2.4 Hipotesis tindakan
3.1.1 Proses Tindakan Siklus I
3.1.1 Proses Tindakan Siklus I
Proses tindakan siklus I terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi atau pengamatan,dan refleksi.
3.1.1.1 Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus I dilakukan persiapan pembelajaran menulis puisi melalui strategi Pikir Plus dan penggunaan media gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam sura kabar dengan menyusun rencana pembelajaran terlebih dahulu. Rencana pembelajaran ini digunakan sebagai program kerja dan pedoman peneliti dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penyusunan rencana pembelajaran setelah dibuat oleh peneliti, kemudian peneliti berkonsultasi tentang rencana pembelajaran
tersebut dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIII-F. Hal ini dilakukan peneliti agar dalam perencanaan pembelajaran lebih mantap sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut dapat tercapai.
Selain itu, peneliti menyiapkan instrumen peneliti yang berupa tes yang akan diujikan kepada siswa beserta kriteria penilaiannya. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian nontes yang berupa pedoman observasi, pedoman catatan lapangan, pedoman catatan harian, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi untuk mengetahui proses pembelajaran keterampilan menulis puisi melalui strategi Pikir Plus dan penggunaan media gambar berbagai peristiwa dalam surat kabar. Setelah menyiapkan instrument tes dan nonte, peneliti berkoordinasi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai kegiatan pembelajaran.
3.1.1.2 Tindakan
Tindakan ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Pelaksanaan tindakan dalam siklus I dilakukan dalam Tiga kali pertemuan yang meliputi tahap akhir kegiatan awal, tahap kegiatan inti atau proses pembelajaran, dan tahap kegiatan akhir yang berupa evaluasi.
Pada tahap kegiatan awal, sebelumnya peneliti mengkondisikan agar siap untuk mengikuti pembelajaran. Setelah itu, peneliti melakukan apersepsi dengan menjelaskan tujuan pembelajaran serta menjelaskan tujuan pembelajaran serta
menjelaskan menfaat pembelajaran kompetensi dasar yang akan yaitu menulis puisi.
Pada tahap kegiatan inti merupakan tahap kegiatan pokok tentang pembelajaran dan meteri. Pada kegiatan ini, peneliti mengkondisikan siswa menjadi beberapa kelompok masing-masing kelompok 5 anak. Peneliti membagikan amplop yang berisi contoh puisi. Setelah itu, siswa mengamati contoh puisi dan mendiskusikan struktur pembangun fisik dan batin puisi tersebut. Peneliti bersama siswa saling tanya jawab mengenai hasil diskusi siswa.
Selanjutnya, peneliti membagikan surat kabar kepada tiap kelompok. Setiap siswa mengamati gambar berbagai peristiwa yang terdapat dalam surat kabar tersebut untuk mencari ide atau gagasan yang akan dijadikan tema puisinya. Masing-masing siswa menemukan dan memilih gambar-gambar yang mereka senangi, kemudian siswa melaporkan gambar-gambar yang mereka pilih dari surat kabar yang dibaca dan dipandu oleh peneliti dengan mengatakan hal-hal yang membuat imajinasi mereka sesuai gambar yang dipilih.
Setelah mengimajinasikan gambar-gambar yang mereka pilih, siswa mulai mengreasikan imajinasi tersebut ke dalam bentuk kata-kata dengan dibimbing oleh peneliti. Selesai menulis kata-kata, siswa diminta untuk merangkum atau mengembangkan kata-kata yang mereka tulis menjadi larik puisi. Setelah itu, siswa memadukan dan mengolah larik-larik yang mereka buat menjadi bait-bait puisi. Setelah proses menulis puisinya selesai sampai pada membuat bait-bait,
siswa memublikasikan hasil karyanya. Selanjutnya, guru memberikan penguatan materi hasil kerja keras siswa.
Pada tahap kegiatan akhir, peneliti bersama-sama siswa melakukan evaluasi pembelajarn dengan tanya jawab mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama pembeljaran.
3.1.1.3 Observasi
Selama penelitian berlangsung, peneliti melakukan pengamatan tehadap kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pedoman observasi, peneliti mengamati tingkah laku siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Aspek-aspek yang diamati adalah sikap positif siswa pada saat pemeblajaran menulis puisi dan sikap negatif siswa pada saat pembelajaran menulis puisi. Caranya dengan memberi tanda cek (√) pada lembar observasi sesuai daftar siswa.
Selain menggunakan pedoman observasi, peneliti juga menggunakan pedoman catatan lapangan untuk mengamati perilaku siswa selama pembelajaran. Akan tetapi, pedoman catatan lapangan ini hanya digunakan untuk mengamati peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dan menarik dalam proses pembelajaran. Pedoman catatan lapangan ini sudah mencakup pada kesan dan penafsiran subjek peneliti. Deskripsi bisa mencakup referensi misalnya pelajaran yang lebih baik, perilaku kurang perhatian, pertengkaran picik, kecerobohan, yang tidak disadari oleh guru atau pimpinan terkait. Instrumen catatan lapangan yang diambil dalam pembelajaran ini adalah (1) pada saat apersepsi, (2) pada saat tanya
jawab dan pedalaman materi, (3) pada saat pembagian kelompok, (4) pada saat mendiskusikan unsur-unsur pembangun puisi, (5) pada saat mencari tema dari gambar berbagai peristiwa dalam surat kabar, (6) pada saat proses menulis puisi, dan (7) pada saat memublikasikan hasil karya.
Setelah kegiatan pemebelajaran selesai, peneliti membagikan pedoman catatan harian kepada siswa untuk menegtahui tanggapan, kesan, perasaan, dan respon siswa terhadap materi, proses pembelajaran, strategi, dan media yang digunakan peneliti dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat memperbaiki tindakan siklus berikutnya. Catatan harian tidak hanya diperuntukkan kepada siswa, tingkah laku siswa, respon siswa terhadap pembelajaran, susana pembelajaran, serta respon siswa tentang penggunaan media surat kabar yang digunakan peneliti dalam pembelajaran.
Untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran menulis puisi melalui strategi Pikir Plus dan media surat kabar, peneliti juga melakukan wawancara kepada siswa. Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terutama kepada siswa yang mendapat nilai tinggi, sedang, dan rendah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran menulis puisi, kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran, penyebab kesulitan-kesulitan yang dialami, serta pendapat siswa tentang pembelajaran yang telah berlangsung. Selain itu, peneliti juga menggunakan pedoman dokumentasi foto untuk merekam peristiwa-peristiwa penting, misalnya aktivitas siswa ketika mendengarkan penjelasan dari guru, aktivitas siswa ketika sedang mencari ide dari gambar-gambar peristiwa yang mereka pilih dari surat kabar yang nantinya akan dijadikan
tema puisi, dan aktivitas siswa ketika menulis puisi. Dokumentasi juga berfungsi sebagai sarana untuk menjelaskan keruntutan proses penelitian dari awal sampai akhir sehingga penelitian tersebut bisa dipertanggungjawabkan.
3.1.1.4 Refleksi
Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis hasil tes, hasil observasi dengan instrumen nontes berupa pedoman observasi, pedoman catatan lapangan, pedoman catatan harian, pedoaman wawancara. Hasil analisis ini digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan strategi serta media pembelajaran yang digunakan oleh peneliti. Selain itu, hasil analisis ini juga untuk mengetahui tindakan-tindakan yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran. Refleksi pada siklus I digunakan sebagai bahan masukan dalam menetapkan langkah selanjutnya, yaitu pada siklus II. Apabila ada kekurangan dalam siklus I maka hasil tersebut akan digunakan sebagai bahan perbaikan di siklus II, apabila ada peningkatan, maka akan dipertahankan, ditingkatkan dan dikembangkan.