Pemahaman terhadap suatu instrumen yang baik adalah sangat penting. Instrumen yang baik akan dapat menghasilkan informasi sebagaimana adanya. Suatu instrumen yang baik dapat dilihat dari sejauh mana persyaratan baku suatu instrumen telah dipenuhinya. Ada dua syarat utama instrumen dikatakan baik yaitu valid dan reliabel. Sebagaimana yang dijelaskan Sugiyono (2014, hlm. 173):
“Jadi instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel”. Maka dari itu peneliti harus mampu menyusun instrumen dan menguji validitas dan reliabilitas instrumen yang disusunnya.
Validitas kadangkala disamakan dengan kesahihan atau kesangkilan. Suntoda (2013, hlm. 9) menjelaskan “Sebuah instrumen dikatakan valid apabila
tes tersebut mampu mengukur secara tepat terhadap apa yang semestinya diukur”.
Mengenai reliabilitas, Sugiyono (2014, hlm. 173) menjelaskan “Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama”. Lebih lanjut Fathoni (2006, hlm. 31) menjelaskan bahwa:
Reliabilitas suatu alat pengukur menunjukkan keajegan hasil pengukuran sekiranya alat pengukur yang sama digunakan oleh orang yang sama dalam waktu yang berlainan atau orang yang berlainan dalam waktu yang bersamaan atau dalam waktu yang berlainan.
Dengan kata lain, reliabilitas adalah ketetapan dari suatu instrumen untuk diujikan kembali. Reliabilitas ini juga menggambarkan objektivitaas, karena hasil pengukuran tidak terpengaruh oleh sikap pengukurannya.
1. Uji Coba Instrumen Penelitian
Angket yang telah disusun lalu diuji cobakan untuk mengukur validitas dan reliabilitas dari setiap butir-butir pernyataan-pernyataan. Dari hasil uji coba angket akan diperoleh sebuah angket yang memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai pengumpul data dalam penelitian ini.Uji coba angket dilaksanakan pada tanggal 27Juli 2015 di SMP Handayani 1 Banjaran. Angket tersebut diberikan kepada para sampel uji coba sebanyak 40 siswa untuk angket kepercayaan diri.
35
Desi Rosita, 2015
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK SENAM IRAMA (JUMSIHAT 2) DAN NILAI KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PASUNDAN 1 BANJARAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Analisis Validitas dan Analisis Reliabilitas
Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Menurut Arikunto (2011, hlm. 97) “Validitas
adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu
alat ukur”.
Untuk mengetahui tingkat validitas instrumen yang telah di uji cobakan ditempuh langkah-langkah berikut:
a) Memberikan skor pada masing-masing butir pertanyaan b) Memberikan skor untuk keseluruhan jumlah butir pertanyaan c) Menyusun skor dari skor yang didapat
Uji validitas dilakukan berkenaan dengan ketetapan alat ukur terhadap konsep yang di ukur. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi
Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson dengan rumus sebagai berikut:
= � ∑ − ∑ ∑
√{ � ∑ − ∑ }{ � ∑ − ∑ }
(Sumber: Abduljabar & Darajat, 2012, hlm. 55) Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi antara variabel x dan y
N : Jumlah subjek atau responden
X : Skor butir
Y : Skor total
∑X2
: Jumlah kuadrat nilai x
∑Y2
: Jumlah kuadrat nilai y
Karakteristik validitas, membandingkan nilai validitas (rxy) setiap butir pernyataan dengan tabel kritis r product moment dengan taraf signifikansi 5%.Jika rhitung> rtabel, maka item instrumen dinyatakan valid dan dapatdipergunakan.Sebaliknya, jika rhitung≤ rtabel, maka item instrumen dinyatakan tidak valid dan tidak dapat dipergunakan.
Untuk memudahkan peneliti maka digunakan alat bantu yaitu Microsoft Excel 2010. Setelah mendapatkan nilai korelasi dari setiap butir pernyataan dan
36
Desi Rosita, 2015
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK SENAM IRAMA (JUMSIHAT 2) DAN NILAI KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PASUNDAN 1 BANJARAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
telah dibandingkan dengan tabel kritis r product moment dengan taraf signifikansi 5%, dengan jumlah respondens 40 orang siswa dan jumlah butir pernyataan sebanyak 80 pernyataan. Jika hasil dari r hitung (rxy) > r tabel maka butir pernyataan tersebut dikatakan signifikan atau valid apabila sebaliknya r hitung (rxy) < r tabel maka butir pernyataan tersebut dikatakan tidak signifikan atau tidak valid.
Reliabilitas menurut Arikunto (2011, hlm. 221) adalah “Suatu instrumen
cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.”Reliabilitas penelitian menggunakan rumus :
= + . / /
/ /
(Sumber: Arikunto (2010, hlm. 223)
Keterangan :
= Reliabilitas Instrumen
/ / = yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan instrumen.
2. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian
a. Uji Coba Instrumen Kepercayaan Diri
Angket yang telah disusun harus diuji cobakan untuk mengukur tingkat validitas dan reliabilitas dari setiap butir pertanyaan-pernyataan. Dari uji coba angket akan diperoleh sebuah angket yang memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai pengumpul data dalam penelitian ini.Uji coba instrumen tersebut bertujuan untuk menentukan valid atau tidaknya suatu tes berupa angket dan apakah tes berupa angket tersebut cocok atau tidaknya digunakan dalam penelitian tentang pengaruh media audio visual terhadap kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran senam irama (Jumsihat 2) di SMP Handayani 1 Banjaran.
Adapun tujuan uji coba angket menurut Arikunto (2011, hlm. 166) adalah sebagai berikut:
37
Desi Rosita, 2015
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK SENAM IRAMA (JUMSIHAT 2) DAN NILAI KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PASUNDAN 1 BANJARAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a) Untuk mengetahui tingkat kepahaman instrumen, apakah responden tidak menemukan kesulitan dalam menangkap maksud penelitian b) Untuk mengetahui teknik yang paling efektif
c) Untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh responden dalam mengisi angket
d) Untuk mengetahui apakah butir-butir yang tertera dalam angket sudah memadai dan cocok dengan keadaan di lapangan.
Untuk itu uji coba angket ini dilaksanakan kepada siswa yang berjumlah 40 orang. Sebelum para sampel mengisi angket tersebut, penulis memberikan penjelasan mengenai cara-cara pengisiannya.
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Instrumen Kepercayaan Diri
No.
Soal thitung ttabel Keterangan
No.
Soal thitung ttabel Keterangan
1 0,16 0,32 Tidak Valid 41 0,16 0,32 Tidak Valid
‴ 0,48 0,32 Valid 42 0,15 0,32 Tidak Valid
3 0,06 0,32 Tidak Valid 43 0,45 0,32 Valid
4 0,56 0,32 Valid 44 0,49 0,32 Valid
5 0,05 0,32 Tidak Valid 45 0,22 0,32 Tidak Valid
6 0,55 0,32 Valid 46 0,14 0,32 Tidak Valid
7 -0,‴ 0,32 Tidak Valid 47 0,40 0,32 Valid
8 0,32 0,32 Valid 48 0,49 0,32 Valid
9 0,47 0,32 Valid 49 0,38 0,32 Valid
10 -0,22 0,32 Tidak Valid 50 0,41 0,32 Valid
11 0,03 0,32 Tidak Valid 51 0,53 0,32 Valid
12 0,13 0,32 Tidak Valid 52 0,53 0,32 Valid
13 0,28 0,32 Tidak Valid 53 0,34 0,32 Valid
14 0,17 0,32 Tidak Valid 54 0,23 0,32 Tidak Valid
15 0,32 0,32 Valid 55 -0,21 0,32 Tidak Valid
16 0,45 0,32 Valid 56 0,37 0,32 Valid
17 0,32 0,32 Valid 57 0,42 0,32 Valid
38
Desi Rosita, 2015
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK SENAM IRAMA (JUMSIHAT 2) DAN NILAI KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PASUNDAN 1 BANJARAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu No.
Soal thitung ttabel Keterangan
No.
Soal thitung ttabel Keterangan
19 0,46 0,32 Valid 59 0,39 0,32 Valid
20 0,03 0,32 Tidak Valid 60 0,45 0,32 Valid
21 -0 0,32 Tidak Valid 61 0,34 0,32 Valid
22 0,23 0,32 Tidak Valid 62 0,18 0,32 Tidak Valid
23 0,21 0,32 Tidak Valid 63 0,16 0,32 Tidak Valid
24 0,16 0,32 Tidak Valid 64 0,47 0,32 Valid
25 0,41 0,32 Valid 65 0,53 0,32 Valid
26 0, 35 0,32 Valid 66 0,39 0,32 Valid
27 0,15 0,32 Tidak Valid 67 -0,21 0,32 Tidak Valid
28 0,33 0,32 Valid 68 0,13 0,32 Tidak Valid
29 0,52 0,32 Valid 69 0,38 0,32 Valid
30 0,62 0,32 Valid 70 0,29 0,32 Tidak Valid
31 0,33 0,32 Valid 71 0,39 0,32 Valid
32 0,26 0,32 Tidak Valid 72 0,02 0,32 Tidak Valid
33 0,42 0,32 Valid 73 0,35 0,32 Valid
34 0,55 0,32 Tidak Valid 74 0,15 0,32 Tidak Valid
35 0,40 0,32 Valid 75 0,19 0,32 Tidak Valid
36 0,23 0,32 Tidak Valid 76 0,24 0,32 Tidak Valid
37 0,4 0,32 Valid 77 0,30 0,32 Tidak Valid
38 0,22 0,32 Tidak Valid 78 -0,04 0,32 Tidak Valid
39 0,37 0,32 Valid 79 0,02 0,32 Tidak Valid
40 0,50 0,32 Valid 80 0,14 0,32 Tidak Valid
Dari hasil uji reliabilitas dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment dan dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown didapat nilai rhitung 0,643 dan rtabel Product Moment diketahui bahwa dengan n = 40 dengan taraf signifikan 5% = 0,312. Dengan demikian maka rhitung lebih besar daripada rtabel, hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian dapat dipercaya atau reliabel.
Untuk hasil analisis dari hasil uji signifikansi korelasi untuk tingkat percaya diri menunjukkan t-hitung = 5,18 , sedangkan t-tabel pada taraf nyata 0,05 dan dk
39
Desi Rosita, 2015
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL GERAK SENAM IRAMA (JUMSIHAT 2) DAN NILAI KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VII DI SMP PASUNDAN 1 BANJARAN
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(38) didapat nilai t-tabel 2,024. Dengan demikian maka, thitung lebih besar dari ttabel, ini berarti bahwa korelasi mempunyai reliabilitas yang signifikan.