• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pengemasan Perjalanan Wisata

Melakukan perjalanan wisata saat ini bukan menjadi suatu hal yang tabu lagi. Agar mencapai kepuasan dan tujuan wisatawan, diperlukan suatu pengemasan yang baik dalam melakukan perjalanan wisata. Hal-hal yang dikemas tersebut merupakan komponen-komponen wisata yang diperlukan dalam suatu perjalanan. Dalam biro wisata mempunyai divisi yang secara profesional menangani tentang perjalanan yaitu divisi tour atau tour department.

Divisi tour bertugas dan bertanggung jawab dalam memberikan informasi tour, menyediakan, merencanakan, menyusun, dan menyelenggarakan semua kegiatan tour, baik tur domestic, inbound maupun outbond serta sarana wisata pendukung lainnya (M. Kesrul, 2003:13).

Sesuai dengan keprofesionalan CET dan pemaparan tersebut, maka ada beberapa langkah atau tahapan yang dilalui dari pembuatan paket hingga

commit to user

penyelenggaraan perjalanan untuk menyempurnakan pengemasan perjalanan.

Tahapan tersebut dimaksudkan agar memberikan ruang CET untuk selalu kreatif dan tidak ada satupun yang terlewati saat sedang melakukan perjalanan sampai kembali ke asal pemberangkatan sehingga memberikan kelancaran dan kepuasan bagi peserta atau wisatawan.

1. Proses Kegiatan Usaha Creative Entrepreneur Tour (CET) :

Paket Wisata

Asistensi

Proposal penawaran

Presentasi

Perencanaan Program

Pembayaran

Pelaksanaan Follow Up

Konsumen

Masyarakat Umum Lembaga Pendidikan

Setuju

Evaluasi

commit to user

34 Berikut pemaparannya :

a. Paket Wisata

Paket wisata diartikan sebagai suatu perjalanan wisata dengan satu atau lebih tujuan kunjungan yang disusun dari berbagai fasilitas perjalanan tertentu dalam suatu acara perjalanan yang tetap, serta dijual dengan harga tunggal yang menyangkut seluruh komponen dari perjalanan wisata (U. E.

Wardhani,dkk, 2008 :423).

CET sebagai biro perjalanan wisata berbasis kreatif juga memberikan referensi kepada wisatawan tentang paket wisata (ready made tour) baik yang regular, seperti berkunjung ke objek wisata yang biasa dikunjungi wisatawan, wisata minat khusus, kunjungan perusahaan maupun paket wisata yang direferensikan langsung dari wisatawan (ready made tour). Paket-paket tersebut dibuat CET disesuaikan dengan target marketnya. Sesuai dengan prinsip tersebut, CET juga bersikap luwes dan terbuka untuk menuruti kemauan wisatawan. Dengan catatan segala komponen pariwisata seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, souvenir dan lain sebagainya masih dalam taraf standart kualitas CET. Agar memiliki pembeda dengan Biro Perjalanan Wisata yang lain dengan tetap menyampaikan apa saja komponen yang menjadi standar pelayanan dari CET. Hal tersebut berpengaruh pula saat pelaksanaan perjalanan, agar kondisinya tetap nyaman, lancar dan tentunya dapat memuaskan wisatawan. (lihat dalam lampiran no.1 ).

commit to user b. Proposal Penawaran

Paket wisata yang dibuat seperti yang telah di paparkan sebelumnya, dikemas dalam proposal penawaran. Proposal penawaran CET dibuat sedemikian rupa dengan desain yang kreatif, agar menarik minat calon wisatawan saat pandangan pertama mereka melihatnya (lihat dalam lampiran no. 2 ). Proposal yang berisi tentang referensi paket wisata dengan berbagai tujuan kunjungan di beberapa daerah tersebut disesuaikan pula dengan target market (target pasar) yang dituju.

Mempertimbangkan adanya target market tersebut, membuat CET mempersiapkan paket wisata yang sesuai dan sekiranya mampu diterima oleh target market. Hal tersebut yang menjadikan tuntutan bagi CET untuk terus menggali informasi dan berinovasi untuk selalu kreatif.

Seperti contohnya, CET mempunyai target pasar di lembaga pendidikan. Untuk dapat masuk ke target tersebut, CET mempertimbangkan daya beli lembaga pendidikan tersebut dalam melakukan perjalanan yang disesuaikan dengan fasilitas, konsumsi, akomodasi dan lain-lain. Cukup berbeda dibandingkan dengan daya beli suatu instansi perbankan misalnya, yang notabene mempunyai penghasilan yang berbeda dengan anak sekolah. Kedua target market dengan daya beli yang berbeda tersebut, namun tetap tidak membuat CET membedakan pelayanan terhadap keduanya dan paket wisata yang ditawarkan CET tetap layak jual kepada masyarakat. Melihat beberapa target pasar CET, tentunya akan mengakibatkan perbedaan harga jual karena memperhatikan daya beli, daya saing dan fasilitas, namun standart kualitas yang dimiliki

commit to user

36 CET tetaplah jadi prioritas utama untuk memberikan kepuasan bagi wisatawan.

c. Follow Up

Follow up dimaksudkan untuk mengetahui lebih lanjut apakah suatu biro perjalanan yang sebelumnya telah mengajukan proposal penawaran mempunyai kesempatan lebih lanjut atau tidak dalam mengenalkan paket wisata yang mereka buat. Langkah tersebut dilakukan CET dengan menanyakan kepada pihak tertentu yang berkepentingan, bahwa CET mendapatkan kesempatan lanjut atau tidak dalam tahap presentasi.

d. Presentasi

Tahap presentasi merupakan tahap lanjutan setelah follow up. Jika pihak klien telah menentukan tujuan kunjungannya, CET akan mengumpulkan beberapa bahan untuk presentasi berkaitan dengan beberapa komponen wisata, seperti objek wisata, akomodasi, transportasi, fasilitas beserta itinerary berkenaan dengan tujuan kunjungan tersebut.

Sebaliknya, jika tujuan kunjungan klien belum jelas, maka CET akan mempersiapkan bahan yang berisikan company profile (profil perusahaan) CET, armada partner (kerjasama dengan perusahaan otobus), dan beberapa paket reguler yang sebelumnya sudah tertera dalam proposal (namun hal ini jarang terjadi karena CET melakukan komunikasi secara intensif dengan klien sehingga tahu keinginan dan tujuan wisata klien).

commit to user

Konsep kreatif yang diusung CET dalam proses presentasi, antara lain dengan memperhatikan tampilan saat presentasi, sikap serta tutur kata yang komunikatif sehingga mampu di terima dan didengarkan dengan baik oleh klien. Tahapan tersebut termasuk menjadi langkah penting untuk dapat memulai aksi dengan mempengaruhi minat wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata sekaligus untuk mempercayakan pelayanannya terhadap CET.

e. Asistensi

Dari tahap presentasi tersebut, apabila didapat keputusan tidak deal dengan CET, maka CET akan mencoba memasukkan proposal penawaran di tahun berikutnya. Namun jika deal, akan berlanjut ke tahap asistensi atau konfirmasi pembahasaan mengenai tujuan kunjungan wisatawan.

Secara maksimal CET akan membantu membimbing dan mereferensikan komponen wisata yang sesuai dengan keinginan wisatawan dan merangkainya menjadi sebuah paket wisata. Apabila wisatawan telah menentukan tujuan kunjungannya, maka CET akan berusaha maksimal dan kreatif pula dalam me-loby dan memenuhi keinginan wisatawan.

Karena kepuasan wisatawan adalah segalanya bagi CET. Lebih lanjut, kesepakatan tentang harga, komponen wisata dan lain sebagainya, antara wisatawan dengan CET akan dituangkan lewat MOU (Memorandum Of Understanding) atau nota kesepahaman. Selanjutnya, MOU tersebut akan ditandatangani di atas materai oleh kedua belah pihak, dari CET maupun wisatawan.

commit to user

38 f. Perencanaan Program

Dalam perencanaan program tersebut haruslah melalui tahap kesepakatan dengan wisatawan, baik meliputi komponen wisata, tempat kunjungan maupun tanggal keberangakatan.

1) Armada dan fasilitas standar wisata

CET menggunakan armada yang nyaman dan aman (AC, seat 2-2, media audio visual, fisik maupun mesin armada dalam keadaan prima).

Pemilihan armada tersebut harus mempertimbangkan beberapa hal yakni jumlah wisatawan, tujuan perjalanan, kondisi jalan menuju objek, kemungkinan masuknya kendaraan besar (bus), kekuatan menanjak pada jalan yang naik, keharusan menggunakan microphone, kondisi tempat duduk dan jarak antar tempat duduk untuk keleluasaan kaki, dan yang lebih utama kelayakan pengemudi (U. E.

Wardhani,dkk, 2008: 435).

Peranan transportasi sangat vital sekali, mengingat hal ini merupakan mobilisasi wisatawan dari tempat satu ke tempat lainnya.

Perkembangan dewasa ini, alat transportasi tidak hanya dipakai sebagai sarana mobilisasi, tetapi juga digunakan sebagai atraksi wisata yang menarik contohnya seperti interior armada yang mewah atau menyenangkan, keberadaan fasilitas seperti LCD TV yang membuat peserta perjalanan tidak jenuh dalam bus, adanya kotak pendingin (cool box) sehingga jika peserta ada yang menginginkan minuman

commit to user

dingin dapat disimpan di dalamnya, dan lain sebagainya (M. Kesrul, 2003:37).

Dengan pertimbangan - pertimbangan di atas, CET selalu mengusahakan pelayanan terbaiknya kepada wisatawan. CET juga tidak segan untuk mengalihkan tanggal keberangkatan dari yang sudah disepakati apabila armada yang ada tinggal armada dengan tahun mesin yang lama. Kondisi tersebut sangat tidak direkomendasikan oleh CET. Karena jika dipaksakan, khawatirnya akan membuat perjalanan tidak nyaman dan tentunya kepuasan wisatawan tidak akan terpenuhi.

(lihat pada lampiran no. 3)

Namun jika klien mempunyai dana yang sangat minimal, CET tetap mereferensikan beberapa armada yang sesuai dengan dana yang dimiliki klien dengan catatan klien bersedia dan sanggup menerima misalnya ada kendala dalam perjalanan. Bukan maksud CET untuk lari dari tanggung jawab pula, namun CET berusaha menyampaikan kondisi-kondisi terburuk sehingga jika hal tersebut terjadi saat perjalanan dapat dimaklumi oleh klien.

CET juga menyediakan berbagai fasilitas – fasilitas lainnya seperti asuransi, dokumentasi perjalanan dalam bentuk CD baik foto maupun video (free copy file), web layanan info, digital album (lihat lampiran 5 dan 6), hingga leaflet tentang tempat wisata yang akan menjadi tujuan para peserta dapat dipenuhi.

commit to user

40 2) Akomodasi untuk kenyamanan

Pengertian akomodasi adalah wahana yang menyediakan pelayanan jasa penginapan yang dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya (M. Kesrul, 2003:24).

Dalam penyediaan sarana akomodasi untuk wisatawan, CET memberikan pelayanan terbaiknya dengan memilihkan akomodasi sesuai harga yang telah disepakati dengan wisatawan. Meski dengan harga murah, diharapkan wisatawan tetap nyaman dalam beristirahat.

Standar tersebut membuat CET berusaha untuk selalu mengutamakan kepuasan wisatawan dalam pelayanannya.

3) Objek dan atraksi wisata yang menarik

Dalam pemilihan objek dan atraksi wisata yang di rekomendasikan CET kepada wisatawan, tentunya dengan memperhatikan motivasi, usia, kesehatan, kelompok sosial. Adanya pertimbangan tersebut, mengakibatkan CET lebih dapat diterima di pasar. Karena sesuai dengan karakter dari group wisatawan yang dibawa.

Seperti contoh, CET melayani permintaan wisatawan atau instansi dengan melakukan kunjungan industri ke suatu daerah. Hal tersebut tentunya menuntut CET untuk kreatif memilih industri mana yang cocok dan tepat di kunjungi dalam memenuhi kebutuhan wisatawan.

Tidak lain agar kegiatan kunjungan tersebut memberikan kepuasan wisatawan serta dapat bertukar pengetahuan sesuai dengan bidangnya.

commit to user 4) Pemandu wisata muda dan energik

Pendamping atau pemandu dalam perjalanan disebut dengan pemandu wisata atau tour guide maupun tour leader. Dalam hal memilih pemandu wisata sebaiknya harus jeli karena pemandu wisata ini yang akan mempengaruhi kesuksesan dalam sebuah perjalanan.

Seorang pemandu wisata yang professional, dituntut untuk cerdas (smart), mempunyai daya ingat yang kuat, memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, serta mampu mengambil keputusan dalam keadaan darurat sekalipun (U. E. Wardhani,dkk, 2008:438).

Untuk memberikan pelayanan maksimal, pemanduan dalam perjalanan di CET dihandle oleh insan muda yang smart, energik dan dinamis serta berpengalaman di bidangnya sehingga dapat dipastikan perjalanan akan berkesan dan menyenangkan.

5) Konsumsi sesuai dengan selera peserta

Konsep pemilihan konsumsi sesuai dengan permintaan peserta, apakah ingin catering atau restoran. Demikian halnya dengan menu, CET akan melayani sesuai selera peserta. Tentunya variasi menu yang direkomendasikan CET telah di pertimbangkan sedemikian rupa dengan kelezatan, kebersihan serta kemasan yang bagus (apabila dalam box).

Tidak berbeda dengan pemilihan restoran, CET juga mempertimbangkan lokasi agar mempermudah serta memberikan kenyamanan kepada peserta. Semua yang menjadi konsep serta

commit to user

42 rekomendasi dari CET tentunya dapat dipertanggungjawabkan kepada wisatawan.

6) Itinerary untuk ketepatan waktu

Oleh karena dihandle oleh insan muda yang profesional di bidangnya, CET selalu mengupayakan ketepatan waktu dalam setiap hal, mulai prepare (persiapan), pra perjalanan, kegiatan-kegiatan selama perjalanan, hingga saat perjalanan pulang.

g. Pembayaran

Dalam sistem pembelian dan penjualan jasa usaha pariwisata, dimungkinkan adanya sistem pembayaran yang berlaku umum dan secara hukum dapat dipertanggungjawabkan. Masalahnya adalah, bagaimana memberikan sistem pembayaran yang dikehendaki klien dan juga menguntungkan bagi wisatawan (M. Kesrul, 2003:74).

Proses pembayaran yang terjadi di CET, merupakan proses hasil kesepakatan dengan wisatawan. Lebih lanjut, CET juga mempunyai standar dalam proses pembayaran setelah keputusan wisatawan deal membeli paket wisata. CET mempunyai standar yang dituangkan dalam MOU bahwa, terdapat 3 termin dalam proses pembayarannya atau dengan kata lain pembayarannya dapat dengan cara kredit. Termin pertama pembayaran 20 persen, kemudian termin kedua satu minggu menjelang keberangkatan dan termin ketiga adalah malam terakhir saat dalam perjalanan. Selain itu, pembayarannya dapat juga secara cash. Cara pembayaran cash ataupun kredit tersebut ditransfer ke rekening direktur CET.

commit to user

Adanya standar pembayaran tersebut tidak membuat CET bersikap kaku. Tergantung pada kemampuan wisatawan dalam transaksi pembayaran pembelian paket wisata. Misalkan pada termin pertama wisatawan hanya mampu menghendaki pembayaran 10 persen atau titik minimal, CET akan dengan terbuka menerimanya dan tentunya dengan kesepakatan yang sebelumnya dibahas dengan kedua belah pihak, baik dari CET maupun dari wisatawan.

h. Pelaksanaan

Adalah proses yang harus dilalui dalam penyelenggaraan wisata dengan segala konsekuensinya. Dalam hal ini pimpinan perjalanan atau pramuwisata bertanggung jawab langsung kepada wisatawan selama tur berlangsung (M. Kesrul, 2003:87).

Untuk mencapai kelancaran dan membuktikan legalitas sebuah perjalanan, CET mempersiapkan beberapa hal diantaranya NPWP (Nomor Pembayaran Wajib Pajak) CET, NPWP armada, daftar peserta, rooming list hotel, itinerary, dan daftar kunjungan. Beberapa tambahan pula dengan persiapan membawa peta daerah yang dikunjungi, nomor dan alamat-alamat penting seperti rumah, sakit, kantor polisi, dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaannya, CET juga selalu mengoptimalkan fungsi Tour Leader maupun assistant Tour Leader untuk mendampingi peserta dalam kegiatan kunjungan maupun pada saat dalam perjalanan seperti siap sedia obat-obatan untuk mendampingi peserta pada saat tidak enak badan.

CET juga berusaha mengoptimalkan untuk selalu tepat waktu dan sesuai jadwal/itinerary yang telah dibuat dan disepakati.

commit to user

44

i. Evaluasi

Evaluasi atau penilaian yang dilakukan CET selama perjalanan, diambil dari pendapat wisatawan yang ikut serta dalam perjalanan tersebut dan selanjutnya evaluasi kru. Dalam evaluasi tersebut, membahas tentang pelayanan CET kepada wisatawan, saran, kritik terhadap CET dan laporan pertanggungjawaban kegiatan. Hal tersebut menjadikan CET selalu berinovasi dan tidak ragu dalam memberikan sebuah perubahan untuk memaksimalkan pelayanannya terhadap wisatawan.

2. Manfaat Creative Entrepreneur Tour

Manfaat dari Creative Entrepreneur Tour sendiri terbagi menjadi 2 kategori : a. Materiil benefits (keuntungan materi)

Semua peserta akan mendapat souvenir khas dan unik atau sertifikat pada setiap paket perjalanan wisata. (lihat pada lampiran no. 4)

b. Immateriil benefits (keuntungan non materi)

1) Para peserta akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai dunia kreatifitas dan kewirausahaan.

2) Pengetahuan yang didapat akan lebih bermanfaat karena tempat tujuan wisata disesuaikan dengan permintaan peserta.

3) Para peserta akan mendapatkan jaringan dan relasi baru untuk turut saling mendukung dalam kegiatan- kegiatan selanjutnya.

(wawancara dengan owner CET, Septandho Hishaf pada tanggal 1 Februari 2012).

commit to user

C. Konsep Kreatif dan Strategi Pengembangan dalam Pengemasan

Dokumen terkait