BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.8 Proses Perangkat Lunak Tessy
Proses penggunaan perangkat lunak Tessy adalah sebagai berikut:
1. Klik aplikasi Tessy.id, setelah itu log in terlebih dahulu, jika sudah mempunyai akun maka tinggal login dengan memasukkan email dan password atau bagi pengguna baru harus mendaftar terlebih dahulu.
2. Klik my document pilih submit, buat nama judul, bahasa, keyword, serta tahun dari dokumen yang akan di cek tingkat plagiarismenya dan masukkanlah dokumen yang ingin diuji ke dalam perangkat tersebut 3. Setelah itu aplikasi tessy akan menguji tingkat plagiarisme dari
dokumen tersebut dengan hasil persentase. Untuk melihat hasil persentasenya, bisa dilihat dengan cara memberi tanda ceklis terhadap 3 pilihan sumber yaitu: (1) Online source, (2) Summary, (3) Tessy network.
4. Dari ketiga pilihan tersebut maka akan muncul data persentase tingkat plagiarisme pada satu dokumen tersebut. Setelah itu data tersebut dijumlahkan dan di persentasekan berdasarkan tingkat plagiarisme rendah, sedang dan sedang.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan metode mixed methods atau sequential. Menurut Sugiyono (2016,35) “penelitian deskriptif adalah metode penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri atau variabel bebas) tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain”.
Menurut Ninik Supriyati metode gabungan (mixed methods) menggabungkan antara penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Terkadang penelitian kualitataif dulu kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif, atau sebaliknya. Hal ini kita melihat terlebih dahulu karakteristik data di lapangan. Pada metode kuantitatif, sifat realitas tunggal, diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur.
Metode kualitatif: sifat realitas ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman. Sedangkan pada metode gabungan: sifat realitas ganda, dapat diklasifikasikan, teramati dan hasil konstruksi makna. Pada penelitian ini, penulis memaparkan data yang diperoleh dari tesis mahasiswa jurusan Biologi tahun 2013 ke dalam perangkat lunak plagiarisme tessy. Perangkat lunak plagiarisme tessy mendeteksi kemiripan berupa printscreen yang akan dianalisis dan diinstreprestasikan untuk mengetahui tingkat plagiarisme.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang beralamat di Jalan Perpustakaan No. 1, Kampus USU, Medan 20121, Indonesia.
3.3 Unit Analisis
Menurut Arikunto (2016,186) “Unit Analisis adalah satuan yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian”. Pada penelitian ini menggunakan unit analisis Tesis mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Sumatera Utara yang lulus Tahun 2013 sebanyak 35 tesis.
3.4 Jenis dan Sumber Data
Berdasarkan jenis dan sumber data pada penelitian dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Sumber data primer ; sumber data diperoleh dari tesis yang sudah di unggah dan tersedia secara online di repository.usu.ac.id serta perangkat lunak plagiarisme tessy.
2. Sumber data sekunder ; sumber data diperoleh melalui berbagi sumber laporan penelitian, jurnal, buku, internet dan dokumen lainnya yang berkenaan dengan objek penelitian serta wawancara.
3.5 Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2015,147), “Instrumen adalah suatu prinsip meneliti untuk melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Meneliti dengan
data yang sudah ada lebih tepat kalau dinamakan membuat laporan daripada melakukan penelitian”. Pada penelitian ini penulis menggunakan instrumen penelitian berupa perangkat lunak plagiarisme tessy.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2015,308) “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.” Adapun macam-macam teknik pengumpulan data yaitu:
observasi, wawancara, dokumentasi, dankuesioner.Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan dokumentasi.
1. Studi literatur diperoleh dari berbagai sumber yakni; cara yang dipakai untuk menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topik penelitian. Studi literatur bisa di dapat dari berbagai sumber yaitu jurnal, internet dan pustaka.
2. Dokumentasi yakni; pengumpulan data langsung dari repository USU, dimana data yang diambil merupakan data primer yakni, tesis mahasiswa Jurusan BiologiUSU yang lulus pada tahun 2013.
3. Wawancara yakni; Menurut Warsudi (2017,121) “wawancara adalah proses pencarian data untuk tujuan penelitian melalui tanya-jawab pendapat, pandangan, pengamatan seseorang, sambil menatap muka antara pewawancara dengan responden atau narasumber”.Adapun informasi yang diperoleh berdasarkan hasil tingkat plagiarisme yang rendah sampai yang sangat parah dan akan dilakukan wawancara pada pemilik tesis tersebut.
Setelah itu diambil sampel berdasarkan tingkat plagiarismenya dan dilakukan wawancara kepada informan tersebut.
3.7 Analisis Data
Pada penelitian ini penulis melakukan analisis data sebagai berikut:
1. Pengumpulan data dengan mengumpulkan softcopy tesis yang diunduh pada situs www.repositoryusu.ac.iddengan penelusuran pada situs IR.
2. Setelah data dikumpulkan, penulis menganalisis data dengan cara mengunggah tesis kedalam perangkat lunak plagiarisme tessy.
3. Setelah tesis diunggah kedalam perangkat lunak plagiarisme tessy maka hasilnya akan diklasifikasikan berdasarkan pengukuran menurut pendapat Sastroasmoro (2006) yaitu;
(a). Plagiarisme Ringan : <30%
(b). Plagiarisme Sedang : < 30-70%
(c). Plagiarisme Total atau Berat : > 70%
4. Setelah dikategorikan berdasarkan tingkat plagiarisme ringan, sedang dan berat maka akan diambil sampel dari masing masing kategori tersebut dan dilakukan wawancara mengenai penyebab plagiarisme.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Perangkat Lunak Plagiarisme Tessy
Perangkat lunak plagiarisme tessy atau test of literatures similiaraties adalah perangkat lunak yang berbasis web yang di buat oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dalam menyaring karya-karya skripsi dan tesis mahasiswa yang akan memasuki proses ujian akhir. Dari situlah kemudian berkembang digunakan diluar Fakultas Ekonomi pada tahun tahun berikutnya.
Cara kerjanya dengan membandingkan deretan huruf, kalimat dan frase. Tessy juga dapat menghitung kemiripan dua buah atau lebih manuskrip kedalam bentuk persentase. Adapun perangkat lunak tessy sudah bekerjasama dengan 5 Universitas di Indonesia yaitu: Universitas Gadjah Mada, Universitas Walisongo, Universitas Islam Nusantara Sumatera Utara, Universitas Trunojoyo Madura, dan UIN Raden Fatah Palembang.
4.2 Cara Kerja Perangkat Lunak Plagiarism Tessy
Adapun cara kerja perangkat lunak plagiarism tessy adalah:
1. Klik aplikasi https://tessy.id, setelah itu log in terlebih dahulu, jika sudah mempunyai akun maka tinggal login dengan memasukkan email dan password atau bagi pengguna baru harus mendaftar terlebih
dahulu. Setelah itu di beri masa percobaan atau gratis sebanyak 60 pemakaian.
2. Klik my document pilih submit, buat nama judul dari tesis atau karya
ilmiah yang mau di upload, bahasa, keyword, serta tahun dari dokumen yang akan di cek tingkat plagiarismenya dan unggahlah dokumen yang ingin diuji ke dalam perangkat lunak tersebut lalu klik submit.
Gambar 4.1 Tampilan Tessy
Gambar 4.2 Tampilan Form Pengisian Dokumen 3. Setelah itu aplikasi tessy akan menguji tingkat plagiarisme dari
dokumen tersebut dengan hasil persentase. Untuk melihat hasil persentasenya, bisa dilihat dengan cara memberi tanda ceklis terhadap 3 pilihan sumber yaitu: (1) Online source, (2) Summary, (3) Tessy network.
4. Dari ketiga pilihan tersebut maka akan muncul data persentase tingkat plagiarisme pada satu dokumen tersebut. Setelah itu data tersebut dijumlahkan satu persatu untuk mengetahui totalnya dan di persentasekan berdasarkan tingkat plagiarisme rendah, sedang dan sedang.
Gambar 4.3 Tampilan hasil berdasarkan internal database
Gambar 4.4 Tampilan hasil berdasarkan Online Sources
Gambar 4.5 Tampilan hasil berdasarkan Tessy Network
4.3 Pengolahan Data Menggunakan Perangkat Lunak Tessy
Judul Tesis Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Sumatera Utara Tahun 2013 yang akan diteliti menggunakan Perangkat Lunak Tessy sebanyak 35 tesis dengan kode T1 adalah Tesis 1, T2 adalah Tesis 2 dan seterusnya T35 adalah Tesis 35 sebagai berikut:
No
Tabel 4.1.Hasil Analisis Data Tesis dengan Menggunakan Perangkat Lunak Tessy
No Judul
Dari hasil analisis diatas maka rata-rata tingkat kemiripan tesis tersebut adalah 26%. Berdasarkan pengujian menggunakan perangkat lunak plagiarisme tessy dapat diketahui tingkat kemiripan tesis yang sedang berdasarkan pendapat satroasmoro adalah >30-70% sebanyak 7 tesis dan tingkat kemiripan tesis yang rendah berdasarkan presentase sastroasmoro adalah <30% , dan dapat diketahui
tingkat kemiripan tesis yang rendah ada 26 serta tingkat kemiripan tesis yang ttinggi berdasarkan presentase sastroasmoro adalah >70% sebanyak 2 tesis.
Adapun presentase tingkat kemiripan tersebut sebagai berikut:
1. Tingkat Kemiripan Tinggi
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T21 dengan presentase total 95.11%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 29.01%; bab2 sebanyak 25.77% dan bab 3,4,5 sebanyak 40.33% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >70%.
2. Tingkat Kemiripan Tinggi
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T15 dengan presentase total 81.02%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 21.05%; bab2 sebanyak 15.29% dan bab 3,4,5 sebanyak 44.68% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >70%.
3. Tingkat Kemiripan Sedang
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T22 dengan presentase total 66.34%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 17.06%; bab2 sebanyak 5.77% dan bab 3,4,5 sebanyak 43.51% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >30-70%.
Tabel 4.2 Hasil Presentasi Tingkat Kemiripan Tertinggi, Sedang dan Rendah 4. Tingkat Kemiripan Sedang
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T7 dengan presentase total 49.67%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 19.37%; bab2 sebanyak 11.72% dan bab 3,4,5 sebanyak 18.58% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >30-70%.
5. Tingkat Kemiripan Rendah
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T19 dengan presentase total 5.18%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 3.14%; bab2 sebanyak 1.44% dan bab 3,4,5 sebanyak 0.6% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang rendah karena >30%.
6. Tingkat Kemiripan Rendah
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T29 dengan presentase total 4.09%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 2,7%; bab2 sebanyak 0.9% dan bab 3,4,5 sebanyak 0.43% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang rendah karena >30%.
No Kode
4.5 Karakteristik Informan
Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan S2 Biologi Universitas Sumatera Utara yang lulus tahun 2013. Penulis melakukan wawancara dengan 6 informan. Wawancara yang dilakukan melalui perkenalan dan pendekatan terlebih dahulu dengan informan, dengan meminta waktunya untuk bersedia di wawancarai, dengan menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan dilakukannya wawancara tersebut. Adapun karakteristik informan sebagai berikut:
Tabel 4.3
Kode Sumber Bagian
I₁ Informan 1 Tingkat kemiripan tesis yang rendah I₂ Informan 2 Tingkat kemiripan tesis yang rendah I₃ Informan 3 Tingkat kemiripan tesis yang tinggi I₄ Informan 4 Tingkat kemiripan tesis yang tinggi I₅ Informan 5 Tingkat kemiripan tesis yang sedang I₆ Informan 6 Tingkat kemiripan tesis yang sedang
4.3 Kategori
Setelah melakukan wawancara peneliti menyusun kerangka pedoman wawancara menjadi beberapa kategori sebagai berikut:
4.3.1 Penyebab terjadinya tindakan plagiarisme di dunia akademik
1. Plagiarisme secara umum
Apakah anda mengetahui apa itu plagiarisme?Tindakan yang bagaimana?Apa saja sanksi yang anda ketahui dari tindakan plagiarisme tersebut? Apakah ada sosialisasi terkait peraturan sanksi tersebut di kalangan jurusan anda? Jika ada, bagaimana sosialisasi yang diberikan pada saat anda menyelesaikan tugas anda?
Seperti yang di ungkapkan oleh informan I₁, I₂, I₃, I₄, I₅, I₆, I₇,I ₈ berikut:
I₁ : “Plagiarisme merupakan tindakan yang menjiplak karya seseorang. Sanksi dari tindakan tersebut akan di keluarkan dari universitas, misalnya seperti dosen yang menjiplak karya seseorang sanksinya akan di cabut gelarnya. Tidak ada sosialisasi yang di berikan di jurusan mengenai sanksi tersebut.”
I₂ : “Plagiarisme merupakan tindakan penjiplakan, tindakan seperti meniru karya orang lain, mengutip, mengambil karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Sanksi yang diberikan dalam tindakan ini akan ada dilakukan pemecatan kalau guru besar, kalau mahasiswa di suruh ulang kembali.
Tidak ada sosialisai mengenai sanksi plagiarisme di jurusan.”
I₃ : “Plagiarisme tindakan yang mencontoh karya seseorang dengan sama persis. Tidak ada sosialisasi yang di berikan di jurusan.”
I₄ : “Plagiarisme merupakan tindakan yang mengambil karya seseorang tanpa mencantumkan sumber kutipannya. Tidak ada sosialisasi yang di lakukan di jurusan mengenai sanksi tersebut.”
I₅ : “Plagiarisme tindakan yang mengambil referensi atau pengutipan tanpa mencantumkan sumber tersebut. Tidak ada sosialisasi langsung yang di berikan dari jurusan, tetapi sosialisasi pada saat bimbingan dengan dosen di berikan pemahaman tentang plagiarisme.”
I₆ : “Plagiarisme tindakan yang menjiplak karya atau kata-kata
berikan misalnya di bidang riset, risetnya di tarik/ di batalkan, kalau di bidang akademik di berikan sanksi akademik seperti di keluarkannya dari universitas. Ada di lakukan sosialisasi, seperti di kenalkan dengan sofware-software tentang plagiarisme.”
Berdasarkan pernyataan-pernyataan informan di atas bahwa plagiarisme merupakan suatu tindakan menjiplak atau mengambil karya seseorang tanpa mencantumkan sumber referensi yang di ambil. Adapun sanksi yang di berikan dari tindakan plagiarisme tersebut berupa pemecatan atau pencabutan gelar yang telah di terimanya. Tidak adanya sosialisasi yang di berikan oleh jurusan mengenai tindakan dari plagiarisme tersebut.
2. Penulis tidak mempunyai waktu yang cukup dalam menghasilkan karya ilmiah dan penulis tidak mempunyai kemampuan menghasilkan karya sendiri.
Pada saat anda mengerjakan tugas, berapa lama kah waktu yang diberikan untuk menyelesaikannya? Saat menyelesaikan tugas, apakah anda mengambil dan mengutip ide orang lain tanpa menulis pengakuan? Jika ya, mengapa?
I₁ : “tergantung deadline yang di berikan. Pernah lupa mencantumkan sumbernya tetapi langsung di ganti, cari yang lain lagi.”
I : “biasanya di berikan tugas dikumpulkan minggu depan.
Kalau mengutip atau mengambil biasanya selalu ditulis sumbernya.”
I : “satu hari bisa. Kalau mengambil ide orang lain sama persis tidak pernah tapi menambahkannya sedikit dan sumbernya tidak di buat karena kan tidak sama persis saya
I : “tergantung dosen dan tugas yang di berikan yang bagaimana. Terkadang kalau lagi bingung karena dikejar deadline langsung ambil saja.”
I : “tergantung tugas yang bagaimana yang di berikan. Harus di cantumkan karena mengutip ide orang lain.”
I : “tergantung tugasnya yang bagaimana, biasanya 2 minggu seperti paper atau jurnal gitu, kalau seperti pertanyaan biasanya Cuma 2 hari. Kebanyakan lupa ya mencantumkannya, karena ingin cepat.”
Berdasarkan pernyataan dari informan-informan di atas bahwa waktu yang di berikan oleh dosen dalam pengerjaan tugas tidak menentu. Tergantung tugas yang bagaimana, seperti halnya dalam pengerjaan review jurnal dan paper di berikan waktu 2 minggu sedangkan tugas yang berupa pertanyaan hanya 2 hari saja. Saat menyelesaikan tugas sumber yang telah dikutip mereka cantumkan sebagai rujukan.
3. Penulis merasa bahwa pembaca dan dosen tidak akan mengetahuinya
Bagaimana menurut pendapat anda tentang penilaian dosen terhadap tugas-tugas mata kuliah? Apakah dosen tersebut mengecek tugas tersebut satu persatu? Jika tidak, apakah hal tersebut menjadi motivasi mahasiswa melakukan tindakan copy- paste langsung dari internet?
I₁ : “penilaian yang di berikan dosen objektif. Kalau menurut saya tidak di cek satu persatu. Ya karena tugas tersebut deadlinenya besok tidak berpikir lagi untuk mengcopy-paste nya.”
I : “biasanya di cek satu persatu tugasnya kalau di bidang
banyak tidak di cek. Kadang mengcopy langsung dari internet itu kalau tugas yang di berikan.”
I : “tidak tahu di cek atau tidak. Tergantung pribadinya kalau menurut saya.”
I : “Kalau itu tidak tahu, tapi kalau menurut saya kalau mahasiswanya banyak ya tidak di periksa. Iya, karena mau cepat selesai jadi copy-paste langsung.”
I : “Kalau saya pribadi di periksa, tapi tidak tahu misalnya dosen yang lain di periksa atau tidak. Pasti mahasiswa mengcopy langsung. Sedangkan kita mengingatkan saja tetap berulang-ulang, apa lagi tidak diingatikan atau di crosschek.”
I : “ini yang tidak tahu apakah di periksa apa tidak. Kalau seandainya tidak di periksa pasti ada motivasi mahasiswa melakukan tindakan tersebut.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mereka tidak mengetahui apakah dosen tersebut mengecek satu persatu dari tugas yang telah diberikan. Mereka beranggapan kalau mahasiswanya banyak maka dosen tidak akan mengecek tugas tersebut satu persatu. hal inilah yang menyebabkan motivasi mahasiswa dalam mengcopy-paste langsung dari internet.
4. Penulis tidak mengetahui cara melakukan parafrase
1. Apakah anda pernah mengambil kalimat orang lain dan mengubahnya dengan kata-kata anda tetapi tanpa mengubah idenya? Jika ya, mengapa hal itu bisa terjadi?
2. Apakah mengubah kalimat orang lain dan membuatnya kedalam kalimat sendiri tanpa mengubah idenya tergolong kedalam tindakan plagiat?
I₁ : “(1). pernah tapi di ubah dari kalimat pasif menjadi aktif, atau mengubah kalimatnya dengan kalimat sendiri atau artiannya tetap sama. (2). Kalau tetap di cantumkan namanya di sumber acuannya menurut saya tidak.”
I : “(1). Pernah karena sudah bingung. Karena sudah diburu waktunya terlalu cepat yang di berikan oleh dosen. (2). Iya tergolong.”
I : “(1). Pernah. (2). Mengubah kalimatnya tapi idenya tetap kalau menurut saya tidak plagiat.”
I : “(1). Ya pernah, (2). Saya rasa tidak.”
(2). Tidak karena kan ceritanya berbeda.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mereka tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan parafrase.
5. Penulis lupa mencantumkan nama penulis yang telah diambil karya ilmiahnya sebagai bahan bacaan ketika memasukkannya kedalam karya sendiri.
1. Apakah dalam penyusunan tugas akhir anda menggunakan aplikasi sitasi?
2. Apakah anda mengecek kembali setiap kembali pengutipan beserta penulisnya?
I₁ :” (1). Tidak. (2). Tidak, kalau sudah di kutip tidak di cek kembali.”
I : “(1). Tidak. (2). Mengecek satu persatu.”
I : “(1). Tidak. (2). Di cek satu persatu.” tahu apakah ada sumber yang tidak tercantum.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mereka tidak menggunakan aplikasi sitasi dalam pengerjaan tugas akhir mereka. Setelah mereka mengerjakan tugas mereka mengecek kembali apakah sumber rujukan telah di cantumkan atau tidak.
6. Penulis tidak tahu cara mengutip dengan baik dan benar
Apa yang menyebabkan seseorang mengambil dan mengutip ide orang lain tanpa pengakuan?
I₁ : “karena ingin cepat selesai atau karena buru-buru dalam mengerjakannya.”
I : “tidak tahu bagaimana cara menulisnya, cara mengutip dan kurangnya minat baca serta tidak tahu menganalisis.”
I : “Susah membentuk kalimat, untuk membuat satu kalimat satu paragraf merangkaikan kata-katanya maka mereka mengambil ide orang lain.”
I : “Ya karena ingin cepat-cepat selesai, serta tidak mengetahui cara mengutip yang benar.”
I : “karena seolah oleh itu pendapatnya, mungkin yang kedua karena malas untuk mencantumkannya dan mencarinya kembali.”
I : “ingin cepat selesai.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa dalam pengerjaan tugas akhir mahasiswa lupa dalam mencantumkan sumber kutipannya, hal itu disebabkan karena mereka tidak tahu bagaimana cara mengutip dan menulis yang benar, serta mereka ingin cepat selesai.
7. Rendahnya minat menganalisis terhadap sumber referensi yang dimiliki
Apa yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu atau tidak terbiasa mengeksplor kemampuan menulis?
I₁ : “karena jaman sekarang kan sudah praktis dengan adanya gadget, jadi minat baca tersebut berkurang. Mereka seakan- akan tinggal mencarinya dengan instan dari internet.”
I : “kurangnya minat baca serta minat menganalisis.”
I : “Karena tidak terbiasa dalam menulis cerita.”
I : “karena rendahnya minat baca, serta tidak tahu menganalisisnya bagaimana.”
I : “Rendahnya minat baca, iya karena tidak perlu jauh-jauh mahasiswa kami aja lemah dalam pembuatan skripsi itu di pembahasan. Pembahasan itu repot sekali untuk mengarahkannya ke anak-anak. Minat membaca malas serta menganalisis pun malas terakhirnya mereka tidak tahu membuat pembahasan.”
I : “rendahnya minat baca serta menganalisis.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa penyebab dari
minat baca serta menganalisis. Mereka beranggapan ingin cepat selesai dengan hal yang instan saja seperti mencarinya dari internet.
8. Individu merasa tertekan terhadap persaingan diakademik, mereka beranggapan bahwa IPK yang tinggi merupakan tiket untuk meraih penghargaan dan individu enggan mendapatkan peringkat terbawah sehingga mahasiswa melakukan plagiat karena orientasi nilai yang tinggi
1. Apakah anda pernah mengambil data penelitian orang lain dari internet?
2. Apa yang menyebabkan seseorang menyalahgunakan data penelitian yang muncul diinternet?
I₁ : “(1). Kalau sebagai perbandingan dengan tugas saya.
(2). Misalnya anak akuntansi langsung ambil saja dari internet, karena pihak perusahaan juga tidak memberikan data yang asli jadi mereka di suruh mencarinya melalui internet.”
I : “(1). Tidak. (2). Yang pertama orang tersebut malas, yang kedua karena kurangnya pemahaman tentang sanksi yang di berikan di seputaran kampus, yang ketiga karena di kejar waktu dan ingin cepat selesai atau cepat tamat.”
I : “(1). Datanya tidak pernah tapi kalau judul pernah. (2).
Karena tidak punya ide, serta tertekan dalam pengerjaannya dan ingin cepat tamat.”
I : “(1). Kalau sebagai pembanding iya. (2).Ya karena praktis tinggal ambil di internet dan mereka ingin cepat tamat juga.”
I : “(1). Data penelitian orang lain sebagai referensi saja sebagai pembanding. (2). Satu mungkin karena tidak punya ide, sedangkan dia terdesak untuk membuat satu karya jadi langsung diambil data itu paling ada di rubah sedikit- sedikit. Kemungkinan mereka mau cepat tamat.”
I : “(1). Tidak pernah, kalau itu namanya plagiat garis keras. (2). Sering terjadi hal seperti itu. Alasannya karena ingin cepat selesai atau tamat.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mengambil data penelitian orang lain hanya sebagai pembanding saja. Tetapi dengan kondisi yang tertekan mahasiswa tersebut menyalahgunakan data penelitian tersebut menjadi hak miliknya hal itu disebabkan karena ingin cepat selesai atau tamat.
9. Tindakan Copy-Paste
Apakah anda mecari sumber rujukan untuk penelitian anda sering melalui
Apakah anda mecari sumber rujukan untuk penelitian anda sering melalui