• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.6. Proses Produks

Proses produksi untuk pengolahan yang dilakukan oleh PT. Mitra Kerinci ada 2 yaitu pengolahan black tea dan green tea. Proses pengolahan black tea dimulai dari proses penimbangan, pelayuan, penggulungan, pengeringan, mydelton, vibro, sortir, winover, colour seperator, dan selanjutnya menjadi teh jadi. Proses pengolahan green tea dilakukan dari proses penimbangan, pelayuan cepat, penggulungan, pengeringan I, pengeringan II, chota, mydelton, stalk seperator, winower, dan selanjutnya menjadi teh jadi. Rincian dari kedua proses pengolahan teh adalah:

1. Black Tea (Teh Hitam)

Tahapan proses pengolahan teh hitam adalah: a. Penimbangan

Pucuk daun teh segar yang di terima di pabrik berasal dari kebun LIKI PT. Mitra Kerinci. Pucuk daun teh segar di angkut dari perkebunan dibawa kepabrik dengan menggunakan truk dan di stasiun ini pucuk daun

teh segar ditimbang bersama dengan pengangkutnya (truk) pada jembatan timbang.

b. Penerimaan daun teh segar

Pada stasiun penerimaan pucuk daun teh segar dilakukan pembongkoran pucuk dan kemudian pucuk daun teh dibawa ke WT (Whitering Trought) menggunakan monorail. Kapasitas angkut monorail adalah satu fishing net atau setara dengan 25-35 Kg per monorail

c. Pelayuan

Pucuk daun teh dibawa ke ruang WT (Whitering Trought) menggunakan monorail. Proses pelayuan dilakukan dengan menggunakan udara segar yang bersumber dari blower. Lama proses pelayuan adalah 16-20 jam dengan kriteria pucuk bila digenggam lemas dan tidak patah serta bila dibuat kepalan dan dilempar tidak buyar. Proses pelayuan dilakukan dengan pembalikan pucuk kurang lebih 4 – 6 jam setelah dialiri udara segar. Pembalikan pucuk dilakuakan mulai dari ujung WT ke arah blower dan serentak di kedua sisi. Proses selanjutnya adalah turun layu dimana pucuk daun teh yang telah layu dengan kadar air 43 % di masukkan ke dalam keranjang dan dibawa ke mesin OTR (Open Top Roller) menggunakan monorail.

d. Penggilingan

Proses penggilingan pertama dilakukan menggunakan mesin OTR (Open Top roller) selama 90 menit selanjutnya dilakukan sortasi basah (ayak) dengan mesin DIBN selama 12 menit. Hasil ayakan I (bubuk I)

ditampung dalam baki aluminium dan diangkut menggunakan trolley dan dibawa ke ruang fermentasi (oksidasi enzimatis). Sisa ayakan I akan dilakukan penggilingan II pada mesin PCR selama 30 menit dan selanjutnya diayak dengan mesin DIBN untuk menghasilkan bubuk II. Sisa ayakan II akan dilakukan penggilingan III pada mesin rotorvane 15 dan selanjutnya diayak pada mesin DIBN untuk menghasilkan bubuk III. Sisa ayakan III akan dilakukan penggilingan IV pada mesin rotorvane 8 dan selanjutnya diayak pada mesin DIBN untuk mengasilkan bubuk IV. bubuk II, III, dan IV selanjutnya akan dibawa ke ruang fermentasi menggunakan trolley.

e. Fermentasi

Proses fermentasi dilakukan di atas tambir dengan kelembaban ruangan 92-98 % yang diatur menggunakan humidifier dengan suhu 23-25 0C. Waktu proses fermentasi 100-150 menit.

f. Pengeringan

Pengeringan dilakukan dengan mesin TSD (Two Stage Drier) dengan sumber energi yang diteruskan dari mesin HE (Heat exchanger). Pengeringan dilakukan dengan suhu 50 – 55 0C mesin TSD dan 90 – 115 0C mesin HE. Kadar air dari proses pengeringan adalah 4 %. Bubuk kering yang keluar dari mesin TSD didinginkan dan dihamparkan dilantai dan selanjutnya dimasukkan ke dalam karung dan ditimbang kemudian dibawa ke ruang sortasi.

Sortasi dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama dilakukan pada mesin mydelton. Hasil bubuk dari mesin TSD dituangkan ke bak conveyor untuk di ayak pada mesin mydelton. Hasil dari mesin mydelton di bawa ke mesin vibro menggunakan bak conveyor untuk dilakukan pembersihan serat. Bahan yang telah bersih dari serat dimasukkan ke mesin indian sortir menggunakan bak conveyor dan hasil dari mesin indian sortir akan keluar melalui corong. Bubuk teh yang tidak keluar melalui corong mesin indian sortir akan diteruskan malalui bak conveyor ke mesin chota shiefer. Hasil pada mesin chota shiefer akan keluar melalui corong. Bubuk teh yang tidak keluar melalui corong mesin chota shiefer akan diteruskan ke mesin winower melalui bak conveyor. Hasil pada mesin winower yang sesuai berat jenisnya akan keluar melalui corong. Bubuk teh yang tidak keluar melalui corong mesin winower akan diteruskan kes mesin Colour Separator melalui bak conveyor. Hasil pada mesin Colour Separator akan keluar melalui corong. Bubuk teh yang tidak keluar melalui corong mesin Colour Separator akan diteruskan kes mesin Cutter melalui bak conveyor. Hasil pada mesin Cutter akan keluar melalui corong.

h. Pengepakan

Pengepakan bubuk teh dilakuakan dengan menggunakan karung plastik dan paper sack yang telah diberi marka standar. Pengepakan dilakukan berdasarkan grade bubuk teh.

Tahapan pengolahan teh hijau adalah: a. Penimbangan

Pucuk daun teh segar yang di terima di pabrik berasal dari kebun LIKI PT. Mitra Kerinci. Pucuk daun teh segar di angkut dari perkebunan dibawa kepabrik dengan menggunakan truk dan di stasiun ini pucuk daun teh segar ditimbang bersama dengan pengangkutnya (truk) pada jembatan timbang.

b. Pembongkaran Pucuk

Pucuk daun teh yang telah ditimbang diturunkan dari truk pengangkut dan selanjutnya dinaikkan ke monorail dan dibawa ke WT. Dalam WT pucuk daun teh akan dikirim keblower.

c. Pelayuan dan Pendinginan

Pucuk daun teh yang telah dikirab ke arah blower selanjutnya akan dinaikkan ke conveyor untuk masuk ke mesin Rotary paner (RP). Mesin bekerja dengan bantuan tungku kayu bakar untuk memutar silinder mesin. Kriteria hasil pelayuan yang baik adalah:

1) Pucuk matang (layu) bewarna hijau kekuningan 2) Apabila diremas saling melengket

3) Ujung pucuk muda jika dipatahkan lemas dan lentur 4) Aroma segar dan tidak berbau asap

5) Apabila pucuk layu saling digosokkan tidak mengeluarkan cairan Proses pendinginan dilakukan setelah proses pelayuan dengan menggunakan mesin pendingin (glebeg/colling conveyor).

d. Penggulungan Pucuk Layu

Pucuk layu yang telah dingin dimasukkan ke dalam mesin OTR (Open Top Roller) untuk dilakuakn proses penggulungan pucuk. Pengisian gilingan dilakukan dalam kondisi diam dan diisi sepertiga dari volume gilingan, kemudian mesin diputar.

e. Pengeringan

Pengeringan pertama dilakukan dengan mesin Endless Chain Pressure (ECP) dengan pemanas dari mesin HE (Heat Exchanger). Hasil penggulungan dimasukkan ke mesin ECP secara kontinu dan teratur sampai penuh. Pengeringan dilakuakn hasil kadar air 38 – 42 %. Hasil ECP akan diangkut ke mesin Boll tea dengan berat 200-600 Kg, selanjutnya mesin boll tea akan berputar untuk melakukan proses pengeringan selama 14 jam sampai kadar air 5 %.

f. Sortasi

Sortasi dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama dilakukan pada mesin chota shifter. Hasil bubuk dari mesin boll tea dituangkan ke karung dan dibawa menggunakan trolley ke conveyor input mesin chota shifter. Hasil dari mesin chota shifter di bawa ke mesin mydelton ekstraktor menggunakan bak conveyor untuk dilakukan pembersihan serat. Bahan yang telah bersih dari serat dimasukkan ke mesin stalk seperator menggunakan bak conveyor dan hasil dari mesin indian sortir akan keluar melalui corong. Bubuk teh yang tidak keluar melalui corong mesin stalk seperator akan diteruskan malalui bak conveyor ke mesin

Penimbangan Pembongkaran Pucuk Pelayuan Pendinginan Penggulungan Pengeringan 1 Pengeringan 2 Sortasi Pengepakan Kadar air 74% Kadar air 60% Kadar air 50% Kadar air 40% Kadar air 5% Kadar air 60%

suction winower. Hasil pada mesin suction winower akan keluar melalui corong.

g. Pengepakan

Pengepakan bubuk teh dilakukan dengan menggunakan karung plastik dan paper sack yang telah diberi maka standar. Pengepakan dilakukan berdasarkan grade bubuk teh.

Aliran proses pengolahan green tea dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Material balance berdasarkan dari proses pengolahan dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2.Material Balance

Sumber: Hasil Penelitian

Green tea dibagi menjadi 6 kualitas yaitu kualitas strength, fruity, sour, dry, smoky, dan overfire.Dasar yang digunakan untuk menentukan kualitas green teaadalahsifat luar dan sifat dalam dari teh hijau. Karakteristik sifat luar yaitu warna tehkering hijau muda dan hijau kehitaman, ukuran homogen dan tidak tercampurremukan, bentuk tergulung dan terpilin, aroma wangi sampai kurang wangi,dan tidak apek. Sedangkan karakteristik sifat dalam yaitu air seduhan jernih,sedikit berwarna hijau atau kekuning – kuningan. Warna tersebut tetapwalaupun seduhannya sudah menjadi dingin. Rasa khas green tea sedikit pahitdan lebih sepat dibanding teh hitam. Karakteristik dari masing-masing kualitas dapat dilihat pada tabel 2.3.

Stasiun Kerja Kadar Air Kapasitas Mesin (Kg) Waktu Kerja Mesin (menit) Jumlah Mesin Total Produksi/Ja m Output Mesin (Kg/Jam) Pelayuan 60% 100 30 8 1600 1376 Penggulungan 50% 350 30 3 2100 1890 Pengeringan I 40% 500 60 3 1500 1350 Pengeringan II 5% 600 840 14 600 390

Tabel 2.3. Karakteristik Kualitas Green Tea

Karakteristik

Kualitas

Strenght Fruity Sour Dry Smoky Overfire

Warna Hijau

Kehitaman

Hitam Kehijauan

Hijau

Kekuningan Kekuningan Kehitaman

Kuning Kecoklatan Bentuk Tergulung Sempurna Tergulung Kurang Tergulung Terpilin Tidak Terpilin Bubuk, Batang Serat

Bau Normal Normal Normal Kurang

Normal

Kurang

Normal Tidak Normal

Tekstur Padat Padat Kurang

Padat Tidak Padat

Tidak

Padat Sangat Rapuh

Rasa Sepat yang

kuat Sepat Asam Pahit Pahit Sangat pahit

BAB I

PENDAHULUAN

Dokumen terkait