• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Produksi

Dalam dokumen EVALUASI KINERJA HEAT EXCHANGER (Halaman 29-34)

2.2.1 Unit Crude Distiller and Gas Plant (CD&GP)

A. Crude Distiller Unit II (CD-II)

CD-II memiliki kapasitas produksi sebesar 2600 ton/hari. Fungsi utama dari CD-II ialah memisahkan fraksi-fraksi tertentu dari minyak tanah. Feed yang masuk ke CD-II berasal dari Sumateran Light Crude (SLC) dan Jene crude.

CD-II terdiri dari 5 kolom fraksionator dan 1 kolom evaporator. Feed dipanaskan pada Furnace 1 dan dimasukkan ke kolom evaporator. Fasa gas akan masuk pada kolom I dan fasa cair masuk ke furnace II untuk dipanaskan sebelum masuk ke kolom IV.

Produk atas dari kolom I akan masuk ke kolom V, side stream masuk ke kolom II, sedangkan produk bawah akan ditampung. Produk atas kolom II akan dimasukkan ke tangki akumulator 8-7 yang sebagian akan di jadikan sebagai reflux dan sebagian lagi akan menjadi produk gas. Produk bawah dari kolom II akan dikondensasikan dan keluar sebagai produk LKD.

Produk atas kolom V dikondensasikan dan akan ditampung pada tangki akumulator 8-8. Aliran gas yang tidak terkondensasi dibagi menjadi dua yaitu aliran pertama sebagai produk gas, sedangkan aliran lainnya akan dikondensasikan kembali sehingga menghasilkan crude residual (CR). Tidak seluruh gas akan terkondensasi, gas yang tidak terkondensasi akan menjadi produk gas. Produk yang tertampung pada tangki akumulator 8-8 akan terbagi menjadi dua aliran yaitu sebagai aliran reflux dan aliran produk atas straight run (SR). Produk bawah dari kolom V akan menjadi reflux untuk kolom I.

Kolom III akan mendapatkan feed dari side stream kolom V. Kolom III akan menghasilkan produk bawah berupa naphta I/II dan produk atas berfasa gas yang akan dikembalikkan ke kolom V.

Produk atas dari kolom IV akan didingkan terlebih dahulu sebelum masuk ke tangki akumulator 8-6. Dari tangki ini aliran terbagi menjadi dua, yaitu aliran yang akan di reflux dan aliran yang akan masuk ke kolom I. Side stream dari kolom IV akan dimasukkan ke light cold test (LCT) stripper bersama-sama dengan produk bawah kolom I. Produk bawah kolom IV didinginkan dan menghasilkan produk long residue.

Produk dari bawah kolom I dan side stream kolom IV yang tertampung pada LCT stripper sebagian akan dimasukkan kembali kolom IV sebagai reflux dan sebagian sebagai produk light cold test untuk gas oil.

19

B. Crude Distiller Unit III (CD-III)

Feed yang akan masuk ke CD III berjenis Cocktail yang merupakan campuran dari jenis crude oil Jene, Ramba dan juga Sumatran Light Crude (SLC). CD-III memiliki kapasitas 4000 ton/hari. CD-III memiliki beberapa alat utama yaiut 3 kolom distilasi yaitu kolom 1-3, kolom 1-2 dan kolom 1-1, Dan juga memiliki1 stabilizer STAB 1-4. CD-III juga memiliki beberapa jenis alat pendukung, yaitu stripper, cooler, condenser, heat exchanger, accumulator dan furnace. Furnace di CD-III menggunakan bahan bakar fuel gas ditambahkan dengan fuel oil.

Crude oil yang berjenis cocktail yang didapatkan dari tangki akan dipanaskan terlebih dahulu hingga mencapai suhu 147OC sebelum masuk ke kolom stabilizer. Produk atas dari stabilizer merupakan minyak dengan rentang karbon C1-C5 yang akan disimpan ke dalam tangki yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan baku dari gas plant. Sedangkan untuk produk bawah dari stabilizer ini yang mempunya rentang karbon C6-C50 akan dialirkan menuju ke kolom 1-1.

Feed masuk ke kolom 1-1 yang berasar dari produk bawah stabilizer akan masuk ke kolom 1-1 pada tray 13 dengan suhu sebesar 202OC. Produk dari kolom 1-1 ini memiliki 3 alir produk yaitu produk atas, side stripper dan produk bawah. Produk atas dari kolom 1-1 merupakan minyak dengan rentang C6-C10 yang akan masuk ke kolom 1-3. Terdapat 2 side stripper yang dimiliki oleh kolom 1-1, satu side stripper akan mengolah produk menjadi naphtha III (N-III) dan satu stripper lagi akan mengolahnya menjadi naphtha IV (N-IV). Sedangkan untuk produk bawah dari kolom 1-1 akan memiliki suhu sebesar 273oC dan akan masuk ke dalam furnace dimana akan dipanaskan hingga mencapai suhu 311oC sebelum masuk ke kolom 1-2. Produk bawah ini memiliki rentang karbon C11-C50.

Kolom 1-2 akan menerima feed dari produk bawah dari kolom 1-1 yang akan masuk pada tray 13. Produk atas dari kolom ini akan menghasilkan produk light kerosene distillate (LKD) sebesar 726 ton/hari. Kolom 1-2 ini memiliki 3 side stripper yang menghasilkan high kerosene distillate (HKD) sebesar 238 ton/hari, light cold test gas oil (LCT) sebanyak 173 ton/hari dan juga high cold test gas oil (HCT) sebesar 130 ton/day. Produk bawah dari kolom 1-2 ini bernama long residue dimana akan dibagi menjadi dua aliran. Satu aliran long residue sebesar 1757 ton/hari akan dikirimkan ke high vacuum unit dimana akan dipakai sebagai feed. Sedangkan satu aliran lagi akan dididingkan terlebih dahulu ke cooler box sebelum dikirimkan kepada tangki.

Produk atas dari kolom 1-1 akan langsung masuk ke kolom 1-3 pada bagian tray 10 sebagai feed dengan memiliki suhu sebesar 143OC yang memiliki rentang karbon C6-C10. Kolom 1-3 ini memiliki 2 aliran produk yaitu produk atas dan juga produk bawah. Produk atas tersebut akan melalui accumulator dimana produk akan dikondenasasikan. Produk atas dari accumulator tersebut yang berfasa gas akan di unit straight run motor gas component (SRMGC). Dan produk bawah dari accumulator sebagian akan menjadi refluks ke kolom 1-3 dan sebagian akan menjadi SR Tops. Produk bawah dari kolom 1-3 yang memiliki rentang karbon C8-C10 akan terbagi menjadi dua aliran, satu aliran akan masuk

20 ke accumulator sebelum menjadi refluks ke kolom 1-1, sebagian alirannya lagi akan menjadi produk naphtha II (N-II) sebanyak 423 ton/hari.

C. Crude Distiller Unit IV (CD-IV)

Unit CD-IV memiliki sistem pemrosesan produk serta perolehan produk yang sama dengan CD III. Namun memiliki feed yang berbeda. CD-IV hanya menggunakan feed Ramba crude oil dan SLC. Kapasitas dari unit ini dapat mencapai 4000 ton/hari. CD-IV memiliki 1 kolom evaporator dan 3 kolom fraksionator.

2.2.2 Unit Crude Distiller and Light-Ends (CD&L) A. Crude Distiller Unit VI (CD-VI)

Berbeda dengan CD II,II,IV dan V yang terletak di area plaju, CD VI ini terletak pada area sungai gerong dimana kapasitas pengolahan CD VI sebesar 1500 Ton/hari. Crude oil yang digunakan untuk CD VI merupakan jenis crude oil ramba. CD VI berfungsi untuk memisahkan fraksi-fraksi minyak bumi yang berasar dari ramba berdasarkan distilasi atmosferik. CD VI menghasilkan beberapa produk yaitu naptha, kerosene, ADO dan long residue. CD VI juga dapat digunakan untuk mengolah produk minyak yang dihasilkan dari CD II/III/IV/V yang tidak memenuhi spesifikasi. CD VI juga dapat mengolah minyak dengan water contain atau sulphur contain diatas normal. Perbedaan utama dari CD VI dengan CD yang lain ialah CD VI terbuat dari bahan stainless steel sehingga memiliki batas toleransi yang lebih baik bila dibandingkan dengan yang lain.

Terdapat primary fractionator dan secondary fractionator di CD VI. Crude oil dengan rentang karbon C1-C50 yang akan diolah di CD VI akan terlebih dahulu dipanaskan dengan menggunakan furnace hingga mencapai suhu 280OC. Pada saat ini CD VI juga telah dimodifikasi agar dapat mengolah minyak mentah Sumatran light crude (SLC). Dilakukan modifikasi karena jumlah produk minyak yang tidak memenuhi spesifikasi menurun.

B. High Vacuum Unit (HVU)

HVU memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan CDU, yaitu memisahkan fraksi-fraksi di Crude Oil berdasarkan perbedaan titik didih. Namun kondisi tekanan operasi dari HVU merupakan vakum. Feed dari HVU merupakan long residue yang didapat dari CD II/III/IV dan VI. Produk dari HVU terdiri dari off gas, vacuum gas oil (LVGO, MVGO dan HVGO) dan vacuum residue. Kapasitas dari HVU adalah 54 MBSD dan menghasil produk antara lain :

1. Hasil tengah di bagi menjadi dua aliran yaitu Medium Vacuum Gas Oil (MVGO) dan Hight Vacuum Gas Oil (HVGO). MVGO dan HVGO sebagian akan menjadi reflux kolom dan sebagian lagi akan menjadi feed unit RFCCU.

21 2. Hasil bawah dari HVU yaitu Vacuum Residue yang berfungsi sebagai produk

blending fuel oil dan juga untuk mempertahankan suhu dari bottom.

3. Hasil atas dari HVU ialah Light Vacuum Gas Oil (LVGO) yang biasa digunakan untuk komponen motor gas.

Vacuum gas oil yang menjadi produk dari HVU digunakan untuk memanaskan long residue yang akan masuk ke HVU. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban dari furnace.

C. Riser Fluidized Catalytic Cracking Unit (RFCCU)

RFCCU digunakan untuk mengolah MVGO, HVGO dan long residue menjadi produk minyak ringan dengan menggunakan bantuan dari katalis. RFCCU terdiri dari reaktor yang dilengkapi dengan tiga buah cyclone 1 tahap untuk meminimalisasi terbawanya katalis ke kolom fraksionasi, regenerator katalis, main fractionator, LCGO stripper. RFCCU menghasilkan produk berupa off gas, raw polypropylene, LPG, catalytic naphta, LCGO, HCGO dan slurry.

Feed yang akan masuk ke RFCCU akan dipanaskan terlebih dahulu hingga mencapai suhu 331OC lalu akan diinjeksikan dengan antimoni sebanyak 0,75-2,1 kg/jam yang akan mencegah munculnya metal contenct dalam feed yang dapat merusak katalis. RFCCU akan menerima feed MVGO sebesar 165.000 BPSD dan HVGO sebesar 4000 BPSD.

Feed yang masuk sebesar 120.600 kg/jam diinjeksikan ke dalam riser untuk direaksikan dengan katalis bersuhu 650-750OC dari regenerator. Reaksi akan terjadi pada seluruh bagian riser. Untuk memperoleh fluidisasi yang baik makan digunakan lah steam bertekanan sedang untuk diinjeksikan. Selain steam, diinjeksikan juga HCGO yang akan menambah pembentukan coke pada katalis sehingga dapat menaikkan suhu regenerator serta naphta yang diperlukan untuk menaikkan selektivitas cracking sehingga meningkatkan yield propane-propylene.Stripping steam akan diinjeksikan ke daerah stripper agar kadar oil yang ada dalam katalis berkurang sebelum masuk ke regenerator.

Spent catalyst disirkulasikan ke dalam regenerator dengan dikontrol oleh spent side valve (SVS). Udara sebesar 7000 kg/jam dialirkan dengan menggunakan air blower dan tekanan 2,49 kg/cm2 untuk memperlancar aliran spent catalyst. Catalyst yang telah terpakai dapat diregenerasikan dengan cara mengoksidasi coke pada catalyst. Torch oil ditambahkan untuk membantu pembakaran. Regenerator yang dilengkapi dengan cyclone 2 tahap digunakan untuk memisahkan gas cerobong dari partikel catalyst yang terbawa.

23

BAB III

SPESIFIKASI ALAT

3.1 Sistem Proses Crude Distiller and Gas Plant (CD&GP)

Dalam dokumen EVALUASI KINERJA HEAT EXCHANGER (Halaman 29-34)

Dokumen terkait