BAB IV METODE PENELITIAN
5.1. Gambaran Umum Perusahaan
5.1.2. Proses Produksi
A. Gambaran Umum Aggregate Assembly & Component (AGC) Departemen atau bagian perakitan aggregate merupakan bagian yang merakit dan menyiapkan komponen-komponen seperti engine, gearbox, dan axles yang nantinya akan digabungkan pada chassis. Rincian kegiatannya adalah sebagai berikut :
1) Engine
Proses kerja yang dilakukan pada bagian mesin terdiri dari preparation (engine on pallet) atau persiapan awal yang dilakukan sebelum ke proses selanjutnya.
2) Gearbox
Proses kerja yang dilakuakan pada bagian gearbox ini dimulai dengan proses perakitan komponen-komponen gearbox, yang terdiri dari:
a) Sub Assembly Counter Shaft
Merupakan proses perakitan counter shaft yang terdiri dari pengepresan gears dengan mesin hydrolic press, pemanasan gears dengan oven dan pemasangan bearings pada counter shaft yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu dengan heater plate.
b) Sub Assembly Main Shaft
Merupakan proses perakitan gears dan synchronize gears satu sampai lima atau enam pada main shaft, yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu dengan heater plate.
c) Sub Assembly Front Housing
Merupakan proses pemasangan bearing pada front housing atau bagian depan yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu dengan memakai heater plate kemudian diberi oil seal. Kemudian bearing yang telah dipasang pada front housing dieratkan atau dikencangkan dengan memukulnya dengan palu tembaga.
d) Sub Assembly Rear Housing
Merupakan proses pemasangan bearings pada rear housing atau bagian belakang yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu dengan heater plate kemudian diberi oil seal. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan plug (busi atau steker) pada cover rear housing. Kemudian bearings yang telah dipasang pada front housing dieratkan atau dikencangkan dengan memukulnya dengan palu tembaga.
e) Main jig
Merupakan proses penggabungan antara counter shaft, main shaft, front housing dengan memakai mesin jig. Kemudian pemasangan bearings yang sebelumnya dipanaskan dengan heater plate dan dieratkan dengan memukulnya dengan palu
f) Final Assembly
Merupakan proses penggabungan rear housing dengan komponen yang telah digabungkan pada proses main jig serta pemasangan perlengkapan akhir hingga menjadi satu unit.
g) Testing
Merupakan proses pengujian gearbox yang telah dirakit yang terdiri dari leaking test yaitu test kebocoran pada gearbox dengan memasukkan gearbox pada kontainer yang berisi campuran bahan kimia yang sifatnya tidak iritant. Kemudian pengisian oli pada gearbox, yang selanjutnya akan dilakukan running test yaitu pengujian fungsi gearbox dengan memakai mesin test bench.
3) Axle
Proses kerja yang dilakukan pada bagian axle ini dimulai dengan proses perakitan komponen-komponen axle, yang terbagi menjadi dua proses yaitu :
a) Assembly front axle
1. Pre assembly steering knuckle
Merupakan proses pemasangan kuckle dan king pin pada front axle beam
2. Identification
3. Pre assembly brake
Merupakan proses pemasangan seal ring, oil buffle dan protective plate pada front axle
4. Sub assembly wheel hub
Proses pengepresan outer, inner roller bearing, shaft seal ring dan dust cover dengan menggunakan mesin hydrolyc press yang kemudian dipasangkan pada front axle dan diberi pelumas
5. Final assembly
Proses perakitan seluruh komponen pada front axle beam yang terdiri dari brake anchore, steer arm, wheel hub, brake drum, hub cover, steering angle, toe in dan wheel alignment.
b) Assembly rear axle 1. Identification
Merupakan proses pemberian nomor pada rear axle beam 2. Pre assembly Brake
Proses pemasangan seal ring, oil buffle, protective plate pada rear axle
3. Sub assembly wheel hub
Proses pengepresan outer, inner roller bearing, shaft seal ring dan dipasangkan pada rear axle dan diberi pelumas
4. Pre assembly diff case
Proses perakitan ring gear dan gears ke diff case serta pemasangan bearings
5. Pre assembly drive pinion
Proses pengepresan pinion bearings dan flange, kemudian proses pengukuran pre load pada pinion bearing
6. Pre assembly gear set to housing
Proses perakitan drive pinion dan diff case 7. Final assembly
Proses perakitan atau penggabungan komponen yang berasal dari pre assembly diff gear, pre assembly wheel hub, pre assembly bracket booster dan pre assembly brake shoe menjadi satu unit.
B. Gambaran Umum Assembling Commercial Vehicle (ACV)
1) Frame (Bolting)
Proses frame (bolting) adalah proses yang diawali dengan perakitan chassis menjadi satu rangkaian kerangka bus dengan menghubungkan satu chassis ke chassis lainnya kemudian disatukan tiap bagiannya dengan baut dengan memakai alat pemasang baut yaitu impact wrench, high frequency electric hand drill dan torque moment untuk mengencangkan baut-baut tersebut. Pada proses ini selain perakitan chassis menjadi satu
bentuk rangkaian, juga terdapat proses pemberian nomor pada chassis yang dilakukan dengan cara mencetak angka nomor pada chassis dengan memukulnya memakai palu dan pemasangan brackets untuk pipa pada chassis.
2) Painting (Spray Wall)
Proses painting adalah proses pengecatan pada rangkaian chassis yang telah terbentuk menjadi satu rangkaian dan komponen dari aggregate seperti engine dengan tujuan untuk melindungi permukaan chassis dan engine dari elemen-elemen yang bisa merusak, selain itu juga memberika perlindungan terhadap karat.
3) Pre Assembly Podest
Proses perakitan dan pemasangan berbagai instrumen dan perangkat awal yang terdiri dari pemasangan clutch pedal, handbrake lever dan electric board pada front frame, pemasangan floor pada center frame, pemasangan steering column pada floor, pemasangan bracket instrumen cluster, pemasangan cover unntuk steering column, pemasangan instrument cluster pada bracket, pemasangan kabel dan pitman arm, pemasangan steering wheel dan yang terakhir pemasangan driver seat.
4) Pre Assembly Radiator Frame
Proses ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu : a) Radiator frame lower
Menempatkan radiator dan intercooler pada frame, pemasangan fan shroud dan fan
b) Radiator frame upper
Menempatkan frame pada jig kemudian dilanjutkan dengan pemasangan beberapa komponen pada frame yaitu, rubber pad, spannband untuk reservoir, rubber dibawah reservoir, hoses, pulley, T-pieces untuk reservoir, house untuk T-pieces dan air filter.
Setelah semua dipasang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan komponen lain yaitu pemasangan hose (selang) untuk intercooler, cover radiator frame, fuel filter, pulley untuk kipas, radiator hose bottom side dan pemasangan intake pipa untuk penyaringan udara
5) Chassis Assembly
Proses ini dilakukan penggabungan antara rangkaian chassis yang telah dicat dengan komponen-komponen yang berasal dari Aggregate Assembly Components (AGC) yang terdiri dari brake system, axles dan gearbox. Sebelum itu dilakukan pemasangan ban, pipa untuk oil system, pipa udara, air dryer dengan valve dan
small air tank, big air tank dan perlengkapan lainnya pada chassis.
Setelah itu dilakukan pemasangan kabel-kabel konektivitas (shifting cable), steering box dan proses paint touch up yaitu proses pengecatan pada chassis atau bagian lainnya yang dianggap kurang sempurna.
6) Final Assembly
Proses ini terdiri dari persiapan kabel untuk mesin, pemasangan muffler (saringan) pada chassis, pemasangan mesin, pemasangan radiator frame, podest, tempat untuk baterai (wooden bed) pada chassis, pengisian oli, air pendingin dan campurannya (cooling water mixing). Setelah itu dilakukan pengujian pada seluruh fungsi yang terdapat di chassis ini atau star diagnosis dan engine running untuk menguji kemampuan kerja mesin
C. Gambaran Umum Vehicle Ready Delivery Service (VRDS)
1. Car Inspection
Merupakan suatu proses dimana kendaraan didiagnosis untuk menguji kemampuan kerja mesin.
2. Washing