4.2. Deskripsi Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.2.6. Proses Perubahan
dapat mengurangi beban pengeluaran dari masyarakat yang dulunya tidak berkecukupan sekarang sudah merasa semakin meningkat daya beli masyarakatnya. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa program BPNT diterapkan agar masyarakat dapat mandiri dalam melakukan transaksi non tunai pada e-Warong Program BPNT dan membantu masyarakat dalam segi ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan sehari-hari dapat mengurangi beban pengeluaran dari masyarakat yang dulunya tidak berkecukupan sekarang semakin meningkat daya beli masyarakatnya. Meningkatkan efektivitas bantuan sosial dengan cara non tunai dalam pemberian bahan pangan, serta mendorong keuangan inklusif yakni mengikut sertakan masyarakat untuk menjadi wirausaha. Pemerintah membuat program BPNT berarti merangkul masyarakat dalam mengembangkan kemampuan berwirausaha dengan membuka e-Warong BPNT, tidak adanya penyalahgunaan dana bantuan yang diberikan pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan menggunakan Kartu elektronik Keluarga Sejahtera (KKS) masyarakat tidak dapat menggunakanuangnya selain membeli bahan pangan beras dan telur. Hanya saja ada beberapa pelaksana yang harus membangkitkan kesadarannya, karena masih adanya dalam pemilihan penerima program BPNT tidak melihat kualifikasi tergolong masyarakat miskin. Serta persepsi individu terhadap sesuatu yang berbeda-beda berdasarkan persepsi masing – masing pelaksana.
suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilainilai, sikap-sikap, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat”. Perubahan sikap dan perilaku anggota organisasi lewat proses komunikasi, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Perubahan individu mengacu pada perubahan dalam sikap, keterampilan dan persepsi.
Proses perubahan merupakan suatu bentuk perubahan yang dirasakan seseorang atau kelompok yang terkait pelaksanaan kegiatan atau program yang telah dijalankan. Perubahan nyata dapat berdampak positif, maupun berdampak negatif, tergantung dari proses pelakaksanaan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah masyarakat mendapatkan bantuan pangan non tunai ini respon masyarakat sangat antusias, senang, dan kehadiran bantuan ini ditunggu-tunggu oleh penerima bantuan.
Perubahan nyata menjadi salah satu indikator melihat bagaimana perubahan dalam perilaku organisasi serta perubahan yang dirasakan masyarakat mendapatkan BPNT yang ada di Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang.
Program BPNT diharapkan bisa merubah keadaan ekonomi masyarakat yang lebih baik, meningkatkan kesejahteran masyarakat miskin dan mengurangi angka kemiskinan. Begitupun perubahan pada sikap pelaksana dari setiap bulannya mengalami sikap yang positif. Berdasarkan wawancara dengan masyarakat Penerima BPNT mengatakan bahwa:
“Mungkin tidak ada perubahan secara nyata untuk masyarakat tetapi adanya program BPNT ini mengurangi sedikit pengeluaran untuk membeli
beras dan telur karena pekerjaan saya tidak tetap dan penghasilan tidak menentu. Dan terkait dengan perilaku petugas pelaksana dalam pembagiam BPNT ini pada awalnya kayak judes gitu dan kurang ramah terhadap masyarakat dan sekarang Alhamdulillah setiap bulannya ada peningkatan yang baik gitu dari segi melayani maupun sosialisasi kepada masyarakat” (Hasil wawancara dengan NS pada tanggal 07 Juni 2022) Berdasarkan informan diatas menyatakan bahwa adanya program BPNT ini sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan sangat membantu mengurangi pengeluaran soal perubahan dia tidak merasakannya dan jika terjadi permasalahan tidak ditanggapi dengan cepat. Berikut informan oleh masyarakat penerima BPNT mengatakan bahwa:
“Menurut ibu adanya program BPNT yang diberikan oleh pemerintah ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu tetapi soal perubahan nyata menurut ibu tidak ada karena bantuan ini hanya untuk 1-2 minggu saja untuk memenuhi kebutuhan pangan, masyarakat harus menunggu lagi untuk bulan depannya menerima bantuan, dan setiap bulannya itu neng kadang kita tidak menerima setiap bulannya paling suka 2 bulan sekali tapi pembagiannya jadi 2 kali neng sama bulan kemarin yang belum gitu.”
(Hasil wawancara dengan YN 07 Juni 2022)
Berdasarkan informan diatas menyatakan bahwa adanya pogram Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu.
Tidak ada perubahan nyata yang di rasakan oleh masyarakat karenakan program ini hanya untuk 1-2 minggu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan ada keterlambatan dalam penerimaan sembako.
Beradasarkan wawancara oleh Bapak camat Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang, menjelaskan sebagai berikut:
“Menurut saya adanya program BPNT dari pemerintah ini sangat membantu masyarakat kurang mampu dan banyak perubahan yang dirasakan oleh masyarakat membantu dalam kebutuhan pangan dan mengurangi beban pengeluaran dan emang benar ada keterlambatan dalam pembagiannya dan itu bukan dari kita pihak kecamatan atau desa yang
telat membagikannya. Karena tergantung dari kemensos atau dari pusatnya.” (Hasil wawancara dengan AN pada tanggal 23 Mei 2022) Berdasarkan informan di atas menyatakan bahwa masyarakat di Kecamatan Cijambe sudah banyak perubahan yang di rasakan adanya program BPNT dapat memenuhi kebutuhan pangan yang sangat membantu dan adanya keterlambatan dalam pencairan BPNT setiap bulannya dikarenakan dari Kemensos bukan dari pihak Kecamatan atau Desa.
Tambahan wawancara yang dilakukan oleh peneiti kepada masyarakat yang menerima program BPNT, yaitu sebagai berikut:
“Bantuan yang diterima pada tahun-tahun sebelumnya telur dan buah dapat dikatakan tidak layak karena busuk dan rusak, tetapi tahun ini Alhamdulillah perubahan kualitas bahan pangan yang diberikan KPM baik tidak ada yang rusak dan busuk.” (Hasil wawancara dengan NS pada tanggal 07 Juni 2022)
Berdasarkan informan di atas menyatakan bahwa kualitas bahan pangan BPNT di Kecamatan Cijambe pada tahun-tahun sebelumnya mengalami permasalahn, dan tahun ini mengalami perubahan sangat bagus dan KPM tidak ada lagi yang mengeluh tetang kualitas BPNT.
Pada awal tahun 2022 bulan Januari – Maret ada perubahan dalam pembagian program BPNT, dengan cara melalui Kantor Pos dalam bentuk terima uang. Penjelasan dari Bapak Sekmat sebagai berikut:
“iya dari awal tahun 2018 sampai tahun 2021 itu melalui e-warong yah mbak. Tetapi dengan adanya keluhan dari masyarakat ketika barang atau bahan yang di terima dari e-warong itu kualitasnya tidak sesuai karena seperti daging itu masih ada yang bau dan sebagaimana, dan pada tahun 2022 bulan januari sampai dengan maret pemerintah uji coba dalam bentuk uang saja melalui kantor pos. tetapi karena ada sebagian masyarakat yang tidak sesuai menggunakan sesuai kebutuhan pangan nya
malah di belanjakan hal yang lain. Pemerintah beralih ladi dengan yang dulu melalui e-warong bulan april 2022 dan seterusnya. e-warong dalam memilih bahan pokok Alhamdulillah sekarang kualitas nya lebih baik lagi dan tidak ada masyarakat yang mengeluh lagi tentang kualitas bahan”.
(Hasil wawancara dengan MY pada tanggal 25 Mei 2022)
Berdasarkan Hasil wawancara keseluruhan dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, perubahan yang dapat peneliti lihat di Kecamatan Cijambe belum optimal menurut keluarga penerima. Pada perubahan nyata masyarakat tidak merasakan perubahan secara nyata di karenakan bantuan BPNT ini hanya bisa 1-2 minggu saja untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dapat mengurangi beban pengeluaran, dan positif nya dapat membantu masyarakat serta banyak perubahan yang dirasakan masyarakat adanya Program BPNT dan kualitas bahan pangan BPNT di tahun ini cukup baik.
Perilaku organisasi dalam proses perubahan setiap bulannya mengalami peningkatan yang baik untuk memperbaiki dari bulan atau tahun sebelumnya dalam hal menangani masalah, melayani masyarakat KPM, dan sangat mempengaruhi bagi masyarakat. Proses perubahan dalam perilaku organisasi kurang optimal, harus di tingkatkan lagi untuk kedepannya.