• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

E. Proses Produksi

Pada prinsipnya proses pembuatan setiap produk di PT. Lombok Gandaria Foods Industry adalah hampir sama satu dengan yang lain.

Proses pembuatan kecap dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar V.1

Proses pembuatan kecap

Keterengan

1. Pemasakan I (pemasakan kedelai pecah)

Kedelai yang digunakan PT. Lombok Gandaria adalah kedelai yang kasar, sehingga mempermudah pertumbuhan jamur dan proses pencampurannya akan lebih merata. Kedelai ini biasanya putih kekuningan. Prses pemasakan dilakukan dengan memasukan bahan-bahan yang sudah ditakar kedalam Pemasakan I

Pengepresan

Pemasakan II

Pengemasan Penyaringan Pembaceman Fermentasi

tangki pemasak (steamer) selama ±40 menit dengan suhu 80o C. hal ini dilakukan untuk meningkatkan kadar air dan melunakkan kedelai.

2. Proses fermentasi

Fermentasi berlansung dalam suatu ruangan yang disebut koji room. Pda proses ini kedelai yang sudah dimasak dicampur dengan tepung gandum dan ragi. Tujuannya yaitu untuk menghasilkan sari kecap dalam waktu 2x24 jam.

3. Proses pembaceman (fermentasi basah)

Proses ini lanjutan dari proses fermentasi. Perendaman kedelai yang dicampur dengan air garam 20% selama kurang lebih 4-5 bulan, sehingga dihasilkan kadar protein 12-13%

dalam kedelai. Tujuannya untuk mengasilkan amino acid yang merupakan rasa dan aroma khas dari kecap. Hasil produksi kecap akan lebih baik jika proses pembaceman dilakukan lebih lama. Proses ini dilakukan dalam bak fermentasi yang diletakkan diluar ruangan supaya dapat tertutup dan terkena sinar matahari lansung.

4. Proses pengepresan

Hasil pembaceman yang selesai kemudian dilakukan pengepresan dengan menggunakan alat pres hidrolis bertekanan 100 kg/cm2 sebanyak dua kali proses. Masing-masing pengepresan memiliki mutu yang berbeda:

a. Pengepresan tahap pertama

Kedelai yang telah diambil diletakkan pada kotak yang terbuat dari papan 120x75x30 cm2. Kedelai disusun secara berlapis-lapis, setiap lapisannya memiliki tebal ±6 cm dengan diberi kain saring pada tiap lapisnya. Kemudian kedelai dimasukkan pada kotak hingga terisi penuh, lalu kotak tersebut diletakkan dibawah mesin pres yang diatasnya diberi bantalan untuk memperkuat tekanan (semakin besar tekanan, filtrate akan keluar lebih banyak).

Selanjutnya mesin pres diturunkan kemudian kedelai akan tertekan dan filtrate yang ada akan keluar melalui saluran menuju bak penampungan. Filtrate yang keluar dari pengepresan tahap pertama ini digunakan untuk pembuatan kecap kualitas pertama.

b. Pengepresan tahap kedua

Setelah pengepresan pertama selesai, ampas diambil untuk dilakukan proses pres kedua. Ampas terlebih dahulu direndam air garam dengan perbandingan 1:1 selama 2-3 hari. Setelah itu ampas dimasukan kedalam Pengepresan tahap kedua Setelah pengepresan pertama selesai, ampas diambil untuk dilakukan proses pres kedua. Ampas terlebih dahulu direndam air garam dengan perbandingan 1:1 selama 2-3 hari. Setelah itu ampas dimasukan kedalam.

5. Pemasakan II (pemasakan kecap)

Proses ini merupakan proses terakhir dari pembuatan berbagai jenis kecap. Untuk kecap asin, sari kecap yang diperoleh dimasak dengan menambahkan gula dan rempah-rempah. Proses pemasakan II kecap asin berlangsung selama 2 jam pada suhu 80oC. Sedang untuk kecap manis, pemberian gula disesuaikan dengan mutu kecap yang dikehendaki (kecap manis kualitas I menggunakan gula aren, sedangkan kecap manis kualitas II memakai gula tebu). Pada kecap manis, pemasakan II berlangsung selama 7 jam dengan suhu 80oC agar pelarutan gula merahnya benar-benar homogeny dengan sari kecap. Proses pemasakan kecap dilakukan dalam alat pemasak yang menggunakan double jacket sebagai tempat uapnya.

6. Penyaringan

Penyaringan dimaksudkan untuk memidahkan cairan kecap dari kotoran-kotoran yang berasal dari gula dan rempah-rempah. Proses penyaringan dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu:

a. Penyaringan kasar dengan saringan kawat baja

Alat ini berfungsi untuk menyaring benda-benda asing yang menyebabkan kecap kotor, seperti potongan plastik pembungkus gula, serat-serat bumbu, dan lain sebagainya.

b. Penyaringan halus dengan saringan kain

Kain katun memiliki pori-pori yang lebih halus guna menyaring partikel-partikel yang lebih kecil sehingga dihasilkan kualitas kecap yang baik. Kecap yang diperoleh dari hasil penyaringan ditampung dalam bak-bak penampung dan setelah melalui pengujian mutu, kecap tersebut disimpan dalam tangki penyimpanan kemudian siap dibotolkan.

7. Pengemasan

Kecap yang ada dalam tangki penyimpanan dimasukan dalam botol-botol agar siap untuk dipasarkan. Pembotolan dan pemberian etiket berlansung secara semi manual (dengan mesin filler dan dengan cara manual). Sebelum melakukan proses pembotolan, botol harus disentralisasi diruang khusus.

Kecap yang telah dimasukan kedalam botol ditutup dengan alat penutup botol. Kemudian botol diberi etiket sesuai dengan jenis dan tingkat mutunya. Etiket dimaksudkan sebagai pengenal atau cirri perusahaan yang memproduksinya sehingga dapat menjamin bahwa produk kecap tersebut adalah benar-benar produk PT. Lombok Gandaria Foods Industry.

Untuk menjamin keutuhan dan kapasitasnya, maka dilakukan penyegelan dan dilakukan pengepakan. Pengepakan bertujuan

untuk mempermudah penghitungan dan pengangkutan produk kecap untuk dipasaran.

8. Penggudangan

Penggudangan adalah salah satu cara menanggulangai kerusakan dan untuk menunggu sampai produk kecap tersebut di pasarkan. Penggudangan yang dilakukan oleh PT. Lombok Gandaria Foods Industry hanya bersifat sementara dalam jangka waktu 1-6 hari. Hal ini dikarenakan tingkat permintaan pasar yang cukup tinggi dan buffer stock tiap produk dibuat 1-6 hari habis dengan sistem FIFO. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggudangan adalah suhu dan kebersihan tempat. Tempat penyimpanan selalu diadakan pengontrolan untuk menjaga keutuhan dan kualitas produk kecap. Pada dasarnya penggudangan pada perusahaan ini bertujuan untuk persediaan penjualan, menyelamatkan hasil produksi atau aliran barang First In First Out (FIFO), mengurangi kerusakan, dan menghindari barang yang berserakan yang berakibat mempermudah kerusakan barang. Dengan demikian dapat diperhitungkan jumlah barang yang akan diproduksi dan jumlah barang yang akan dipasarkan.

53 BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab V peneliti menyajikan hasil pengumpulan dan analisis data yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan pembahasan.Dalam rangka mendapatkan data, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 45 karyawan, di PT. Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta. Setiap kuesioner memiliki 21 pertanyaan yang terdiri dari 6 pertanyaan untuk variabel dependent (Y) yaitu kinerja karyawan, dan 7 pertanyaan variabel independent (X1) yaitu kompensasi, serta 8 pertanyaan variabel independent (X2) yaitu lingkungan kerja.

Skor yang digunakan untuk menghitung nilai dari setiap pernyataan adalah

“Sangat Setuju” (SS) mendapat skor 5, “Setuju” (S) mendapat skor 4, “Netral”

(N) mendapat skor 3, “Tidak Setuju” (TS) mendapat skor 2 dan “Sangat Tidak Setuju” (STS) mendapat skor 1. Penyebaran kuesioner dilakukan selama 1 minggu dikarenakan kendala karyawan yang susah ditemui dan ada juga sebagian karyawan membawa kuesioner untuk diisi dirumah kemudian dikembalikan keesokan harinya.

Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, usia, lama kerja, dan pendidikan terakhir karyawan PT.

Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta. Data deskriptif yang akan memaparkan skor-skor mengenai kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja karyawan.

Sedangkan kuantitatif pada variabel kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan meliputi uji instrumen (Validitas dan Reliabilitas), analisis data (regresi

linier berganda), uji asumsi klasik (normalitas, multikolinieritas,heteroskedastisitas), uji F dan t, serta koefisien determinasi.

A. Uji instrumen

Dalam penelitian ini digunakan program perhitungan komputer untuk melakukan uji instrumen yang diperoleh selama penelitian. Seluruh kuesioner ditabulasi menggunakan perangkat lunak yaitu program Excel 2007 dan kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 21.0.

1. Uji Validitas

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik korelasi product moment pearson. Dikatakan valid apabila hasil uji didapati r hitung ≥ r tabel. Dalam pengujian ini dilakukan dengan menggunakan data dari 45 responden. Diketahui N=45 dan α = 5%, maka r tabel = 0.2940. Validasi dari item yang diuji adalah sebagai berikut:

Tabel V.1

Rangkuman Tes Validitas Kompensasi

Aspek Butir r Hitung r Tabel Hasil

Gaji 1 0,585 0, 2940 Valid

Insentif 2 0,629 0, 2940 Valid

Bonus 3 0,748 0, 2940 Valid

Upah 4 0,878 0, 2940 Valid

Premi 5 0,652 0, 2940 Valid

Pengobatan 6 0,837 0, 2940 Valid

Asuransi 7 0,351 0, 2940 Valid

Sumber: Data diolah peneliti

Berdasarkan Tabel V.1 dapat diketahui bahwa masing-maasing indikator dari variabel kompensasi mempunyai r hitung yang lebih besar dari r tabel. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator pada variabel tersebut layak digunkan sebagai pengumpulan data.

Tabel V. 2

Rangkuman Tes Validitas Lingkungan Kerja

Aspek Butir r hitung r tabel Hasil

Sumber: Data diolah peneliti

Berdasarkan Tabel V.2 dapat diketahui bahwa masing-maasing indikator dari variabel lingkungan kerja mempunyai r hitung yang lebih besar

dari r tabel. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator pada variabel tersebut layak digunkan sebagai pengumpulan data.

Tabel V.3

Rangkuman Tes Validitas Kinerja Karyawan

Aspek Butir r hitung r tabel Hasil

Kualitas 1 0,581 0,2940 Valid

Kuantitas 2 0,796 0,2940 Valid

3 0,797 0,2940 Valid

Pelaksanaan tugas

4 0,759 0,2940 Valid

Tanggung jawab 5 0,625 0,2940 Valid

6 0,629 0,2940 Valid

Sumber: Data diolah peneliti

Berdasarkan Tabel V.3 dapat diketahui bahwa masing-maasing indikator dari variabel kinerja karyawan mempunyai r hitung yang lebih besar dari r tabel. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator pada variabel tersebut layak digunkan sebagai pengumpulan data.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini dalah teknik analisis Cronbach’s Alpha dengan melihat Reability Statistic dengan

menggunakan program SPSS 21.0. Dalam pengujian ini dilakukan dengan menggunakan data dari 45 responden. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbanch Alpha > 0,60.

Tabel V.4

Hasil Reliabilitas Kompensasi

Cronbach's Alpha

N of Items

,783 7

Berdasarkan dari tabel V.4 dapat diketahui bahwa dari seluruh item pada variabel kompensasi yang berjumlah 7 memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,783. Hal ini menujukkan bahwa instrumen penelitian yang digunkan reliabel karena 0,783 > 0,60.

Tabel V.5

Hasil Reliabilitas Lingkungan Kerja

Berdasarkan dari tabel V.5 dapat diketahui bahwa dari seluruh item pada variabel lingkungan kerja yang berjumlah 8 memiliki nilai

Cronbach's Alpha

N of Items

,655 8

Cronbach’s Alpha sebesar 0,655. Hal ini menujukkan bahwa

instrumen penelitian yang digunkan reliabel karena 0,655 > 0,60.

Tabel V.6

Hasil Reliabilitas Kinerja Karyawan

Berdasarkan dari tabel V.4 dapat diketahui bahwa dari seluruh item pada variabel kinerja karyawan yang berjumlah 6 memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,779. Hal ini menujukkan bahwa instrumen penelitian yang digunkan reliabel karena 0,779 > 0,60.

B. Analisis data

1. Analisis Statistik Deskriptif a) Analisis Deskripsi Responden

Responden dalam penelitian ini adalah 45 responden yang terdiri dari karyawan PT. Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta. Dalam penelitian ini peneliti menganalisis data mengenai jenis kelamin, usia, lama kerja dan pendidikan terakhir.

Cronbach's Alpha

N of Items

,779 6

Tabel V.7

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel V.7 responden didominasi oleh laki-laki sebanyak 86,7% atau sebanyak 39 karyawan. Responden perempuan sebanyak 13,3% atau sebanyak 6 karyawan. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas karyawan PT. Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta yang menjadi responden berjenis kelamin laki-laki.

Tabel V.8

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persen

20-24 tahun 4 8,9%

25-29 tahun 6 13,3%

30-34 tahun 22 48,9%

35-39 tahun 8 17,8%

40-44 tahun 3 6,7%

> 45 tahun 2 4,4%

Total 45 100%

Jenis Kelamin Frekuensi Persen

Laki-Laki 39 86,7%

Perempuan 6 13,3%

Total 45 100%

Berdasarkan tabel V.8 karyawan berusia 20-24 tahun sebanyak 8,9%

atau sebanyak 4 karyawan. Karyawan yang berusia 25-29 tahun sebanyak 13,3% atau sebanyak 6 karyawan. Karyawan berusia 30-34 tahun sebanyak 48,9 atau sebanyak 22 karyawan. karyawan berusia 35-39 tahun sebanyak 17,8% atau sebanyak 8 karyawan. Karyawan berusia 40-44 tahun sebanyak 6,7% atau sebanyak 3 karyawan. Karyawan berusia > 45 tahun sebanyak 4,4% atau sebanyak 2 karyawan. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas karyawan yang menjadi responden berusia 30-34 tahun.

Tabel V.9

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja

Berdasarkan tabel V.9 responden didominasi oleh karyawan yang telah bekerja selama 4-6 tahun sebanyak 21 karyawan atau 46,7%, responden yang bekerja selama 1-3 tahun sebanyak 14 atau 31,1%, responden yang bekerja selama > 6 tahun sebanyak 8 atau 18%, responden yang bekerja selama < 1 tahun sebanyak 2 atau 4,4%.

Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas karyawan Lama kerja Frekuensi Persen

< 1 tahun 2 4,4%

1-3 tahun 14 31,1%

4-6 tahun 21 46,7%

> 6 tahun 8 18%

Total 45 100%

yang menjadi responden adalah karyawan yang telah bekerja selama 4-6 tahun.

Tabel V.10

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Berasarkan tabel V.10 responden di dominasi oleh karyawan yang pendidikan terakhirnya SLTA sebanyak 27 karyawan atau 60%, karyawan yang berpendidikan terakhir DIPLOMA sebanyak 9 karyawan atau 20%, karyawan yang berpendidikan terakhir SARJANA sebanyak 6 karyawan atau 13,3%, karyawan yang berpendidikan terakhir SLTP sebanyak 3 karyawan atau 6,7%, karyawan yang berpendidikan terakhir PASCA SARJANA sebanyak 0 karyawan atau 0%. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas karyawan yang menjadi responden adalah yang berpendidikan SLTA.

Pendidikan Frekuensi Persen

SLTP 3 6,7%

SLTA 27 60%

DIPLOMA 9 20%

SARJANA 6 13,3%

PASCA

SARJANA 0 0%

Total 45 100%

b) Analisis Deskripsi Variabel

Deskripsi variabel digunakan untuk mengetahui apakah pengaruh karyawan PT. Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta terhadap kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja karyawan sangat tinggi atau rendah. Kuesioner pada setiap variabel menggunakan skala data 1-5, skala 1 menunjukkan presepsi karyawan PT. Lombok Gandaria cabang Yogyakarta sangat tidak setuju, sementara skala 5 menunjukkan presepsi kayawan PT. Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta sangat setuju.

Tabel V.11

Rata rata butir pernyataan kompensasi

No Butir pertanyaan

Rata-rata 1 Jumlah kompensasi yang diberikan sesuai dengan

tingkat pendidikan anda

3,91 2 Jumlah intensif yang diberikan sesuai dengan

produktivitas kerja

3,84 3 Jumlah bonus yang diberikan sesuai dengan sasaran

kinerja

3,89 4 Jumlah upah yang diberikan sesuai dengan lamanya jam

kerja

3,73 5 Jumlah premi yang diberikan sesuai dengan kinerja 3,89 6 Pengobatan yang diberikan sesuai dengan keadaan

karyawan

3,82 7 Asuransi yang diberikan sesuai dengan resiko atau

kerugian karyawan

3,76

Rata-rata 3,83

Berdasarkan Tabel V.11skor rata-rata variabel kompensasi adalah 3,83 yang termasuk dalam kategori tinggi, skor paling tinggi dengan rata-rata3,91 yaitu jumlah kompensasi yang diberikan sesuai dengan tingkat pendidikan anda pada item nomer 1, sedangkan skor paling rendah dengan rata-rata 3,73 yaitu jumlah upah yang diberikan sesuai dengan lamanya jam kerja pada item nomer 4.

Tabel V.12

Rata rata butir pertanyaan lingkungan kerja

Berdasarkan tabel V.12skor rata variabel lingkungan kerja skor rata-rata variabel lingkungan kerja adalah 3,70yang termasuk dalam kategori tinggi, skor paling tinggi dengan rata-rata 3,96 yaitu perlengkapan kerja yang ada di tempat anda bekerja telah membantu pelaksanaan tugas-tugas

No Butir Pertanyaan

Rata-rata 1

Lingkungan kerja yang kondusif sangat mendukung

kelancaran pelaksanaan pekerjaan 3,93

2

Perlengkapan kerja yang ada di tempat anda bekerja telah

membantu pelaksanaan tugas-tugas 3,96

3 Keamanan anda dalam bekerja cukup memadai 3,58 4

Anda selalu membangun hubungan kerja yang baik dengan

pimpinan 3,51

5

Anda selalu membangun hubungan yang baik dan kerjasama

dengan sesama rekan kerja 3,29

6 Anda selalu giat bekerja dengan kondisi ruang yang nyaman 3,58

7

Menurut anda, komunikasi yang baik antara rekan kerja, atasan dengan bawahan membantu kelancaran pelaksanaan

pekerjaan 3,87

8

Menurut anda, kesempatan berprestasi dalam bekerja terbuka

bagi sesama rekan kerja 3,91

Rata-rata 3,70

pada item nomer 2, sedangkan skor paling rendah dengan rata-rata 3,29 yaitu anda selalu membangun hubungan yang baik dan kerjasama dengan sesama rekan kerja pada item nomer 5.

Tabel V.13

Rata rata butir pertanyaan responden kinerja karyawan

Berdasarkan tabel V.13skor rata variabel kinerja karyawan skor rata-rata variabel kinerja karyawan adalah 3,82 yang termasuk dalam kategori tinggi, skor paling tinggi dengan rata-rata 4,04 anda menyelesaikan pekerjaan dengan tepat sesuai dengan yang ditentukan perusahaan pada item nomer 3, sedangkan skor paling rendah dengan rata-rata 3,44 yaitu anda punya keinginan untuk memotivasi rekan kerja anda agar bekerja lebih semangat lagi pada item nomer 6.

No Butir pertanyaan

Rata-rata 1 Anda menghasilkan kualitas kerja yang baik untuk

perusahaan

4,00 2 Anda menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditentukan

perusahaan

4,00 3 Anda menyelesaikan pekerjaan dengan tepat sesuai dengan

yang ditentukan perusahaan

4,04 4 Anda memanfaatkan teknologi yang ada pada perusahaan

untuk melaksanakan pekerjaan

3,64 5 Anda pernah meminta bantuan atau bimbingan dari atasan

ketika anda menemukan kesulitan bekerja

3,80 6 Anda punya keinginan untuk memotivasi rekan kerja anda

agar bekerja lebih semangat lagi

3,44

Rata-rata 3,82

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Regresi linier berganda digunakan untuk pengaruh satu, atau lebih variabel bebas (independent) dan variable tidak bebas (dependent). Model analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kedua kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Lombok Gandaria Cabang Yogya. Adapun hasil analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini yang disajikan pada tabel dibawah ini:

Tabel V.14

Uji Regesi Linier Berganda

Bedasarkan hasil olah data menggunakan SPSS, diperoleh nilai konstanta sebesar 3,529 , koefisien regresi kompensasi 0,689 , koefisien regresi lingkungan kerja 0,031. Maka persamaan regesi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y= 3,529 +0,689X1+0,031X2

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 3,529 3,667 ,963 ,341

KOMPENSASI ,689 ,122 ,679 5,663 ,000

LINGKUNGAN ,031 ,109 ,034 ,280 ,781

a. Dependent Variable: KINERJA

3. Uji asumsi klasik a. Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu distribusi data. Normal atau tidaknya distribusi data dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada tabel Kolmogorv-Smirnov. Jika nilai signifikansi lebih besar sama dengan 0,05 (sig ≥ 0,05) berati data berdistribusi normal. Adapun uji normalitas pada tabel berikut:

Tabel V.15

Berdasarkan tabel V.15 dapat dilihat dari nilai sig. Pada bagian kolmogorov-smirnov sebesar 0,648 > 0,05. Jadi variabel-variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal.

Uji Normalitas

Unstandardize d Residual

N 45

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,44253748

Most Extreme Differences

Absolute ,110

Positive ,088

Negative -,110

Kolmogorov-Smirnov Z ,738

Asymp. Sig. (2-tailed) ,648

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

b. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas (independen) dalam model regresi. Apabila terjadi multikolinearitas maka variabel bebas yang berkolinier dapat dihilangkan, model regresi yang baik sebaiknya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Pengujian dalam penelitian ini adalah dengan melihat nilai tolerance dan lawannya nilai variance inflation faktor (VIF). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan

adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10. Adapun uji multikolinieritas pada tabel dibawah ini:

Tabel V.16 Uji Multikolinieritas

Dari hasil pengujian multikolinieritas yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai variance inflation factor vif kedua variabel yaitu 1,161 < 10 sehingga tidak ada multikolinnieritas antar variabel independen.

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) 3,529 3,667 ,963 ,341

KOMPENSASI ,689 ,122 ,679 5,663 ,000 ,862 1,161

LINGKUNGAN ,031 ,109 ,034 ,280 ,781 ,862 1,161

a. Dependent Variable: KINERJA

c. Uji heteroskedatistitas

Persamaan regresi berganda perlu juga diuji mengenai sama atau tidaknya varians dari residual dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varian yang sama disebut terjadi homokedastisitas. Persamaan yang baik adalah jika tidak terjadi heteroskedatisitas. Heteroskedatistitas terjadi jika pada scatterplot titik titiknya mempunyai pola yang teratur, baik, menyempit, melebur, maupun bergelombang gelombang.

Tabel V.17

Uji Heteroskedatistitas

Berdasarkan tabel V.17 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pola yang teratur, baik menyempit maupun melebar, dan gelombang. Maka tidak terjadi heteroskedatistitas.

4. Uji Hipotesis a. Uji F

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kompensasi, lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar dari nilai F tabel maka hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel V.18 Hasil Uji F

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 285,151 2 142,575 19,339 ,000b

Residual 309,649 42 7,373

Total 594,800 44

a. Dependent Variable: KINERJA

b. Predictors: (Constant), LINGKUNGAN, KOMPENSASI

Bedasarkan tabel V.18 tabel anova hasil uji F dapat diketahui bahwa nilai Fhitung 19,339 > Ftabel dengan angka signikifikan (p value) 0,05.

Diketahui dfl= K-1 = 2-1= 1 dan df2 = n-k= 45-2= 43, maka Ftabel df1 dan df2 adalah 3,21. Bedasarkan hasil perhitungan uji F diperoleh nilai

Fhitung 19,339 > 3,21Ftabel dengan angka signifikan (p value) 0,000 <0,05, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel kompensasi, lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b. Uji t

Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel bebas kompensasi (X1), lingkungan kerja (X2) dengan variabel terikat kinerja karyawan (Y). Uji t dapat dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel pada taraf α = 0,05. Uji t berpengaruh signifikan apabila hasil perhitungan thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel) atau probabilitas kesalahan lebih kecil dari 5% ( p <

0,05).

Tabel V.19

Hasil Tabel Uji t

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 3,529 3,667 ,963 ,341

KOMPENSASI ,689 ,122 ,679 5,663 ,000

LINGKUNGAN ,031 ,109 ,034 ,280 ,781

a. Dependent Variable: KINERJA

Berdasarkan tabel V. 19 tabel uji t digunakan dalam penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1) Nilai t hitung pada variabel kompensasi lebih besar dari t tabel, yaitu sebesar 5,663 > 2,018 dan nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05, artinya atas perbandingan tersebut H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat dinyatakan bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

2) Nilai t hitung pada variabel lingkungan kerja lebih kecil dari t tabel,

yaitu sebesar 0,280 < 2,018 dan nilai signifikan sebesar 0,781 >

0,05, artinya atas perbandingan tersebut H0 diterima dan Ha ditolak, maka dapat dinyatakan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

5. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel V.20

Koefisien Determinasi (R2)

Hasil hitung berdasarkan tabel V.20 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,479 . Hal ini artinya 47,9%

kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi dan lingkungan kerja, sedangkan 52,1% sisanya kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

C. Pembahasan

Berdasarkan jenis kelamin, responden yang diperoleh penulis mayoritas berjenis kelamin laki-laki dengan proporsi sebesar 86,7% dan perempuan sebesar 13,3%. Penulis berpendapat bahwa mayoritas responden berjenis laki-laki, karena kegiatan di PT Lombok Gandaria Cabang Yogyakarta akan lebih produktif jika dikerjakan laki-laki.

Berdasarkan usia, responden yang diperoleh penulis mayoritas berusia 31-34 tahun sebesar 48,9%, hal ini dikarenakan PT Lombok Gandaria Cabang

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,692a ,479 ,455 2,715

a. Predictors: (Constant), LINGKUNGAN, KOMPENSASI

Yogyakarta menilai bahwa karyawan dengan rentan usia 31-34 tahun dirasa ideal dan baik dari semangat kerja maupun pengalaman kerja.

Berdasarkan lama kerja, responden yang diperoleh penulis mayoritas

Berdasarkan lama kerja, responden yang diperoleh penulis mayoritas

Dokumen terkait