B. Analisis Data dan Pembahasan
1. Proses Pengembangan
Pengembangan model molekul menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang diadaptasi menjadi tiga tahap dan dijabarkan sebagai berikut:
a. Tahap Analisis (Analysis)
Pada tahap pertama ini dilakukan analisis kompetensi, analisis pengguna dan analisis instruksional. Pada analisis kompetensi dilakukan tinjauan terhadap Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada sub materi bentuk molekul yang mengacu pada Kurikulum 2013, yaitu:
KI 3: Memahami, menerapkan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanuasiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KD :
3.6 Menerapkan Teori Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR) dan Teori Domain elektron dalam menentukan bentuk molekul.
4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak kimia.
Setelah dianalisis KD 4.6 ternyata dilakukan langsung oleh peserta didik sesuai kemampuan dan kreatifitasnya. Model molekul memiliki fungsi untuk mengurangi tingkat keabstrakan materi bentuk molekul dan mampu membuat peserta didik lebih kreatif membuat model molekul sendiri dengan benar. Oleh karena itu, KD 4.6 tidak dijadikan dasar untuk mengembangkan alat peraga model molekul.
Analisis pengguna yaitu menentukan sasaran pengguna dari model molekul. Hal-hal yang dianalisis adalah kebutuhan bagi peserta didik dan pendidik untuk membantu pemahaman dalam proses pembelajaran khususnya sub materi bentuk molekul. Hasil dari analisis pengguna adalah alat peraga ini dapat digunakan oleh peserta didik kelas X SMA/MA peminatan MIA atau IIS. Tahap analisis instruksional menentukan indikator pembelajaran dan tujuan pembelajaran dalam pengembangan model molekul yaitu:
Indikator: Menjelaskan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR) dan menentukan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi.
Tujuan pembelajaran :
1) Peserta didik dapat menjelaskan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR) dengan tepat.
2) Peserta didik dapat meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR).
Berdasarkan hasil analisis indikator pembelajaran dapat disajikan komponen alat peraga sebagai berikut:
1) Tiga belas model molekul berdasarkan teori VSEPR
2) Tiga belas mini leaflet yang berisi penjelasan bentuk molekul, contoh dan sifat (polar atau nonpolar) bentuk molekul.
3) Teori VSEPR berkaitan dengan kepolaran molekul b. Tahap Perencanaan (Design)
Tahap ini meliputi pembuatan desain model molekul, desain mini leaflet, desain tampilan kotak, susunan materi pada mini leaflet, tempelan magnet dan petunjuk penggunaan alat peraga. Materi tentang bentuk model molekul dimuat dalam mini leaflet. Isi mini leaflet diperoleh dari berbagai sumber/referensi yang kemudian ditinjau oleh dosen pembimbing sebagai ahli materi. Gambar bentuk ruang pada mini leaflet diambil dari sumber yang kemudian dimodifikasi menggunakan aplikasi CorelDRAW X6. Desain kotak merupakan hasil unduhan dari beberapa sumber yang kemudian dimodifikasi menggunakan CorelDRAW X6.
c. Tahap Pengembangan (Development)
Produk alat peraga model molekul mulai dikembangkan sesuai desain yang telah dirancang pada tahap perencanaan. Pembuatan alat peraga model molekul diawali dengan membuat bulatan untuk atom pusat, atom terikat dan bentuk yang oval untuk PEB dari bahan kayu jati. Pembuatan tersebut menggunakan mesin bubut, kemudian melubangi beberapa bagian pada atom pusat, atom terikat dan PEB untuk diberikan bambu sebagai ikatannya.
Kotak model molekul terbuat dari bahan karton kuning 30A dengan ketebalan 2 mm dilapisi kertas samson dengan ukuran kotak panjang, lebar dan tinggi berturut-turut adalah (9 x 8 x 9) cm yang disusun seperti anak tangga dan membuat identitas tiap kotak menggunakan stiker vinil. Mini leaflet model molekul menggunakan kertas art paper 150 dengan ukuran 8 x 8 cm. Tempelan magnet contoh molekul dan sifat molekul menggunakan karton kuning 30A
ketebalan 2 mm dilapisi stiker vinil dan menggunakan magnet ferrit hitam ukuran 15 mm.
Produk pengembangan yang pertama kemudian ditinjau oleh ahli materi, ahli media dan peer reviewer untuk memperoleh masukan dan saran. Hasil dari tinjauan akan dijadikan dasar dalam merevisi produk. Hasil penilaian dan saran dianalisis, dipilih dan dipilah berdasarkan karakteristik model molekul. Saran yang sesuai akan digunakan sebagai dasar untuk merevisi model molekul. Berikut beberapa masukan dari ahli materi, ahli media dan peer reviewer.
Masukan yang diberikan oleh ahli materi antara lain: 1) Cek perbedaan konsep tetrahedron dan tetrahedral.
2) Beberapa model molekul kurang mengarah pada pemahaman konsep. Masukan yang diberikan oleh ahli media antara lain:
1) Nama bentuk molekul AX4E diganti menjadi jungkat jungkit.
2) Tambahkan perbedaan antara segiempat dan bujur sangkar pada leaflet.
Semua masukan dari ahli materi dan ahli media digunakan untuk merevisi model molekul. Masukan dan saran dari ahli materi, ahli media, dan peer reviewer
selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 7.
Masukan yang diberikan oleh lima orang peer reviewer yang diikuti antara lain: 1) Ukurang mini leaflet diperbesar menjadi 8 cm.
2) Letak PEI pada bentuk AX2E2 diperbaiki.
Masukan yang diberikan oleh 5 peer reviewer yang tidak diikuti antara lain:
1) Alat peraga sebaiknya dilengkapi latihan soal seperti LKPD untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik. Masukan ini tidak dijadikan dasar
untuk merevisi produk karena pada alat peraga sudah terdapat tempelan magnet berupa contoh dari tiap molekul yang berfungsi untuk mengevaluasi pemahaman konsep peserta didik.
2) Bagian pengunci kotak diganti agar lebih awet dan tidak mudah rusak. Masukan ini tidak dijadikan dasar untuk merevisi produk karena bagian pengunci kotak pada alat peraga sudah sederhana dan mudah untuk dibuka tutup dan tidak mudah lepas karena sudah dilakukan pemasangan yang tepat. 3) Pewarnaan lebih baik menggunakan cat semprot. Masukan ini tidak dijadikan
dasar untuk merevisi produk karena penggunaan cat semprot kurang baik untuk bentuk kayu yang bulat dan kecil.
4) Sebaiknya ditambah bahan untuk menunjukkan bentuk ilustrasi ruangnya, agar lebih memperjelas. Masukan ini tidak dijadikan dasar untuk merevisi produk karena gambar bentuk ruang dari molekul sudah terdapat pada mini leaflet.
Hasil tinjauan oleh ahli materi, ahli media dan peer reviewer yang telah dipilah dan dipilih selanjutnya dijadikan dasar untuk merevisi produk awal. Produk hasil revisi tersebut kemudian akan dinilai oleh reviewer dan peserta didik pada tahap evaluasi.
d. Tahap Evaluasi (Evaluation)
Alat peraga model molekul yang telah dibuat kemudian dinilai oleh
reviewer dan peserta didik, sehingga diperoleh data kuantitatif. Data tersebut kemudian diubah menjadi data kualitatif untuk menentukan kualitas dari alat peraga model molekul. Masukan dan saran dari reviewer dan peserta didik
kemudian dipilah dan dipilih untuk dijadikan dasar penyempurnaan produk. Masukan dan saran yang diberikan oleh reviewer dan digunakan untuk merevisi produk antara lain:
1) Gambar bagian depan mini leaflet sebaiknya diganti dengan yang ada kaitannya dengan teori VSEPR.
2) Warna kotak yang terlihat hampir sama (AX2E2, AX2E dan AX3E2) sebaiknya diganti agar warna terlihat lebih menarik.
3) Tambahkan contoh molekul XeF6 pada tempelan magnet
Masukan yang diberi oleh reviewer dan tidak digunakan untuk merevisi produk antara lain:
1) Berikan warna yang sesuai unsur pada model molekulnya. Masukan ini tidak dijadikan dasar untuk merevisi produk karena alat peraga yang dikembangkan digunakan untuk memproyeksikan semua molekul secara umum jadi tidak terbatas hanya satu unsur saja, sehingga warna yang digunakan dibuat universal.
Masukan yang diberikan oleh peserta didik adalah sebagai berikut: 1) Bagian bawah kotak juga dilapisi sticker biru agar lebih rapi. 2) Warna kotak yang hampir sama diganti agar lebih berbeda.
Semua masukan dari peserta didik pada uji terbatas digunakan untuk merevisi model molekul. Hasil dari penilaian reviewer dan peserta didik selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kualitas produk dan penyempurnaan produk akhir yaitu alat peraga model molekul