• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN CREATIVE ENTREPRENEUR TOUR (CET)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II PROFIL PERUSAHAAN CREATIVE ENTREPRENEUR TOUR (CET)"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 12

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN CREATIVE ENTREPRENEUR TOUR (CET)

A. Sejarah Berdirinya Creative Entrepreneur Tour (CET)

Pada perkembangan awal, sebuah perjalanan wisata memiliki tujuan untuk mencari suasana baru, menyegarkan pikiran, berekreasi, berpetualang dan yang paling mendasar ialah mendapatkan kepuasan batin agar lebih siap menghadapi tantangan-tantangan kehidupan berikutnya. Namun, pada perkembangan selanjutnya seiring semakin berkembangnya pula arus teknologi inovatif dan informasi aktual, maka sebagai makhluk sosial rasanya tidak berlebihan jika mewajibkan diri untuk selalu memperbaharui kemampuan agar tetap mampu bertahan di era globalisasi ini dengan mendirikan suatu usaha di bidang perjalanan.

Pendiri Biro Perjalanan Wisata Creative Entrepreneur Tour (BPW CET), Ahmad Adib, M.Hum., Ph.D dan Septandho Hijri Shafara, S.Sn memiliki gagasan untuk mendirikan sebuah Biro Perjalanan Wisata dengan konsep baru.

Gagasan tersebut muncul pada bulan November tahun 2009. Perancangan konsep ide bisnis, membangun jaringan, menciptakan marketing plan, dan persiapan pendirian perusahaan diselesaikan pada tahun 2010. Kurang lebih selama 1 tahun persiapan, pada akhir tahun 2010 Creative Entrepreneur Tour (CET) siap jual, pada tanggal 1 Desember 2010 sejumlah proposal penawaran sudah mulai disebarkan ke beberapa target market. Dalam waktu 1,5 bulan perijinan akta notaris CET dilegalkan dengan nama CV. Kreatif Wirausaha Indonesia melalui

(2)

commit to user

notaris Roro Indradi Sarwo Indah, SH. No. 007/ 15 Januari 2011. Sebagai sekutu aktif Septandho Hijri Shafara, S.Sn sekaligus sebagai Direktur perusahaan dan sekutu pasif Ahmad Adib, M.Hum., Ph.D. (Roro Indradi Sarwo Indah, SH, 2011 : 8)

Pendirian Biro Perjalanan Wisata Creative Entrepreneur Tour (CET) ini merupakan salah satu inovasi usaha pelayanan jasa tour dan travel di bidang wisata kreatif dengan prinsip mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis komunitas. Melalui inovasi usaha wisata dalam Creative Entrepreneur Tour, para peserta dapat merasakan manfaat yang luar biasa dalam sebuah perjalanan wisata.

Tidak hanya menyenangkan diri saja, namun juga memiliki nilai edukasi bagi calon – calon wiraswasta. (Ahmad Adib dan Septandho Hishaf, 2010:2)

B. Logo BPW Creative Entrepreur Tour (CET)

1. 4 elemen warna full colour, menjelaskan bahwa Creative Entrepreneur Tour mampu menampung dan menerima semua kalangan dari segi ekonomi, latar belakang, agama, ras, suku, dan budaya.

2. CET warna putih, menjelaskan bahwa solusi dari keberagaman dari dalam diri masyarakat adalah CET. Ini terlihat dalam warna putih yang ada dalam setiap 4 elemen warna full colour.

(3)

commit to user

14 3. Logotype CET, dengan font hand drawing yang ekspresif, luwes, dan bersambung mencerminkan sebagai perusahaan yang familiar. Tanda panah menunjukkan mimpi CET yang ingin melesat jauh sebagai perusahaan Biro Perjalanan.

4. Tulisan Creative Entrepreneur Tour, dengan font Candara menjelaskan bahwa nama dari biro tour tersebut adalah Creative Entrepreneur Tour. Warna merah melambangkan ketegasan sehingga orang mudah membaca dan memahaminya.

(wawancara dengan owner CET, Septandho Hishaf tanggal 12 Maret 2012)

Dari keseluruhan penjelasan tersebut, logo CET mempunyai maksud untuk memberikan kesan mudah dihapal oleh masyarakat dan diharapkan pula CET dapat memberikan kontribusi dalam melayani masyarakat dibidang kepariwisataan.

C. Karakter Usaha

Creative Entrepreneur Tour (CET) memiliki karakter yang sangat kompleks dan saling berhubungan dengan bidang apapun. Creative, Smart, Entertaint, Funny, and Entrepreneur Educative. Kelima pembangun karakter tersebut semakin membuat Creative Entrepreneur Tour berbeda dengan Biro – Biro Perjalanan pada umumnya (Ahmad Adib dan Septandho Hishaf, 2010 : 8- 14). Adapun pemaparannya adalah sebagai berikut :

1. Creative atau Kreatif

Alangkah indahnya saat perjalanan wisata tidak hanya hiburan kesenangan saja yang didapat, melainkan sebuah perjalanan yang penuh dengan kreatifitas. Pengasahan otak kanan akan senantiasa dilakukan dalam

(4)

commit to user

perjalanan yang Creative Entrepreneur Tour tawarkan. Adapun yang dimaksud kreatif disini adalah peserta tour diarahkan kepada obyek-obyek wisata yang beredukasi dan kreatif, seperti mengunjungi galeri, museum, pameran desain, pusat-pusat kesenian maupun kunjungan ke suatu industri atau perusahaan.

2. Smart atau Cerdas

Inilah salah satu keunggulan Creative Entrepreneur Tour, memiliki unsur kecerdasan dalam setiap perjalanannya, sehingga tidak hanya rasa senang saja yang didapat saat perjalanan melainkan manfaat yang begitu berarti bagi peserta. Manfaat tersebut diberikan CET kepada peserta dengan berinteraksi secara komunikatif, pelayanan yang maksimal, bersahabat serta berbagi ilmu dengan peserta dan lain sebagainya. Semua itu ditunjang dengan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas.

3. Entertaint atau Menghibur

Dalam sebuah perjalanan khususnya wisata hiburan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, karena ada beberapa faktor yang membuat peserta jenuh, diantaranya lamanya perjalanan, jauh dari keluarga, jarak tempuh yang tidak dekat dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut Creative Entrepreneur Tour akan memberikan sebuah hiburan yang dapat membuat peserta tetap nyaman selama perjalanan. Disamping hiburan yang ada di dalam fasilitas maskapai/alat transportasi yang dipakai, Creative Entrepreneur Tour sendiri memberikan suatu hiburan yang mampu mendekatkan peserta tour dengan Creative Entrepreneur Tour itu sendiri. Melalui beberapa pertanyaan yang bersifat menghibur akan mampu membangkitkan semangat

(5)

commit to user

16 para peserta tour, sehingga merekapun tidak merasa bosan. Terkadang sesekali diberikan hadiah kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari TL (Tour Leader) Creative Entrepreneur Tour.

4. Funny atau Menyenangkan

Sebuah konsekuensi logis yang pasti dirasakan oleh peserta yaitu rasa senang pada saat sebelum, selama, hingga setelah perjalanan berlangsung.

Suasana seperti itulah yang akan selalu dibangun oleh Creative Entrepreneur Tour sehingga kesan dan kenangan terindah akan terlekat dalam benak setiap peserta.

5. Entrepreneur Educative atau Pendidikan Wirausaha

Karakter inilah yang menjadi titik berat dalam Creative Entrepreneur Tour, dengan muatan Pendidikan Wirausaha diharapkan pasca kegiatan berwisata akan menggugah para peserta untuk berwirausaha. Melalui pemanfaatan SDA (Sumber Daya Alam) yang ada di daerahnya masing- masing, maka tujuan dari peningkatan perekonomian dan menumbuh kembangkan wirausaha baru akan terwujud.

(6)

commit to user

D. Struktur Organisasi BPW Creative Entrepreneur Tour (CET)

OWNER

DIREKTUR

TRAVEL ADM/KEUANGAN MARKETING

TOUR

Keterangan:

Garis Pimpinan dan Tanggung Jawab Garis Koordinasi dan Fungsi Staff

(7)

commit to user

18

Owner : 1. Drs. Ahmad Adib, M.Hum., Ph.

2. Septandho Hijri Shafara, S.Sn.

Direktur : Septandho Hijri Shafara

Administrasi dan Keuangan : Mitha

Divisi Tour : Imam Widyo Saputro

Divisi Travel : Rela Rasta Adytyana Divisi Marketing : 1. Nia Fauziah Amini

2. Miftah

1. Tugas Direktur :

a. Bertanggung jawab kepada owner

b. Membawahi divisi keuangan, operasional, tour leader dan marketing c. Membuat rencana untuk pengembangan Creative Entrepreneur Tour

(CET)

2. Tugas Divisi Administrasi dan Keuangan :

a. Bertanggung jawab penuh mengurusi segala masalah keuangan Creative Entrepreneur Tour

b. Bertanggung jawab kepada Direktur

3. Tugas Divisi Tour:

a. Merencanakan program serta paket wisata Creative Entrepreneur Tour, mempresentasikan paket wisata kepada calon konsumen/calon wisatawan.

b. Bertanggungjawab atas kru yang ada ketika melangsungkan tour

(8)

commit to user

c. Mengkoordinasi dan menjadwalkan tour dari awal pemberangkatan hingga akhir perjalanan.

d. Bertanggung jawab kepada Direktur.

4. Tugas Divisi Travel :

a. Mengatur setiap jadwal agar setiap perjalanan wisata berjalan lancar b. Bertanggung jawab kepada Direktur

5. Tugas Divisi Marketing :

a. Memasukkan dan menawarkan proposal penawaran kepada sekolah- sekolah, instansi ataupun calon konsumen

b. Follow up kepada calon konsumen c. Bertanggung jawab kepada Direktur

(wawancara dengan owner CET, Septandho Hishaf tanggal 12 Februari 2012) Dari model struktur organisasi tersebut, sistem kerja yang diusung oleh CET adalah saling terkait dari satu divisi ke divisi lainnya, seperti divisi administrasi dengan divisi tour serta divisi travel maupun marketing. Keempat divisi tersebut kebanyakan hampir sama dengan Biro Perjalanan lainnya karena memang dalam sebuah Biro Perjalanan mempunyai bidang yang masing-masing terbagi sesuai dengan tugas dan kemampuannya (the right man in the right place), kecuali apabila Biro Perjalanan tersebut melayani jasa ticketing, dapat ditambahkan pula divisi ticketing.

Keempat divisi CET tersebut bekerja sama demi memaksimalkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat dengan saling berkoordinasi dan saling membantu rekan lain divisi. Meskipun Job Description (gambaran pekerjaan)

(9)

commit to user

20 cukup jelas dibagi per divisi, namun CET tidak melarang bahkan menghimbau kepada sesama divisi untuk saling membantu demi kelancaran pelayanannya kepada masyarakat.

E. Pelayanan Jasa dan Produk BPW Creative Entrepreneur Tour (CET) 1. Jasa yang ditawarkan Creative Entrepreneur Tour (CET)

a. Event Organizer Study Tour, KKL, Studi Banding, Kunjungan Kerja, Out Bond, Out Door, dan lain-lain.

b. Paket perjalanan ready made tour (sudah tersedia dari CET) dan tailor made tour (permintaan klien).

c. Creative and entre tour

d. Reservasi hotel (Melayani pemesanan dan reservasi hotel dalam partai besar.)

2. Produk Creative and Entrepreneur tour (Septandho Hishaf, 2010 : 20-21)

a. Jakarta Tour

Kunjungan ke Blok M dan Mangga Dua (creative business centre), stasiun TV dan production house (creative industry centre), dan FX Building di Senayan (creative building centre). ( tambahan tempat kunjungan bisa menyesuaikan ).

b. Bandung Tour

Kunjungan di sentral industri sepatu Cibaduyut, sentral industri wayang golek dan wisata belanja di Cihampelas. Selasar Art Space

"DAGO" dan Sunaryo "Art Space". ( tambahan tempat kunjungan bisa menyesuaikan )

(10)

commit to user

c. Yogyakarta Tour

Kunjungan di industri batik, kunjungan di pengrajin tas akar eceng gondok, Kunjungan pengrajin patung - Muntilan. Wisata dengan pilihan Candi Borobudur/ Keteb/Candi Prambanan, Monjali, Kaliurang/Parangtritis, Kraton/ Gembira Loka, Malioboro.

d. Jawa Tengah Tour

Kunjungan industri batik Pekalongan, batik Bakaran - Pati, beberapa industri kreatif. Dengan beberapa wisata pilihan. Malang - Prigen Tour.

Kunjungan industri keramik di Malang, Industri Ketela, TamanSafari II Prigen.

e. Jawa Timur Tour

Kunjungan indutri tas Sidoarjo, industri tas di Mojokerto, Kunjungan di Pabrik pakan Ternak " Sierad Produce ", Industri Krupuk Rambak - Mojokerto.

f. Bali Overland Tour

Pengrajin logam Galuh, industri makanan kecil Cah Ayu, kunjungan di pabrik kaos kata-kata "Jangkrik". BBC (Bali Classic Center).

Wisata GWK ( Garuda Wisnu Kencana ), Pantai Kuta, Tari Barong, Pasar Sukawati, Ubud – Gianyar, museum seni di Bali.

g. Batik Tour

Mengunjungi sentral industri batik mulai dari produksi, hingga pemasaran baik lingkup lokal, regional propinsi, nasional, bahkan internasional ( banyak paket pilihan yang ditawarkan ).

(11)

commit to user

22

h. Green Tour

Mangunjungi tempat pariwisata yang bersifat alam dan natural misalnya seperti wisata, pantai, goa, danau, pemandangan alam dan sebagainya.

i. Exhibition Tour

Melayani wisata yang bertepatan dengan event pameran internasional ataupun nasional. Dilengkapi dengan paket berwisata di obyek-obyek wisata ( waktu menyesuaikan jadwal event dan kuota keberangkatan ditentukan ).

3. Manfaat Inovasi Pelayanan Creative Entrepreneur Tour (CET)

Inovasi dari sistem pelayanan jasa pariwisata ini memiliki manfaat sebagai berikut :

a. Mampu menciptakan terobosan baru dalam sebuah sistem bisnis pelayanan jasa pariwisata yang berbasis Komunitas Wirausaha Kreatif dengan mengambil manfaat setelah melakukan perjalanan kemudian dikumpulkan oleh CET dalam suatu seminar kewirausahaan

b. Dapat membuka lapangan pekerjaan baru dengan merekrut mahasiswa siap kerja dari program studi Usaha Perjalanan Wisata

c. Dalam jangka panjang akan menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas dan diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan pendidikan kewirausahaan mampu di bagikan dengan CET kepada peserta yang mengikuti perjalanan maupun yang mengikuti perjalanan

(12)

commit to user

d. Akan melahirkan wirausaha baru yang berkonsep kreatif

e. Mampu menstabilkan perekonomian di Indonesia dengan usaha – usaha yang didirikan peserta Creative Entrepreneur Tour.

Jasa-jasa pelayanan dari CET tersebut diperkenalkan kepada masyarakat luas agar memudahkan pemenuhan kebutuhan akan bidang wisata. Tentunya dengan konsep kreatif yang diusung oleh CET, dapat memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat. Beberapa referensi paket wisata di atas, CET menyisipkan tempat yang mampu memberikan edukasi kepada wisatawan.

CET sebagai Biro Perjalanan Wisata mengusung konsep kreatif dalam pelayanannya. Konsep kreatif dalam pelayanan CET tersebut berusaha diterapkan dalam penyediaan paket wisata, pelayanan selama perjalanan, maupun jika ada yang ingin konsultasi perihal perjalanan wisata. Hal tersebut dilakukan CET dengan selalu membangun komunikasi yang efektif terhadap setiap klien.

F. Teknologi dalam Creative Entrepreneur Tour (CET)

Dalam inovasi bisnis pelayanan jasa bukanlah inovasi yang membutuhkan teknologi tinggi dan rumit, karena yang dikembangkan adalah pola kerja dan sistem kerja didalamnya yang semuanya berasal dari Sumber Daya Manusia.

Teknologi yang digunakan hanyalah teknologi informasi dan teknologi yang membantu dalam proses penulisan konsep usaha baik secara manual maupun komputerisasi. Inilah teknologi yang dibutuhkan :

1. Administrasi (1 set komputer, scanner, LCD, dan printer)

2. Operasional (telepon, camdig, handycam, wireless, handy talky, dan toa) 3. Promosi (koneksi internet, web, dan lain-lain)

(13)

commit to user

24 Dari paparan teknologi atau sarana serta prasarana yang terdapat di CET tersebut cukup mendukung pemenuhan kegiatan yang dilakukan CET. Meskipun untuk sarana komputer bisa dibilang masih belum mencukupi karena untuk memenuhi permintaan paket wisata cukup padat dan personil atau staff CET hanya 3 orang sehingga diperlukan penambahan sarana komputer atau laptop.

Untuk sarana lainnya seperti teknologi ticketing juga perlu ditambahkan agar aktifitas maupun usaha CET dapat meluas ke jasa pemesanan tiket. Sedangkan untuk sarana lainnya sudah cukup mendukung CET untuk memenuhi permintaan pasar dalam pembuatan paket wisata serta proses persiapan pemberangkatan.

G. Promosi yang Dilakukan Creative Entrepreneur Tour (CET)

Untuk lebih memperkenalkan Creative Entrepreneur Tour dan menanamkan brand Creative Entrepreneur Tour kepada masyarakat, Creative Entrepreneur Tour sendiri sudah melakukan kegiatan promosi antara lain :

1. Melalui Marketing

Mengingat Creative Entrepreneur Tour merupakan Biro Perjalanan yang bisa dibilang baru, maka persaingan untuk membuka ruang usaha cukuplah sulit. Supaya lebih cepat dikenal masyarakat Creative Entrepreneur Tour tidak ingin tinggal diam dan masyarakat yang mencari-carinya. Creative Entrepreneur Tour melakukan kegiatan aktif ibarat “ menjemput bola “, dengan cara menyebarkan tim marketing ke sekolah-sekolah dan instansi dengan proposal penawarannya.

(14)

commit to user 2. Melalui Poster Kegiatan

Poster adalah salah satu media penyampai informasi yang sangat dikenal oleh masyarakat. Tampilan visualisasi yang menarik, diharapkan masyarakat akan lebih berminat dan meluangkan untuk membaca sejenak informasi yang terdapat dalam poster tersebut. Poster tersebut ditempelkan pada papan-papan informasi yang strategis dan tentunya dapat dibaca banyak orang.

Poster yang dibuat oleh CET serta paket wisata untuk menghadiri event InaCraft yang dibuat dan ditawarkan ke beberapa UKM maupun pengusaha-

(15)

commit to user

26 pengusaha kerajinan tersebut sudah cukup komunikatif, informatif serta kompetitif. Namun dari beberapa pengrajin maupun pengusaha kurang merespon adanya tawaran paket wisata tersebut dikarenakan diwilayah Solo sendiri dalam waktu dekat akan ada event SIPA (Solo International Performing Art) sehingga mereka menaruh konsentrasi untuk penyelenggaraan event SIPA.

3. Melalui Web

Perkembangan era globalisasi dan teknologi semakin maju dan canggih.

Penyebaran informasi melalui web sangatlah efisien dan efektif. Karena situs web adalah yang kerap dikunjungi oleh masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa. Situs web yang dimiliki oleh CET tersebut beralamatkan www.cet.lestude.com

(16)

commit to user

Dalam web tersebut, CET menampilkan profil pendirian CET dan beberapa jasa serta paket-paket wisata yang ditawarkan. Web tersebut membantu CET dalam kegiatan promosinya. Dan di web tersebut banyak yang berkomentar dan beberapa ada yang meminta dibuatkan paket wisata sesuai dengan keinginan klien yang memesan.

4. Melalui Akun di Facebook

Facebook situs jejaring yang sangat digemari dan tren di dunia maya saat ini. Terlebih pengguna Facebook kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa, dengan demikian penyampaian informasi kepada target market akan terasa lebih mudah apabila melalui akun di Facebook.

(17)

commit to user

28 Dari akun facebook tersebut juga merupakan salah satu media promosi untuk mengenalkan CET ke masyarakat luas karena penggunaan facebook tersebut sangat luas di masyarakat. CET berusaha meng-update informasi wisata maupun paket-paket wisata di dalam facebook. Cukup banyak juga dari sesama pengguna facebook meminta untuk dibuatkan paket wisata atau sekedar konsultasi tentang tempat-tempat wisata yang menarik. Dengan adanya hal tersebut dapat menambah eksistensi CET di dunia pariwisata untuk dikenal masyarakat luas pula.

H. Dampak Positif ( Segi Ekonomi ) Creative Entrepreneur Tour (CET) Melihat kondisi Perekonomian di Indonesia dengan hadirnya Creative Entrepreneur Tour akan mewarnai perputaran rupiah di negeri ini. Dampak positif yang dirasakan ialah :

1. Banyaknya pihak yang diuntungkan dalam hal penyelenggaraan operasional perjalanan wisata seperti usaha transportasi, penginapan, restaurant, dan hal penunjang lainnya.

2. Meningkatkan penjualan industri – industri kecil di daerah yang jarang dikunjungi masyarakat. Dengan membawa peserta Creative Entrepreneur Tour ke tempat – tempat tersebut, secara otomatis peserta akan membeli produk yang menjadi ciri khas di daerah tersebut. Lebih lanjut, dengan seringnya wisatawan banyak yang berkunjung ke tempat tersebut, berakibat pada semangat para pekerja untuk lebih memproduksi sesuatu hal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

(18)

commit to user

3. Membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda pemudi yang ingin berkarier di bidang pariwisata dengan menjadi tour leader, tour operational, administrasi dan lain sebagainya.

4. Menciptakan usaha – usaha baru yang berbasis komunitas kreatif, melalui hal ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan mempengaruhi tingkat pandapatan per kapita di suatu daerah. Terlebih perekonomian makro di Indonesia juga dipengaruhi dengan menjamurnya UMKM di masyarakat Indonesia. Harapannya dengan banyaknya wirausaha muda terlahir dari Creative Entrepreneur Tour akan sangat berpengaruh dalam menstabilkan perekonomian secara makro.

(Ahmad Adib dan Septandho Hishaf, 2010 : 10)

(19)

commit to user 30

BAB III

PENGEMASAN PERJALANAN BERKONSEP KREATIF

A. Faktor - Faktor Munculnya Konsep Kreatif

Pengertian kreatif adalah gagasan atau penemuan yang orisinal yang memiliki nilai sosial budaya dan ekonomi yang tingi dan gagasan tersebut dapat berupa gagasan dari individu atau kelompok (Hengki Hermantoro, 2011:95).

BPW Creative Entrepreneur Tour (CET) yang didirikan pada akhir tahun 2010 yang lalu tersebut merupakan BPW yang satu-satunya mempunyai konsep kreatif di Indonesia.

Terbentuknya konsep kreatif dalam BPW CET, diawali dengan owner membaca sebuah buku yang sinopsisnya yaitu industri kreatif adalah bagian yang tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Republik Indonesia menyadari bahwa ekonomi kreatif, yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat dan kreatifitas sebagai kekayaan intelektual merupakan harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing dan meraih keunggulan dalam ekonomi global. Buku tersebut hadir tidak hanya menekankan tentang pengembangan 14 kelompok industri kreatif nasional ( periklanan;

penerbitan dan percetakan; TV dan radio; film; video dan fotografi; musik; seni pertunjukan; arsitektur; desain; fesyen; kerajinan; pasar barang seni; permainan interaktif; layanan komputer dan piranti lunak; penelitian dan pengembangan), melainkan juga pada pengembangan berbagai faktor yang signifikan perannya dalam ekonomi kreatif, yaitu sumber daya insani, bahan baku berbasis sumber daya alam, teknologi, tatanan institusi dan lembaga pembiayaan yang menjadi

(20)

commit to user

komponen dalam model pengembangan. ( departemen perdagangan RI, 2008 : vii)

Melihat 14 industri kreatif yang telah menjadi perhatian pemerintah tersebut, owner CET menpunyai gagasan bahwa bidang pariwisata ternyata belum tercantum dalam jenis industri kreatif tersebut dan belum mendapat perhatian pemerintah secara penuh. Padahal, jika diamati kembali, bidang pariwisata justru mampu mencakup ruang lingkup industri kreatif yang telah disebutkan sebelumnya.

Berdasarkan pengetahuan yang didapat owner CET dari buku tersebut, serta di dukung dengan usaha owner yang sebelumnya mempunyai sebuah perusahaan yang konsentrasi usahanya di bidang desain yaitu Lembaga Studi Desain (Lestude), yang notabene dituntut untuk selalu kreatif. Pemikiran yang selalu update dan kreatif tersebut, membuat owner menemukan sebuah usaha di dunia pariwisata pada bidang Biro Perjalanan Wisata yang saat ini cukup menjamur di kalangan wiraswasta.

Melihat potensi Biro Perjalanan Wisata dalam memberikan sumbangsih cukup besar di bidang ekonomi dan sosial, munculah ide dari owner untuk menggabungkan usaha kreatif dengan biro perjalanan wisata. Karena saat ini diperlukan pembaharuan dan sesuatu hal yang berbeda dalam menjalani usaha Biro Perjalanan Wisata. Di saat yang bersamaan pula, dukungan pemerintah terhadap kegiatan wirausaha sedang gencar-gencarnya karena wirausaha dapat memberikan kemandirian serta peningkatan di bidang ekonomi bangsa. Melihat fenomena tersebut, memberikan inspirasi kepada owner mengenai usaha di bidang biro perjalanan wisata dengan nama Creative Entrepreneur Tour (CET).

(21)

commit to user

32 Konsep kreatif yang diusung dalam biro perjalanan wisata Creative Entrepreneur Tour dikemas sedemikian rupa baik dari proses penawaran, presentasi, pemberangkatan, hingga evaluasi. Dari proses-proses tersebut, CET sangat memperhatikan penampilan, desain serta visual yang dalam pengerjaannya dibantu oleh sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya (alumni mahasiswa jurusan desain komunikasi dan visual). Hal tersebut sangat diperhatikan oleh CET, selain CET ingin memperkenalkan hal yang berbeda kepada masyarakat luas, namun juga untuk menarik minat masyarakat. Dan yang terpenting, konsep „kreatif‟ yang diusung menjadi suatu pegangan CET bisa tersampaikan dan memberikan manfaat bagi para peserta yang ikut melakukan perjalanan bersama CET.

B. Proses Pengemasan Perjalanan Wisata

Melakukan perjalanan wisata saat ini bukan menjadi suatu hal yang tabu lagi. Agar mencapai kepuasan dan tujuan wisatawan, diperlukan suatu pengemasan yang baik dalam melakukan perjalanan wisata. Hal-hal yang dikemas tersebut merupakan komponen-komponen wisata yang diperlukan dalam suatu perjalanan. Dalam biro wisata mempunyai divisi yang secara profesional menangani tentang perjalanan yaitu divisi tour atau tour department.

Divisi tour bertugas dan bertanggung jawab dalam memberikan informasi tour, menyediakan, merencanakan, menyusun, dan menyelenggarakan semua kegiatan tour, baik tur domestic, inbound maupun outbond serta sarana wisata pendukung lainnya (M. Kesrul, 2003:13).

Sesuai dengan keprofesionalan CET dan pemaparan tersebut, maka ada beberapa langkah atau tahapan yang dilalui dari pembuatan paket hingga

(22)

commit to user

penyelenggaraan perjalanan untuk menyempurnakan pengemasan perjalanan.

Tahapan tersebut dimaksudkan agar memberikan ruang CET untuk selalu kreatif dan tidak ada satupun yang terlewati saat sedang melakukan perjalanan sampai kembali ke asal pemberangkatan sehingga memberikan kelancaran dan kepuasan bagi peserta atau wisatawan.

1. Proses Kegiatan Usaha Creative Entrepreneur Tour (CET) :

Paket Wisata

Asistensi

Proposal penawaran

Presentasi

Perencanaan Program

Pembayaran

Pelaksanaan Follow Up

Konsumen

Masyarakat Umum Lembaga Pendidikan

Setuju

Evaluasi

(23)

commit to user

34 Berikut pemaparannya :

a. Paket Wisata

Paket wisata diartikan sebagai suatu perjalanan wisata dengan satu atau lebih tujuan kunjungan yang disusun dari berbagai fasilitas perjalanan tertentu dalam suatu acara perjalanan yang tetap, serta dijual dengan harga tunggal yang menyangkut seluruh komponen dari perjalanan wisata (U. E.

Wardhani,dkk, 2008 :423).

CET sebagai biro perjalanan wisata berbasis kreatif juga memberikan referensi kepada wisatawan tentang paket wisata (ready made tour) baik yang regular, seperti berkunjung ke objek wisata yang biasa dikunjungi wisatawan, wisata minat khusus, kunjungan perusahaan maupun paket wisata yang direferensikan langsung dari wisatawan (ready made tour). Paket-paket tersebut dibuat CET disesuaikan dengan target marketnya. Sesuai dengan prinsip tersebut, CET juga bersikap luwes dan terbuka untuk menuruti kemauan wisatawan. Dengan catatan segala komponen pariwisata seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, souvenir dan lain sebagainya masih dalam taraf standart kualitas CET. Agar memiliki pembeda dengan Biro Perjalanan Wisata yang lain dengan tetap menyampaikan apa saja komponen yang menjadi standar pelayanan dari CET. Hal tersebut berpengaruh pula saat pelaksanaan perjalanan, agar kondisinya tetap nyaman, lancar dan tentunya dapat memuaskan wisatawan. (lihat dalam lampiran no.1 ).

(24)

commit to user b. Proposal Penawaran

Paket wisata yang dibuat seperti yang telah di paparkan sebelumnya, dikemas dalam proposal penawaran. Proposal penawaran CET dibuat sedemikian rupa dengan desain yang kreatif, agar menarik minat calon wisatawan saat pandangan pertama mereka melihatnya (lihat dalam lampiran no. 2 ). Proposal yang berisi tentang referensi paket wisata dengan berbagai tujuan kunjungan di beberapa daerah tersebut disesuaikan pula dengan target market (target pasar) yang dituju.

Mempertimbangkan adanya target market tersebut, membuat CET mempersiapkan paket wisata yang sesuai dan sekiranya mampu diterima oleh target market. Hal tersebut yang menjadikan tuntutan bagi CET untuk terus menggali informasi dan berinovasi untuk selalu kreatif.

Seperti contohnya, CET mempunyai target pasar di lembaga pendidikan. Untuk dapat masuk ke target tersebut, CET mempertimbangkan daya beli lembaga pendidikan tersebut dalam melakukan perjalanan yang disesuaikan dengan fasilitas, konsumsi, akomodasi dan lain-lain. Cukup berbeda dibandingkan dengan daya beli suatu instansi perbankan misalnya, yang notabene mempunyai penghasilan yang berbeda dengan anak sekolah. Kedua target market dengan daya beli yang berbeda tersebut, namun tetap tidak membuat CET membedakan pelayanan terhadap keduanya dan paket wisata yang ditawarkan CET tetap layak jual kepada masyarakat. Melihat beberapa target pasar CET, tentunya akan mengakibatkan perbedaan harga jual karena memperhatikan daya beli, daya saing dan fasilitas, namun standart kualitas yang dimiliki

(25)

commit to user

36 CET tetaplah jadi prioritas utama untuk memberikan kepuasan bagi wisatawan.

c. Follow Up

Follow up dimaksudkan untuk mengetahui lebih lanjut apakah suatu biro perjalanan yang sebelumnya telah mengajukan proposal penawaran mempunyai kesempatan lebih lanjut atau tidak dalam mengenalkan paket wisata yang mereka buat. Langkah tersebut dilakukan CET dengan menanyakan kepada pihak tertentu yang berkepentingan, bahwa CET mendapatkan kesempatan lanjut atau tidak dalam tahap presentasi.

d. Presentasi

Tahap presentasi merupakan tahap lanjutan setelah follow up. Jika pihak klien telah menentukan tujuan kunjungannya, CET akan mengumpulkan beberapa bahan untuk presentasi berkaitan dengan beberapa komponen wisata, seperti objek wisata, akomodasi, transportasi, fasilitas beserta itinerary berkenaan dengan tujuan kunjungan tersebut.

Sebaliknya, jika tujuan kunjungan klien belum jelas, maka CET akan mempersiapkan bahan yang berisikan company profile (profil perusahaan) CET, armada partner (kerjasama dengan perusahaan otobus), dan beberapa paket reguler yang sebelumnya sudah tertera dalam proposal (namun hal ini jarang terjadi karena CET melakukan komunikasi secara intensif dengan klien sehingga tahu keinginan dan tujuan wisata klien).

(26)

commit to user

Konsep kreatif yang diusung CET dalam proses presentasi, antara lain dengan memperhatikan tampilan saat presentasi, sikap serta tutur kata yang komunikatif sehingga mampu di terima dan didengarkan dengan baik oleh klien. Tahapan tersebut termasuk menjadi langkah penting untuk dapat memulai aksi dengan mempengaruhi minat wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata sekaligus untuk mempercayakan pelayanannya terhadap CET.

e. Asistensi

Dari tahap presentasi tersebut, apabila didapat keputusan tidak deal dengan CET, maka CET akan mencoba memasukkan proposal penawaran di tahun berikutnya. Namun jika deal, akan berlanjut ke tahap asistensi atau konfirmasi pembahasaan mengenai tujuan kunjungan wisatawan.

Secara maksimal CET akan membantu membimbing dan mereferensikan komponen wisata yang sesuai dengan keinginan wisatawan dan merangkainya menjadi sebuah paket wisata. Apabila wisatawan telah menentukan tujuan kunjungannya, maka CET akan berusaha maksimal dan kreatif pula dalam me-loby dan memenuhi keinginan wisatawan.

Karena kepuasan wisatawan adalah segalanya bagi CET. Lebih lanjut, kesepakatan tentang harga, komponen wisata dan lain sebagainya, antara wisatawan dengan CET akan dituangkan lewat MOU (Memorandum Of Understanding) atau nota kesepahaman. Selanjutnya, MOU tersebut akan ditandatangani di atas materai oleh kedua belah pihak, dari CET maupun wisatawan.

(27)

commit to user

38 f. Perencanaan Program

Dalam perencanaan program tersebut haruslah melalui tahap kesepakatan dengan wisatawan, baik meliputi komponen wisata, tempat kunjungan maupun tanggal keberangakatan.

1) Armada dan fasilitas standar wisata

CET menggunakan armada yang nyaman dan aman (AC, seat 2-2, media audio visual, fisik maupun mesin armada dalam keadaan prima).

Pemilihan armada tersebut harus mempertimbangkan beberapa hal yakni jumlah wisatawan, tujuan perjalanan, kondisi jalan menuju objek, kemungkinan masuknya kendaraan besar (bus), kekuatan menanjak pada jalan yang naik, keharusan menggunakan microphone, kondisi tempat duduk dan jarak antar tempat duduk untuk keleluasaan kaki, dan yang lebih utama kelayakan pengemudi (U. E.

Wardhani,dkk, 2008: 435).

Peranan transportasi sangat vital sekali, mengingat hal ini merupakan mobilisasi wisatawan dari tempat satu ke tempat lainnya.

Perkembangan dewasa ini, alat transportasi tidak hanya dipakai sebagai sarana mobilisasi, tetapi juga digunakan sebagai atraksi wisata yang menarik contohnya seperti interior armada yang mewah atau menyenangkan, keberadaan fasilitas seperti LCD TV yang membuat peserta perjalanan tidak jenuh dalam bus, adanya kotak pendingin (cool box) sehingga jika peserta ada yang menginginkan minuman

(28)

commit to user

dingin dapat disimpan di dalamnya, dan lain sebagainya (M. Kesrul, 2003:37).

Dengan pertimbangan - pertimbangan di atas, CET selalu mengusahakan pelayanan terbaiknya kepada wisatawan. CET juga tidak segan untuk mengalihkan tanggal keberangkatan dari yang sudah disepakati apabila armada yang ada tinggal armada dengan tahun mesin yang lama. Kondisi tersebut sangat tidak direkomendasikan oleh CET. Karena jika dipaksakan, khawatirnya akan membuat perjalanan tidak nyaman dan tentunya kepuasan wisatawan tidak akan terpenuhi.

(lihat pada lampiran no. 3)

Namun jika klien mempunyai dana yang sangat minimal, CET tetap mereferensikan beberapa armada yang sesuai dengan dana yang dimiliki klien dengan catatan klien bersedia dan sanggup menerima misalnya ada kendala dalam perjalanan. Bukan maksud CET untuk lari dari tanggung jawab pula, namun CET berusaha menyampaikan kondisi-kondisi terburuk sehingga jika hal tersebut terjadi saat perjalanan dapat dimaklumi oleh klien.

CET juga menyediakan berbagai fasilitas – fasilitas lainnya seperti asuransi, dokumentasi perjalanan dalam bentuk CD baik foto maupun video (free copy file), web layanan info, digital album (lihat lampiran 5 dan 6), hingga leaflet tentang tempat wisata yang akan menjadi tujuan para peserta dapat dipenuhi.

(29)

commit to user

40 2) Akomodasi untuk kenyamanan

Pengertian akomodasi adalah wahana yang menyediakan pelayanan jasa penginapan yang dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya (M. Kesrul, 2003:24).

Dalam penyediaan sarana akomodasi untuk wisatawan, CET memberikan pelayanan terbaiknya dengan memilihkan akomodasi sesuai harga yang telah disepakati dengan wisatawan. Meski dengan harga murah, diharapkan wisatawan tetap nyaman dalam beristirahat.

Standar tersebut membuat CET berusaha untuk selalu mengutamakan kepuasan wisatawan dalam pelayanannya.

3) Objek dan atraksi wisata yang menarik

Dalam pemilihan objek dan atraksi wisata yang di rekomendasikan CET kepada wisatawan, tentunya dengan memperhatikan motivasi, usia, kesehatan, kelompok sosial. Adanya pertimbangan tersebut, mengakibatkan CET lebih dapat diterima di pasar. Karena sesuai dengan karakter dari group wisatawan yang dibawa.

Seperti contoh, CET melayani permintaan wisatawan atau instansi dengan melakukan kunjungan industri ke suatu daerah. Hal tersebut tentunya menuntut CET untuk kreatif memilih industri mana yang cocok dan tepat di kunjungi dalam memenuhi kebutuhan wisatawan.

Tidak lain agar kegiatan kunjungan tersebut memberikan kepuasan wisatawan serta dapat bertukar pengetahuan sesuai dengan bidangnya.

(30)

commit to user 4) Pemandu wisata muda dan energik

Pendamping atau pemandu dalam perjalanan disebut dengan pemandu wisata atau tour guide maupun tour leader. Dalam hal memilih pemandu wisata sebaiknya harus jeli karena pemandu wisata ini yang akan mempengaruhi kesuksesan dalam sebuah perjalanan.

Seorang pemandu wisata yang professional, dituntut untuk cerdas (smart), mempunyai daya ingat yang kuat, memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, serta mampu mengambil keputusan dalam keadaan darurat sekalipun (U. E. Wardhani,dkk, 2008:438).

Untuk memberikan pelayanan maksimal, pemanduan dalam perjalanan di CET dihandle oleh insan muda yang smart, energik dan dinamis serta berpengalaman di bidangnya sehingga dapat dipastikan perjalanan akan berkesan dan menyenangkan.

5) Konsumsi sesuai dengan selera peserta

Konsep pemilihan konsumsi sesuai dengan permintaan peserta, apakah ingin catering atau restoran. Demikian halnya dengan menu, CET akan melayani sesuai selera peserta. Tentunya variasi menu yang direkomendasikan CET telah di pertimbangkan sedemikian rupa dengan kelezatan, kebersihan serta kemasan yang bagus (apabila dalam box).

Tidak berbeda dengan pemilihan restoran, CET juga mempertimbangkan lokasi agar mempermudah serta memberikan kenyamanan kepada peserta. Semua yang menjadi konsep serta

(31)

commit to user

42 rekomendasi dari CET tentunya dapat dipertanggungjawabkan kepada wisatawan.

6) Itinerary untuk ketepatan waktu

Oleh karena dihandle oleh insan muda yang profesional di bidangnya, CET selalu mengupayakan ketepatan waktu dalam setiap hal, mulai prepare (persiapan), pra perjalanan, kegiatan-kegiatan selama perjalanan, hingga saat perjalanan pulang.

g. Pembayaran

Dalam sistem pembelian dan penjualan jasa usaha pariwisata, dimungkinkan adanya sistem pembayaran yang berlaku umum dan secara hukum dapat dipertanggungjawabkan. Masalahnya adalah, bagaimana memberikan sistem pembayaran yang dikehendaki klien dan juga menguntungkan bagi wisatawan (M. Kesrul, 2003:74).

Proses pembayaran yang terjadi di CET, merupakan proses hasil kesepakatan dengan wisatawan. Lebih lanjut, CET juga mempunyai standar dalam proses pembayaran setelah keputusan wisatawan deal membeli paket wisata. CET mempunyai standar yang dituangkan dalam MOU bahwa, terdapat 3 termin dalam proses pembayarannya atau dengan kata lain pembayarannya dapat dengan cara kredit. Termin pertama pembayaran 20 persen, kemudian termin kedua satu minggu menjelang keberangkatan dan termin ketiga adalah malam terakhir saat dalam perjalanan. Selain itu, pembayarannya dapat juga secara cash. Cara pembayaran cash ataupun kredit tersebut ditransfer ke rekening direktur CET.

(32)

commit to user

Adanya standar pembayaran tersebut tidak membuat CET bersikap kaku. Tergantung pada kemampuan wisatawan dalam transaksi pembayaran pembelian paket wisata. Misalkan pada termin pertama wisatawan hanya mampu menghendaki pembayaran 10 persen atau titik minimal, CET akan dengan terbuka menerimanya dan tentunya dengan kesepakatan yang sebelumnya dibahas dengan kedua belah pihak, baik dari CET maupun dari wisatawan.

h. Pelaksanaan

Adalah proses yang harus dilalui dalam penyelenggaraan wisata dengan segala konsekuensinya. Dalam hal ini pimpinan perjalanan atau pramuwisata bertanggung jawab langsung kepada wisatawan selama tur berlangsung (M. Kesrul, 2003:87).

Untuk mencapai kelancaran dan membuktikan legalitas sebuah perjalanan, CET mempersiapkan beberapa hal diantaranya NPWP (Nomor Pembayaran Wajib Pajak) CET, NPWP armada, daftar peserta, rooming list hotel, itinerary, dan daftar kunjungan. Beberapa tambahan pula dengan persiapan membawa peta daerah yang dikunjungi, nomor dan alamat- alamat penting seperti rumah, sakit, kantor polisi, dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaannya, CET juga selalu mengoptimalkan fungsi Tour Leader maupun assistant Tour Leader untuk mendampingi peserta dalam kegiatan kunjungan maupun pada saat dalam perjalanan seperti siap sedia obat-obatan untuk mendampingi peserta pada saat tidak enak badan.

CET juga berusaha mengoptimalkan untuk selalu tepat waktu dan sesuai jadwal/itinerary yang telah dibuat dan disepakati.

(33)

commit to user

44

i. Evaluasi

Evaluasi atau penilaian yang dilakukan CET selama perjalanan, diambil dari pendapat wisatawan yang ikut serta dalam perjalanan tersebut dan selanjutnya evaluasi kru. Dalam evaluasi tersebut, membahas tentang pelayanan CET kepada wisatawan, saran, kritik terhadap CET dan laporan pertanggungjawaban kegiatan. Hal tersebut menjadikan CET selalu berinovasi dan tidak ragu dalam memberikan sebuah perubahan untuk memaksimalkan pelayanannya terhadap wisatawan.

2. Manfaat Creative Entrepreneur Tour

Manfaat dari Creative Entrepreneur Tour sendiri terbagi menjadi 2 kategori : a. Materiil benefits (keuntungan materi)

Semua peserta akan mendapat souvenir khas dan unik atau sertifikat pada setiap paket perjalanan wisata. (lihat pada lampiran no. 4)

b. Immateriil benefits (keuntungan non materi)

1) Para peserta akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai dunia kreatifitas dan kewirausahaan.

2) Pengetahuan yang didapat akan lebih bermanfaat karena tempat tujuan wisata disesuaikan dengan permintaan peserta.

3) Para peserta akan mendapatkan jaringan dan relasi baru untuk turut saling mendukung dalam kegiatan- kegiatan selanjutnya.

(wawancara dengan owner CET, Septandho Hishaf pada tanggal 1 Februari 2012).

(34)

commit to user

C. Konsep Kreatif dan Strategi Pengembangan dalam Pengemasan Perjalanan BPW CET

Konsep kreatif yang sebelumnya dijelaskan menjadi pedoman BPW CET tersebut mampu menghadirkan inovasi-inovasi yang memberikan warna baru terhadap kegiatan Usaha Suatu Biro Perjalanan Wisata. Usaha kreatif BPW CET tersebut dikemas dalam 3 tahapan yakni pra, berlangsung perjalanan hingga pasca.

Hal tersebut yang menjadi pembeda utama dengan BPW lainnya. Adanya konsep kreatif yang dipaparkan sebelumnya, diperlukan pula strategi pengembangan agar CET selalu memperbarui dan berinovasi terhadap usaha pelayanan di bidang wisata. Berikut penjelasannya.

1. Proses Kreatif dalam Kegiatan Peserta Wisata Creative Entrepreneur Tour (CET) :

a. Pra perjalanan (biasanya dilakukan H- 2 sebelum pemberangkatan)

1) Semua peserta diberikan pengarahan terkait tempat – tempat yang akan dikunjungi dan juga kondisi di lapangan.

2) Peserta dibekali konsep – konsep wirausaha terlebih dahulu, sehingga saat berada di lokasi dapat langsung mengembangkan potensi yang ada.

3) Cek fisik dan kesiapan masing – masing peserta.

b. Berlangsung

1) Peserta diajak mengunjungi tempat – tempat wisata sekaligus obyek industri yang dapat menumbuhkan semangat wirausaha.

2) Peserta dibawa ke sentral oleh – oleh khas daerah yang di kunjungi.

(35)

commit to user

46 3) Peserta diajak mengunjungi bangunan bersejarah, bangunan modern

maupun galeri kreatif untuk menumbuhkan jiwa kreatifitas dan motivasi.

4) Dalam perjalanan, CET memutarkan video-video tentang industri kerajinan maupun proses pembuatan produk suatu perusahaan agar menginspirasi peserta untuk menumbuhkan jiwa kreatifitas.

c. Pasca

1) Peserta dikumpulkan dalam sebuah komunitas wirausaha yang selalu berpikir kreatif.

2) Peserta yang berminat berwirausaha akan dibimbing dalam pendirian hingga pengembangan usaha.

3) Setiap akhir tahun bisnis yang didirikan peserta Creative Entrepreneur Tour akan dibuatkan Entrepreneur Expo untuk mempromosikan usahanya.

4) Bagi peserta mahasiswa atau siswa apabila ada yang berminat dapat mengikutkan karya tulis ataupun karya ilmiah untuk dipilih yang terbaik dan mendapatkan kesempatan mengikuti short course di Lembaga Studi Desain secara gratis.

2. Strategi Pengembangan BPW CET

a. Dalam usaha jasa di bidang wisata yang digeluti BPW CET, diharapkan untuk CET lebih banyak mempunyai referensi berkaitan dengan komponen wisata seperti akomodasi, transportasi, restoran dan sebagainya.

(36)

commit to user

Hal tersebut juga agar CET lebih fleksibel menentukan pelayanan yang maksimal terhadap wisatawan.

b. Perlu penambahan jasa ticketing seperti tiket pesawat, kereta, bus dan kapal agar dapat memperluas relasi sehingga CET dapat sekaligus malakukan promosi untuk melakukan perjalanan wisata dengan wisatawan dan bukan hanya membeli tiket.

c. Promosi yang dilakukan CET lebih digencarkan dengan melakukan kerjasama dengan instansi-instansi pemerintahan, hotel, memanfaatkan adanya kegiatan umum masyarakat seperti car free day agar lebih mengoptimalkan promosi CET kepada masyarakat luas.

d. Pada saat melakukan perjalanan, CET memang seharusnya menggunakan pedoman jadwal agar tepat waktu, namun apabila sekiranya waktu masih longgar, CET dapat secara conditional menuruti kemauan wisatawan ke tempat – tempat yang sekiranya tidak mengeluarkan anggaran biaya misalkan shopping.

D. Realisasi Kegiatan Perjalanan Wisata

Proses berwisata adalah proses yang harus dilalui dalam penyelenggaraan wisata dengan segala konsekwensinya. Dalam proses tersebut, pimpinan perjalanan atau pramuwisata bertanggungjawab langsung kepada tamu selama tur berlangsung (M. Kesrul, 2003:87).

Segala proses yang kegiatan usaha yang sebelumnya telah dipaparkan, membuat Creative Entrepreneur Tour (CET) berusaha untuk dapat merealisasikan konsep yang telah menjadi pedomannya. Setengah tahun setelah pendirian usaha

(37)

commit to user

48 CET, ada beberapa yang melakukan permintaan paket wisata, misalnya berasal dari mahasiswa yang berencana untuk melakukan Kegiatan Kuliah Lapangan.

Link (hubungan) yang didapat dengan mahasiswa-mahasiswa ini terjadi karena team work CET masih dalam status mahasiswa. Hal tersebut memudahkan CET untuk mengenalkan produk – produk yang menjadi andalannya.

Adanya permintaan dari mahasiswa untuk dibuatkan paket wisata yang sesuai dengan kegiatan mereka, memberikan kesempatan bagi CET untuk menunjukkan eksistensinya. Sekaligus membuka peluang CET untuk melakukan kegiatan perjalanan secara kreatif pula. Usaha yang telah dilakukan untuk mempercayakan pelayanan wisatawan dari mahasiswa kepada CET, akhirnya membuahkan hasil. Diantaranya adalah melakukan perjalanan Kegiatan Belajar Mahasiswa Diploma (Kejarmama) FISIP dan ITP (Ilmu Teknologi Pangan).

1. Kegiatan Belajar Mahasiswa Diploma (Kejarmama)

Kejarmama tersebut merupakan kegiatan rutin namun tidak wajib diikuti semua peserta satu angkatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kejarmama tersebut merupakan kegiatan gabungan dari program studi Komunikasi Terapan yang konsentrasinya di 3 bidang yaitu broadcast, public relation, dan advertising.

CET mulai melakukan kerjasama dengan FISIP pada tahun 2011.

Kejarmama yang ditangani oleh CET tersebut merupakan mahasiswa angkatan 2009. Beberapa tempat kunjungan juga sudah di tentukan oleh program studi, dan CET membantu untuk penambahan tempat kunjungan yang sesuai dengan program studi mahasiswa Kejarmama. Dari kegiatan Kejarmama tersebut

(38)

commit to user

diperlukan daftar beberapa hal tentang persiapan dan perencanaan keberangkatan, validitas keberangkatan, itinerary, serta dilengkapi analisis kejarmama.

a. Persiapan dan Perencanaan Keberangkatan

Persiapan merupakan suatu tahap mengumpulkan beberapa data yang menjadi komponen dalam suatu kegiatan wisata. Karena kegiatan yang dibahas merupakan kegiatan kunjungan yang bekerjasama dengan berbagai pihak perusahaan maupun industri pada tahun 2011, sehingga diperlukan beberapa tahapan dalam persiapannya seperti armada yang akan digunakan, administrasi pemilihan kegiatan kunjungan, Memorandum of Understanding (MOU), pengiriman surat ijin kegiatan kunjungan, pendataan kegiatan kunjungan, objek wisata, akomodasi, serta catering yang ditentukan.

1) Armada

PO. Queen 23 Jogjakarta

Jl. Ring Road Barat No. 88 Yogyakarta Telp.0274-6499123

2) Administrasi Pemilihan Kegiatan Kunjungan a) PT. Pertamina

Mengetahui profil bisnis Pertamina dan kinerja para staff divisi bagian komunikasi. Sehingga dengan kunjungan diarahkan

(39)

commit to user

50 ke Pertamina diharapkan mahasiswa mengetahui sistem komunikasi di lapangan dengan mensinkronisasikan bidang yang mereka pelajari saat kuliah.

b) Lembaga Sensor Film

Menyesuaikan dengan konsentrasi bidang broadcasting yang terdapat mata kuliah tentang perfilman, sehingga dipilihlah Lembaga Sensor Film untuk kunjungan mereka.

Diharapkan dengan kunjungan ke Lembaga Sensor Film ini dapat memberikan wacana kepada peserta kunjungan untuk dapat mengetahui penyebab film dikenakan sensor, cara melakukan sensor yang baik tanpa menghilangkan alur cerita dalam sebuah film serta dapat berapresiasi dalam pembuatan sebuah film yang baik.

c) Dwi Sapta Pratama Advertising

Kunjungan ke Dwi Sapta Pratama advertising di tujukan untuk konsentrasi bidang advertising. Diharapkan dengan kunjungan tersebut dapat memberikan ilmu dengan mengetahui pembuatan iklan yang baik dan juga proses pemasarannya.

d) PT. Garuda Indonesia Tbk

Maksud kegiatan kunjungan ke Garuda Indonesia ditujukan untuk konsentrasi bidang public relation. Dengan kunjungan tersebut dapat mengetahui peran bagian public relation dalam

(40)

commit to user

rangka mengenalkan Garuda Indonesia ke masyarakat dunia dan dapat sukses seperti sekarang ini.

e) TransCorp (Bukan Empat Mata)

Kunjungan ke acara televisi Bukan Empat Mata tersebut sebagai acara hiburan untuk semua peserta. Tentunya setelah seharian penuh melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan, pada malam harinya kunjungan ini diharapkan dapat menghibur semua peserta dengan bintang tamu yang dihadirkan serta dipandu oleh Tukul dengan candaan yang biasa jadi andalannya.

f) Indofood CBP (Indomie)

Indomie merupakan produk sukses PT Indofood CBP. Tak dapat dipungkiri banyak iklan yang bersliweran di televisi menampilkan produk Indomie tersebut.

Kunjungan ke Indomie tersebut ditujukan pada prodi konsentrasi bidang advertising. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui profil perusahaan PT Indofood dan sistem periklanannya. Tentunya dengan kunjungan tersebut dapat menginspirasi peserta untuk membangun kreatifitas melalui penggabungan pengetahuan di lapangan dengan pengetahuan di bangku kuliah.

(41)

commit to user

52 g) PT Rajawali Citra Televisi (RCTI)

Kunjungan tersebut ditujukan kepada konsentrasi bidang broadcasting, karena prodi tersebut mempelajari tentang proses produksi sebuah acara.

RCTI merupakan tempat yang cocok untuk kunjungan mereka.

Dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang proses produksi acara dan membantu dalam pengerjaan tugas yang telah diberikan oleh dosen.

h) Aneka Yess!

Kunjungan ke Aneka Yess tersebut ditujukan kepada prodi konsentrasi bidang public relation. Kunjungan tersebut diharapkan dapat mengetahui proses produksi majalah dan peran public relation dalam memasarkan majalah tersebut ke berbagai kalangan dan dapat dikenal luas.

i) Metro TV (Kick Andy)

Kunjungan ke Kick Andy tersebut dihadiri oleh semua peserta Kejarmama. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengetahui perbedaan proses produksi acara dengan stasiun televisi lainnya. Serta untuk mengisi kegiatan kunjungan dengan menambah pengetahuan di bidang produksi pertelevisian.

(42)

commit to user 3) Memorandum of Understanding (MOU)

Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman tersebut disepakati oleh CET dan ketua panitia Kejarmama pada tanggal 13 Oktober 2011. Untuk harga yang disepakati kedua belah pihak yakni Rp 650.000 per pax. Di dalam MOU tersebut terdapat kesepakatan- kesepakatan yang diatur di masing-masing pasal. (lihat lampiran no. 3)

4) Surat Ijin Kegiatan Kunjungan

Tabel 1 : Data Pengiriman Surat Ijin Kegiatan Kunjungan Kejarmama Tempat Kunjungan Pengiriman via Balasan Keterangan PT. Pertamina Fax. 021-3615936 via telepon diterima Lembaga Sensor Film Fax 021-7902971 via telepon diterima Dwi Sapta Advertising Fax.021 45847323 via telepon diterima PT. Garuda Indonesia

Tbk

Telp 021 5501771 via telepon diterima

TransCorp (“Bukan Empat Mata”

via telepon via telepon diterima

Indofood CBP Fax.021890118687 via telepon diterima PT Rajawali Citra

Televisi (RCTI)

Fax 021–5493686 via surat diterima

Aneka Yess! Fax.021-39899030 via surat diterima Metro TV (“Kick Andy

Show”)

Fax 021-5824514 via telepon Diterima

(43)

commit to user

54 5) Pendataan Kegiatan Kunjungan

Tabel 2: Data Kunjungan Perusahaan Rombongan Kejarmama Kunjungan

Perusahaan

a) PT. Pertamina

Hari/tanggal : Selasa, 4 Oktober 2011 Waktu : Pkl 09.00 – 11.00 WIB

Alamat : Jalan Medan Merdeka Timur 1A Jakarta 10110

Kegiatan : - Presentasi Profil Bisnis Pertamina - Presentasi Divisi Komunikasi Pertamina

Peserta : 49 mahasiswa / I + 1 Dosen b) Lembaga Sensor Film

Hari/tanggal : Selasa, 4 Oktober 2011 Waktu : Pkl 14.00 WIB – selesai Tempat : LSF (Lembaga Sensor Film)

Alamat : Gedung Film Jl. MT Haryono Kav 47 – 48 Jakarta Selatan 12770

Peserta : 49 mahasiswa / I + 1 Dosen c) Dwi Sapta Pratama Advertising

Hari/tanggal : Selasa, 4 Oktober 2011 Waktu : Pkl 14.00 WIB – selesai

Tempat : Gading Bukit Indah Complex Block I No.

22-23

Alamat : Jl. Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Kegiatan : Kunjungan Pembelajaran dan Dialog Interaktif

Peserta : 49 mahasiswa / I + 1 Dosen d) PT. Garuda Indonesia Tbk

Hari/ Tanggal : Selasa, 4 Oktober 2011 Waktu : Pkl 14.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium 1, Gedung Manajemen

(44)

commit to user

Garuda City

Alamat : Area Perkantoran Bandara Sukarno-Hatta Cengkareng 19120

Kegiatan : Kunjungan Pembelajaran dan Dialog Interaktif

Peserta : 49 mahasiswa / I + 1 Dosen Kunjungan

Perusahaan

e) Trans Corp

Hari/ Tanggal : Selasa, 4 Oktober 2011 Waktu : Pkl 17.00 WIB - selesai Tempat : TRANS CORP

Alamat : Jl. Kapten P. Tendean No. 12-14A Jakarta 12790

Kegiatan : On/off Air “Bukan Empat Mata”

Peserta : 147 mahasiswa / I + 3 Dosen f) Indofood CBP

Hari/ Tanggal : Rabu, 5 Oktober 2011 Waktu : Pkl 09.00 WIB - selesai

Tempat : Pabrik Mi Instan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Alamat : Jl. Kp. Jarakosra Desa Sukadanau Cibitung - Bekasi

Kegiatan : Kunjungan Pembelajaran Jumlah Peserta: 150 orang

g) PT Rajawali Citra Televisi (RCTI) Hari/ Tanggal : Rabu, 5 Oktober 2011 Waktu : Pkl 10.00 s/d 12.00 WIB

Tempat : Ruang presentasi, Lobby utama RCTI Alamat : Jln. Raya Perjuangan Kebon Jeruk,

Jakarta 11530

Divisi Corporate Secretary : 021 – 5303540/50 ext 1905 Peserta : Maksimal 50 orang (sudah termasuk guru

pendamping)

(45)

commit to user

56 Kunjungan

Perusahaan

h) Aneka Yess!

Hari / Tanggal : Rabu, 5 Oktober 2011 Waktu : Pkl 10.00 - selesai

Tempat : Kantor Majalah Aneka Yess!

Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 58 Jakarta Pusat 10440

Kegiatan : Kunjungan Pembelajaran Peserta : 49 mahasiswa / I + 1 Dosen i) Metro TV

Hari/tanggal : Rabu, 5 Oktober 2011 Waktu : 19.00 – 21.00 WIB Tempat : Grand Studio – Metro TV

Alamat : Jl. Pilar Mas Raya Kav. A – D, Kedoya Kebon Jeruk, Jakarta 11520

Kegiatan : On/off Air “Kick Andy Show”

Topik : Kesempatan Kedua

Peserta : 49 mahasiswa / i + 1 Dosen Dress Code : Batik

Berlaku : 150 orang

6) Objek Wisata

Tabel 3 : Data Kunjungan ke Objek Wisata Rombongan Kejarmama Kunjungan

Objek Wisata

Dunia Fantasi

151 peserta mendapatkan voucher dari kantor perwakilan PT. Bintang Selatan

Telp : 024-8314776

Museum Nasional

(46)

commit to user 7) Akomodasi

Tabel 4 : Daftar Penginapan Rombongan Kejarmama Penginapan : Hotel Lautze berjumlah 36 Quart

Jl. Lautze No. 24 Telp 021-6258333 Transit

Islamic Center Bekasi

: 150 Mahasiswa dan 3 Dosen Jl. A. Yani No. 22 Telp 021-8840451

8) Catering dan Restoran

Tabel 5 : Data Catering dan Restoran Rombongan Kejarmama Lokasi 1 Warung makan Salsabil

- Berangkat ke Jakarta - Tanggal 3 Oktober

2011

Menu : nasi, ayam, sop, mi,

krupuk, sambal, buah, teh, air putih

Lokasi 2 CV. Melati Catering Makan Pagi di Islamic Center

- Tanggal 4 Oktober 2011

Menu : nasi, ayam, sayur kecambah, sayur sop, bakwan jagung, krupuk, sambal, air putih, the

Lokasi 3 PT Cakra Wredhi Pratama (makan siang dan makan malam) - Tanggal 4 Oktober

2011

Makan siang : di pertamina

Menu : nasi putih, cap cay, kakap goreng tepung, bihun goreng, air mineral (dosen : bakwan)

Makan malam : sentra parkir TransCorp

Menu : nasi putih, tumis buncis, balado daging, tahu goreng, air mineral (dosen : telur pindang)

(47)

commit to user

58

b. Validitas Keberangkatan

Tahap Validitas Keberangkatan tersebut merupakan tahapan setelah proses persiapan dan perencanaan. Validitas tersebut berisi tentang tanggal keberangkatan yang sudah valid, jumlah peserta, serta kru yang berangkat mendampingi peserta di lapangan.

- Tanggal 5 Oktober 2011

Makan siang : di museum gajah

Menu : nasi putih, tumis kacang panjang, ayam balado, tempe goreng tepung, air mineral (dosen : dadar isi)

Makan malam : metro TV

Menu : nasi putih, cap cay goreng, ikan kembung rica-rica, mie goreng, air mineral (bakwan) Lokasi 4 Restaurant Laut Biru

Makan Siang

- Tanggal 6 Oktober 2011

Menu : nasi putih, sambal goreng teri, sop, ayam, krupuk, teh, buah

Lokasi 5 Rumah Makan Suka Hati Makan malam pulang kembali ke Solo - Tanggal 6 Oktober

2011

Menu : nasi putih, ayam, sop, krupuk, sambal, buah

(48)

commit to user

Tabel 6 : Data Keberangkatan dan Kru Rombongan Kejarmama

c. Itinerary

Itinerary tersebut dapat diartikan sebagai jadwal perjalanan. Jadwal tersebut dibagi menjadi 2 yaitu jadwal rencana perjalanan (planning itinerary) dan jadwal nyata perjalanan (real itinerary). Fungsi dari jadwal perencanaan tersebut adalah menjadi panduan terhadap waktu di perjalanan, sehingga keterlambatan dapat dihindari. Sedangkan untuk jadwal nyata saat perjalanan tersebut mempunyai fungsi agar mempermudah dalam evaluasi setelah perjalanan.

Tanggal Berangkat

: 3 -7 Oktober 2011

Peserta : 150 orang

Armada : 3 Armada Queen 23 Jogja, jenis mesin Mercedes Benz, seri OH 1526, model Evobus

Tour Leader : Bus 1 Bus 2 Bus 3

Rismanto Septandho Hishaf Imam Widyo S Co Tour

Leader

: Nia Rela Rasta Miftah

Cameramen : Irsan

(49)

commit to user

60 1) Jadwal Perencanaan (Planning Itinerary)

(50)

commit to user

2) Jadwal Nyata Perjalanan (Real Itinerary)

(51)

commit to user

62

(52)

commit to user

(53)

commit to user

64

d. Analisis Perjalanan Kunjungan Kejarmama

Secara keseluruhan, dari administrasi hingga keberangkatan rombongan Kejarmama tersebut dapat dibilang lancar. Semua kunjungan ke perusahaan-perusahaan terkait dapat terpenuhi dan tepat waktu. Meskipun beberapa menghadapi peristiwa yang tidak diinginkan seperti keterlambatan armada karena armada tidak bersikap professional dalam manajemen waktunya, kemudian pecah ban pada Bus 2, sehingga Bus 1 dan 3 harus menunggu di rumah makan Salsabil Kendal, dan catering terdapat kesalahan pencatatan tanggal sehingga menambah kegalauan Creative Entrepreneur Tour (CET). Dengan kreatifnya, CET memberikan statement yang menenangkan kepada peserta maupun panitia, sehingga tidak ada yang tahu kecuali kru CET dan kru armada bahwa sedang mengalami suatu kendala. Dan beruntungnya, estimasi waktu yang dibuat oleh CET dalam itinerary cukup longgar, sehingga sedikit banyak dapat membantu CET dalam berhubungan dengan beberapa perusahaan tidak terlambat dalam kegiatan kunjungannya. Kesemua kendala tersebut juga dapat teratasi dengan kekompakan yang dibangun CET dengan kru armada serta peserta tour.

Dari hasil evaluasi melalui hasil wawancara kepada peserta, mereka berpendapat bahwa hasil kegiatan kunjungan dapat berjalan maksimal dan memuaskan. Pihak Dosen pembimbing juga berpendapat sama. Sehingga setelah kepulangan dari perjalanan kunjungan, kesuksesan perjalanan tersebut sampai ke telingan para

(54)

commit to user

Dosen dan Dekan. Diakui oleh Dosen dan Dekan beberapa kali perjalanan kunjungan, sebelumnya tidak pernah ada Biro perjalanan yang memenuhi semua agenda kunjungan ke perusahaan. Karena Biro Perjalanan lain kebanyakan tidak mau berfikir pusing untuk mengatasi kegiatan kunjungan. Tidak bisa dipungkiri bahwa mengurus kegiatan kunjungan sangatlah menguras pikiran, waktu dan tenaga karena perijinan masuk perusahaan atau instansi haruslah dikantongi dahulu sebelum peserta masuk untuk berkunjung. Sehingga para dosen serta dekan juga menyambut baik hasil kunjungan sebelumnya dan juga maksud mahasiswa mencari pengetahuan di luar bangku kuliah, sehingga pihak kampus memutuskan untuk membantu pendanaan pada perjalanan kunjungan berikutnya.

Adanya kepuasan yang dicapai tersebut, tidak lantas membuat CET lalai dan berbangga hati. CET selalu memaksimalkan apa yang masih dapat diusahakannya. Masih banyak yang harus dikoreksi dalam pelayanan terhadap peserta perjalanan. Meskipun menurut peserta sudah cukup baik dalam pelayanannya karena CET mengupayakan adanya Tour Leader dan Co Tour Leader agar dapat bersinergi dalam lapangan. Seperti halnya dalam pembagian tugas meng-handle peserta dan perusahaan.

Masukan pula kepada CET dalam pembagian kamar dapat dioptimalkan kembali dengan 1 minggu atau beberapa hari sebelum keberangkatan dapat meminta nomor kamar sehingga pada hari H tiba di hotel tidak perlu membagi kunci kamar karena kunci kamar telah

(55)

commit to user

66 disiapkan di pintu kamar atau dapat dibagi dalam bus. Hal tersebut dapat dilakukan CET yang berkoordinasi dengan pihak hotel. Peserta dapat langsung masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat.

2. Kegiatan Kunjungan Ilmu Teknologi Pangan (ITP)

Kegiatan Kunjungan yang diselenggarakan oleh program studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret tersebut merupakan kegiatan rutin dan wajib dilaksanakan pada mahasiswa semester 5.

Setelah cukup alot bersaing dengan 4 Biro Perjalanan yang lain, ITP memutuskan untuk memilih CET secara voting untuk memegang kendali dalam melayani kunjungan perjalanan mereka. Adanya voting tersebut menjadikan ITP menjalin kerjasama pada akhir tahun 2011. Tidak berbeda dengan Kejarmama, kegiatan tersebut dimaksudkan agar mahasiswa mengetahui berbagai proses tentang kegiatan produksi pangan secara langsung dengan ada yang di lapangan.

Meski CET mengarahkan untuk melakukan kujungan ke daerah Jakarta yang merupakan pusat kegiatan industri, namun dari pihak mahasiswa ITP menginginkan menuju ke arah Surabaya dan Bali. Karena selain mereka melakukan kunjungan perusahaan, di sisi lain mereka juga dapat berwisata di pulau Dewata tersebut.

Cukup berbeda dengan Kejarmama yang telah ditentukan beberapa tempat kunjungannya, ITP menyerahkan tujuan kunjungannya kepada CET. Dengan berbekal browsing di dunia maya serta sedikit mendapat pengetahuan tentang beberapa pabrik di Surabaya, akhirnya setelah CET berkoordinasi dengan pihak panitia, mereka setuju dengan beberapa pilihan tempat kunjungan yang

(56)

commit to user

direferensikan oleh CET. Berikut beberapa persiapan dan perencanaan keberangkatan, validitas keberangkatan, itinerary, serta dilengkapi analisis kegiatan ITP.

a. Persiapan

Persiapan merupakan suatu tahap mengumpulkan beberapa data yang menjadi komponen dalam suatu kegiatan wisata. Karena kegiatan yang dibahas merupakan kegiatan kunjungan, sehingga diperlukan beberapa tahapan dalam persiapannya seperti armada yang akan digunakan, administrasi pemilihan kegiatan kunjungan, Memorandum of Understanding (MOU), pengiriman surat ijin kegiatan kunjungan, pendataan kegiatan kunjungan, objek wisata, akomodasi, catering yang ditentukan.

1) Armada

PO. Queen 23 Jogjakarta

Jl. Ring Road Barat No. 88 Yogyakarta Telp.0274-6499123 2) Administrasi Pemilihan Tempat Kunjungan

a) PT. Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat)

Tujuan kunjungan ke pocari sweat tersebut dengan maksud untuk mengetahui proses pembuatan pocari sweat dan mengetahui

Gambar

Tabel 1 : Data Pengiriman Surat Ijin Kegiatan Kunjungan Kejarmama  Tempat Kunjungan  Pengiriman via  Balasan  Keterangan  PT
Tabel 2: Data Kunjungan Perusahaan Rombongan Kejarmama  Kunjungan
Tabel 3 : Data Kunjungan ke Objek Wisata Rombongan Kejarmama  Kunjungan
Tabel 4 : Daftar Penginapan Rombongan Kejarmama  Penginapan   :  Hotel Lautze  berjumlah 36 Quart
+6

Referensi

Dokumen terkait

Adalah gabungan dua klausa independent atau lebih menggunakan tanda baca koma, atau dengan coordinate conjunction.. Adalah gabungan dua klausa independent atau lebih menggunakan

Berpindah nya suatu produsen dari satu perusahan satu keperusahaan lain dikarenakan naik nya harga dari faktor suatu produksi dan perushaan tetap memproduksi

merupakan data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif yang berasal dari instrumen penelitian berupa lembar

Beberapa persoalan yang timbul dari pembudidaya ikan cupang yang tergabung dalam Komunitas Peternak Cupang Cilacap (KPCC) adalah bagaimana memahami potensi lahan

Migrasi Post Stack adalah metode migrasi yang dalam pengolahan. datanya dilakukan setelah proses

Hasil uji koefisien determinasi (R 2 ) menunjukkan Adjusted R Square sebesar 0,557 atau 55,7% yang berarti variasi variabel turnover dapat dijelaskan oleh variable beban

Metode mekanik adalah metode yang menggunakan tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya dengan cara membuat bangunan/benteng. Metode ini bertujuan untuk mengurangi

Umur bisa mempengaruhi tingkat pengetahuan pasien dimana seseorang yang berumur lebih lanjut mereka tidak akan terlalu mempertimbangkan atau memperhatikan apa yang