• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengajuan Surat Keterangan Ekspor (SKE) dilakukan pada website e-bpom.pom.go.id

Alur proses pengajuan SKE terdiri dari beberapa tahapan.

1. GAMBARAN UMUM ECD

Export Consultation Desk (ECD) merupakan inovasi layanan Publik Badan Pengawas

Obat dan Makanan yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha di bidang obat dan makanan yang berniat melakukan ekspor. Program ini diusulkan karena pentingnya kebutuhan untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan ekspor. Upaya ini didasarkan pada hasil kunjungan kerja ke beberapa negara dan adanya hubungan yang baik dengan seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri dimana diketahui bahwa hubungan dan komunikasi yang telah terjalin ini seyogyanya dimanfaatkan untuk penyediaan informasi yang berguna untuk peningkatan daya saing industri Indonesia. Untuk itu, ECD dibentuk sebagai wadah dalam pemberian informasi dimaksud.

ECD akan memberikan layanan informasi dan konsultasi terkait persyaratan ekspor obat dan makanan di negara-negara tujuan ekspor dan jika diperlukan, upaya advokasi akses pasar di negara-negara tujuan ekspor Indonesia khususnya di bidang obat, obat tradisional, kosmetik dan makanan. Layanan informasi dilakukan dapat secara langsung, maupun melalui laman (website) yang terintegrasi dengan laman Badan POM.

Untuk menunjang pelayanan ECD, Badan POM mengembangkan pola kemitraan dan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri beserta Perwakilan RI di negara mitra baik Kedutaan Besar maupun Konsul Jenderal dan Konsul Republik Indonesia di negara-negara mitra dan National Regulatory Authority (NRA) setempat; serta berbagai pemangku kepentingan di dalam negeri, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, Akademisi, Asosiasi, dll dalam rangka peningkatan pelayanan informasi dan penambahan daya saing serta nilai tambah ekspor. Melalui hubungan perdagangan bilateral dan kerja sama serta hubungan Badan POM dengan beberapa NRA di negara mitra dapat menjadi alternatif dalam penanganan isu perdagangan sehingga memberikan kemudahan kepada pelaku usaha untuk memasarkan produknya di negara tujuan ekspor

Sejalan dengan semakin cepatnya perubahan ketentuan Obat dan Makanan global, pada platform ECD telah ditautkan berbagai platform notifikasi WTO dan ASEAN, antara lain:

a. e-ping yang merupakan notifikasi regulasi terbaru yang akan diterbitkan di negara anggota WTO.

b. TBT WTO yang berisi kumpulan notifikasi peraturan dari negara anggota WTO. c. ATR yang memberikan informasi persyaratan non-tarif yang belaku di negara

anggota ASEAN.

d. TBT-BSN yang merupakan platform BSN sebagai contact point Indonesia untuk kegiatan fasilitasi hambatan ekspor ke negara WTO.

Selain itu, terdapat tautan e-BPOM pada halaman beranda ECD yang bertujuan untuk mempermudah akses pelaku usaha dalam memperolah informasi terkait pelayanan sertifikasi ekspor produk Obat dan Makanan. Serta pentautan platform Istana UMKM untuk memberikan fasilitasi kepada UMKM Obat dan Makanan dalam memperoleh informasi pemenuhan persyaratan produksi bagi industri pangan menengah, kecil dan mikro.

2. TATA CARA PEMBUATAN AKUN

ECD

Pembuatan Akun ECD dilakukan di website ECD

https://ecd.pom.go.id/pendaftaran/

. Pendaftaran dilakukan dengan memasukkan data perusahaan dan profil perwakilan dari perusahaan yang ditunjuk memiliki hak akses ECD. Kemudian pemohon mengupload dokumen persyaratan antara lain: Surat Permohonan, Surat Pernyataan Penanggung Jawab, SIUP dan NPWP.

Setelah mendapatkan verifikasi persetujuan dari Badan POM, informasi akun perusahaan akan dikirimkan melalui email yang berisi username dan password. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi email

[email protected].

3. TATA CARA AKSES ECD

ECD menyediakan informasi di website yang terintegrasi dengan website Badan POM. Informasi yang akan disajikan diantaranya penjelasan mengenai regulasi dan persyaratan ekspor Obat dan Makanan di negara tujuan, data ekspor, distributor, serta analisa akses pasar.

Dalam menyajikan informasi regulasi di beberapa negara, koordinasi dilakukan dengan meminta bantuan dan kerjasama dari beberapa unit seperti penilaian obat, penilaian pangan dan Insert Pangan yang telah memberikan informasi mengenai regulasi perijinan ekspor dan penerbitan Surat Keterangan Ekspor serta regulasi makanan di negara lain. ECD juga mengumpulkan informasi regulasi dan prosedur izin masuk obat dan makanan dari semua perwakilan RI di negara-negara di kawasan Amerika, Eropa, Asia, Pasifik dan Afrika.

informasi distributor, airline code, airport code, informasi umum mengenai ijin-ijin custom, dan links NRA di negara tujuan ekspor, dan instansi yg terdapat informasi mengenai eksportasi, serta link ke perwakilan-perwakilan RI di negara tujuan ekspor. Informasi mengenai regulasi dan daftar distributor juga dibagikan ke contact center Badan POM (HALOBPOM 1500533) dan akan selalu di update.

EDC dapat membantu dalam permasalahan ekspor dengan menghubungi Tim ECD pada form Hubungi Kami. Tim ECD akan mengevaluasi apakah permasalahan yang terjadi adalah isu hambatan akses pasar atau karena belum adanya kepatuhan aturan di negara tujuan ekspor. Tim ECD akan bekerjasama dengan unit dan instansi terkait untuk mengkaji permasalahan dan mereview alternatif solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Hasilnya akan tim EDC informasikan melalui email.

Dalam melakukan ekspor ke negara mitra, ketentuan lain dan informasi terkait ekspor dapat diakses melalui menu regulasi dan potensi pasar, apabila belum terdaftar agar yang bersangkutan melakukan pendaftaran dan log in terlebih dahulu. Informasi juga dapat diakses melalui website beberapa instansi / institusi di Indonesia dan negara tujuan ekspor pada daftar tautan (e-ping, TBT WTO, ATR, dan TBT-BSN).

PENUTUP

Pedoman ekspor produk bumbu dalam rangka program Indonesia Spice Up The World ini diharapkan mampu membantu tercapainya dukungan kuliner Indonesia (khususnya bumbu dan rempah) untuk masuk ke pasar mancanegara, khususnya negara- negara di Australia dan Afrika.

Dokumen terkait