun kendala yang ada. Peneliti membandingkan data kreativitas dan hasil belajar peserta didik pada siklus I dengan data kreativitas dan hasil belajar peserta didik pada siklus II. Pedoman yang digunakan oleh peneliti dalam membandingkan kedua data tersebut mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
Dalam melaksanakan penelitian siklus I dan siklus II, peneliti yang berperan sebagai guru mengatur posisi tempat duduk peserta didik. Pengaturan posisi tempat duduk peserta didik peneliti lakukan dengan tujuan untuk mendukung kelancaran pada pelaksanaan proses pembelajaran dan agar tertata rapi disesuaikan dengan luas ruang kelas. Posisi tempat duduk yang peneliti rancang dalam penelitian siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar 3.1
Gambar 3.1 Posisi Tempat Duduk Peserta Didik
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pertemuan pembelajaran sebanyak empat kali yaitu dengan dua kali pertemuan pada siklus I dan dua kali pertemuan pada siklus II. Diketahui bahwa menurut aturan pemerintah mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013, pembelajaran tematik dilakukan sebanyak enam kali pertemuan efektif selama satu pekan. Menyikapi hal tersebut, alasan peneliti melakukan pertemuan pembelajaran sebanyak empat kali dikarenakan peneliti menyesuaikan jadwal pelajaran yang telah ditetapkan oleh SD Negeri Kentungan. Peneliti menggunakan jadwal tematik sesuai dengan pembelajaran yang pada saat itu terdapat muatan pembelajaran IPA. Jadwal pelajaran semester genap kelas IVB SD Negeri Kentungan tahun ajaran 2019/2020 dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut.
Tabel 3.1 Jadwal Pelajaran Kelas IVB SD Negeri Kentungan
Waktu Senin Selasa Hari Rabu
07.00 – 07.35 Upacara Matematika Tematik
07.35 – 08.10 Pend. Agama Matematika Tematik
08.10 – 08.45 Pend. Agama Tematik Pend. Agama
08.45 – 09.20 TIK Tematik Pend. Agama
09.20 – 09.50 Istirahat
09.50 – 10.25 TIK Tematik Bahasa Inggris
10.25 – 11.00 Matematika Tematik Bahasa Inggris
11.00 – 11.35 Matematika Tematik Bahasa Jawa
11.35 – 12.10 Tematik SBK Bahasa Jawa
Waktu Kamis Jumat Hari Sabtu
07.00 – 07.35 Tematik Senam PJOK
07.35 – 08.10 Tematik Tematik PJOK
08.10 – 08.45 PJOK Tematik Tematik
08.45 – 09.20 PJOK Tematik Tematik
09.20 – 09.50 Istirahat
09.50 – 10.25 Matematika Tematik Tematik
10.25 – 11.00 Matematika Batik
11.00 – 11.35 Tematik