• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. ANALISIS HASIL PENELITIAN

5. Proses Penyusunan APBD

Mekanisme penyusunan APBD Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui tahap-tahap berikut:

Proses Penjaringan Aplikasi Masyarakat yang Dikoordinasi oleh Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota)

a.Melakukan musyawarah pembangunan (Musbang) di tingkat kelurahan dan kecamatan yang dihadiri oleh perwakilan kelompok masyarakat, aparat kelurahan, kecamatan dan dari Bappeko.

b. Hasil Musbang diseleksi dan dikonsolidasi dalam forum Prarakorbang (Rapat Koordinasi Pembangunan) dan forum Rakorbang yang diselenggarakan oleh Bappeko.

c.Pengevaluasian data-data dan kinerja tahun lalu dan dokumen perencanaan pemerintah pusat.

d. Hasil Rakorbang dituangkan dalam Repetada (Rencana Pembangunan Tahunan Daerah)

Proses penjaringan aspirasi masyarakat di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dari perwakilan kelompok masyarakat dengan aparatur daerah untuk mengajukan arah dan kebijakan umum, strategi dan prioritas APBD yang akan dibahas untuk menyusun penganggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan. Secara umum proses penjaringan ini sudah sesuai dengan yang diatur dalam Kepmendagri 29/2002.

44

b. Proses Penyusunan RKA-SKPD yang Dikoordinasi oleh Panitia Anggaran Eksekutif

Melalui surat edaran kepala daerah, setiap unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan diminta untuk menyusun Rencana Kerja Anggaran SKPD dengan mengisi formulir-formulir kelengkapan sebagai berikut:

Menyusun usulan program dan kegiatan satuan kerja (S1, S2 dan S2A) oleh masing-masing unsur perencana di setiap satuan kerja dengan memerhatikan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam renstra.

a. Merencanakan tolok ukur kinerja setiap program atau kegiatan yang diusulkan.

b. Menyusun rencana anggaran pendapatan satuan kerja (S3A)

c. Menyusun rencana anggaran langsung kegiatan satuan kerja (S3B1, dan S3B.1.1)

d. Menyusun rencana anggaran belanja tidak langsung (SB2) e. Menyusun rencana anggaran belanja satuan kerja (S3B) f. Menyusun rencana anggaran satuan kerja (S3)

6. Proses penyusunan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (BAPPEDA PEMKAB TAPSEL)

45

a. Kebijakan Umum Anggaran (KUA) BAPPEDA PEMKAB TAPSEL

1) Peningkatan peran serta ( partisipasi) masyarakat dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan di Daerah melalui penjaringan aspirasi mayrakat terhadap kebutuhan pembanguanan.

2) Meningkatkan kualitas data dan informasi pembangunanan sebagai bahan dasar penyusunan rencana pembangunan.

3) Peningkatan koordinasi penyusunan dan pengusulan Rencana kegiatan prioritas pPembangunan tahun 2007 yang merupakan kewenangan Pemerintah atasan di Daerah.

4) Peningkatan koordinasi penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2006 serta perubahan APBD Tahun 2006 sesuai dengan kegiatan prioritas pembangunan daerah.

5) Peningkatan koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan Daerah dengan SKPD.

6) Peningkatan penyusunan indikator kinerja kegiatan pembangunan Daerah.

7) Melakukan monotoring pelaksanaan rencana pembangunan di Daearah untuk penyempurnaan lebih lanjut.

46

8) Peningkatan studi dan penelitian dalam rangka peningkatan pengembangan pengelolaan potensi Sumber Daya Alm Daerah. 9) Peningkatan studi dan Penelitian dalam rangka penataan,

pengendalaia, dan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten

10)Mendorong upaya peningkatan sumber daya manusia Aparatur Perencana melalui Pendididkan dan Pelatihan teknis perencanaan.

11)Peningkatan sarana dan prasarana penunjajang dalam perumusan perencanaan Pembanguanan di Daerah.

b. Penyusunan Strategi dan Prioritas dari KUA Badan Perencanaan Pembagunan Kabupaten Tapanuli Selatan

Perencana strategis merupakan proses berkesinambungan suatu pengambilan keputusan yang mengandung resiko. Pengambilan keputusan ini dilakukan secara sistematis dengan memanfaatkan pengetahuan yang luas tentang kondisi yang akan datang, mengelila usaha yang diperlukan untuk melaksanakan keputusa tersebut, dan membandingkan hasil yang dicapai dengan harapan yang telah ditetapkan, serta menyiapkan umpan balik untuk pengambilan keputusan selanjutnya.

Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang beroreintasi pada hasil yang ingin dicapai dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul; mengandung visi, misi, tujuan, sasaran,

47

kebijaksanaa. Program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan.

Dengan kata lain, perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat oleh pimpinan untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

c. Strategi dan Prioritas dari Arah dan Kebijakan Umum APBD 1) Nilai

Dalam mencapai visi dan misi BAPPEDA maka niai-nilai yang dianut adalah sebagai berikut: (1) kualitas; (2) kerjasama dan koordinasi; dan (3) tanggung jawan dan akuntabilitas.

2) Pencermatan Lingkungan Internal dan Eksternal (PLI dan PLE) Berdasarkan pencermatan lingkungan internak dan eksternak pada kantor BAPPEDA Kabupaten Tapanulis Selatan diperoleh beberapa faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang sangatt berpengaruh terhadap penyusunan rencana pembangunan daerah yaitu sebagai berikut:

48

Tabel 4.1. Pencermatan faktor Lingkungan Internal dan Eksternal PLI Kekuatan (Strength) Kelemahan (weakness)

1. Jumlah personil yang memadai 2. Sarana dan prasarana yang memadai

3. Tingkat pendidikan aparatur yang memadai 4. Terdedianya dana operasional yang cukup

1. Belum lengkapnya dokumen perencanaan 2. Belum memadai data pembangunan

3. Kurangnya koordinasi antara instansi terkait

4. Belum terpadunya pelaksanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan

PLE Peluang (Oppurtunity) Tantangan (Thereats) 1. Kesempatan pendidikan

2. Anggaran daerah yang memadai

3. Terbukanya kerjasam dengan PT. Lembaga Penelitian dan Organisasi Profesi

4. Kemajuan teknologi di segala bidang

1. Masih banyaknya penduduk miskin 2. Masih banyaknya desa tertinggal

3. Kurangnya tenaga perencana yang berkualitas di tingkat bawah

4. Inkonsistensi kebijakan dalam bidang perencanaan

Sumber Rencana Kerja BAPPEDA Tahun 2006 3) Analisis Strategi dan Pilihan

Analisa strategi dan pilihan dilakukan dengan menggunakan metoda SWOT dimana serangkaian faktor internal dan eksternal disusun ke dalam matriks untuk mendapatkan pilihan strategi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BAPPEDA. Matriks analisa SWOT yang dilakukan adalah sebagaimana di bawah ini:

Tabel 4.2. Analisis SWOT Untuk Menentukan Memilih Pilihan Strategi FKK KAFE

KAFE

Kekuatan (strength)

1. Jumlah personil yang memadai 2. Sarana dan prasarana yang

memadai

3. Tingkat pendidikan aparatur yang memadai

4. Terdedianya dana operasional yang cukup

Kelemahan (weakness)

1.Belum lengkapnya dokumen perencanaan

2.Belum memadai data pembangunan

3.Kurangnya koordinasi antara instansi terkait

49

pelaksanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan

Peluang (Oppurtunity) 1. Kesempatan pendidikan 2. Anggaran daerah yang

memadai

3. Terbukanya kerjasam dengan PT. Lembaga Penelitian dan Organisasi Profesi 4. Kemajuan teknologi di segala bidang Strategi S-O 1. Peningkatan pendidikan perencanaan pembangunan

2. Kerjasama dengan dinas/instansi terkait

3. Peningkatan sarana dan prasarana

Strategi W-O

1. Melakukan koordinasi dalam penyusunan dokumen perencanaan secata terpadu

2. Melakukan pengendalian secara terpadu

3. Mengikuti pendidikan teknis fungsional yang dilaksanakan lembaga lain

Tantangan (Thereats)

1. Masih banyaknya penduduk miskin

2. Masih banyaknya desa tertinggal

3. Kurangnya tenaga perencana yang berkualitas

di tingkat bawah

4. Inkonsistensi kebijakan dalam bidang perencanaan

Strategi S-T

1. Penjaringan aspirasi masyarakat 2. Menyusun rencana pelatihan

yang dibutuhkan

3. Diklat perencanaan bagi tenaga perencana kabupaten/kecamatan

Strategi W-T

1. Menginformasilan dan publikasi pelaksanaan proyek kegiatan pembangunan kepada masyarakat.

2. Penyempurnaan data statistik dan data sektor bidang pembangunan

3. Mengevaluasi pelaksanaan program/proyek kegiatan pembangunan

Sumber Rencana Kerja BAPPEDA Tahun 2006 4) Faktor Kunci Keberhasilan

Berdasarkan Analisa SO Opportunity), ST (Strength-Threats), WO (weakness-Opportunity), dan WT (Weakneass-Threats) dapat dirumuskan faktor kunci kerberhasilan dengan keterkaitannya dengan visi dan misi dan nilai BAPPEDA adalah sebagai berikut:

a. Melakukan koordinasi dalam penyusunan dokumen perencanaan secara terpadu

50

c. Kerjasam dengn dinas/instansi terkait

d. Penyempurnaan data statistik dan sektoral bidang pembangunan 5) Formulasi Perumusan Tujuan

Dengan mengacu kepada faktor kunci keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BAPPEDA serta dikatikan dengan misi yang ada maka rumusan tujuan pelaksanaan tugas adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3. Tujuan Pelaksanaan Tugas BAPPEDA FKK

Misi

1. Melakukan koordinasi dalam penyusunan dokumen perencanaan secara terpadu

2. Meningkatkan penjaringan aspirasi masyarakat 3. Kerjasama denhan dinas/instansi terkait

4. Penyempurnaan data statistik dan sektoral bidang pembangunan

1. Menyusun dan merumuskan perencanaan pembangunan daerah yang berfungsi sebagai arahan dan pedoman pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Meningkatkan perasn serta (partisipasi) seluruh stakeholder dalam proses

pembangunan melalui penyusunan rencana pembangunan yang partisipatif.

3. Melakukan evaluasi kinerka pelaksanaan pembangunan tahunan di daerah untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan serta

Tujuan

1. Meningkatnya koordinasi dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan daerah jangka pendek, menegah dan jangka panjang serta adanya keterpaduan perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan nasional dengan propinsi antar bidang sektor, wilayah dan antar lembaga

2. Termonitor dan terkendalinya pelaksanaan proyek/program/kegiatan dalam upaya pencapaian tujuan yang direncanakan

3. Tersedianya sumber daya aparatur yang finansial dalam bidang perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah

51

penyempurnaan rencana pembangunan lebih lanjut

aktual untuk keperluan dan pengendalian daerah.

Sumber Rencana Kerja BAPPEDA Tahun 2006 d. Visi dan Misi

1. Visi

Secara umum visi didefenisikan adalah merupakan pernyataan atau gambaran sosok masa depan dari organisasi atau cara pandang jauh ke depan kemana suatu organisasi dibawa agar dapat eksis, antisipatif, dan inovatif yang berfungsi memberi inspirasi, dam memotvasi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap nasa depan organisasi.

Visi bersama merupakan visi yang ingin dicapai oleh semua komponen Organisasi Badan Perencanaa Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanulis Selatan sehingga dalam merumuskan visi bersamanya harus jelas, menarik, menantan, realistik dan dapat dipahami serta ditentukan bawas waktu yang akan dicapaina dan pada akhirnya adalah bagaimana cara bersama-sama mewujudkan visi yang telah disepakati bersama, dengan membangun visi bersama, maka aparatur akan merasa saling memiliki dan akan terkoordinasi dengan baik.

Mengacu pada nilai-nilai strategis yang termuat pada tugas pokok dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai unsur

52

penunjang Pemerintah Kabupaten Tapanulis Selatan khususnya pada bidang Perencanaan Pembangunan Daerah, maka rumusan visi BAPPEDA adalah sebagai berikut:

“TERWUJUDNYA DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG BAIK DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2006 – TAHUN 2010”.

2) Misi

Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Dengan kata lain misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukan, dan bagaimana melakukannya.

Dalam rangka mewujudkan visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di atas, maka rumusan misi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanulis Selatan adalah sebagai berikut:

a) Menyusun dan merumuskan Perencanaan Pembangunan Daerah yang berfungsi sebagai arah dan pedoman pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

53

b) Meningkatkan peran serta (partisipasi) seluruh stakeholder dalam proses pembangunan melalui penyusunan rencana pembangunan yang partisipatif.

c) Melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan tahunan di daerah untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan serta penyempurnaan rencana pembangunan lebih lanjut.

e. Tujuan

1) Meningkatnya koordinasi dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan daerah jangka pendek, menegah dan jangka panjang serta adanya keterpaduan perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan nasional dengan propinsi antar bidang sektor, wilayah dan antar lembaga

2) Termonitor dan terkendalinya pelaksanaan

proyek/program/kegiatan dalam upaya pencapaian tujuan yang direncanakan

3) Tersedianya sumber daya aparatur yang finansial dalam bidang perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah

4) Tersedianya data yang lengkap, akurat dan aktual untuk keperluan dan pengendalian daerah.

54

1) Tersusunnya RAPBD, RKPD, RENSTRA, RPJM dan dokumen lainnya secara kondusif dan tepat waktu

2) Diketahuinya perkembangan pelaksanaan program/kegiatan pembangunan yang dibiayai APBD Kabupaten Tapanulis Selatan, APBD Propinsi Sumatera Utara dan APBN secara berskala dan temporer

3) Tersedianya tenaga profesional yang handal di bidang perencanaan dan pengendalian pembangunan

4) Terkumpulnya dan terhimpunnya serta terealisasi dta statistik dan data sektor/bidang pembangunan daerah untuk keperluan perencanaan.

g. Tugas

Tugas pokok Kepala BAPPEDA adalah:

“Membantu BUPATI Tapanulis Selatan dalam penyelenggaran Pemerintahan di Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah”.

Uraian rinci Tugas Kepala BAPPEDA berdasarkan Keputusan Bupati Tapanulis Selatan nomor : 061.1/419/K/2001 adalah :

1) Menyusun Pola Dasar Pembangunan Daerah yang terdidi dari Pola Umum Pembangunan Daerah Jangka Panjang dan Pola Umum Propeda Daerah Kabupaten Tapanulis Selatan atau dengan dengan istilah lainnya;

55

2) Menyusun Rencana Pembangunan Tahunan Kabupaten Tapanulis Selatan;

3) Menyusun Program-program Tahunan sebagai pelaksanaan Rencana-rencana tersebut yang dibiayai oleh daerah sendiri ataupun yang diusulkan kepada Pemerintah Propinsi atau diusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk dimasukkan ke dalam Program Tahunan Nasional;

4) Melakukan koordinasi Perencanaan di antara Dinas-dinas, instansi-instansi Vertikal, Badan-badan dan Kantor-kantor serta satuan organisasi lain yang berada dalam wilayah Daerah Kabupaten dan antar Daaerah Kabupaten / Propinsi;

5) Menyusun Rencana Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Kabupaten bersama-sama dengan satuan kerja lainnya di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Kabupaten;

6) Melaksanakan Koordinasi dan atau mengadakan penelitian untuk kepentingan Perencanaan Pembangunan di Daerah;

7) Mengikuti persiapan dan perkembangan pelaksanaan Rencana Pembangunan di Daerah untuk penyempurnaan rencana lebih lanjut; 8) Melaksanakan penelitian dan pengembanga Rencana Pembangunan

di Daerah;

56

10)Melalukan kegiatan dakan rangka Perencanaan dan pelaksaan Pembangunan sesuai dengan petunjuk Bupati;

11)Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah h. Fungsi

Dalam menyelenggarakan tugas tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanulis Selatan mempunyai fungsi : 1) Perumusan Kebijakan teknis dalam lingkup Perencanaan

Pembangunan Daerah;

2) Melakukan evaluasi pembangunan, penelitian dan pengembangan di daerah;

3) Pelaksanaan ketata-usahaan badan. i. Program

1) Perencanaan pembangunan daerah 2) Penyelenggara kepemerintahan daerah

57

j. Rencana Kegiatan

Adapun rencana kegiatan BAPPEDA Kabupaten Tapsel dapat dilihat di bawah ini :

Tabel 4.3. Rencana Kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2006

KEGIATAN

RENCANA INDIKATOR KINERJA

MASUKAN KELUARAN HASIL MANFAAT DAMPAK

1.Penyusunan Rencana Kerja

Pemerintah Daerah tahun 2007

2.Penyusunan Rencana Kerja

BAPPEDA tahun 2007

3.Penyusunan PAPBD tahun 2006

4.Penyusunan Kabupaten dalam

angka tahun 2006 PDRB Kabupaten

5.Penyusunan Daftar harga satuan

pokok daerah tahun 2006

6.Monitoring dan pelaporan

pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2006 Dana Rp. 600.000.000 Dana Rp. 25.000.000 Dana Rp. 30.000.000 Dana Rp 450.000.000 Dana Rp. 215.000.000 Dana Rp. 350.000.000 1.Musrenbang Kecamatan

2.Survey Kelayakan rencana

kegiatan

3.RAPBD tahun 2007

4.Rencana Kerja Pemerintah

Tahun 2007

Acuan Penetapan Anggaran pelaksanaan Kegiatan BAPPEDA Tahun 2007

Data informasi kinerja pembahasan anggaran belanja langsung

Buku KDA dan PDRB Tapanuli Selatan tahun 2006

Buku harga satuan pokok kab. Tapanuli Selatan TA. 2007

Buku laporan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah

Tersusunnya rencana pembangunan tahunan daerah tahun 2007 sebagai penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah yang memberikan arahan dan pedoman penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan Masyarakat Tahun 2007 Tercapainya kesesuaian angagran dengan target kinerja BAPPEDA tahun 2007

Rancangan perubahan anggaran belanja langsung

Data dan informasi tentang kabupaten Tapanuli Selatan dan PDRB kabupaten Tapanuli Selatan TA 2006

Data Informasi harga satuan barang dan jasa

Tersedianya data dan informasi tentang perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembangunan

Pelaksanaan Pembangunan di daerah yang berkesinambungan Meningkatnya akuntabilitas kegiatan BAPPEDA

Bahan masukan untuk panitia anggaran ekskutif

Bahan masukan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah Acuan untuk analisa biaya kegiatan yang dilaksanakan Bahan masukan penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Daerah

Optimalisasi pencapaian target kinerja anggaran Mempermudah pencapaian visi dan misi kabupaten Tapanuli Selatan

Optimalisasi penggunaan angagran daerah

Meningkatnya jumlah investor kab. Tap. Sel

58

KEGIATAN

RENCANA INDIKATOR KINERJA

MASUKAN KELUARAN HASIL MANFAAT DAMPAK

7.Pemetaan potensi pariwisata kab. Tap.Sel

8.Pemetaan potensi bahan tambang dan galian kab. Tap.Sel

9.Pemetaan irigasi/pengairan kab. Tap. Sel

10.Rencana umu tata ruang (RUTRK) Sibuhuan, Sipirok, Gn.Tua, Psr.Ujung baatu, Pintu Padang dan Batang Toru

11.Pengendalian dan pelaporan kegiatan 12.BAU Dana Rp. 375.000.000 Dana Rp. 375.000.000 Dana Rp. 300.000.000 Dana Rp.600.000.000 Dana Rp.320.000.000 Dana Rp2.491.024.000

Peta potensi pariwisata kab. Tap. Sel

Peta potensi bahan tambang dan galian kab.Tap.Sel Peta potensi bahan irigasi kab.Tap.Sel

Peta tata ruang Sibuhuan, Sipriok, Gn.Tua, Psr. Ujung batu, Pintu Padang dan Batang Toru Tersedianya laporan kemajuan pelaksanaa pembangunan Penyediaan dana operasional, pemeliharaan gedng dan peralatan kantor, pemeliharaan kendaraan dinas kantor, penyusunan LAKIP BAPPEDA

Tersedianya peta dan informasi potensi pariwisata kab. Tap. Sel

Tersedianya peta dan informasi potensi bahan tambang dan galian

Tersedianya peta dan informasi irigasi kab. Tap. Sel

Tersedianya tata ruang perkotaan

Tersedianya data informasi pembangunan

Bahan masukan bagi penanaman modal di bidang pariwisata

Bahan masukan bagi penanaman modal di bidang pertambangan Bahan masukan bagi penanaman modal di bidang irigasi

Teraturnya penataan tata ruang perkotaan

Bahan masukan bagi perencanaan selanjutnya

Meningkatnya jumlah investor kab. Tap. Sel

Meningkatnya jumlah investor kab. Tap. Sel

Meningkatnya penataan perkotaan

Meningkatnya kualitas pembangunan

Jumlah dana Rp. 6.131.024.000

63

Dokumen terkait