BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Proses Penelitian
Bab ini akan membahas mengenai proses peneliti dalam melaksakan penelitian beserta hasil yang peneliti dapatkan. Penelitian ini dilakukan kepada pasangan menikah beda budaya yang tinggal di Komplek perumahan Inalum Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini berlangsung lebih kurang selama 2 (dua) bulan mulai dari Juli 2020, sampai dengan September 2020. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode wawancara mendalam. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi mengenai informan yang akan dijadikan subjek dalam penelitian ini. Proses awal penelitian ini dimulai dengan melakukan pengajuan judul skripsi kepada Departemen Ilmu Komunikasi, peneliti mencari tahu referensi di repsitori.usu.ac.id. peneliti juga sudah melihat lokasi penelitian yang akan diteliti nantinya, peneliti memilih judul ini karena ingin mengetahui bagaimana cara pasangan yang menikah beda budaya untuk beradaptasi selama pernikahan, dan bagaimana mereka membangun keharmonisan rumah tangga. Alasan lain juga peneliti melihat judul teman-teman peneliti sedikit tentang pernikahan dan budaya. Hal ini juga membuat peneliti semakin tertarik untuk meneliti tentang pernikahan dan budaya.
Setelah peneliti melakukan penelitian selama kurang lebih sebih dua bulan, melalui observasi secara langsung dan wawancara dengan beberapa informan serta melakukan studi pustaka dari beberapa literature yang yang berhubungan degan adaptasi komunikasi. Maka peneliti berhasil memperoleh data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan data yang diperoleh pada lokasi peneltian, maka dalam bab ini penulis akan memaparkan sejumlah hasil penelitian tentang adaptasi komunikasi pasangan yang menikah beda budaya dikomplek perumahan Inalum, seperti yang diuraikan di bawah ini.
Setelah judul peneliti di setujui oleh Departemen Ilmu Komunikasi, peneliti sempat bertanya kepada teman-teman peneliti apakah ada keluarga ataupun teman mereka yang tinggal di Perumahan Inalum. Hal ini dilakukan peneliti agar peneliti tidak kesusahan untuk mencari informan pada saat penelitian.
1. Eri Supriadi dan Nur Hazizah Samosir
Pasangan petama, yaitu bapak Edi Supriadi, teman peneliti mengatakan bahwa bapak Edi Supriadi seorang karyawan Inalum yang tinggal di Perumahan Inalum. Sebelum melakukan wawancara peneliti membuat janji terlebih dahulu melalui telfon untuk bertemu dengan beliau. Peneliti sepakat untuk bertemu pada tanggal 18 Juli 2020 pukul 10.00 dirumah anak informan, karena waktu bulan Juli Perumahan Inalum masih di Lockdown saat pandemic kemarin jadi peneliti dan informan memutuskan untuk berjumpa diluar. Saat tiba dirumah anak informan peneliti langsung bertemu dengan informan, peneliti langsung mengenalkan diri dan menjelaskan tentang skripsi peneliti. Peneliti memanggil bapak kepada informan wawancra berlangsung lebih kurang setengah jam, informan bersikap baik dan sangat ramah kepada peneliti.
2. Furqon dan Nur Ainun
Pasangan kedua adalah bapak Furqon dan ibu Nur Ainun, sebelum melakukan wawancara langsung peneliti membuat janji terlebih dulu kepada Informan.Karena pada saat ini perumahan Inalum masi di Lockdown tidak boleh tamu dari luar masuk, maka peneliti dan Informan berjanji untuk bertemu dirumah orangtua Informan pada tanggal 19 Juli 2020. Informan dan peneliti berjanji bertemu pada pukul 16.00 setelah Informan pulang dari kantor, pukul 15.30 peneliti sudah sampai di rumah orangtua Informan. Informan tiba dirumah orangtuanya pukul 16.15 karena jarak dari kantor kerumah orangtuanya tidak jauh, setelah itu peneliti menunggu Informan berberes setelah itu Informan menjumpai peneliti. Setelah itu peneliti langsung mewawancari Informan selama 30 menit.
3. Siti Hariyanti dan Ahmad Hadius G Panjaitan
Pasangan ketiga ini adalah ibu Siti Hariyanti dan bapak Ahmad Hadius G Panjaitan, ditanggal tanggal 22 Juli 2020 setelah Perumahan Inalum dibuka lagi.Sebelum kerumah informan peneliti menghubungi informan untuk menayakan kapan ia bersedia untuk diwawancara, informan mengatakan bahwa ia ada dirumah dan siap untuk diwawancara pukul 16.00 wib dirumah informan.
Wawancara berlangsung selama 30 menit, informan sangat terbuka untuk mejawab pertanyaan dari peneliti. Temannya menunggu Informan mandi karena baru pulang belanja, setelah itu Informan langsung menjumpai kami diruang tamunya, peneliti langsung memperkenalkan diri dan memberitahu apa maksud dan tujuannya untuk menjumpai Informan, wawancara berlangsung selama 20 menit, Informan dengan senang hati menjawab pertanyataan dari peneliti.
4. Nurdin dan Aisyah
Pasangan keempat ini adalah bapak Nurdin dan Ibu Aisyah, saat ingin mewawancarai peneliti membuat janji melalui telfon untuk bertemu. Informan bisa dijumpai dihari minggu karena lagi tidak ada kegiatan pada tanggal 2 Agustus 2020. Peneliti dan informan membuat janji betemu pada pukul 10.00 Wib, saat peneliti dan teman peneliti samapi di rumah informan pada pukul 9.30 Wib, setelah samapi ternyata informan sedang tidak di rumah, informan sedang keluar mengambil paket istrinya. Peneliti dan teman teman peneliti menunggu sampai pukul 10.20 Wib, saat informan sampai diruamhnya peneliti langsung memperkenalkan diri dan memberitahu maksud dan tujuannya untuk bertemu dengan informan, wawancara berlangsung selama 20 menit informan sangat ramah kepada peneliti.
1. Informan Triangulasi 1 (Halimatussakdiah)
Pada tanggal 4 Agustus peneleti mendatangi Perumahan Inalum untuk menjumpai kepala lingkungan yang ada disana.Awalnya peneliti tidak tahu dimana alamat rumah ibuk Halimatunssakdiah, peneliti bertanya kepada teman peneliti yang tinggal di Perumahan Inalum juga, dan teman peneliti memberitahu alamat kepala lingkungan tersebut. Jam 10.00 peneliti sudah sampai dirumah informan tapi anak informan mengatakan bahwa ibunya sedang belanja, peneliti menunggu informan diluar, pada pukul 10.20 informan tiba dirumah, sebelum wawancara informan berberes terlebih dahulu setelah itu baru peneliti wawancarai informan. Sebelum wawancara peneliti memperkenalkan diri dan memberi tahu maksud dan tujuan untuk menjumpainya.Informan menggil peneliti kakak mungkin supaya lebih dekat.
2. Informan Triangulasi 2 (Witami Utari)
Pada hari yang sama peneliti menjumpai ibu Witami Utari. Peneliti awalnya kesulitan untuk menemui informan, karena memang peneliti tidak dekat dengan informan. Informan triangulasi dua ini disarankan oleh informan triangulasi satu yakni ibu Halimatunsakdiah. Setelah berbincang dengan asisten rumah tangganya dan memutuskan untuk mewawancarai informan. Wawancara dengan informan lebih kurang satu jam, dan hasil jawaban yang diberikan cukup memuaskan untuk dijadikan hasil observasi penelitian ini.