• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : URAIAN TEORITIS

B. Landasan Teori

4. Proses Penyusunan Anggaran

Penyusunan anggaran merupakan proses akuntansi dan juga proses

manajemen. Dari segi akuntansi, penyusunan anggaran merupakan studi terhadap

mekanisme, prosedur untuk merakit data-data dan format anggaran. Dan dari segi

manajemen, penyusunan anggaran merupakan proses menetapkan peran tiap

Vika Maisuri Djauhari : Analisis Anggaran Biaya Operasional Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2009.

Penyusunan anggaran dilakukan melalui penafsiran-penafsiran yang akurat,

diperlukan berbagai data, informasi dan pengalaman, yang merupakan

faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun anggaran. Adapun

faktor-faktor tersebut menurut Munandar (2000 : 11) secara garis besar dapat dibedakan

menjadi dua kelompok, ialah :

a. Faktor-faktor intern yaitu data, informasi dan pengalaman terdapat di dalam

perusahaan sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain :

1) Penjual tahun-tahun yang lalu.

2) Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah dengan harga

jual, syarat barang yang dijual, pemilihan saluran distribusi dan

sebagainya.

3) Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan.

4) Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan, baik jumlahnya (kuantitatif)

maupun keterampilan dan keahliannya (kualitatif).

5) Modal kerja yang dimiliki perusahaan.

6) Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan yang berkaitan dengan

pelaksanaan fungsi-fungsi perusahaan, baik dibidang pemasaran, dibidang

produksi, dibidang pembelanjaan, dibidang administrasi maupun dibidang

personalia.

b. Faktor-faktor ekstern, yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat

diluar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap kehidupan

perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain :

Vika Maisuri Djauhari : Analisis Anggaran Biaya Operasional Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2009.

2) Tingkat pertumbuhan penduduk

3) Tingkat penghasilan penduduk

4) Tingkat kemandirian penduduk

5) Tingkat penyebaran penduduk

6) Agama, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat

7) Berbagai kebijaksanaan pemerintah, baik dibidang politik, ekonomi,

sosial, budaya maupun keamanan.

8) Keadaan perekonomian nasional maupun internasional, kemajuan

teknologi dan sebagainya.

Menurut Harahap (2001 : 83) ditinjau dari pembuatannya, maka

penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan cara :

a. Otoriter atau top down

Dalam metode otoriter atau top down, anggaran disusun dan ditetapkan

sendiri oleh pimpinan dan harus dilaksanakan bawahan tanpa keterlibatan

bawahan dalam penyusunannya.

b. Demokrasi atau bottom up

Sedangkan dalam metode demokrasi atau bottom up, anggaran disusun

berdasarkan hasil keputusan karyawan. Anggaran disusun mulai bawahan

sampai keatasan. Bawahan sepenuhnya menyusun anggaran yang akan

dicapainya dimasa yang akan datang.

c. Campuran atau top down dan bottom up

Dalam metode campuran atau top down dan bottom up, anggaran disusun

Vika Maisuri Djauhari : Analisis Anggaran Biaya Operasional Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2009.

bawahan. Jadi apa pedoman dari atasan atasan atau pimpinan dan

dijabarkan oleh bawahan sesuai dengan arahan atasan.

Dalam mempersiapkan dan menyusun anggaran sangat tergantung pada

struktur organisasi dari masing-masing perusahaan, akan tetapi pada garis

besarnya tugas mempersiapkan dan menyusun anggaran dapat didelegasikan

kepada :

a. Bagian administrasi bagi perusahaan kecil. Hal ini disebabkan karena

kegiatan- kegiatan perusahaan tidak terlalu kompleks, sederhana dengan

ruang lingkup terbatas, sehingga tugas penyusunan budget dapat

diserahkan kepada salah satu bagian saja dari perusahaan yang

bersangkutan. Dibagian administrasi inilah terkumpul data-data informasi

yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, baik kegiatan dibidang

pemasaran, kegiatan dibidang produksi, kegiatan dibidang pembelanjaan,

maupun kegiatan dibidang personalia. Dengan bekal data dan informasi

tersebut ditambah dengan data dan informasi dari luar perusahaan

(ekstern), bagian administrasi diharapkan lebih mampu menyusun

anggaran dari pada bagian-bagian lain dari perusahaan.

b. Panitia budget bagi perusahaan yang besar. Hal ini disebabkan karena

kegiatan perusahaan yang cukup kompleks, beraneka ragam, dengan ruang

lingkup yang cukup luas, sehingga bagian-bagian administrasi tidak

mungkin dan tidak mampu lagi menyusun anggaran sendiri tanpa

partisipasi secara aktif bagian-bagian lain dalam perusahaan. Oleh karena

Vika Maisuri Djauhari : Analisis Anggaran Biaya Operasional Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2009.

semua bagian yang ada dalam perusahaan, yang duduk dalam panitia

budget. Tim penyusun budget ini biasanya diketahui oleh salah seoran

pemimpin perusahaan dengan anggota-anggota yang mewakili bagian

pemasaran, bagian produksi, bagian pembelanjaan serta bagian personalia.

Sebelum disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, masih

dimungkinkan pula untuk diadakannya pembahasan-pembahasan antara pimpinan

tertinggi perusahaan dengan pihak yang diserahi tugas menyusun rancangan

anggaran tersebut.

Setelah disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, maka rancangan

budget tersebut telah menjadi budget yang defenitif, yang akan dijadikan sebagai

pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan.

Bilamana tugas penyusunan rancangan budget serta budget defenitif telah

selesai, maka panitia budget tidak bubar, melainkan secara berkala masih perlu

mengadakan pertemuan-pertemuan konsultatif guna membahas pelaksanaan

budget tersebut dari waktu ke waktu, untuk meningkatkan kerja sama dengan

koordinasi, serta mengadakan revisi-revisi terhadap budget yang telah disusun

bilamana memang dirasa perlu.

Adapun proses penyusunan anggaran menurut Mulyadi (2001: 506) adalah

sebagai berikut :

a. Komite anggaran penyusunan pedoman anggaran (budget guideline) yang

berisi kebijakan pokok perusahaan dalm bidang pemasaran, produksi, sumber

Vika Maisuri Djauhari : Analisis Anggaran Biaya Operasional Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2009.

kepada manajer departemen sebagai dasar untuk mengajukan rancangan

anggaran biaya pusat pertanggungjawaban.

b. Penyusunan rancangan anggaran penjualan oleh departemen pemasaran

berdasarkan kebijakan pokok perusahaan dan perkiraan penjualan jangka

pendek.

c. Penyusunan rancangan anggaran biaya pusat pertanggungjawaban berdasarkan

kebijakan pokok perusahaan dan rancangan anggaran penjualan oleh para

manajer pusat pertanggungjawaban.

d. Penyusunan rancangan anggaran persediaan produk jadi oleh departemen

produksi

e. Penyusunan rancangan anggaran harga pokok penjualan oleh departemen

anggaran berdasarkan biaya produksi, rancangan anggaran penjualan.

f. Penyusunan anggaran laporan rugi laba yang diproyeksikan berdasarkan

rancangan anggaran penjualan, rancangan anggaran harga pokok penjualan

dan rancangan anggaran biaya pemasaran, rancangan anggaran biaya

administrasi dan umum.

g. Penyusunan rancangan anggaran modal berdasarkan perkiraan penjualan

jangka panjang.

h. Penyusunan rancangan anggaran kas berdasarkan rancangan anggaran

penjualan, rancangan anggaran biaya pusat pertanggungjawaban dan

rancangan anggaran modal.

i. Penyusunan rancangan neraca yang di proyeksi berdasarkan rancangan

Vika Maisuri Djauhari : Analisis Anggaran Biaya Operasional Pada PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, 2009.

j. Penyusunan rancangan anggaran modal kerja

k. Penelaahan rancangan anggaran biaya pusat pertanggungjawaban oleh komite

anggaran.

l. Negosiasi rancangan anggaran biaya pusat pertanggungjawaban dengan

komite anggaran.

m. Persetujuan rancangan anggaran biaya pusat pertanggungjawaban oleh komite

anggaran.

n. Penyesuaian rancangan anggaran induk oleh departemen anggaran sebagai

akibat dari hasil proses negosiasi antara para manager pusat

pertanggungjawaban dengan komite anggaran.

o. Pengajuan rancangan anggaran induk oleh komite anggaran kepada dewan

komisaris dan RUPS.

p. Penelaahan rancangan anggaran induk oleh dewan komisaris dan RUPS.

q. Pengesahan rancangan anggaran induk menjadi anggaran induk perusahaan

oleh RUPS.

Dokumen terkait