• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Pra siklus dilaksanakan pada awal Oktober 2015. Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam pra siklus yaitu peneliti meminta ijin kepada guru kelas V untuk mengikuti proses kegiatan pembelajaran IPA yang berlangsung dalam kegiatan pembelajaran selama 2 JP. Kegiatan peneliti selama mengikuti proses pembelajaran di kelas V yaitu mengobservasi keaktifan belajar siswa yang tercantum dalam indikator yang terdapat pada lembar observasi keaktifan siswa. Setelah dilakukannya observasi maka peneliti mendapatkan data keaktifan belajar pada kondisi awal yang didapatkan dengan mengisi lembar observasi keaktifan selama pembelajaran berlangsung.

Prestasi belajar siswa sebelum dilakukannya siklus juga turut diteliti untuk memperoleh data prestasi belajar siswa pada kondisi pra siklus, untuk mendapatkan hasil data prestasi belajar siswa sebelum dilakukannya siklus didapatkan dengan cara peneliti melakukan wawancara terhadap guru kelas V dengan tujuan dari wawancara tersebut didapatkan data otentik yang lengkap tentang

71

hasil prestasi belajar khususnya dalam mata pelajaran IPA pada kurun waktu datu tahun sampai dengan dua tahun terakhir.

Di bawah ini disajikan data hasil observasi keaktifan dan data hasil prestasi belajar siswa pada kondisi pra siklus.

Tabel 4. 1 Kondisi Awal Keaktifan Belajar Siswa

No. Nama Siswa Keaktifan

Tabel 4. 2 Kondisi Awal Prestasi Belajar Siswa

No. Nama Siswa Keaktifan

Skor Kriteria (TT/T)

1 SA 77 T

2 AN 71 TT

3 HS 85 T

4 ZS 74 TT

Persentase Ketuntasan 75%

b. Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Selasa, tanggal 24 November 2015 dan Kamis, tanggal 26 November 2015. Pada siklus I siswa mempelajari materi tentang penyesuaian diri hewan terhadap lingkungannya (Morfologi untuk memperoleh makanan). Dalam kegiatan pembelajaran siswa dibagi dalam 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

1) Perencanaan a) Pertemuan 1

Pada siklus I pertemuan 1 peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, bahan ajar, dan soal evaluasi.

73

Peneliti membuat sebuah PPT singkat tentang materi yang akan diajarkan sehingga mempermudah siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan siswa tidak cepat bosan dalam menerima penjelasan materi. Peneliti juga menyusun lembar pengamatan keaktifan siswa (observasi dan angket) dan rubrik penilaian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD.

b) Pertemuan 2

Pada siklus I pertemuan 2 ini perencanaan yang dilakukan peneliti hampir sama dengan pertemuan 1, tetapi yang membedakan adalah peneliti dalam pertemuan 2 ini tidak lupa untuk mempersiapkan soal evaluasi untuk akhir siklus I.

2) Pelaksanaan a) Pertemuan 1

Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 24 November 2015 selama 2 jam pembelajaran dalam hal ini peneliti dibantu oleh seorang teman yang bertugas sebagai pengamat aktifitas belajar siswa dan mendokumentasikan saat proses penelitian berlangsung.

Siswa sebelum memasuki ruang kelas terlebih dahulu dibariskan tiga bersap oleh ketua kelas lalu setelah barisan rapi dan tenang mereka baru memasuki ruang kelas. Pada kegiatan awal dibuka dengan do’a lalu guru mengucapkan salam tidak lupa guru mengecek kehadiran siswa. Melakukan apersepsi sederhana bertanya jawab mengenai hewan-hewan yang pernah mereka

jumpai di kebun binatang. Setelah itu guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran apa saja yang akan dilakukan pada satu hari itu.

Kegiatan intinya guru pertama-tama menjelaskan secara singkat tentang penyesuaian tubuh bentuk tubuh hewan terhadap lingkungannya dengan menggunakan media PPT. Pada kegiatan ini ada beberapa siswa yang berbicara mengemukakan pendapatnya, hal ini dikarenakan materi yang diajarkan sudah pernah diajarkan oleh guru kelas dan disini peneliti hanya mengulangi saja. Ada juga siswa yang diam memilih untuk mendengarkan. Saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang melontarkan beberapa pertanyaan dan ada pula yang mencoba menjawab pertanyaan dari teman maupun dari peneliti, suasana menjadi sedikit riuh pada saat itu.

Selanjutnya, peneliti membagi kelompok secara heterogen dimana setiap kelompok terdiri atas beberapa kemampuan siswa yang berbeda-beda. Pada saat pembagian kelompok peneliti membagi kelompok dengan cara berhitung dari 1-5 setelah itu siswa diminta untuk duduk bergabung dengan kelompoknya. Kelompok sudah terbentuk dan siswa terkondisi untuk siap belajar bersama kelompok langkah selanjutnya adalah peneliti membagikan LKS yang harus dikerjakan siswa bersama dengan kelompoknya. Siswa tampak terlihat asyik berdiskusi dengan kelompoknya dan mereka juga terlihat kompak dengan kelompok mereka untuk bekerjasama

75

menyelesaikan LKS dengan cepat. Kelompok yang selesai paling awal maka ia akan berhak untuk maju ke depan kelas dan mempresentasikan hasil pekerjaannya.

Lalu setelah dua perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya dilanjutkan dengan guru memberikan peguatan tentang jawaban LKS yang sudah mereka kerjakan dalam kelompok. Peneliti melakukan tanya jawab/quis sekali lagi untuk mengecek pemahaman siswa tentang materi lalu siswa yang berhasil menjawab akan diberikan point. Setelah tanya jawab selesai peneliti memberikan lembar evaluasi yang akan dikerjakan siswa secara individu hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran pada hari itu.

LKS yang dikerjakan siswa secara individu tidak siswa sendiri yang mengoreksi tetapi peneliti yang mengoreksi untuk menghindari kesalahan.

Pada akhir pertemuan, siswa diajak membuat kesimpulan sederhana tentang pembelajaran hari itu. Peneliti memberikan tindak lanjut dengan memberikan tugas pada siswa untuk belajar di rumah tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Kegiatan diakhiri dengan salam penutup.

b) Pertemuan 2

Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 November 2015 selama 3 jam pembelajaran. Seperti biasa siswa

sebelum memasuki ruang kelas terlebih dahulu dibariskan tiga bersap oleh ketua kelas lalu setelah barisan rapi dan tenang mereka baru memasuki ruang kelas. Pada kegiatan awal dibuka dengan do’a lalu guru mengucapkan salam tidak lupa guru mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan kali ini semua siswa kelas V masuk semua tidak ada yang absen.

Dibuka dengan kegiatan apersepsi seperti biasanya apersepsi kali ini sama seperti pada pertemuan pertama yaitu dengan tanya jawab mengenai serangga (lalat dan nyamuk). Pada kegiatan ini siswa terlihat antusias menjawab dan kembali bertanya baik pada sesama siswa maupun kepada peneliti mereka terlihat saling bersaut-sautan dalam menjawab, ada juga yang senang sekali menjawab pertanyaan sampai berkali-kali menjawab tetapi tetap ada dari mereka yang masih diam.

Kegiatan inti pada pertemuan 2 ini hampir sama dengan kegiatan inti pada pertemuan 1 tetapi perbedaannya dalam pembagian kelompok yaitu anggota kelompok dari masing-masing tetap sama yang membedakan adalah disetiap pertemuan nama kelompoknya akan berganti. Peneliti membagikan LKS yang harus dikerjakan siswa bersama dengan kelompoknya. Siswa tampak terlihat asyik berdiskusi dengan kelompoknya dan mereka juga terlihat kompak dengan kelompok mereka untuk bekerjasama menyelesaikan LKS dengan cepat. Sama halnya akan terjadi

77

disetiap pertemuan yaitu kelompok yang selesai paling awal maka ia akan berhak untuk maju kedepan kelas dan mempresentasikan hasil pekerjaannya.

Setelah dua perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya dilanjutkan dengan guru memberikan peguatan tentang jawaban LKS yang sudah mereka kerjakan dalam kelompok. Peneliti melakukan tanya jawab/quis sekali lagi untuk mengecek pemahaman siswa tentang materi lalu siswa yang berhasil menjawab akan diberikan point. Setelah tanya jawab selesai peneliti memberikan lembar evaluasi yang akan dikerjakan siswa secara individu hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran pada hari itu.

LKS yang dikerjakan siswa secara individu tidak siswa sendiri yang mengoreksi tetapi peneliti yang mengoreksi untuk menghindari kesalahan dan tidak lupa peneliti membagikan hasil pekerjaan siswa pada pertemuan 1 yang asudah selesai dinilai.

Kegiatan akhir, siswa diajak membuat kesimpulan sederhana tentang pembelajaran hari itu. Setelah itu siswa mengerjakan soal evaluasi akhir siklus I. Soal evaluasi akhir siklus I berupa 30 soal pilihan ganda. Setelah selesai mengerjakan guru dan siswa mengkoreksi secara bersama-sama. Peneliti memberikan tindak lanjut dengan memberikan tugas pada siswa untuk belajar di rumah

tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Kegiatan diakhiri dengan salam penutup.

3) Observasi a) Pertemuan 1

Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus I pertemuan 1, kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan. Peneliti dibantu oleh seorang teman mengamati keaktifan siswa dan proses pembelajaran model STAD di dalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, peneliti juga mengamati dan member skor pada kegiatan siswa pada saat berdiskusi kelompok. Dari hasil observasi, dapat dilihat bahwa siswa ketika berdiskusi kelompok masih belum optimal ini dibuktikan dengan ada beberapa anak yang berdiskusi tetapi tidak mendiskusikan pelajaran tetapi malah berdiskusi tentang hal lain diluar konteks pembelajaran dan ada juga siswa yang belum aktif berpartisipasi dalam menyumbangkan pikirannya dalam diskusi.

Waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran pertemuan pertama cukup hanya tersisa 10 menit untuk mempersiapkan pelajaran berikutnya.

b) Pertemuan 2

Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus I pertemuan 2 terlihat mengalami peningkatan yang cukup baik. Siswa terlihat lebih senang dan semangatnya tetap terjaga

79

tidak luntur. Ketika kegiatan kerja kelompok pun terlihat lebih banyak yang berpartisipasi aktif dalam kelompok dibandingkan pada pertemuan 1. Dalam alokasi waktu menjadi kurang tepat karena bertambah 5 menit untuk kegiatan akhirnya.

Tabel 4. 3 Hasil Keaktifan Belajar Siswa Siklus I

No. Nama

Observasi Kategori Skor

Angket Kategori

Tabel 4. 4 Hasil Prestasi Belajar Siswa Siklus I

Persentase Ketuntasan 95,8%

4) Refleksi a) Pertemuan 1

Refleksi siklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 24 November 2015 pada jam istirahat kedua di ruang guru. Refleksi ini diikuti oleh guru, peneliti dan 1 observer. Pembelajaran pertemuan 1 sudah berlangsung sesuai dengan perencanaan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menggunakan tambahan media berupa PPT yang berisi

gambar-81

gambar morfologi tubuh beberapa hewan. Tambahan penggunaan media ini dirasa cukup menarik untuk siswa fokus dalam menerima pembelajaran walaupun masih ada siswa yang tidak bisa duduk diam memperhatikan ia sibuk sesekal mengusili temannya ada juga yang berjalan-jalan kesana sini. Sempat terjadi perdebatan antara peneliti dengan siswa dalam pembentukan kelompok yang mana mereka ingin membagi kelompok berdasarkan kemauan mereka tetapi peneliti menolaknya karena dapat terjadi homogenitas dalam kelompok apabila mereka tetap membagi kelompok sesuai dengan keinginan mereka.

Pada saat observasi terlihat beberapa siswa tidak aktif dalam melakukan kerja kelompok hal ini terlihat ketika memecahkan LKS ada kelompok yang hanya dua siswa yang bekerja sementara yang lain sibuk dengan dunia mereka sendiri, sehingga indicator kurang tercapai dengan baik. Ketika kuis hanya beberapa siswa yang menjawab dan yang tampak menjawab adalah siswa yang sama. Ini dirasa dampak dari kegiatan diskusi yang kurang maksimal.

Pada pertemuan 2 peneliti akan lebih menekankan dan memberikan motivasi agar dalam diskusi kelompok mereka bisa ikut aktif terlibat lebih optimal.

b) Pertemuan 2

Refleksi siklus I pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis, 26 November 2015 kembali diruang yang sama yaitu ruang guru.

Refleksi ini diikuti oleh guru, peneliti dan 1 observer.

Apersepsi berjalan lancar seperti pada pertemuan 1 siswa terlihat lebih antusias pada kegiatan apersepsi kali ini. Apersepsi dengan tanya jawab ini digunakan untuk mengecek kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran baru dan digunakan juga untuk menggali pengetahuan siswa.

Ketika berdiskusi kelompok, peneliti memotivasi siswa agar lebih berperan aktif dengan cara akan memberikan poin ekstra untuk siswa yang aktif mengeluarkan pendapatnya dan mengurangi jumlah poin apabila siswa ramai dan berdiskusi diluar konteks pembelajaran. Setelah LKS selesai dikerjakan guru (peneliti) membahas LKS bersama, pada saat pembahasan indicator sudah cukup tercapai karena sudah ada beberapa siswa lain yang cukup aktif dalam mengungkapkan pendapatnya sekaligus bertanya apabila ada yang kurang jelas. Dari hasil presentase rata-rata keaktifan siklus I adalah 76,3 % sedangkan kriteria keberhasilan siswa harus mencapai 65%. Hasil rata-rata nilai ulangan pada akhir siklus adalah 88,3 hal ini menunjukkan bahwa target pada variabel prestasi belajar baik, karena pada salah satu variabel belum mencapai target kemudian peneliti melanjutkan pada penelitian siklus II.

83

Pertemuan ini menyita kelebihan waktu selama 5 menit. Hal ini karena saat pembahasan soal evaluasi akhir membutuhkan waktu yang sedikit lama dikarenakan siswa banyak yang bertanya.

Pada pertemuan selanjutnya peneliti akan mengatur waktu agar waktu yang dialokasikan menjadi tepat.

Peneliti dan observer berpendapat bahwa kekurangan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini adalah siswa masih dirasa sulit bekerja dalam kelompok, mereka membutuhkan waktu untuk duduk dengan kelompoknya beradaptasi dengan teman kelompoknya walaupun mereka adalah teman satu kelas tetapi kenyataannya tidak mudah untuk membentuk kelompok yang anggotanya heterogen. Selain itu, siswa dalam bekerja kelompok masih ada yang bekerja sendiri dan yang lain sibuk berdiskusi hal lain, oleh karena itu pada siklus selanjutnya peneliti akan membuat peraturan yang lebih ketat supaya mereka dapat bekerja dalam kelompok dengan lebih baik.

keuntungan yang didapat dari pembelajaran tipe STAD adalah siswa dituntut untuk berpatisipasi secara aktif dalam kelompok karena dalam pembelajaran ini anggota kelompok harus memastikan bahwa anggota kelompok telah menguasai materi yang kemudian siswa akan diberikan kuis maupun tes untuk mengukur kemampuan mereka masing-masing.

c. Siklus II

Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Selasa tanggal 1 Desember 2015 dan Kamis tanggal 3 Desember 2015. Pada siklus II ini mempelajari materi Penyesuaian Diri Hewan Terhadap Lingkungannya (Perlindungan Diri).

Perbedaannya antara siklus I dan siklus II yaitu pada materi. Pada siklus I siswa diajak untuk mempelajari tentang Penyesuaian Diri Hewan Terhadap Lingkungannya (Morfologi untuk memperoleh makanan) sedangkan pada siklus II ini siswa mempelajari tentang Penyesuaian Diri Hewan Terhadap Lingkungannya (Perlindungan Diri). Dalam sistem pembagian kelompok masih sama seperti pada siklus I hanya saja per pertemuan kelompok akan berganti namanya saja.

1) Perencanaan a) Pertemuan 1

Pada siklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 1 Desember 2015 peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, bahan ajar, dan soal evaluasi.

Peneliti membuat sebuah PPT singkat tentang materi yang akan diajarkan sehingga mempermudah siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan siswa tidak cepat bosan dalam menerima penjelasan materi. Peneliti juga menyusun lembar pengamatan keaktifan siswa

85

(observasi dan angket) dan rubrik penilaian pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD.

b) Pertemuan 2

Pada siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2015 perencanaan yang dilakukan peneliti hampir sama dengan pertemuan 1, tetapi yang membedakan adalah peneliti dalam pertemuan 2 ini tidak lupa untuk mempersiapkan soal evaluasi untuk akhir siklus II.

2) Pelaksanaan a) Pertemuan 1

Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Desember 2015 selama 2 jam pembelajaran dalam hal ini peneliti dibantu oleh seorang teman yang bertugas sebagai pengamat aktifitas belajar siswa dan mendokumentasikan saat proses penelitian berlangsung.

Siswa sebelum memasuki ruang kelas terlebih dahulu dibariskan tiga bersap oleh ketua kelas lalu setelah barisan rapi dan tenang mereka baru memasuki ruang kelas. Pada kegiatan awal dibuka dengan do’a lalu guru mengucapkan salam tidak lupa guru mengecek kehadiran siswa. Melakukan apersepsi sederhana bertanya jawab mengenai hewan peliharaan yang ada dirumah.

Kegiatan intinya guru pertama-tama menunjukkan gambar beberapa hewan dengan menggunakan media PPT. Pada kegiatan ini ada beberapa siswa yang berbicara mengemukakan

pendapatnya, hal ini dikarenakan materi yang diajarkan sudah pernah diajarkan oleh guru kelas dan disini guru (peneliti) hanya mengulangi saja. Ada juga siswa yang diam memilih untuk mendengarkan. Saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang melontarkan beberapa pertanyaan dan ada pula yang mencoba menjawab pertanyaan dari teman maupun dari peneliti, suasana menjadi sedikit riuh pada saat itu. Selanjutnya, peneliti membagi kelompok secara heterogen dimana setiap kelompok terdapat beberapa siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pada saat pembagian kelompok peneliti membagi kelompok dengan cara berhitung dimulai dari 1-5 setelah itu siswa diminta untuk duduk bergabung dengan kelompoknya. Kelompok sudah terbentuk dan siswa terkondisi untuk siap belajar bersama kelompok langkah selanjutnya adalah peneliti membagikan LKS yang harus dikerjakan siswa bersama dengan kelompoknya. Siswa tampak terlihat asyik berdiskusi dengan kelompoknya dan mereka juga terlihat kompak dengan kelompok mereka untuk bekerjasama menyelesaikan LKS dengan cepat. Kelompok yang selesai paling awal maka ia akan berhak untuk maju ke depan kelas dan mempresentasikan hasil pekerjaannya.

Lalu setelah dua perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya dilanjutkan dengan guru memberikan peguatan tentang jawaban LKS yang sudah mereka

87

kerjakan dalam kelompok. Peneliti melakukan tanya jawab/quis sekali lagi untuk mengecek pemahaman siswa tentang materi lalu siswa yang berhasil menjawab akan diberikan point. Setelah tanya jawab selesai peneliti memberikan lembar evaluasi yang akan dikerjakan siswa secara individu hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran pada hari itu.

LKS yang dikerjakan siswa secara individu tidak siswa sendiri yang mengoreksi tetapi guru peneliti yang mengoreksi untuk menghindari kesalahan.

Pada akhir pertemuan, siswa diajak membuat kesimpulan sederhana tentang pembelajaran hari itu. Peneliti memberikan tindak lanjut dengan memberikan tugas pada siswa untuk belajar di rumah tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Kegiatan diakhiri dengan salam penutup.

b) Pertemuan 2

Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2015 selama 3 jam pembelajaran. Seperti biasa siswa sebelum memasuki ruang kelas terlebih dahulu dibariskan tiga bersap oleh ketua kelas lalu setelah barisan rapi dan tenang mereka baru memasuki ruang kelas. Pada kegiatan awal dibuka dengan do’a lalu guru mengucapkan salam tidak lupa guru mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan kali ini semua siswa kelas V masuk semua tidak ada yang absen.

Dibuka dengan kegiatan apersepsi seperti biasanya apersepsi kali ini sama seperti pada pertemuan pertama yaitu dengan tanya jawab mengenai hewan-hewan yang pernah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan ini siswa terlihat antusias menjawab dan kembali bertanya baik pada sesama siswa maupun kepada peneliti mereka terlihat saling bersaut-sautan dalam menjawab, ada juga yang senang sekali menjawab pertanyaan sampai berkali-kali menjawab tetapi tetap ada dari mereka yang masih diam.

Kegiatan inti pada pertemuan 2 ini hampir sama dengan kegiatan inti pada pertemuan 1 tetapi perbedaannya dalam pembagian kelompok yaitu anggota kelompok dari masing-masing tetap sama yang membedakan adalah disetiap pertemuan nama kelompoknya akan berganti. Peneliti membagikan LKS yang harus dikerjakan siswa bersama dengan kelompoknya. Siswa tampak terlihat asyik berdiskusi dengan kelompoknya dan mereka juga terlihat kompak dengan kelompok mereka untuk bekerjasama menyelesaikan LKS dengan cepat. Sama halnya akan terjadi disetiap pertemuan yaitu kelompok yang selesai paling awal maka ia akan berhak untuk maju kedepan kelas dan mempresentasikan hasil pekerjaannya.

Setelah dua perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya dilanjutkan dengan guru

89

memberikan peguatan tentang jawaban LKS yang sudah mereka kerjakan dalam kelompok. Peneliti melakukan tanya jawab/quis sekali lagi untuk mengecek pemahaman siswa tentang materi lalu siswa yang berhasil menjawab akan diberikan point. Setelah tanya jawab selesai peneliti memberikan lembar evaluasi yang akan dikerjakan siswa secara individu hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran pada hari itu.

LKS yang dikerjakan siswa secara individu tidak siswa sendiri yang mengoreksi tetapi peneliti yang mengoreksi untuk menghindari kesalahan dan tidak lupa peneliti membagikan hasil pekerjaan siswa pada pertemuan 1 yang asudah selesai dinilai.

Kegiatan akhir, siswa diajak membuat kesimpulan sederhana tentang pembelajaran hari itu. Setelah itu siswa mengerjakan soal evaluasi akhir siklus II. Soal evaluasi akhir siklus II berupa 30 soal pilihan ganda. Setelah selesai mengerjakan guru dan siswa mengkoreksi secara bersama-sama. Peneliti memberikan tindak lanjut dengan memberikan tugas pada siswa untuk belajar di rumah tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Kegiatan diakhiri dengan salam penutup.

3) Observasi a) Pertemuan 1

Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus II pertemuan 1, kegiatan pembelajaran sesuai dengan

perencanaan. Peneliti dibantu oleh seorang teman mengamati keaktifan siswa dan proses pembelajaran tipe STAD di dalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, peneliti juga mengamati dan memberi skor pada kegiatan siswa pada saat berdiskusi kelompok. Dari hasil observasi, dapat dilihat bahwa siswa ketika berdiskusi kelompok sudah terlihat optimal ini dibuktikan dengan beberapa anak tidak hanya satu dua anak tetapi hampir dua pertiga kelas yang terlihat sudah mulai berani bertanya dan mengemukakan pendapat walaupun belum seratus persen jawaban mereka benar tetapi mereka sudah mempunyai keberanian yang cukup baik. Waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran pertemuan pertama tidak memakan waktu yang berlebih artinya waktu yang digunakan pas.

b) Pertemuan 2

Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus II pertemuan 2, kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan. Peneliti dibantu oleh seorang teman mengamati keaktifan siswa dan proses pembelajaran tipe STAD di dalam kelas

Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus II pertemuan 2, kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan. Peneliti dibantu oleh seorang teman mengamati keaktifan siswa dan proses pembelajaran tipe STAD di dalam kelas

Dokumen terkait